NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34

Deru mesin bus nomor 04 perlahan-lahan meredup seiring dengan berhentinya roda-roda besar kendaraan tersebut di atas pelataran parkir utama kampus Los angeles.

Sinar matahari siang Los Angeles yang terik menembus kaca jendela, memantulkan bayangan gedung-gedung berarsitektur gotik yang megah dan membakar sisa-sisa kabut gunung yang masih menempel di badan bus.

Riuh rendah suara helaan napas lega dan rabaan barang-barang logistik langsung memenuhi kabin bus saat para mahasiswa baru mulai terbangun dari tidur panjang mereka, bersiap untuk turun dan kembali ke realitas kehidupan kampus.

Namun, di barisan kursi paling belakang, suasananya seolah membeku dalam dimensi yang berbeda.

Millian Vale-Knight masih tertidur dengan sangat lelap.

Kepala beratnya bertumpu pasrah di atas bahu sempit Scarlett Langford, dengan satu tangan panjangnya yang entah sejak kapan terlempar longgar di atas pangkuan gadis itu.

Napas pria itu terdengar teratur namun terasa agak hangat—efek sisa dari demam dan reaksi alergi ekstrem yang menyerang sistem imunnya sepanjang malam.

Scarlett sendiri menahan tubuhnya agar tidak banyak bergerak selama satu jam terakhir.

Bahu kirinya sejujurnya sudah terasa kaku dan mati rasa karena harus menyangga bobot tubuh atletis sang pangeran Bel Air, namun melihat bagaimana pucatnya gurat wajah Millian saat tertidur, taring ketajaman lidah Scarlett mendadak tumpul. Ia hanya bisa menghela napas pasrah sembari menatap keluar jendela, menunggu hingga area koridor bus sedikit melonggar.

Tepat ketika sebagian besar mahasiswa sudah mengosongkan bus, pintu depan kendaraan tersebut terbuka lebar.

Bukannya petugas kebersihan atau mentor senior yang muncul, melainkan seorang pria paruh baya berbadan tegap dengan setelan jas hitam formal yang sangat rapi dan sarung tangan putih.

Langkah kakinya terdengar tegas, membelah koridor bus dengan aura profesionalitas tingkat tinggi yang langsung memancarkan identitas sebagai pelayan kelas atas klan.

Pria paruh baya itu adalah Raymond, sopir pribadi sekaligus pengawal kepercayaan yang dikirim langsung oleh kediaman kakek Millian untuk menjemput sang tuan muda.

Raymond menghentikan langkahnya tepat di depan kursi barisan belakang. Ia membungkukkan tubuhnya sedikit dengan gestur hormat yang sempurna sebelum tatapan matanya beralih menatap kondisi Millian yang masih setengah sadar di bahu Scarlett.

"Mohon maaf atas kelancangan saya, Nona," ucap Raymond dengan suara bariton yang teratur dan sangat sopan.

"Saya diperintahkan oleh kediaman besar untuk menjemput Tuan Muda Millian secara darurat setelah menerima laporan mengenai kondisi kesehatannya. Izinkan saya mengambil alih untuk membantu membopong tubuh Tuan Muda ke dalam mobil sekarang."

Raymond mengulurkan kedua tangannya yang bersarung tangan putih, berniat dengan cekatan menyusupkan lengannya di bawah ketiak Millian untuk mengangkat tubuh tinggi besar itu agar tidak membebani Scarlett lebih lama lagi.

Namun, tepat ketika genggaman tangan Raymond baru saja menyentuh kain kemeja flanelnya, sepasang kelopak mata Millian mendadak terbuka dengan sentakan pelan.

Manis mata heterochromia ganjil miliknya berkilat samar, sarat akan kabut demam namun tetap memancarkan aura keras kepala yang mutlak khas seorang klan Knight.

Millian mengerang rendah, menepis pelan tangan bersarung tangan putih Raymond dengan gerakan malas, lalu justru mempererat kuncian lengannya di sekeliling lengan Scarlett, menarik tubuh mungil gadis beasiswa itu agar tetap menempel erat di sisinya.

"Tidak perlu membopongku, Raymond. Aku masih bisa berjalan dengan kakiku sendiri," gumam Millian dengan suara baritonnya yang serak dan parau akibat radang tenggorokan.

Ia menoleh sedikit, menatap wajah Scarlett dari jarak dekat dengan binar mata yang mendadak berubah menuntut penuh ketergantungan. "Tapi... kau harus ikut bersamaku masuk ke dalam mobil, Langford."

Scarlett membelalakkan matanya, mencoba melepaskan lengannya dari cengkeraman kokoh Millian.

"Apa? Kau gila, ya? Kita sudah sampai di kampus, Vale-Knight! Kontrak sandiwara perkemahan kita sudah selesai di parkiran bus ini. Aku harus kembali ke asramaku untuk membongkar barang-barang!"

Millian mengabaikan protes Scarlett. Pria itu mengalihkan tatapan matanya kembali ke arah Raymond yang masih berdiri tegap menanti instruksi.

"Bawa dia ikut bersama kita ke dalam mobil, Raymond. Aku... saat ini sangat membutuhkan kehadiran kekasihku di sisiku."

Raymond sempat tertegun selama satu detik mendengar kata "kekasih" yang meluncur begitu alami dari mulut sang tuan muda yang terkenal antipati terhadap komitmen wanita.

Namun, sebagai seorang pelayan profesional, Raymond dengan cepat menguasai ekspresi wajahnya. Ia kembali membungkuk hormat, kali ini menghadap langsung ke arah Scarlett.

"Jika Tuan Muda Millian yang memintanya secara langsung, maka saya mohon kesediaan Anda untuk ikut bersama kami, Nona," ujar Raymond sopan namun tegas, menutup ruang bagi Scarlett untuk meluncurkan taktik penolakan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di luar bus, James, Arthur, dan Clark sedang berdiri di dekat bagasi bawah sembari mengawasi penurunan tas ransel milik mereka.

Dari arah pintu keluar bus, mereka bertiga menyaksikan dengan sangat jelas bagaimana sosok Millian berjalan dengan langkah yang agak gontai, namun tangan kanannya tetap menggenggam erat pergelangan tangan Scarlett, memaksa gadis itu berjalan beriringan di sampingnya menuju ke arah mobil sedan mewah Rolls-Royce hitam yang sudah terparkir rapi di bawah pohon palem pelataran kampus.

James menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ekspresi takjub yang luar biasa dahsyat. Ia bertopang dagu, menatap punggung tegap sang sahabat yang tampak begitu protektif dan posesif terhadap gadis di sampingnya.

"Seumur hidupku... aku baru pertama kali melihat seorang Millian Vale-Knight bertingkah se-menyedihkan dan se-bergantung itu pada seorang wanita," tutur James dengan nada tidak percaya yang kental.

"Biasanya, jika dia sakit pasca-balapan, dia akan langsung mengunci diri di kamar dan mengusir siapapun yang mencoba mendekat, termasuk para model yang menangis memohon di depan pintunya."

Arthur yang sedang bersandar pada pilar besi bus, ikut menimpali sembari menyunggingkan senyuman sinis yang sarat akan makna tersembunyi.

Pria pirang itu menepuk-nepuk pundak James dengan gaya sok tahu. "Kau tidak paham juga, James? Pangeran kita yang tangguh itu... saat ini sudah mulai masuk ke dalam jebakan. Dia sedang dijerat oleh 'itu'..."

Clark yang sedang merapikan daftar logistik di tangannya, seketika menoleh dengan kening berkerut dalam. "Jerat apa maksudmu, Arthur? Jangan membuat teori konspirasi aneh di siang hari yang terik ini."

"Dijerat cinta, Kawan!" seru Arthur seketika, sebelum akhirnya ia meledak dalam tawa terbahak-bahak yang sangat renyah, memukul punggung James berulang kali hingga beberapa mahasiswa baru yang melintas menoleh heran ke arah mereka.

"Lihat saja bagaimana matanya tidak bisa lepas dari Scarlett sejak semalam. Si Berandal itu sudah mulai takluk di tangan sang Malaikat Maut-nya sendiri!"

°°°°

Sementara itu, di bawah bayang-bayang pohon palem, Scarlett akhirnya terpaksa mengalah dan ikut melangkah masuk ke dalam kabin penumpang mobil Rolls-Royce yang sangat luas dan berbau harum kulit mewah.

Pintu mobil ditutup rapat oleh Raymond dari luar, seketika mengisolasi mereka dari kebisingan pelataran parkir kampus.

Millian langsung menjatuhkan kembali tubuhnya ke atas jok kulit yang empuk, memejamkan mata dengan napas yang kembali memberat seiring dengan dinginnya AC mobil yang mulai bekerja.

Scarlett duduk di sisi kanan, berniat untuk mengeluarkan ponselnya demi memeriksa jadwal kuliah perdana besok pagi.

Namun, belum sempat jemarinya menyentuh layar digital, benda persegi di dalam saku jaket hijau botolnya mendadak berdering dengan getaran yang sangat hebat dan beruntun.

Bzzzz—Bzzzz—Bzzzz!

Layar ponselnya menampilkan nama kontak panggilan masuk yang sangat jarang menghubunginya di jam-jam sibuk seperti ini: Ibu.

Scarlett mengerutkan keningnya samar. Perasaan tidak enak mendadak menyusup ke dalam rongga dadanya secara instan, memicu denyut jantungnya untuk berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.

Tanpa membuang waktu, Scarlett segera menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel tersebut ke telinga kirinya.

"Halo, Ibu? Ada apa menelepon siang-siang begini? Aku baru saja sampai di—"

"Scarlett... dengarkan Ibu baik-baik, Nak," potong sebuah suara dari seberang sambungan telepon.

Itu adalah suara Gloria. Namun, intonasi suaranya terdengar sangat berbeda dari biasanya; nadanya sedikit terburu-buru, bergetar hebat oleh rasa takut yang coba disembunyikan, dan terdengar napas yang terengah-engah seolah-olah wanita itu sedang berada di bawah tekanan atau pengawasan seseorang yang sangat berbahaya di tempat kerjanya.

"Ibu? Suaramu kenapa? Kau sedang berada di mana sekarang?" tanya Scarlett, nada suaranya mendadak berubah menjadi sangat serius dan dingin, memancing Millian yang berada di sampingnya untuk membuka sebelah matanya karena merasakan perubahan atmosfer yang drastis dari gadis itu.

"Ibu... Ibu akan baik-baik saja, Scarlett. Kau tidak perlu mencemaskan Ibu atau memikirkan kondisi rumah saat ini," lanjut Gloria dengan kalimat yang terstruktur dengan sangat aneh, seolah-olah ia sedang dipaksa menyampaikan sebuah pesan naskah yang sudah diatur oleh pihak lain.

"Dan... dan berjanji pada Ibu, Scarlett... kau harus selalu menjaga dirimu baik-baik di kampus. Jangan pernah lengah... Ibu... Ibu sangat menyayangimu, Nak. Ingat itu baik-baik..."

"Ibu! Apa maksudmu?! Katakan padaku dengan jelas sekarang—"

Tut.

Sambungan telepon itu mendadak terputus secara sepihak dengan bunyi dengung statis yang panjang, meninggalkan keheningan yang teramat pekat dan mencekam di dalam kabin mobil mewah tersebut.

"Ibu? Ibu! Sialan... Halo!" teriak Scarlett dengan suara yang meninggi, jemarinya dengan panik menekan tombol panggil ulang berulang kali ke nomor Gloria, namun suara operator dingin di seberang sana hanya terus-menerus menjawab bahwa nomor yang ia tuju sudah berada di luar jangkauan atau telah dinonaktifkan sepenuhnya.

Sebuah sinyal bahaya yang sangat besar dari garis kemiskinan masa lalunya baru saja berbunyi dengan nyaring, tepat di saat Scarlett mengira dirinya bisa bernapas lega di dunia perkuliahan yang baru.

1
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
Ayusha
tak kasih tau ya, bajing an itu hewan sejenis dg tupai 🤣🤣
Rosdianah 🌷: ya Ngakak 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Scarlett - millian gak bosen main peran sandiwara cinta gini🤣🤣🤣 mending pacaran beneran aja sih
Rosdianah 🌷: Besok ya kak🫶
total 3 replies
Mita Paramita
maksud sih millian mau bikin scarlet mupeng liat bibir ny mau dicium 🤣🤣🤣 blom tau kalo scarlet otak ny lurus 🤨
Rosdianah 🌷: ngakak loh aku kak🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣udah berprasangka buruk aja nih scarlet
Rosdianah 🌷: maklumlah kak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
jilat apa hayoo😄😄
Rosdianah 🌷: Scarlett Ndak bagi mimpi kak🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!