Novel yang berkisah tentang kisah cinta kedua setelah cinta pertamanya berakhir karena takdir maut memisahkan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roselita Riani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah masa laluku
Aku dan Susi bersepakat akan bercerita tentang masa lalu kami masing-masing, sehingga kami bisa mengambil pengalaman masing-masing agar ke depannya masa depan kami lebih bahagia tanpa ada beban. Bagi Susi, hal ini sangat penting untuk diketahui lebih awal, karena Susi pernah mengalami kegagalan dalam perkawinan pertamanya.
Akhirnya dimulailah kisah masa lalu kami berdua. Terasa mulai mengenang pernikahan sebelumnya, bukan untuk membuat pasangan di masa depan cemburu, tetapi lebih kepada menjadi pengalaman pernikahan.
Cerita dimulailah dariku. Aku Yahya Harun, menikah dengan Fatma dan dikaruniai dua orang anak, Kevin dan Adam. Aku awal nya hanya seorang pegawai rendah yang merasa beruntung bisa menikahi Fatma anak tuan tanah yang sangat kaya. Namun Fatma tetap keukeh memilih ku yang saat itu hanya pegawai dengan level rendah.
Awal nya hubungan kami tidak mendapatkan restu orang tua, karena Fatma berasal dari keluarga berada. Menurut orang tua Fatma, apakah Fatma bisa menyesuaikan gaya hidup nya yang terbiasa hidup enak dengan diriku yang pegawai dengan gaji pas-pasan. Namun Fatma dengan keteguhannya saat itu tetap memilih diriku. Akhir nya restu pun didapatkan.
Pernikahan kami berlangsung meriah. Setelah menikah, Aku pun mengajaknya mandiri tidak tinggal di tempat mertua yang besar, dan tinggal di kontrakan kecil. Fatma pun setuju. Aku tidak menyangka Fatma yang terbiasa hidup mewah, mau hidup sederhana dengan ku.
Dari pernikahan aku dengan Fatma dikaruniai dua orang anak laki-laki. Dan sekarang sudah tumbuh dewasa. Yang satu sudah bekerja, yang satu masih kuliah. Sebagai orang tua, tanggung jawab ku hampir selesai. Karena setelah menikah, anak-anak ku akan mempunyai kehidupan sendiri. Dan itu lah salah satu alasan mengapa aku memutuskan ingin menikah lagi setelah istriku meninggal. Aku ingin ada yang mengurusku.
Namun, kebahagiaan kami mulai diuji saat istriku mengalami stroke yang menyebabkan Fatma tidak bisa bicara dengan jelas. Namun aku tetap menemaninya, karena selama ini dirinya sudah begitu baik menjadi istriku, pengertian dan tidak menuntut apa-apa. Aku merawatnya seorang diri, kadang berpikir kenapa aku tidak memiliki anak perempuan sehingga bisa membantuku disaat seperti ini. Anak laki-laki sibuk dengan urusan nya masing-masing, aku tidak bisa berharap banyak, syukur-syukur mereka bisa mengurus diri sendiri dan tidak menambah beban ku.
Semua pekerjaan yang biasanya dilakukan istriku seperti men cuci, memasak dan lain-lain sekarang jadi pekerjaan ku. Sepulang kerja, yang biasanya semua hal urusan rumah sudah beres. Pulang kerja, harus kerja rumah. Dan diriku tidak bisa mengeluh.
Akhir nya setelah beberapa tahun mengalami stroke, Allah lebih sayang sama istriku Fatma. Dan ia pergi untuk selama-lamanya. Aku merasa belum bisa membahagiakan nya, aku jarang mengajaknya jalan-jalan makan diluar, karena memang gajiku sebagai pegawai masih pas-pasan.
Aku pun mengakhiri kisah masa laluku, dan tidak terasa air mataku menetes. Susi mendengar kisahku hanya terdiam, kemudian ia berkata, "Susi salut sama Yahya, begitu sayang sama istriku. Istri lagi sakit, pian me ngurus nya dengan baik. Siapa pun akan iri dengan istri pian karena beruntung mempunyai suami sebaik Yahya". Aku pun cuma bisa tersenyum.
Aku sudah menceritakan masa laluku, dan seperti yang dilihat sekarang, aku adalah duda yang ditinggal mati istri dengan dua orang anak laki-laki. Sekarang giliran Susi menceritakan pengalaman masa lalunya.
bagus thor cerita nya.. cuman mungkin harus diperhatikan POV nya aja.. soalnya masih nyampur niih, kadang POV org pertama (aku), kadang POV org ketiga (pak Yahya)
bahasanya jua nyampur,, Susi ngomong bahasa Banjar,, pak Yahya menjawab pakai bahasa Indonesia..
artinya author nya orang banua jua..
salam kenal Thor.. ulun hanyar membaca novel pian nah.. ulun di Binuang 😁😁