NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07

Siang ini Zafana dan Roos sedang menikmati jalan-jalan mereka di sebuah kafe usai membeli beberapa buku novel kesukaan Roos. Sejak 10 menit lalu Zafana tidak hentinya terus membicarakan tentang pertemuannya pagi tadi dengan Oliver.

“Emangnya dia duda ya, Roos?”tanya Zafana dengan wajah yang muram.

"Jadi serius lo baru tau kalo pak Oliver itu duda?"tanya Roos dengan kedua bola mata yang membulat.

Zafana mengangguk, "itu pun gue tau dari Alaska karena dia keceplosan katanya”

Roos yang mendengar itu langsung merasakan haus di tenggorokanya membuat Roos langsung meminum jus jambu miliknya. Zafana yang melihat itu hanya mendelik lalu menatap kearah depan dengan pikiran yang kosong.

"Gue gak pernah ngikutin gosip-gosip dikampus sih, jadi gue gak tau dia itu duda"ucap Zafana.

"Tapi lo beneran gak tau sama sekali, Na?”tanya Roos sekali lagi.

“Roos, lo pernah cerita tentang pak Oliver aja enggak! Selama ini gue tau gosip kampus dari lo doang”jawab Zafana.

“Ya tapi paling enggak lo cari tau sendiri, Na”ucap Roos geregetan.

Pasalnya Zafana selalu terlambat untuk menyadari sesuatu jika bukan Alea yang memberitahunya. Seperti sekarang ini contohnya. Sudah hampir satu kampus tahu tentang status pernikahan Oliver Tapi dengan polosnya Zafana bilang dia tidak tahu apa-apa.

Zafana kembali memperlihatkan deretan giginya. Padahal sia-sia juga kalau Roos sampai melakukannya, karena Zafana tidak akan peduli dengan gosip apapun. Bahkan sering kali Roos menceritakan tentang gosip orang tapi Zafana malah mendengarkannya tanpa minat.

"Yaudah lanjut makan nya"ucap Zafana dengan tangan yang terulur mengusap pipi mulus Roos.

Pikiran Zafana melayang pada sosok Oliver. Wajah galak dicampur wajah tampan yang pagi tadi ia lihat sangat terlihat jelas diingatannya membuat detak jantung Zafana berdetak lebih cepat. Zafana menoleh menatap jendela untuk menetralkan kembali detak jantungnya.

"Na? Are you okay?"tanya Roos saat menyadari Rheyna sedang mencemaskan sesuatu.

"Roos, kok gue deg degan ya u----"

"Ya iyalah lo kan hidup Na!"

"Gue belum selesai ngomong!"kali ini Zafana sangat kesal dengan Roos.

Bagaimana tidak sahabatnya itu juga lebih menyebalkan dari biasanya.

Roos terkekeh melihat sorot mata Zafana yang menatapnya penuh murka.

"Yaudah lanjutin"ucap Roos sambil tersenyum.

"Gak jadi"jawab Zafana kemudian bangkit meninggalkan tempat duduknya.

"Na lo kok ngambek? Na awas----"

Dug

Zafana jatuh terduduk saat tubuhnya tidak sengaja menabrak seseorang. Kekesalannya semakin menjadi saat orang didepannya tidak menolong bahkan hanya memandanginya dalam diam.

"Kalo jalan tuh lihat-lihat kek"ucap Zafana kesal.

Suara tawa Roos terdengar sangat nyaring dari belakangnya membuat beberapa pengunjung kafe yang lain menatapnya. Ada juga yang menertawakan Zafana dan ada juga yang merasa prihatin karena Zafana pasti menahan rasa malu yang sangat tinggi. Mendengar gelak tawa itu sontak membuat wajah Zafana menjadi merah padam.

Sebut saja Roos adalah teman yang tidak punya akhlak, teman jatuh bukannya ditolong malah ditertawakan. Tidak ingin menahan malu lebih lama lagi, Zafana pun bangkit dan segera pergi dari kafe itu. Mood nya buruk sekali hari ini, ditambah kejadian di kafe yang sangat memalukan tadi.

Sampainya Zafana dirumah, tidak ada satupun mobil dihalaman rumahnya. Zafana mengecem ponselnya, dan ada sebuah pesan dari Clara.

Mama

Mama ada arisan hari ini, jaga rumah sama alaska ya

Nanti siang mama pulang

10.10

"Lah Alaska nya aja gak ada dirumah, kayaknya"gumam Zafana sambil membuka gembok gerbang.

Dan benar saja, rumah Zafana terlihat sangat sepi , bahkan tak satupun manusia hidup disana kecuali dirinya sendiri. Alaska tidak dirumah begitupun mamanya yang sudah jelas mengirim pesan padanya.

Zafana hanya menghela Napas kemudian masuk kedalam kamarnya. Kejadian beberapa menit lalu masih terbayang diingatannya. Betapa malunya Zafana terjatuh dan ditertawakan oleh pengunjung kafe.

Tapi Zafana juga penasaran dengan lelaki yang tadi ia tabrak. Rasanya tidak familiar dengan sosok lelaki itu. Zafana merasa dirinya bodoh karena tidak sempat melihat wajahnya, ia hanya melihat sepatu dan arloji yang dipakai lelaki itu.

Ah entahlah Zafana pusing memikirkan itu. Zafana ingin tidur saja!

Tapi baru saja Zafana menutupi wajahnya dengan bantal bel rumah bunyi membuat Zafana mengerang pelan

"Aarghh gak tau gue lagi pusing apa?"gerutunya kemudian berjalan menuju pintu utama.

Zafana segera membuka pintu dan menatap seorang pria dengan kemeja hitam rapi membelakanginya.

"Siapa ya?"tanya Zafana membuat lelaki itu membalikan tubuhnya.

Oh...

pak Oliver...

Eh

PAK Oliver?

-batin Zafana

"Kamu baik-baik aja, kan?"tanya Oliver membuat Zafana terdiam dengan kedua alis yang terangkat.

"Saya? Baik, ada apa ya, pak?"jawab Zafana sambil menunjuk dirinya sendiri

"Enggak, saya khawatir aja soalnya tadi kamu marahi saya di kafe....."

Ehh?

1
JULIAN
Mohan bantuanya karna saya masi pemula klu ada kesalahan dlm penulisnya tolong dibantu untuk saya perbaiki🙏🙏
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!