Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.
Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.
Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 — Sistem Kultivasi... atau Sistem Kuli?
Xu Ming berdiri terpaku di depan rumah kayunya.
Angin pegunungan berembus pelan, menggoyangkan dedaunan bambu di sekitar halaman.
Namun, pikirannya sama sekali tidak tenang.
"...Tidak ada?"
Ia mengucek telinga.
"Mungkin aku salah dengar."
Suara mekanis itu kembali terdengar dengan nada datar.
Misi Pemula.
Pergi ke sungai di sebelah timur desa.
Ambil air sebanyak dua puluh ember.
Batas waktu: Sebelum matahari terbenam.
Hadiah: Tidak ada.
Xu Ming membeku.
"..."
"Kenapa hadiahnya tidak ada?"
Bukankah dalam novel yang sering ia baca, misi pertama selalu menghadiahkan sesuatu yang luar biasa?
Minimal pil pencuci sumsum.
Atau teknik kultivasi tingkat surga.
Kalau tidak, senjata roh kelas tinggi juga lumayan.
Tapi ini?
Mengambil air... tanpa hadiah?
Xu Ming mengangkat tangan.
"Hei, Sistem."
Tidak ada jawaban.
"Apakah kamu rusak?"
Sistem berfungsi normal.
Xu Ming menghela napas lega.
"Syukurlah."
"Tapi..."
"Kenapa misi pertamaku jadi tukang angkut air?"
Seluruh misi telah dihitung berdasarkan kebutuhan pertumbuhan Tuan Rumah.
"Jadi memang benar harus mengambil air?"
Benar.
Xu Ming menatap langit.
"Baiklah."
"Mungkin ini memang latihan dasar."
Di novel yang pernah ia baca, banyak tokoh utama ditempa melalui pekerjaan sederhana sebelum menjadi kuat.
Mengangkat air untuk melatih tubuh.
Menebang kayu untuk memperkuat lengan.
Bermeditasi untuk menenangkan hati.
"Kalau dipikir-pikir..."
"Masuk akal juga."
Xu Ming pun mengambil dua ember kayu yang bersandar di dekat pintu rumah.
"Anggap saja ini latihan."
Sungai di sebelah timur desa mengalir jernih.
Airnya begitu bening hingga dasar sungai terlihat jelas.
Xu Ming mengisi kedua ember, lalu mulai berjalan kembali.
Baru beberapa puluh langkah...
Lengannya mulai terasa pegal.
"Berat juga..."
Ia tertawa kecut.
"Dasar tubuh kantoran."
Selama hidup di Bumi, olahraga paling berat yang pernah ia lakukan hanyalah mengejar bus.
Kini ia harus bolak-balik mengangkut air.
Setelah perjalanan kesepuluh...
Kakinya gemetar.
Setelah perjalanan kelima belas...
Bajunya basah oleh keringat.
Saat perjalanan kedua puluh selesai...
Xu Ming langsung menjatuhkan diri di halaman rumah.
"Hah..."
"Hah..."
"Aku hampir mati."
Suara sistem terdengar.
Misi selesai.
Xu Ming langsung duduk tegak.
"Nah!"
"Hadiahnya apa?"
Hadiah telah diberikan.
Xu Ming melihat ke kanan.
Lalu ke kiri.
"Mana?"
"Tidak ada apa-apa."
Tubuh Tuan Rumah telah diperkuat.
Xu Ming berkedip.
"Sudah?"
Ya.
"Itu saja?"
Benar.
Xu Ming menggaruk kepala.
"Aneh sekali."
Ia mengepalkan tangan.
Tidak terasa ada perubahan.
Tubuhnya masih sama.
"Tidak apa-apa."
"Mungkin efeknya kecil."
"Namanya juga misi pertama."
Ia memilih tidak terlalu memikirkannya.
Keesokan paginya.
Ding!
Misi Harian.
Tebang lima puluh batang bambu.
Xu Ming tersenyum tipis.
"Nah."
"Ini baru terasa seperti latihan."
Ia mengambil kapak yang berada di samping rumah.
Kapak itu tampak biasa.
Pegangannya dari kayu.
Mata kapaknya juga tidak berkilau.
"Sistem ini benar-benar pelit."
"Kapak pun tidak diberi yang bagus."
Sesampainya di hutan bambu...
Xu Ming mengangkat kapak.
"Wush!"
Kapak itu menebas lurus.
Krak!
Sebatang bambu langsung tumbang.
"Hm?"
Xu Ming memiringkan kepala.
"Ringan sekali."
Ia mengayunkan lagi.
Krak!
Satu batang lagi tumbang.
"Sepertinya tubuhku memang sedikit lebih kuat."
Xu Ming mulai bersemangat.
Dalam waktu singkat, lima puluh batang bambu selesai ditebang.
Padahal kemarin, mengangkat air saja hampir membuatnya pingsan.
Misi selesai.
Hadiah telah diberikan.
"Tubuhku diperkuat lagi?"
Benar.
Xu Ming tersenyum puas.
"Sedikit demi sedikit juga tidak masalah."
"Yang penting ada perkembangan."
Hari demi hari berlalu.
Misi sistem selalu aneh.
Mengambil air.
Menebang kayu.
Menanam sayuran.
Memancing.
Membersihkan halaman.
Memasak.
Menyeduh teh.
Bahkan suatu hari...
Misi Harian.
Pelajari kaligrafi selama sepuluh jam.
Xu Ming langsung memprotes.
"Hei!"
"Ini sistem kultivasi atau sistem kursus?"
Semua misi memiliki tujuan.
"Baiklah..."
Xu Ming hanya bisa pasrah.
Beberapa bulan kemudian.
Ia sudah terbiasa.
Kalau sistem menyuruh memasak...
Ia memasak.
Kalau sistem menyuruh melukis...
Ia melukis.
Kalau sistem menyuruh memainkan qin...
Ia belajar hingga jari-jarinya lecet.
Setiap kali bertanya alasannya...
Jawaban sistem selalu sama.
Semua memiliki tujuan.
Xu Ming akhirnya berhenti bertanya.
"Kalau tokoh utama di novel bisa bertahan..."
"Aku juga bisa."
Ia yakin.
Suatu hari nanti.
Sistem pasti memberinya teknik kultivasi tingkat dewa.
Atau setidaknya...
Sebuah pedang terbang.
Yang belum diketahui Xu Ming...
Setiap kali ia menyelesaikan satu misi, sistem diam-diam menghapus satu batas pada tubuhnya.
Potensi.
Bakat.
Pemahaman.
Jiwa.
Tubuh.
Dao.
Semua berkembang tanpa henti.
Namun, seluruh perubahan itu dilakukan secara perlahan agar Xu Ming tidak menyadarinya sedikit pun.
Dan bagi Xu Ming...
Hari-harinya hanya terasa seperti...
Menjadi kuli gratis milik sistem.
Ia sama sekali tidak menyangka bahwa sepuluh tahun kemudian, pekerjaan-pekerjaan sederhana inilah yang akan menjadikannya sosok yang bahkan tak mampu dipahami oleh seluruh Dunia Tianxuan.
Bersambung...