"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LIMA BELAS
Keduanya melangkah menuju dapur, semua pelayan memang sudah tidur karena semua lampu sudah padam
"Kamu mau makan apa?" Tanya Arjuna pada sang istri
"Apa aja, saya gak punya alergi"
"Yang simple aja yaa"
Aluna mengangguk "Apa aja"
"Nasi goreng mau?" Arjuna menawarkan dan Aluna mengangguk
"Mau nasi goreng ayam atau seafood?" Tanya Arjuna lagi sembari mengeluarkan beberapa sayuran dari dalam kulkas
"Seafood"
Pria tampan itu mengangguk, mengeluarkan beberapa jenis seafood seperti udang dan cumi-cumi ada juga sosis dan bakso
Arjuna begitu cekatan memotong lalu mengaduknya bersama didalam wajan. Tercium aroma lezat membuat Aluna menutup matanya
"Baunya enak banget"
Setelah menunggu beberapa saat, satu porsi nasi goreng tersaji dihadapannya. Asapnya mengepul mengeluarkan aroma yang membuat Aluna semakin lapar
"Cicipi dan katakan bagaimana rasanya"
Wanita hamil itu mengangguk, Aluna makan dengan lahap sementara Arjuna hanya memperhatikan
"Ini enak banget tuan, tuan jago banget masaknya" Puji Aluna dengan bersungguh-sungguh
"Kalau enak kamu harus makan lagi yang banyak!" Aluna menyuapi makanan tersebut dengan terburu-buru seolah akan habis saja
"Tuan gak makan?"
"Saya tidak bisa makan malam, saya harus menjaga bentuk tubuh"
Aluna mengangguk "Pantesan tuan kelihatan berotot, tapi kayaknya Joseph lebih berotot dari tuan"
"Kamu tau dari mana kalau Joseph lebih berotot?" Tanya Arjuna penuh selidik
"Waktu itu saya pernah liat Joseph olahraga ditaman tanpa pakaian atas, ototnya memang kekar"
Arjuna melotot, bagaimana bisa istrinya memuji tubuh pria lain dihadapan suaminya sendiri
"Jadi menurut kamu tubuh Joseph lebih bagus?"
Dengan polosnya Aluna mengangguk, bahkan tanpa rasa bersalah wanita itu terus menyuap makanannya
"Kamu suka pria yang kekar?"
"Semua perempuan juga pasti suka sama pria yang kekar" Jawab Aluna santai
"Kamu lebih suka saya atau Joseph?"
Wanita cantik itu mengernyit, ia tidak mengerti maksud dari pertanyaan suaminya ini
"Kok tuan bisa nanya gitu?"
"Jawab saja!" Arjuna mendesak
"Tentu saja saya lebih suka suami saya, tapi dulu saya pernah berharap kalau Joseph itu yang sudah membeli saya dari Tante Zora"
Semakin terkejut saja Arjuna mendengarnya, bisa-bisanya ada wanita yang begitu jujur seperti istrinya ini
"Waktu pertama kali saya lihat Joseph masuk kekamar, saya sudah jatuh hati. Dia ganteng banget, apalagi mukanya bule banget gitu"
Lihatlah, bahkan Aluan mengatakannya dengan senyum malu-malu
"Kamu sadar bicara seperti itu?" Tanya Arjuna tak percaya
"Tuan kan nanya, saya hanya menjawab" Aluna merasa dirinya tidak bersalah
"Lalu bagaimana kesan pertama saat kamu bertemu saya?" Entahlah tapi Arjuna ingin tahu
"Ya apa lagi, saya takut. Muka tuan menyeramkan, bahkan saya pikir tuan itu orang jahat yang mau jual organ tubuh saya"
Arjuna tak percaya, wanita didepannya ini begitu berani. Jika Aluna tidak sedang hamil mungkin saat ini peluru sudah bersarang di kepalanya
"Kamu melihat saya seperti itu?"
Aluna mengangguk dengan polosnya, tanpa tahu setiap jawabannya membuat pria dihadapannya kesal setengah mati
"Sekarang kamu masih takut?"
"Masih, tapi sekarang saya pikir kalau tuan tenyata tidak semenakutkan itu"
Arjuna mengulas senyumnya, entah kenapa ia suka ucapan Aluna ini
"Apa menurut kamu saya tampan?"
"Hanya orang buta yang bilang tuan jelek"
"Lebih ganteng saya atau Joseph?"
"Ganteng itu relatif"
"Saya ingin jawaban yang pasti!" Desaknya
"Gantengan tuan Arjuna" Arjuna malah salah tingkah mendengar pujian dari istrinya "Tapi Joseph lebih muda"
"Maksud kamu saya sudah tua?" Arjuna tak percaya ini, baru saja ia dibuat melambung lalu dijatuhkan lagi
"Saya gak bilang gitu, saya cuma bilang kalau Joseph lebih muda"
"Sudahlah, habiskan makanan kamu terus kita tidur! Saya sudah mengantuk"
Sebenarnya bukan mengantuk, tapi Arjuna sudah muak mendengar pujian yang dilontarkan oleh istrinya ini pada pria lain
Pagi harinya, pasangan suami istri itu hendak kerumah sakit. Sesuai janji Arjuna akan menemani istrinya untuk periksa kandungan
Mobil yang dikendarai oleh Joseph melaju meninggalkan Villa, sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara
Aluna sibuk melihat jalanan dari jendela mobil, sementara Arjuna melirik spion dengan
Ia melihat wajah asisten pribadinya itu, apa yang membuat Aluna mengatakan jika Joseph lebih tampan
Ya, pria ini memang tampan, wajahnya perpaduan eropa dengan manik berwarna biru
Ini wajar karena ayah Joseph asli orang Belanda. Tapi dirinya ini juga tak kalah tampan
Harusnya Aluna bersyukur karena memiliki suami sepertinya, bukannya malah terpesona pada pria lain hanya karena usianya lebih muda
Ya, ini juga kekurangan dirinya. Arjuna menyadari jika usianya sudah kepala tiga sementara Joseph masih berusia dua puluh lima tahun
Sesampainya dirumah sakit, Arjuna masih tidak bicara pada istrinya dan Aluna tidak peduli itu
Ia sadar siapa dirinya, jika diajak bicara maka ia akan bicara, tapi jika suaminya diam maka ia tidak akan mengganggu
"Ayo tuan! Dokter Samuel sudah menunggu"
Arjuna mengangguk, pria itu malah melangkah cepat dan meninggalkan istrinya dibelakang
Melihat itu Aluna diam saja, terpaksa Joseph harus mengiringi langkah sang nona takut terjadi sesuatu
"Kamu lelet banget! Cepat sedikit!" Kesal hati Arjuna melihat istrinya itu, terlebih Joseph yang setia berada dibelakangnya
"Saya ini kan sedang hamil, makanya jalannya lelet, kalau cepet-cepet nanti saya bisa jatuh"
Arjuna berdecak, istrinya ini memang sangat berani padanya. Apa yang wanita ini takutkan, bahkan Aluna bisa memuji pria lain dihadapan suaminya sendiri
"Kamu tunggu dimobil saja, Joseph! Biar saya yang menemani Aluna!"
Pria tampan itu mengangguk, Joseph meninggalkan keduanya dan melangkah keluar gedung rumah sakit
"Kenapa Joseph disuruh pergi?"
"Kenapa? Kamu keberatan? Terserah saya"
Aluna mendengus, entah apa yang terjadi pada suaminya karena sepertinya pria ini tengah kesal
"Saya itu butuh bantuan untuk naik ke atas ranjang, lagian siapa suruh tuan gak biarin Bona ikut"
"Disini ada saya Aluna, saya yang akan membantu Kamu"
Aluna tak menjawab, terserah saja Arjuna mau mengatakan apa
Sesampainya didalam ruangan dokter Samuel, ternyata kedatangan mereka telah ditunggu oleh dokter tampan itu
Arjuna melirik istrinya yang sepertinya berbeda pada Samuel, apa jangan-jangan wanita ini juga tertarik pada dokter muda nan tampan ini?
"Selamat datang nona Aluna" Sapa dokter Samuel dengan ramah
"Terima kasih dokter"
Pandangan dokter kandungan itu tertuju pada pria disamping wanita hamil itu
"Selamat datang tuan"
Arjuna hanya menjawabnya dengan gumaman saja, Samuel tidak peduli. Dokter tampan itu lalu meminta Aluna berbaring tentu saja dengan Arjuna yang membantunya