NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Pipin

Ditinggalkan tanpa harta yang sebenarnya adalah haknya, membuat Shella tidak mempunyai apapun, tapi siapa sangka, dia malah di dekati oleh pria yang lebih berkuasa dari suami lama nya, yang sudah ditemani nya sejak NOL..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Pipin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murahan Tapi Mematikan

"Saskia..." sapa Shella lirih saat wanita muda itu akhirnya menggeser kursi di hadapannya.

Mereka memutuskan bertemu di restoran mewah favorit Saskia. Shella memperhatikan penampilan sepupunya yang hari itu sengaja mengenakan gaun berpotongan dada rendah. Wajah Saskia tampak sedikit kuyu, namun binar penuh kemenangan di matanya sama sekali tidak bisa disembunyikan.

"Maaf telat ya, Kak. Aku agak lelah siang ini," ujar Saskia manja sambil menyandarkan punggungnya. Ia sengaja memiringkan kepala, sengaja menyugar rambut panjangnya ke samping untuk memamerkan lehernya. "Biasa... Mas Bram menghajarku habis-habisan tadi malam. Katanya kan hari ini dia libur kerja. Lihat saja sendiri ulahnya."

Saskia terkekeh tanpa tahu malu, memperlihatkan beberapa bercak kemerahan yang kontras di atas kulit leher hingga turun ke tulang selangkangnya.

Shella menahan emosi agar tidak membuat keributan di tempat sekelas ini.

"Saskia, dengarkan aku. Aku mohon... jauhi suamiku," ratap Shella, menurunkan seluruh harga dirinya yang tersisa. Matanya menatap Saskia dengan pandangan memohon yang amat menyedihkan. "Aku sangat mencintainya, Sas. Sebelum kamu masuk ke dalam kehidupan kami, hubungan kami baik-baik saja. Tapi lihat sekarang? Rumah tanggaku berantakan, dia berselingkuh, dan sekarang dia menggugat ceraiku."

Saskia menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap Shella dengan senyum meremehkan. "Aku tidak bisa, Kak. Aku sangat butuh Mas Bram," balasnya santai, tanpa ada guratan rasa bersalah sedikit pun. "Kamu tahu sendiri kan, biaya membesarkan anak zaman sekarang tidak murah? Aku tidak bisa menghidupinya sendirian. Kalau aku bisa memanfaatkan Mas Bram, kenapa tidak?"

Memanfaatkan? Jelas saja. Saskia tidak sebodoh itu untuk benar-benar tergila-gila pada Bramantyo. Dia hanya butuh pria mapan, pekerjaan tetap, dan aliran uang yang stabil—sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh pacar-pacar hidung belangnya yang lain. Saskia bahkan berniat memutuskan hubungan dengan seluruh pria simpanannya jika suatu hari nanti Bram benar-benar menikahinya secara resmi. Untuk apa memelihara banyak dompet terpisah, kalau satu orang pria seperti Bram saja sudah sanggup memenuhi seluruh gaya hidup mewahnya?

"Aku akan membantumu, Sas. Aku yang akan membiayai anakmu sampai lahir dan tumbuh besar. Bagaimana? Asalkan kamu pergi dari hidup Bram," tawar Shella cepat, mencoba mencari jalan keluar terakhir yang terlintas di otaknya yang buntu.

"Membantu? Memangnya kakak sepupuku yang biasa-biasa saja ini punya uang dari mana?" cibir Saskia, menatap Shella dari atas ke bawah dengan pandangan menghina. "Aku yakin, untuk makan hari ini saja kamu pasti sedang kesulitan keuangan karena Mas Bram sudah menghentikan jatah bulananmu... Ups! Keceplosan, deh."

Saskia menutup mulutnya dengan gaya dibuat-buat, namun matanya berkilat puas.

Itu memang idenya. Saskia yang merengek pada Bram agar memotong seluruh akses keuangan Shella, dengan alasan uang itu lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan nutrisi calon bayi mereka. Saskia sengaja melakukan itu agar Bram sepenuhnya fokus padanya. Sejak dulu, Saskia selalu benci melihat Shella memiliki kehidupan yang mapan dan terhormat sebagai istri sah, sementara dirinya hanya bisa menjadi wanita pemuas yang berpindah dari satu pelukan pria ke pria lain. Dia bosan, meskipun pria-pria itu mampu membelikan apa saja untuknya

"Jadi... itu semua ulahmu?"Tanya Shella tak habis pikir.

"Sudahlah, Kak. Sampai jumpa di Pengadilan Agama saja, ya. Jangan lupa tanda tangani surat cerainya dengan cepat," ujar Saskia berdiri, menyampirkan tas branded terbarunya.

Sebelum melangkah pergi, Saskia menunjuk hidangan mewah di atas meja yang bahkan belum sempat tersentuh oleh Shella.

"Oh ya, makanan ini aku yang traktir. Nikmati saja ya, Kak. Makan yang kenyang... karena aku tahu, sebentar lagi, jangankan untuk makan di restoran mewah seperti ini, untuk sekadar sarapan bubur di pinggir jalan pun... kamu pasti akan kesulitan," kekeh Saskia tajam.

Setelah menjatuhkan kalimat kutukan itu, si ular melangkah pergi dengan anggun, meninggalkan Shella sendirian di tengah riuhnya restoran.

"Sial! Kenapa bisa-bisanya aku punya sepupu modelan siluman ular begitu? Dia lupa ya, dulu siapa yang bantu dia sampai bisa duduk manis jadi sekretaris Mas Bram?" keluh Shella pada dirinya sendiri, menatap nanar ke arah pintu keluar restoran.

Kepala Shella mendadak pening mengingat kebodohannya di masa lalu. Dialah orangnya—istri paling berhati malaikat sedunia—yang memaksa Bramantyo untuk menerima Saskia bekerja di perusahaan saat sekretaris lama mengundurkan diri. Sekarang, malaikat itu resmi kena karma akibat kebaikannya sendiri. Benar-benar senjata makan tuan!

Shella beralih menatap steak premium yang masih mengepul di depannya. "Gembel? Enak saja dia menyumpahiku jadi gelandangan," gumam Shella ketus. Namun, sedetik kemudian perutnya berbunyi nyaring. "Tapi dipikir-pikir... ada benarnya juga. Tabunganku menipis..."

Tanpa membuang gengsi lagi, Shella langsung memotong daging itu dengan beringas, mengunyahnya seolah-olah sedang mengunyah kepala Saskia dan Bramantyo. Persetan dengan diet, dia butuh energi untuk menghadapi badai kemiskinan di depan mata.

Setelah piringnya bersih tak tersisa, Shella mengelap bibirnya, meraih tas, dan bersiap beranjak pergi. Namun, baru saja ia memutar tubuhnya-

BRAAAK!

"Ough!" Shella tersentak mundur saat tubuhnya menghantam dada bidang seseorang yang kerasnya mirip tembok beton.

Di saat yang sama, terdengar suara benda elektronik menghantam lantai marmer dengan sangat estetik.

KRETEK.

Sebuah ponsel berlogo apel digigit—yang tampaknya merupakan seri paling mahal dan baru rilis bulan lalu—kini tergeletak mengenaskan dengan layar yang sudah membentuk motif sarang laba-laba. Retak seribu.

Pria jangkung di hadapannya langsung menatap benda itu, lalu beralih menatap Shella dengan tatapan setajam silet. Aura di sekitar pria itu mendadak berubah mencekam.

Shella buru-buru memungut ponsel malang itu, lalu membungkuk dengan tulus. "Mas, maaf ya... Saya benar-benar tidak sengaja. Lagian, Mas ngapain juga sih berdiri mepet-mepet di belakang saya? Kayak antrean sembako saja!"

Pria itu menaikkan sebelah alisnya, tidak percaya dengan pembelaan diri yang barusan ia dengar.

"Oh, jadi sekarang saya yang salah?" tanya pria itu dengan suara berat yang ketus. Ia melipat tangan di dada, menatap Shella dari atas ke bawah dengan pandangan menilai. "Ibu kira saya ini kurang kerjaan, sengaja berdiri di sini hanya untuk ditabrak oleh tante-tante kusut seperti Ibu, lalu modus minta ganti rugi? Begitu?"

Darah Shella yang tadinya sudah turun ke lambung, mendadak naik lagi ke ubun-ubun. Kepalanya serasa mau meledak.

Ibu? Tante-tante kusut?! Shella baru berusia 27 tahun! Kulitnya masih kencang, dan meskipun hari ini dia tidak pakai makeup tebal gara-gara habis menangis semalaman, dia sama sekali belum masuk kategori wanita paruh baya!

"Ibu?!" bentak Shella, matanya melotot tajam, kehilangan seluruh sikap anggunnya. "Heh, Mas! Sejak kapan saya menikah sama bapakmu, sampai kamu lancang panggil saya Ibu, hah?! Muka se-glowing ini kamu anggap tante-tante?!"

1
Lili Inggrid
lanjut..
Pipin: mksih udh mmpir kk, siap ☺
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
semoga shella dpt yg lebih² segalanya dari reygan
Pipin: Kedepan kita liat alur nya kak 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
shella shella bucin emang bikin orang bego sih
Pipin: Dmana aja sama kk 😂
total 1 replies
Adinda
semoga shella didekatin CEO ganteng biar Reagan cemburu
Pipin: kwkwkwk, apa msukin tokoh lain ya 😍
total 1 replies
Firmahadi
halo bos ku izin mampir
Pipin: hallo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!