NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:506.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 03 Kekuatan baru

Ini bukan sekedar bela diri biasa, ini adalah cara menyalurkan energi spiritual menjadi serangan mematikan. Kitab seni bela diri arus langit.

Li Zie menatap kagum pada kitab kuno di hadapannya tersebut ini adalah jalan untuk menuju kebangkitan dirinya, Li Zie harus kuat untuk bisa melindungi diri dari orang-orang yang berniat jahat padanya. Bahkan mungkin bisa membalas dendam dengan apa yang telah menimpa pemilik tubuh ini.

Li Zie menutup kitab kuno tersebut. Lalu beralih ke kitab satunya lagi, yang sampulnya bergambar mata manusia yang dikelilingi urat-urat emas, saat Li Zie menyentuhnya, buku itu langsung terbuka dengan sendirinya

Li Zie tertegun 'Kitab Mata Dewa' itu terbuka sendiri dan tiba-tiba sebuah cahaya masuk ke pupil matanya, hingga Li Zie mengerang kesakitan lalu jatuh tersungkur.

Perlahan Li Zie kembali membuka matanya, tapi kali ini tatapan matanya sangat berbeda, ia tidak tahu tapi saat ia melihat kakinya, tiba-tiba saja pandangannya menjadi transparan bisa melihat urat di dalam tubuhnya, meski masih terbalut dengan hanfu yang penuh tambalan.

Li Zie tersentak, saat dia bisa melihat aliran darah pada tubuhnya bahkan organ lainnya pun bisa ia lihat. Jika ia memfokuskan pandangannya, bahkan hanfu yang menutupi pun tidak mampu menutupinya, kulit pun seolah tidak ada, ia benar-benar bisa melihat jelas organ dalamnya Jika ia memfokuskan pikirannya.

Li Zie kembali menatap tubuhnya memfokuskan kembali pikirannya, Li Zie dapat melihat aliran darah, detak jantungnya, persis seperti melihat hasil Ct-scan dan MRI secara Real Time dengan mata telanjang.

Tiba-tiba saja Li Zie merasa sangat kelaparan, benar-benar kelaparan, Ia pun dengan tidak sabar segera berlari dengan kaki yang masih bergetar, Li Zie berlari ke dekat pohon apel spiritual, lalu mengambil dan memakannya dengan rakus ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.

Namun tiba-tiba saja perutnya terasa sangat lapar, seperti bisa saja menghabiskan satu kambing guling.

Li Zie menghabiskan enam buah apel spiritual tersebut lalu kembali meraup air spiritual dengan rakus, barulah perlahan rasa lapar yang sangat kuat itu menghilang, bahkan kini ia semakin merasa bugar.

"Luar biasa... " gumam Li Zie. Tapi Ia sangat penasaran Kenapa tiba-tiba ia terasa sangat lapar, laparnya sangat luar biasa menyiksa.

Li Zie langsung menggelengkan kepala tidak ingin pusing dengan hal itu, mungkin itu hanya karena ia sudah lama tidak makan pikir Li Zie.

Namun ada Binar semangat di matanya, untuk kembali hidup dan merencanakan kebebasannya. Ia teringat dengan pelayan kecilnya, sedangkan ia sudah terlalu lama berada di sana, mungkin ada dua jam.

Li Zie memfokuskan pikiran pemandangan indah itu langsung lenyap, berganti dengan pemandangan tirai yang sudah tidak layak lagi dan atap paviliun yang hampir roboh, ia kini sudah berada di kamarnya yang kumuh itu.

Kini nafasnya tidak lagi berat, dan tatapannya sangat jelas,

Li Zie mendengar isak tangis yang sangat menyayat hati.

"Nona... Nona muda.... Hiks... jangan tinggalkan Ji Yu... "

"Hey, kenapa kau menangis?" ujar Li Zie dengan suara yang halus, ada ketegasan dari suaranya.

Pelayan kecil itu yang bernama Ji Yu, ia sedang berlutut di tanah sambil memegangi mangkuk yang pinggirannya retak. Hanfunya penuh dengan tambalan.

"Eh! Nona! " pelayan itu tersentak, tadi ia melihat nona mudanya tidak ada. Tapi kenapa sekarang ada?

Li Zie langsung berpura-pura lemah. Ia kembali berbaring dengan mata terpejam, nafasnya dibuat kembali tersengal seolah ia akan mati.

"Nona, tadi Ji Yu pikir Nona sudah di buang oleh selir, " ujar Ji Yu terisak, ia perlahan berdiri, dan kembali berkata, "Nona Ji Yu sudah bawakan bubur, ayo Nona makan dulu. "

Li Zie membuka mata melirik sekilas pada mangkuk jelek itu tanpa minat, dia melirik hanya ada air tajin tidak ada bubur atau satupun nasi di mangkuk itu, itu benar-benar hanya air tajin yang bahkan sangat encer.

"Nona, Ji Yu hanya mendapatkan ini saja," ujarnya, wajah Ji Yu memerah seperti bekas tamparan, Li Zie pun terdiam mengingat-ingat kejadian sebelumnya, Yang ternyata memang sudah sering terjadi.

Li Zie ingat jika pemilik tubuh ini benar-benar sangat disiksa, bahkan kematiannya sangat Ditunggu oleh keluarganya, dan pelayan di sampingnya rela dipukul hanya demi mendapatkan air tajin untuknya.

Li Zie tidak ingin berpura-pura di hadapan pelayan kecil itu, ia akan duduk tapi sebuah langkah terdengar begitu berisik, seorang pelayan wanita datang dengan wajah arogan.

Dia adalah Cui Ma pelayan selir Chu, berusia sekitar empat puluh lima tahun wajahnya sangat arogan seperti seorang nyonya besar, ia menatap jijik pada ranjang kayu yang sudah reot.

"Panjang juga umur mu, padahal sudah tidak di beri makan tapi kamu tidak mati-mati, " ujar Cui Ma melirik ranjang.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!