Aditya adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia, suatu hari Aditya di pinta kedua orang tuanya untuk menikah karena usianya sudah mendekati kepala tiga, Aditya terus di desak agar cepat menikah oleh kedua orang tuanya. sampai akhirnya Aditya menjalankan penyamarannya dan bertemu dengan seorang gadis sederhana dan cantik yang menolongnya memberikan makanan dan minuman pada saat masa penyamarannya mencari pendamping hidup yang benar-benar mencintai dan menerima dia apa adanya tidak hanya memandang kemewahan dan kekayaan.
Apakah gadis cantik tersebut adalah pilihan Aditya? atau Aditya lebih memilih gadis cantik yang lain?
yuk kepo-in novel saya yang kedua...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ACS 07
Suci memandang rumah Fira yang sangat besar, dia kemudian membuka pagar rumah tersebut.
kemudian dia berjalan masuk dengan menjinjing tas tempat pakaian dia yang dibawanya dari kampung.
Kemudian dia memencet bel rumah Fira, pintu terbuka dan terlihatlah seorang asisten rumah tangga membukakan pintu rumah tersebut.
" maaf Mbak cari siapa?" Tanya nya.
" saya Suci temannya Fira bisa bertemu sama Fira " jawab Suci.
"Oh iya.... tunggu sebentar ya" ucap asisten rumah tangga tersebut dan kembali menutup pintu rumah tuan itu.
" Aduh.... kenapa sikap orang kota seperti ini ya? tamunya dibiarkan sendiri, sudah dibuka pintu malah ditutup kembali, Apa kebiasaan orang kota seperti itu? Kalau bertemu dengan orang kampung" batin suci berbicara.
Kemudian pintu kembali terbuka dan suci melihat Fira yang keluar.
"suci ?!"ucap Fira.
"Fira ?"ucap suci.
Mereka kemudian saling berpelukan dan cium pipi kiri dan kanan.
"Kapan kamu datang kok kamu enggak ngabarin aku ?" Tanya Fira.
"Aku sudah menelponmu berkali-kali, tapi teleponmu susah sekali dihubungi," ucap Suci.
" terus siapa yang ngantar kamu ke sini ?" tanya Fira.
"Aku ketemu sama pak ustadz di masjid dan anaknya yang mengantarkan aku ke tempatmu ini" ujar Suci.
Kemudian Fira mengajak suci duduk di kursi yang tersedia di teras depan.
" kapan kamu berangkat ke kota?" Tanya Fira lagi.
" kemarin aku sampai di kota pas waktu isya kemudian aku singgah di masjid dan ketemu dengan pak ustad Somad Alhamdulillah aku bertemu dengan orang yang baik dan mengantarkan aku ke tempatmu sekarang ini Fir" jawab nya.
Fira menganggukan kepalanya dia tersenyum melihat Suci, dia memandangi Suci dari atas sampai ujung kaki Suci.
" Wah ini bisa nih menghasilkan uang banyak" ucap batin Fira tersenyum liciknya.
kemudian Fira mengajak Suci masuk dan memberikan sebuah kamar untuk ditempati oleh Suci.
"lebih baik kamu bersihkan dulu dirimu dua hari lagi kita akan mencari pekerjaan untukmu, Aku akan mendaftarkan kamu bekerja di tempatku yang mungkin bisa saja kamu melebihi dari aku nantinya dan kamu bisa membawa ayah dan ibumu ke kota atau mengobatin ayahmu yang sedang sakit stroke " ucap Fira lagi.
Suci mengangguk dan tersenyum.
"Terima kasih ya Fira kamu baik banget padaku" ucapnya pada Fira.
Fira menganggukan kepalanya.
kemudian dia memasuki kamarnya dia meletakkan pakaiannya di lemari yang sudah disediakan oleh Fira.
Kemudian dia mengambil handuknya dan berjalan menuju ke kamar mandi, dia membersihkan badannya setelah selesai mandi, dia mengenakan pakaian yang dia bawa dari kampungnya.
Memang tidak mahal tapi pantaslah untuk menutup aurat dirinya Suci.
Setelah dia menggunakan pakaiannya terdengar ketukan di di pintu kamarnya.
Suci buru-buru membukanya ternyata asisten rumah tangga Fira yang bernama Yanti.
"Mbak suci ditunggu sama Mbak Fira di meja makan " ucap Mbak Yanti asisten rumahnya Fira.
"Oh iya Mbak terima kasih sebentar lagi saya datang" ucapnya sambil menganggukkan kepalanya kepada Mbak Yanti.
" ya udah saya permisi ya Mbak" ucap Mbak Yanti.
Dianggukkan kan lagi oleh Suci. Suci menaruh handuk yang masih melingkar di kepalanya kemudian dia menyisir rambutnya dan memoleskan bedak sedikit di wajahnya, dia keluar menemui Fira.
memang di rumah pak ustadz Somad dia tidak mau sarapan karena dia ingin lekas lekas bertemu dengan Fira dan cepat-cepat juga ingin mengabarkan kepada kedua orang tuanya kalau dia sudah sampai dengan selamat di tempat Fira.
Suci mengambil duduk di depan Fira.
" Ci....sekarang kita makan dulu kamu istirahat aja kalau mau jalan-jalan silakan dulu jalan-jalan di samping rumah ku dekat dengan taman kota,kamu bisa jalan jalan kesitu melepaska penatmu, aku nanti setelah makan mau bertemu dengan bosku dan membicarakan soal dirimu yang mau bekerja di tempat aku bekerja sekarang ini" ucap Fira.
Suci mengangguk kan kepalanya sambil mengambil piring yang sudah tersedia di depannya dan mengambil nasi dan lauk pauk yang sudah tersedia.
Dia kemudian makan dengan lahapnya sesekali dia tersenyum kepada Fira, sedangkan Fira mengawasi terus Suci karena dia merasa Suci akan menjadi aset yang terbaik bagi dirinya.
Selesai makan Suci masuk kembali kedalam kamarnya dan Fira kemudian keluar rumah masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya menuju ke tempat bos yang di bilangnya tempat ia bekerja dengan Suci.
sedangkan suci, berada di dalam kamar langsung menghubungi ibunya di kampung, mengabarkan kalau dia sudah sampai di tempat Fira dengan selamat.
Setelah menghubungi ibu nya dia merebahkan tubuhnya di kasur empuk kamar yang ada di rumah Fira. Tak terasa dia tertidur.