NovelToon NovelToon
Pernikahan Keduaku Dengan Sahabatku

Pernikahan Keduaku Dengan Sahabatku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: @tiiam97

Adelia tidak menyangka setelah kegagalannya, dalam membina sebuah hubungan rumah tangga, sahabat semasa kuliahnya tiba-tiba saja menyatakan cinta padanya.

Meskipun awalnya ragu untuk menjalin kembali hubungan itu. tapi, sahabatnya itu bisa meyakinkan dirinya untuk kembali membina mahligai pernikahan bersamanya.

Elvano, sahabat Adelia yang mencintainya, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya, hingga akhirnya Adelia menikah dengan sahabatnya, membuat dia semakin memendam perasaan itu.

Awalnya dia mengira hubungan Adelia dan suaminya baik-baik saja, tapi setelah dia kembali dari luar negeri dia baru tau kalau pernikahan Adelia ternyata tidaklah baik-baik saja.


Cerita ini sedang dalam tahap revisi, jadi maaf kalau ceritanya masih acak-acakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Vano.

Di kantornya, vano merasa tidak tenang. Tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada Adelia yang baru beberapa waktu lalu bertemu dengannya.

Vano pun mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Adelia, tapi tidak dijawab oleh adelia. Hal itu semakin membuatnya khawatir dengan Adelia, dia pun mencoba menelpon ke nomor telepon rumah Dion, sambungan telepon tersambung, tapi belum ada yang menjawabnya.

Sementara di rumah Dion para pelayan masih pada syok dengan apa yang mereka lihat, sambil membersihkan darah yang ada di lantai, mereka tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan nyonya muda mereka.

"Sebenarnya apa yang terjadi antara tuan dan nyonya muda, kenapa nyonya muda bisa sampai jatuh?" tanya salah satu pelayan.

"Aku juga tidak tau, tapi tadi aku mendengar tuan dan nona lagi ribut, saling berteriak makanya tadi aku kesini untuk melihat, tapi pas aku baru sampai di depan pintu dapur, aku mendengar ada suara yang jatuh," sahut pelayan lainnya.

"Aku cepat-cepat ke sini karena penasaran dan pas sampai di sini, aku melihat nona sudah tergeletak di lantai dan banyak darah di kepalanya, karena kaget aku pun teriak," sambung pelayan itu lagi.

"Apa mungkin, nona didorong dari atas sama tuan muda," kata temannya, sambil melihat ke tengah tangga dan menduga-duga, jika Adelia didorong oleh Dion.

"Mungkin saja, soalnya pas aku kesini aku melihat tuan muda berdiri di tengah tangga tadi," sahut pelayan yang pertama kali melihat Adelia.

"Tapi kayaknya gak mungkin deh, emang sih, tuan muda itu dingin, tapi 'kan selama ini kita lihat sendiri tuan muda gak pernah kasar. Kecuali kalau tuan muda memang sedang gelap mata, kalau benar begitu kasian nona, mudah-mudahan nona baik baik saja."

"iya mudah-mudahan saja nona cepat sembuh, tapi aneh ya kenapa tuan muda tidak bisa cinta sama nona padahal 'kan non Adel itu cantik, baik, mandiri juga apalagi yang kurang coba."

"Ya, namanya juga hati, tidak bisa dipaksakan kita 'kan tau sendiri, semenjak tuan muda dan nona Adel menikah, tuan muda sering membawa non Zeline ke sini dan dia ngenalin non Zeline sebagai kekasihnya."

"Terus kenapa, tuan muda gak pisah aja sama nona, kalau memang gak cinta. Dari pada dia berhubungan secara sembunyi-sembunyi dari orang tuanya dengan nona Zeline aku kadang gak ngerti sama jalan pikir tuan muda."

"Entahlah, aku juga gak ngerti."

Saking asiknya mengobrol, mereka sampai tidak menyadari kalau telepon dari tadi berdering.

Pak Mul yang sedang di depan pintu utama, mendengar telepon rumah yang berdering dari tadi, pun masuk ke rumah dan melihat para pelayan yang sedang asyik bergosip sampai tidak mendengarnya.

"Apa kalian tidak mendengar telepon berdering dari tadi!" kata Pak Mul kesal.

"Kalau kalian sudah selesai membersihkan itu, lebih baik kalian mengerjakan pekerjaan yang lainnya lagi dan jangan terlalu banyak bergosip kalau kalian masih mau kerja di sini paham!" Pak Mul menatap kedua pelayan itu dengan tajam.

"Ma–maafkan kami Pak Mul, kami tidak bermaksud begitu pak, kami akan mengerjakan pekerjaan yang lainnya lagi Pak." Ke dua pelayan itu pun segera pergi dari hadapan Pak Mul.

Pak Mul mengangkat telponnya yang dari tadi berdering.

"Halo selamat sore," sapa Pak Mul.

"Halo pak, bisa saya bicara sama Adelia," kata Vano to the poin.

"Maaf kalau boleh saya tau, tuan siapa ya?" tanya Pak Mul heran karena tidak mengenal suara si penelepon.

"Saya Vano Pak, temannya Dion dan Adelia," sahut Vano.

"Oh tuan vano saya kira siapa, maaf tuan Vano nyonya muda sedang di rumah sakit karena beliau mengalami kecelakaan," jawab Pak Mul.

"Kecelakaan apa?" tanya Vano langsung bangun dari kursi kerjanya. Dia kaget campur khawatir.

"Tadi nona jatuh dari tangga tuan."

"Dibawa ke rumah sakit mana?" tanya Vano, sambil berjalan keluar dari ruangannya menuju lift.

"Di rumah sakit xxx tuan."

Setelah itu tidak terdengar suara lagi, karena Vano langsung menutup panggilannya dan langsung masuk ke mobilnya, saat dia sudah sampai di parkiran kantornya.

Setelah panggilan dengan Vano terputus, pak Mul pun menghubungi orang tua Dion untuk memberitahukan soal Adelia kepada orang-tuanya.

"Baiklah, aku akan mengabari besanku," kata Erik sambil menutup panggilan dari pak Mul.

Dia segera mencari nomor telepon Alex dan langsung menghubunginya.

"Iya, Rik ada apa?" tanya Alex saat mengangkat telpon darinya.

"Kita harus ke rumah sakit, Adelia mengalami kecelakaan," kata Erik.

''Apa! Bagaimana bisa kecelakaan. Kecelakaan apa?" tanya Alex dengan khawatir.

"Aku juga belum tau pastinya, karena aku juga dapat kabar dari pak Mul, kepala pelayan di rumah Dion, sebaiknya kita ke rumah sakit saja sekarang biar jelas."

"Iya baiklah, kita ketemu di rumah sakit saja," kata Alex, lalu mematikan sambungan teleponnya dan brgegas keluar dari ruangannya, untuk menemui Delvin yang ada di ruangan sebelah.

"Vin, ayo kita ke rumah sakit. Adel masuk rumah sakit karena kecelakaan," kata Alex setelah itu dia keluar lagi karena khawatir dengan keadaan Adelia. Delvin pun segera menyusul papanya, meskipun belum mengerti apa yang terjadi.

Delvin dan Alex masuk ke mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh sopir pribadi Alex.

"Apa yang terjadi dengan Adel Pa?" tanya Delvin pada papanya setelah mobil mulai berjalan.

"Entahlah, papa juga belum tahu pasti, tadi Erik telpon papa dan memberitahu kalau Adel kecelakaan dan sekarang lagi di rumah sakit," Kata Papa Alex.

Delvin mengirimkan pesan pada istrinya, untuk ke rumah sakit bersama mamanya, karena dia yakin kalau papanya belum memberikan kabar pada mamanya, itu adalah kebiasaan papanya, kalau lagi khawatir seperti ini papanya pasti lupa.

******

Vano sudah sampai di rumah sakit, dia langsung menanyakan di mana ruangan Adelia kepada suster. Setelah tau dia langsung menuju ke ruangan yang suster katakan.

Di depan ruangan yang dia duga, tempat Adelia, dia melihat Dion yang sedang duduk di kursi tunggu.

Melihat tangan dan baju Dion yang merah karena darah, dia yakin kalau luka Adelia cukup parah, sepertinya Dion yang panik pun belum sempat membersihkan dirinya.

"Apa yang kamu lakukan pada Adel?" tanya Vano yang sudah berdiri di depan Dion.

"Memangnya aku ngelakuin apa, aku gak ngelakuin apapun padanya," jawab Dion santai.

"Bohong, bagaimana bisa Adel jatuh dari tangga tanpa sebab, aku yakin ini pasti gara-gara kamu 'kan?" kesal Vano.

"Atas dasar apa kamu nyalahin aku? Justru aku udah nolongin dia, Adelnya aja yang ceroboh sampai bisa jatuh dari tangga segala," sahut Dion lagi dengan wajah datar, padahal sebenarnya dia pun takut sesuatu terjadi pada Adelia.

"Awas kalau sampai aku tau kamu dalang di balik jatuhnya Adel, aku akan memberi kamu perhitungan!" ancam Vano menatap tajam Dion, dia yakin kalau kejadian ini ada hubungannya dengan Dion.

Kamu harus baik-baik saja Dell aku mohon, kata Vano dalam hati sambil memejamkan matanya.

Dia terus merapalkan doa dalam hati supaya Adelia baik-baik saja, sedangkan Dion hanya menatapnya dengan datar, di sisi lain dia merasa khawatir pada Adelia, tapi di sisi lain dia juga merasa senang karena melihat raut khawatir dari wajah Vano.

1
pipi gemoy
nah kepergok Delvin
hajar si Dion 🤬😡😤
pipi gemoy
buat papa Alex ketemu sama Dion n zeline
biar cepat kebongkar perselingkuhan Dion
tanpa perlu Delia yg menyelesaikan nya
Dedew
di tunggu karma nya buat Dion & zelin
Dedew
dari awal ada bau2 pebinor nih,,oke aku dukung karna suaminya durjanahhh😑
Thifani Nur
cerita sangat bagus
Neneng cinta
keren ceritanya...makasih......Alhamdulillah bs ketemu novel ini♥️😍🤗🤗🤗
Neneng cinta
heheheh...dasar ya c honey sm c sayang...selamat ya twins ganteng.....♥️♥️♥️😍
Neneng cinta
perjuangan daddy dm ngidamnya c kembar...👍🏼💪💪💪😍😍😍
Neneng cinta
mg kembar ky c daddy...
Neneng cinta
sabar ya dim...tenang nanti sm meira...🤭🤭
Neneng cinta
22nya az kembar sepasang ky vano dan vira♥️♥️♥️
Neneng cinta
permasalahan suami istri,,dan solusi terbaiknya😁👍🏼😍😍😍
Neneng cinta
bener canggung kl dr sahabat yg tau baik buruknya kita bebas berekspresi...trs skrg jd misua...canggung bgt asli....serasa gmn gtu...😂
Neneng cinta
waduh del...kamu ganas jg ya...😂
Neneng cinta
cinta bertepuk sebelah tangan itu sakit.....tp kynya lebih sakit cinta dlm diam😅
Neneng cinta
💪💪💪💪😍😍😍😍
Neneng cinta
malea bgt pny suami ky gtu...ga mau nyerein istri malah bkn hamil pacarnya...cwo GJ gtu..mg ketauan sm ortunya Dion
Neneng cinta
hmmmm...kekaaih bayangan donk.....ky lagunya cakra khan......


🎵🎵🎵🎵
Neneng cinta
vano aku mendukungmu jd pebinor😁👍🏼😍
🌻Ruby Kejora
Karyanya luar biasa kak
Sukses bwt kk 💐😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!