Kdrt? Dibenci keluarga? Hidup tersiksa? Itu semua telah aku rasakan, sakitnya hidup di bawah tekanan rumah tangga, disiksa, dan di permainkan, aku telah mengalami itu semua.
Bagiku, pernikahan pertamaku hanyalah status belaka, nyatanya, pernikahan itu adalah neraka bagiku.
Aku mencoba untuk bertahan saat itu, tapi apalah dayaku. Takdir memang tidak mengijinkan ku untuk hidup bersama dengan pria itu.
Tragedi kecelakaan yang menewaskan David-suami pertamaku, membuat aku harus benar benar merasakan kerasnya dunia. Aku harus berjuang seorang diri, mencari nafkah untuk anakku, dan juga diriku.
Hingga akhirnya, aku kembali menemukan sosok pria yang telah mengisi hari hariku, yang menemaniku, dan tanpa aku sadari telah menyelinap masuk kedalam hatiku.
Pria itu tanpa aku sadari, sedikit demi sedikit telah mengobati rasa sakit dan luka ku.
Dan dari sinilah kisah ku dimulai, kisah dimana aku harus berusaha mengobati luka di hatiku. Aku akan kembali bangkit dan menata kehidupanku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niluh Deviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sandiwara di depan orang tua
"I..itu.. Jadi begini ..Li..Lily memohon untuk aku kembali kepadanya dia kesal kepada Joana dan pertengkaran terjadi di antara mereka."
Jelas David. Jantung nya berdegup kencang melihat tatapan ayahnya yang tajam ia berharap mereka mempercayai semua kebohongannya.
Daniel mengangguk ia mempercayai apa yang di katakan David meski ada sedikit keraguan Daniel segera menghapusnya.
Disisi lain Joana tengah pasrah. Ternyata suaminya begitu hebat dalam mengarang cerita.
Kau benar benar tidak punya hati. Batin Joana
..
"Joana apa yang di katakan David itu benar?" Tanya Catrine sambil mengelus rambut menantunya. Joana menghela nafas panjang, dengan berat hati ia mengangguk
"I..iya mom"
"Apa kau yakin? Katakan pada kami jika David melakukan sesuatu yang buruk padamu Joana."
"Tidak mom, David memperlakukan ku denga. baik" Setetes cairan bening mengalir dari mata Joana. Catrine merangkul wajah wanita itu. "Jika tidak terjadi sesuatu lalu mengapa kau menangis ayo katakan padaku yang terjadi sebenarnya"
Joana menyeka air matanya.
"Tidak mom, aku hanya bahagia mom sangat menghawatirkan ku seperti anak kandung mom sendiri"
"Bagiku kau bukan hanya menantuku tapi juga anakku. Jadi berjanjilah kau tidak akan menyembunyikan apapun dari kami"
"Iya mom"
Sesaat keadaan ruangan itu sangat sunyi. Damian sibuk dengan ponselnya, Catrine dan Daniel telah terlelap di sofa sedangkan Daniel membaca berkas berkas kantor nya.
Disisi lain. Pikiran Daniel tengah berantakan. Ia tau orang tuanya tidak akan mempercayainya semudah itu, David harus membuat mereka percaya dan menyerahkan semua warisan untuknya.
Seketika smirk tipis terbentuk di bibir indah pria itu.
"Joana kau membutuhkan sesuatu?" Joana kaget mendengar suara bariton David tiba tiba memanggilnya.
Suara itu sedikit berbeda, lebih lembut dari sebelumnya. Mata Joana terpaku pada mata David yang terlihat sangat teduh.
"Joana.."
"I..iya ada apa David?"
"Aku tadi menanyaimu, apakah kau membutuhkan sesuatu?" Joana menggeleng
"Tidak"
Perhatian mereka teralihkan saat seorang perawat datang keruangan Joana dirawat.
"Ini waktunya anda untuk makan dan minum obat" Kata perawat itu sambil tersenyum ramah.
David segera mengambil mangkuk berisi bubur dan membawanya kearah Joana.
"Aku akan menyuapimu" mata Joana membesar. Ia tak percaya dengan apa yang David katakan padanya.
David mau menyuapiku? Apa maksudnya?. Batin Joana.
"Ayo buka mulutmu" Joana terdiam. Ia memandang manik David mencari alasan dari semua perlakuannya.
"Apa magsudmu David?" Lirih Joana dengan suara pelan agar tidak mengganggu yang lainnya. Sekilas Damian memandangi mereka. Damian menggeleng seraya menyeringai.
Si bodoh itu ada ada saja. Batin Damian terkekeh melihat kelakuan adiknya.
"Anggap saja ini sebagai permintaan maaf ku" Darah Joana serasa mendesir mendengar perkataan suaminya.
"M..maaf?"
"Sudahlah ayo makan makanan mu aku akan menyuapimu" Joana menyeka air matanya yang kembali turun. Selama ini baru pertama kali David menunjukan perhatian dan berbicara dengan lembut padanya.
Tanpa berpikir panjang Joana membuka mulutnya dan menerima suapan dari David.
Catrine terbangun dari tidurnya. Ia tersenyum melihat anak dan menantunya yang sangat romantis. Melihat David menyuapi Joana membuat hati Catrine menghangat.
Catrine hanya memandangi mereka tak berniat mengganggu kegiatan mereka. Catrine senang melihat pemandangan itu. Tak lama kemudian Daniel ikut terbangun dan melihat pemandangan itu.
"Bukankah mereka sangat manis?" Bisik Catrine kepada Daniel.
"Itu tidak seberapa, bukankah aku bisa memperlakukan mu lebih manis dari pada itu?" Catrine mencubit pinggang Daniel hingga membuat Daniel meringis.
"Kenapa kau mencubit ku hm?"
"Kau sangat menyebalkan"
"Hey.. Apa magsudmu? Apa kau iri pada mereka? Katakan jika kau iri, aku bisa memperlakukan mu lebih romantis. Aku bisa mengajakmu makan malam romantis di pinggir pantai atau restoran yang termahal di dunia ini." Catrine memutar bola matanya. Suaminya masih sama. Ia masih sombong seperti dulu. Meski begitu Catrine mengakui nya bahwa suami nya memang begitu romantis.
Tanpa mereka sadari kini keadaan berbalik, yang tadinya mereka memandangi Joana dan David secara diam diam. Kini David dan Joana lah yang memandangi mereka.
"Ekhem" Damian berdehem untuk menyadarkan orang tuanya tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel nya.
"Mom, dad kalian sangat manis seperti pengantin baru" Cetus Joana sambil terkekeh. "Aku jadi iri" Lanjut Joana. Tanpa sadar ia menyinggung David secara halus.
"Apa magsudmu sayang? Kenapa kau iri pada mereka" Joana mematung mendengar panggilan 'Sayang' dari David. Ia bertanya tanya apakah ia tengah berimimpi atau tidak.
Mungkin akibat benturan, Joana tidak bisa merespon semua dengan baik. Ia tidak tau bahwa ada alasan di balik perlakuan manis David.
"T..tidak David"
"Baiklah, kau istirahat lah dulu. Aku akan keluar sebentar." David menyimpan mangkuk Joana dan berjalan keluar dengan santai.
...
Sesampai di luar David mengambil ponselnya, mengetikan nama kontak dan menghubunginya.
"Halo"
"Bede*ah! Kenapa kau menghubungiku lagi"
"Hey Baby calm down. Jangan marah marah seperti itu"
"Katakan apa mau mu!"
"Baiklah baiklah, jadi begini aku ingin kau tidak menghubungiku selama beberapa hari ini karena_"
"Karena kau akan menemani istrimu itu huh?"
"Tenanglah sayang... Ini semua aku lakukan untuk mu. Jika aku berhasil aku Kana menjamin kau akan menjadi ratu di keluarga ini" Bujuk David.
"Benarkah? Bagaimana aku bisa percaya padamu?"
"Untuk saat ini aku tidak bisa membuktikannya tapi kau lihat saja. Jika semua berhasil kau lah yang akan paling berbahagia"
"Baiklah David. Aku memegang kata kata mu"
"Terimakasih sayang. I love you"
"Hmm"
David mematikan ponsel nya dan berniat kembali ke ruangan Joana.
Langkah nya terhenti, David hampir terjungkal kaget melihat Damian berdiri tepat di belakangnya sambil menyeringai iblis.
"Sial! Apa yang kau lakukan di belakang ku huh?!" Bentak David menatap kakaknya.
"Menguping pembicaraan mu. Tapi sayangnya kau terlalu serius hingga tidak menyadarinya. " Kata Damian dengan santainya. "Ternyata kau masih adiku yang bodoh seperti dulu" Lanjut Damian.
"Sial! Berani sekali kau menguping pembicaraanku"
"Katakan. Apa alasanku untuk takut padamu?. Seharusnya kau lah yang harus takut pada ku!"
"Dengar! Aku tidak akan takut padamu. Dan akan ku pastikan akan ku hancurkan semua perusahaannya setelah aku menguasai semuanya!!" Damian mengangkat alisnya sebelah. "Benarkah?"
"Aku sudah tau alasan di balik semua ini. Aku bisa saja merekam pembicaraanmu tadi dengan kekasihmu lalu ku tunjukan pada dad. Tapi, aku tidak akan melakukannya karna aku akan membiarkan adik bodoh ku ini berbuat semaunya sebelum akhirnya aku lah yang akan menghancurkan semuanya!" Kata Damian sambil tertawa keras.
David mengumpat sejadinya ketika Damian meninggalkannya sebelum ia menjawab semua perkataan Damian.
"Aku akan membalas semuanya. Akan ku buktikan siapa sebenarnya yang bodoh!!"
___
Hai... semua..
Tolong berikan pendapat kalian ya☺️
Koreksi kesalahan apa saja yang ada pada part ini♥️
Next😘
mari saling mendukung.
yuk mampir uga di novelku.
🙏🙏