NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

putri mahkota

"Mari masuk, Nak Bima," sambut Ibu Sanjaya dengan senyum lebar dan binar mata yang penuh kehangatan begitu pintu kayu jati berukuran raksasa di depan mansion yang megah itu terbuka lebar. Suaranya yang lembut menggema halus di area selasar depan yang berlantai marmer mengilap.

"I-iya, Bu," jawab Bima dengan nada yang sedikit terbata. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, pria bertubuh atletis itu merasakan riak kegugupan yang merayapi hatinya. Kemewahan di dalam rumah ini benar-benar berada di level yang berbeda dari apa yang pernah dia lihat selama ini. Setiap sudutnya memancarkan kemegahan yang tak terbantahkan, mulai dari lampu gantung kristal yang menjuntai tinggi hingga pilar-pilar kokoh yang dilapisi ornamen seni bernilai tinggi. Namun, sebagai seorang pria yang terlatih menghadapi situasi tak terduga, dia segera menarik napas dalam-dalam untuk menguasai emosinya dan menetralisir rasa canggung tersebut.

Mereka berdua kemudian melangkah beriringan menuju ruang tamu utama. Ruangan itu sangat luas, didominasi oleh perabotan kelas atas yang diatur dengan selera tinggi, termasuk deretan sofa beludru mewah berwarna biru tua yang dihiasi ukiran emas murni di sepanjang tepinya. Bima mengambil tempat duduk dengan posisi tegap yang sopan, mencerminkan latar belakang kedisiplinannya yang kuat. Namun, di tengah obrolan hangat mereka mengenai kondisi kesehatan masing-masing pasca-kejadian mendebarkan itu, keheningan ruangan sedikit terpecah. Terdengar suara ketukan sepatu yang berirama konstan melangkah turun dari arah tangga melingkar di sudut ruangan.

Datanglah Mia, anak gadis berwajah jelita yang tempo hari diselamatkan oleh Bima dari kobaran api yang melalap mobilnya setelah mengalami tabrakan hebat. Siang itu, Mia menjelma menjadi sosok yang sangat berbeda dari saat pertama kali Bima menariknya keluar dari kabin kendaraan yang ringsek dan berasap. Gadis itu mengenakan pakaian kaos putih yang agak ketat, dilapisi dengan jaket denim kasual berpotongan modern yang dibiarkan terbuka. Pakaian atas itu dipadukan secara serasi dengan celana pensil hitam pekat yang membungkus ketat kaki jenjangnya yang indah. Penampilannya secara keseluruhan terlihat sangat modis, segar, dan trendi khas gaya anak muda kota metropolitan yang melek mode.

Namun, ada hal lain yang mau tidak mau menarik perhatian pria normal mana pun, membuat pandangan mata Bima sempat terkunci dan tertahan padanya selama beberapa detik. Selain wajah Mia yang sangat cantik dengan guratan tegas yang secara luar biasa mengingatkannya pada struktur wajah mendiang Joni, lekuk tubuh gadis muda itu juga terlihat sangat proporsional dan menawan. Penampilannya memancarkan pesona alami seorang perempuan yang tengah tumbuh dewasa dengan sangat anggun. Langkah kakinya yang anggun saat berjalan mendekati sofa sempat membuat perhatian Bima tersita sejenak, mengagumi aura daya pikat yang dipancarkan oleh gadis di hadapannya tersebut.

Meski begitu, sebagai seorang mantan anggota pasukan khusus yang memiliki kendali diri tingkat tinggi, Bima dengan sangat cepat beradaptasi. Dia segera mengalihkan fokus pikirannya dan langsung menetralkan sorot matanya menjadi biasa, datar, dan penuh penghormatan kembali.

"Nak Bima, ini Mia, anakku yang kamu selamatkan kemarin dari kecelakaan maut itu. Dia sangat ingin bertemu langsung dan mengobrol dengan penyelamat nyawanya yang sudah berani menerobos kobaran api mobil," kata Ibu Sanjaya memperkenalkan putrinya dengan wajah yang berseri-seri penuh rasa syukur.

Bima hanya tersenyum tipis menghargai ucapan tersebut, namun kali ini senyumnya terasa agak canggung di hadapan tatapan mata yang begitu intens dan berbinar dari Mia. Gadis itu menatapnya tanpa kedip, seolah sedang mengagumi sosok pahlawan di dunia nyata yang telah menyelamatkannya dari maut di jalan raya. "Halo, Mia. Syukurlah kalau kamu sekarang sudah sehat dan bisa beraktivitas kembali setelah benturan keras kemarin," sapa Bima dengan nada ramah yang menenangkan.

Mia mengangguk malu-malu, menundukkan kepalanya sedikit dengan pipi yang mendadak merona merah jambu karena salah tingkah di depan Bima. Melihat dinamika tersebut, Ibu Sanjaya tersenyum simpul. "Nak Bima mau minum apa? Biar sekalian disiapkan oleh pelayan rumah," tanya Ibu Sanjaya kemudian menawarkan keramahan rumahnya.

"Air putih saja, Bu, tidak usah repot-repot," jawab Bima merendah, berusaha tidak ingin membebani tuan rumah dengan permintaan yang aneh-aneh.

"Kak Bima, jangan sungkan-sungkan begitu dong saat berkunjung ke sini," goda Mia tiba-tiba dengan suara merdunya yang terdengar sangat manja dan renyah di telinga Bima, memecah kekakuan yang sempat ada. Gadis itu kemudian menolehkan kepalanya ke arah koridor belakang yang menghubungkan ruang tamu dengan dapur utama, lalu berteriak kecil dengan nada riang, "Bii! Ambilkan minuman dingin yang paling segar dan beberapa camilan buat Kak Bima!"

"Waduh, Bu, Mia... jadi merepotkan begini kalau sampai harus menyiapkan yang aneh-aneh," sahut Bima merasa agak tidak enak hati karena dirinya disambut dengan sangat istimewa layaknya seorang pangeran atau tamu agung di mansion tersebut.

Ibu Sanjaya hanya menggelengkan kepala perlahan sambil tersenyum tipis, lalu mengalihkan pandangannya untuk menatap Bima dengan tatapan yang sangat dalam, penuh arti, dan seolah menyimpan sebuah rahasia besar yang siap diungkapkan. "Nak Bima, sebenarnya ini..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!