Ini kisah season 2 dari nikah kontrak dengan om ceo tampan.
Mia Allura Atmaja putra pertama dari Alex Atmaja dan Rara Artnia, ia terpaksa kabur dari rumah orangtuanya untuk menghindari perjodohan dengan rival sang papa hingga akhirnya ia terjebak cinta segitiga dengan pengusaha muda bernama William.
Akankah ia menyerah atau memperjuangkan cintanya?
Nb : Untuk melihat visual mereka bisa cek di ig ; Duwi Sukema
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Underwear
"Pekerjaan selain hacker ada lah, penulis novel online tapi ya gitu om gajinya cuma dapat buat beli cilok. Om sudah makan, mau aku buatkan makan malam ta-- tapi dilemari pendingin ngak ada stock bahan makanan yang bisa di masak," jelas Lura.
"Nanti pesan delivery saja, aku lagi ngak selera makan."
Lura hanya mangut-mangut.
"Oya kamu masih kuliah apa kerja?"
"Aku sebenarnya masih kuliah semester lima, tapi karena aku kabur ya tidak lanjut," jawab Lura nyengir. "Om, berikan aku pekerjaan dong, plis!" mohon Lura.
"Emang kamu bisa kerja apa?"
"Kerja apa aja dech om, yang penting halal."
Gimana jika dia jadi sekretarisku untuk sementara waktu selama Yulia cuti melahirkan beberapa bulan ini pikir William.
"Kamu beneran ingin kerja? Tapi kamu ngak akan kerjasama lagi dengan perusahaan S kan untuk menghancurkan perusahaanku," tegas William.
Ini orang ngak percayaan padahal tampangku ini tampang serius aku ini juga ngak ada wajah-wajah pengkhianat umpat Lura.
"Om tampan, kamu bisa mempercayai ucapanku jika aku bohong kamu bisa memecatku saat itu juga atau memberikan aku hukuman."
Sepertinya perkataan dia benar tidak mungkin dia pengkhianat, dia seperti wanita polos.
"Om, kapan aku mulai kerja?"
"Besok, kamu mulai kerja tapi ingat saat kerja kamu jangan menganggap kita saling kenal."
"Kok gitu om, gimana jika om menganggap aku adik atau sepupu," tawar Lura. Dianggap pacar juga boleh banget secara kamu keren abis, ngomong-ngomong dia sudah punya pacar belum ya moga aja belum batin Lura senyum-senyum sendiri.
"Saudara dari mana? Wajah aja ngak ada miripnya sama sekali, kamu itu makin lunjak ya."
William menyilangkan kakinya sambil mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya. Menyalakannya untuk dinikmati dikala waktu senggang dan jenuh akan kehidupan.
"Om kalau aku lunjak itu ketika aku mengaku sebagi istri om, ini hanya pura-pura menganggap aku saudara apa salahnya agar aku bisa tetap bertegur sapa rasanya aneh kalau kita saling kenal tapi tidak mau menyapa," ketus Lura berjalan menuju dapur untuk membuatkan kopi.
Saat di dapur Lura segera menyalakan kompor listrik. Saat mau menuangkan gula dan kopi ia berteriak bertanya pada William.
"Om, suka kopi pahit atau manis semanis diriku."
Itu bocah pinter banget mulutnya merayu batin William.
"Seperti tadi pagi, rasanya pas di lidah."
Lura membawa secangkir kopi dengan stik kentang yang barusan ia buat, ia suguhkan di atas meja.
"Om kamu kok tinggal sendiri dimana orangtua om? Apa om sudah menikah?" Lura bertanya menyelidik.
"Orangtuaku tinggal di luar negeri, kenapa kamu tanya masalah pribadi?"
Karena aku mulai kagum denganmu om, bukan berarti aku cinta kamu ya. Kita beda usia aku ngak ingin pacaran dengan laki-laki yang lebih tua nanti dikatain sugar dady lagi pikir Lura.
"Lupakan om, tidak perlu dijawab. Om bisa ngak nanti mengantar Lura beli baju ganti sekalian beli baju untuk kerja besok ngak mungkinkan aku pakai kemeja om serta dalaman om terus," ketus Lura tanpa merasa malu.
"Who allowed you to wear my underwear?!" hardik William dengan membulatkan matanya tidak percaya.
"Om lupa ya, kemarin malam kamu menyuruhku mengambil yang aku butuhkan dan memakainya sesuka hatiku," ketus Lura tanpa merasa bersalah.
William menepuk keningnya, ia tidak berpikir sejauh itu jika gadis yang di depannya memakai barang terlarang miliknya.
"Throw away after you wear it, aren't you disgusted by wearing men's property?" tegas William.
"Aku cuma pinjam sekali om, habis aku beli juga akan aku kembalikan," jawab Lura.
William lebih memilih pergi meninggalkan Lura, jika ia terus-terusan bersamanya rasanya bisa pusing memikirkan tingkah anehnya.
"Om mau kemana?" teriak Lura saat melihat William menaiki tangga.
William menoleh ke arah Lura, "Mau mandi, mau ikut?"
"Ogah, gini-gini aku ngak tertarik sama om tua seperti kamu," ucap Lura pergi menuju ke arah kamarnya namun langkah kakinya terhenti sejenak menoleh ke arah William yang masih menatap dirinya. "Om habis antarin aku ya beli baju ganti," ucap Lura.
"Apa baju ganti? Lalu kamu pergi pakai baju apa? Masak pakai baju aku juga," ucap William menggantung.
"Emang salah?" ucap Lura.
"You don't wear a bra, keep wearing my panties?" tanya William melototkan matanya.
"Yes, memang salah. Aku saja pede," ketus Lura masuk ke dalam kamarnya.
***
Di dalam mobil Lura sudah duduk dengan gaun yang ia kenakan saat ia kabur dulu, ya walaupun ia bersikap ceplas ceplos tapi ia ngak mau menurunkan harga dirinya.
William yang melihat Lura memakai gaun matanya tidak berkedip menatap Lura yang begitu cantik tanpa polesan make up di wajahnya. Lura melihat William dengan menyelidik.
"Om jangan menatap aku begitu, aku cantikkan!" ucap Allura dengan pede. Allura memang memiliki tingkat kepedean berlebihan makanya ia selalu mendapat julukan ratu kampus karena kecerdasan, kecantikan juga memiliki tingkat percaya diri yang sempurna.
William memalingkan wajahnya lalu menyalakan mesin mobilnya. Melihat Lura masih berdiri diambang pintu mobilnya ia segera mematikan mesin mobilnya kembali.
"Jadi ngak? Kalau ngak aku mau tidur saja," ucap William melepas sabuk pengamannya.
"Jadi dong om, ini kan mau berangkat."
Lura duduk di kursi penumpang, ia dengan cekatan memasang segera sabuk pengamannya.
Di dalam mobil menuju mall hanya ada keheningan. Lura yang melirik William fokus dengan pengemudinya ia lebih memilih bersenandung ria dengan lagu-lagu favoritnya. Ya dia memiliki hobi bernyanyi seperti mama juga kakeknya.
There are days
I wake up and I pinch myself
You're with me, not someone else
And I'm scared, yeah, I'm still scared
That it's all a dream
'Cause you still look perfect as days go by
Even the worst ones, you make me smile
I'd stop the world if it gave us time
'Cause when you love someone
You open up your heart
When you love someone
You make room
If you love someone
And you're not afraid to lose 'em
You probably never loved someone like I do
You probably never loved someone like I do
When you say
You love the way I make you feel
Everything becomes so real
Don't be scared, no, don't be scared
'Cause you're all I need
And you still look perfect as days go by
Even the worst ones, you make me smile
I'd stop the world if it gave us time
'Cause when you love someone
You…
Merdu juga suara dia batin William.
"Kamu penyanyi ya?" tanya William.
"Maksud om 'aku'?"
"Iyalah, masak setan disini juga cuma ada kamu dan aku."
"Bukan, tapi kakek juga mamaku seorang pencinta musik. Aku sebenarnya ingin menjadi artis tapi papa dan mama melarang," jelas Lura.
Bersambung..
😍😍