NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Hari Sabtu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba dengan cuaca yang sangat cerah.

Suara musik berdentum sangat keras dari arah panggung raksasa di bawah gunung sejak pagi hari.

Jedag jedug.

Ribuan warga desa dan masyarakat kota berdesakan memadati area bekas Taman Mega Ria yang kini disulap menjadi tempat konser gratis.

Di atas panggung VVIP yang megah, Tuan Richard duduk di sofa kulit mahal sambil menyesap sampanye.

Sruput.

Dia mengenakan setelan jas perak yang sangat mencolok dan kacamata hitam andalannya.

Anton berdiri menunduk di sebelahnya dengan senyum yang sangat lebar hingga memamerkan seluruh giginya.

"Lihatlah lautan manusia ini Tuan Richard, seluruh penduduk provinsi sepertinya berkumpul di sini," sanjung Anton menggosok kedua tangannya.

"Ini baru permulaan Anton, tunggu sampai berita peluncuran kita masuk siaran nasional nanti malam," jawab Richard dengan nada yang sangat sombong.

"Pemuda udik bernama Rizky itu pasti sedang menangis memeluk lutut di atas gunungnya yang sepi sekarang."

Hahaha.

Anton tertawa keras menyetujui ucapan bos asalnya dari Singapura tersebut.

"Saya berani taruhan tidak ada satu pun orang waras yang mau naik ke gunung berdebu itu hari ini Tuan," timpal Anton semakin menjilat.

Namun di tengah tawa sombong mereka, sayup-sayup terdengar suara sirene polisi yang sangat bising dari arah jalan raya utama.

Ngiu ngiu ngiu.

Suara sirene itu semakin mendekat dan membelah lautan kemacetan dengan sangat cepat.

Richard langsung berdiri dari sofanya dan menunjuk ke arah jalan raya dengan wajah berbinar penuh kebanggaan.

"Anton, lihat itu, rombongan mobil plat merah dengan pengawalan ketat polisi militer sudah datang!" perintah Richard dengan semangat menggebu.

"Gubernur pasti sengaja datang ke sini untuk memberikan penghormatan langsung kepadaku."

Anton langsung berlari ke tepi panggung dan melambaikan tangannya mengarahkan petugas keamanan.

"Cepat buka barikade jalan utama, siapkan karpet merahnya sekarang juga untuk menyambut Bapak Gubernur!" teriak Anton menggunakan pelantang suara.

Rombongan itu terdiri dari enam mobil SUV hitam mengkilap dan dua mobil patwal polisi di depan.

Konvoi kendaraan mewah itu melaju lurus menuju pertigaan jalan raya yang berbatasan langsung dengan area konser.

Richard sudah merapikan dasinya dan bersiap berjalan menuruni tangga panggung dengan senyum wibawa yang sengaja dibuat-buat.

Namun hal yang terjadi selanjutnya sukses membuat senyum di wajah pria paruh baya itu luntur seketika.

Wusss.

Konvoi mobil plat merah itu sama sekali tidak melambat atau berbelok masuk ke dalam gerbang Mega Resort Bintang Tujuh.

Mereka justru melaju kencang melewati kerumunan konser dan berbelok tajam ke arah jalan aspal baru yang membelah hutan pinus.

Jalan itu adalah jalur tol eksklusif yang dibangun oleh sistem Rizky beberapa hari yang lalu.

Richard terdiam mematung di atas tangga panggung dengan mulut yang sedikit terbuka karena syok berat.

"Apa-apaan ini Anton, kenapa rombongan Gubernur malah masuk ke jalan hutan milik anak kampung itu!" bentak Richard dengan wajah yang mendadak merah padam.

Anton menelan ludahnya dengan susah payah dan tubuhnya langsung gemetar ketakutan melihat bosnya murka.

Glek.

"Sa... saya juga tidak tahu Tuan Richard, mungkin sopir mereka salah membaca peta jalan," alasan Anton terbata-bata mencoba menenangkan keadaan.

"Sopir plat merah tidak mungkin salah jalan dasar idiot, mereka sengaja mengabaikan acara peluncuran bernilai miliaran rupiah ini!" teriak Richard menggebrak tiang besi panggung dengan keras.

Trang.

Napas Richard tersengal-sengal menahan malu yang luar biasa di depan puluhan wartawan yang sejak tadi merekam kejadian konyol tersebut.

Dia tahu persis bahwa mobil berplat RI yang ada di tengah konvoi tadi bukanlah mobil gubernur biasa, melainkan mobil setingkat menteri negara.

"Berani-beraninya menteri negara ini lebih memilih meresmikan gunung kumuh itu daripada mega proyekku," batin Richard menggertakkan giginya hingga terdengar suara gemeretak.

Di saat yang sama, suasana di depan Pusat Kontrol Wisata Gunung Sumber Abadi terasa sangat tenang namun sangat elegan.

Karpet merah sepanjang lima puluh meter sudah tergelar rapi dari area parkir hingga ke depan air terjun.

Rizky berdiri di ujung karpet merah dengan setelan kemeja batik yang sangat rapi dan berwibawa.

Siska berdiri tepat di belakangnya dengan wajah yang sudah dipoles riasan cantik namun tangannya terus meremas ujung roknya sendiri.

"Bos, jantungku rasanya mau copot melihat mobil polisi sebanyak itu naik ke gunung kita," bisik Siska dengan suara bergetar pelan.

"Tarik napas dalam-dalam Siska, anggap saja mereka ini seperti turis biasa yang butuh hiburan," balas Rizky menenangkan tanpa menoleh ke belakang.

Cittt.

Rombongan mobil SUV hitam itu akhirnya berhenti tepat di depan ujung karpet merah dengan sangat rapi.

Beberapa pria berbadan tegap memakai kacamata hitam langsung turun dan berjaga di setiap sudut mobil.

Pintu mobil utama dibuka dari luar oleh seorang ajudan berseragam militer.

Seorang pria paruh baya dengan rambut yang sudah memutih setengah melangkah keluar dari dalam mobil tersebut.

Beliau adalah Bapak Menteri Pariwisata Republik Indonesia yang wajahnya sangat sering masuk ke dalam siaran televisi nasional.

Di belakangnya, menyusul seorang pria yang sedikit lebih muda namun memiliki aura kepemimpinan yang sama kuatnya.

Beliau adalah Bapak Gubernur Provinsi yang sengaja datang menemani sang menteri hari ini.

Rizky langsung melangkah maju dan menundukkan kepalanya sedikit memberikan penghormatan standar.

"Selamat datang di Gunung Sumber Abadi Bapak Menteri dan Bapak Gubernur, sebuah kehormatan besar bagi tempat terpencil kami ini," sapa Rizky dengan nada suara yang sangat tenang dan lantang.

Menteri Pariwisata tersenyum lebar dan langsung menjabat tangan pemuda di depannya itu dengan sangat erat.

"Jadi kau yang bernama Rizky Santoso, pemuda yang berani mengirimkan kotak kayu hologram ke atas meja kerjaku tempo hari," ucap sang menteri dengan tawa yang menggelegar ramah.

Hahaha.

"Maafkan kelancangan saya Bapak Menteri, itu adalah satu-satunya cara agar teknologi wisata bawah tanah kami bisa dilirik oleh pemerintah pusat," jawab Rizky merendah namun cerdas.

Gubernur ikut tersenyum dan menepuk bahu Rizky pelan.

"Cara pemasaranmu itu sukses membuat satu istana negara heboh mencari tahu siapa pemilik teknologi hologram tersebut Nak Rizky," puji Gubernur menggelengkan kepalanya takjub.

"Sekarang buktikan kepada kami apakah keindahan di dalam proyeksi hologram itu benar-benar nyata atau hanya tipuan komputer semata."

"Tentu saja Bapak Gubernur, silakan ikuti pemandu sejarah ahli kami yang akan memimpin tur eksklusif hari ini," ucap Rizky sambil menunjuk ke arah Arya.

Arya yang sedari tadi berdiri mematung di dekat bebatuan langsung menelan ludahnya kasar.

Glek.

Dia memaksakan senyum ramahnya meskipun keringat dingin terus mengucur deras dari pelipisnya.

"Ma... mari Bapak-bapak sekalian, ikuti langkah saya menuju balik air terjun ini dengan hati-hati," pandu Arya dengan suara yang sangat sopan.

Rombongan VVIP itu mulai berjalan melompati bebatuan dan masuk ke balik tirai Air Terjun Pelangi.

Para paspampres dan ajudan terus berjaga ketat di sekeliling menteri memastikan tidak ada ancaman keamanan.

Sesampainya di depan dinding tebing, Arya langsung menoleh ke arah Rizky memberikan isyarat.

Rizky maju ke depan dan mengeluarkan patung kunci perunggu elang dari dalam sakunya.

Dia memasukkan patung itu ke dalam lubang mekanisme purba tanpa ragu sedikit pun.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!