NovelToon NovelToon
Menjalani Cinta Terlarang

Menjalani Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Seorang ayah angkat yang secara terpaksa menikahi putri angkat nya. Dia melakukan hal itu karena memenuhi janjinya kepada almarhumah sahabat nya untuk melindungi nya.
Sebenarnya dia telah gagal memenuhi janjinya karena nasib malang yang menimpa Artika. Ternyata masih memiliki hubungan darah dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MCT 13

Antika menunduk malu. Sejujurnya iya memang sangat marah dan cemburu, tetapi dirinya malu untuk mengakui. Hatinya sakit ketika melihat sang suami didekati wanita lain sedangkan dirinya hanya mampu bermimpi.

Aldri menurunkan Antika dari gendongannya perlahan. Mereka berdua menyadari ada sepasang mata Tengah memandang ke arah keduanya.

"Akhirnya kalian kembali juga. Apa kalian bertengkar?"

"Tidak." keduanya menjawab bersamaan. Egi tertawa melihat keduanya.

"Ah, sudahlah. Tika mari kita duduk!" Antika pun menuruti.

"Ada apa dengan kalian? Dan tumben kamu ke kantor Tika?" Antika merasa heran mengapa wanita di hadapannya ini berbicara santai seakan sudah mengenalnya cukup lama.

"Apa kamu mau jawaban jujur?"

"Tentu saja."

"Semua berawal dari. Karena aku datang menemuimu kemarin. Apa kamu tahu kemarin kami sedang bersiap untuk foto pernikahan."

"Oh, jadi..." Antika semakin tidak paham apa yang mereka bicarakan. "Maafkan aku, Tika. Jika aku menjadi penyebab pertengkaran kalian."

"Ehm, nggak apa-apa kok. Maaf aku harus memanggilmu apa?"

" Jadi kamu benar-benar tidak mengingatku?" Antika menggeleng dan meminta maaf.

" Sudahlah tidak apa-apa. Namaku Egi Kusuma sahabat mamamu sejak kuliah. Aku bahkan menggendongmu saat kamu bayi. Dulu kamu selalu memanggilku Tante." Egi tertawa mengingatnya.

"Sungguh?" Antika sangat bahagia mendengar penuturan Egi.

"Ya, itu benar bahkan kita setiap minggu selalu video call. Maafkan aku sama sekali tidak tahu tentang kecelakaan yang kamu alami."

"Maaf." Antika menyesali karena tak mampu mengingat Egi."

"Bego. Untuk apa minta maaf?" Soal kemarin aku yang minta maaf. Satu-satunya orang yang aku ingat bisa membantuku hanya dia. Aku...."

"Sudahlah. Ayo kita makan."

"Ah, iya sampai lupa. Ibu bilang kamu belum makan makanya aku membawa nya kemari."

"Terima kasih, Sayang."

"Sama-sama Darling."

"Darling?" Egi merasa heran. "Ohh jadi sejak menikah ada perubahan panggilan?" Egi bertanya sekaligus menggoda. Antika kamu tersipu malu.

"Jangan berusaha mengalihkan topik untuk membuat bebas."

" Iya - iya maafkan aku! Aku lupa wanita itu seorang penggoda."

" Lalu kenapa masih mempertahankannya?"

" Kamu tenang saja Dia baru saja ku pecat. Ku pikir dia sudah insaf ternyata masih saja tidak mampu menahan diri dengan pria tampan. Lagi pula salahmu juga kenapa tidur di kantor?"

"Semua juga karena kamu, Egi."

"Iya - iya maaf!" Egi malah tertawa.

Antika membersihkan sisa makanan di bibir Aldri. Aldri terkejut dan menatapnya tanpa berkedip. Deheman Egi menyadarkan keduanya.

"Seperti nya aku harus kembali. Daripada jadi obat nyamuk. Setidaknya aku bersyukur sahabatku bisa jatuh cinta lagi setelah kehilangan Tiara." tanpa sadar Egi mengungkapkan sebuah fakta. Ia pun spontan menutup mulutnya dengan tangan.

"Apa maksud Tante?"

"Ah itu....."

"Jadi dulu Darling pernah pacaran dengan mamaku?"

Aldri terbatuk karena tersedak. "Itu tidak benar Tika."

"Tolong jawab jujur! Apa karena itu kamu nikah sama aku?"

"Tika apa maksudmu?"

" Tenang lah Tika semua tidak seperti dugaanmu."

Antika meneteskan air mata.

"Tika." Aldri dan Egi pun panik langsung berdiri mendekati Antika.

" Tika kenapa kamu menangis?" Aldri tampak kebingungan.

" Tika maafkan Tante, sayang. Kamu salah paham. Sebenarnya......"

"Aku nggak apa-apa sebaiknya aku pulang."

"Tidak. Aku tidak akan membiarkan kamu kembali dalam keadaan seperti ini. Katakan padaku apa yang membuatmu menangis?"

"Dengar, Sayang. Memang benar dulu aku sangat mencintai mamamu. Tapi dia mencintai pria lain. Dan orang itu adalah Papamu. Bagiku sudah cukup bahagia dengan melihat Mamamu bahagia."

" Aku nggak masalah kamu pernah mencintai Mamaku. Itu semua masa lalu. Apalagi Mamaku juga udah pergi dan tak akan pernah kembali. Anggap aja dia mantanmu. Yang bikin aku sedih karena selama ini Kamu seolah menghindariku. Aku merasa kamu nggak pernah mencintaiku. Apa semua karena di hatimu masih ada cinta untuk Mama? Apakah kamu menikah sama aku karena aku mirip sama Mama?" Air mata Antika mengalir semakin deras.

Aldri tiba-tiba bubukan mendengar semua pertanyaan Antika. Egi pun tak mampu mengucapkan sepatah kata. Keduanya sama-sama mengetahui alasan utama pernikahan Aldri dan Antika terjadi karena rasa khawatir dan sayang Aldri. Bahkan hingga detik ini Aldri masih sanksi dengan perasaan sesungguhnya terhadap Andika.

Aldri belum 100% yakin apakah rasa yang dimilikinya benar-benar rasa cinta? Karena sejak Antika berpacaran dengan Anggara Aldri merasa dirinya mudah sekali terbawa emosi. Dirinya tidak suka Antika bersama laki-laki lain. Pada awalnya ia menganggap semua Karena rasa khawatirnya sebagai seorang ayah. Namun sejak ia menikahi Antika seiring berjalannya waktu perasaan Aldri semakin menjadi jelas akan tetapi Aldri seakan masih takut untuk mengungkapkan semuanya.

"Aku mau pulang."

"Tika."

"Al, biar aku yang antar. Kamu tidak usah khawatir. Tenang kan dan jernihkan dulu pikiranmu. Yakin kan dan pastikan semuanya jangan jadi abu-abu." Aldri terpaksa menuruti apa kata Egi." karena emang sejatinya sampai saat ini dia masih belum mampu memahami rasa dalam hatinya.

"Ayo, Tika. Tante antar pulang." Antika mengusap air matanya dan mengangguk.

Aldri memandangi punggung Antika yang mulai menjauh. Ia merutuki dirinya dalam hati. Karena ia sebagai pria tak pernah bisa tegas dengan urusan percintaan. Berbanding terbalik dengan urusan pekerjaan.

Antika memandang keluar jendela mobil selama perjalanan. Ia lebih memilih diam. Egi pun tak ingin mencoba berbicara.

Indira yang menyambut kedatangan keduanya merasa sedih. Ia berharap Antika akan kembali dengan wajah ceria justru malah sebaliknya.

Antika memilih pergi ke kamarnya dan meninggalkan Egi bersama dengan ibu mertuanya.

Egi pun menjelaskan semua kejadian kepada ibu Aldri. Keduanya dapat memahami bagaimana dilemanya Aldri dan kekecewaan Antika. Tak dapat dipungkiri tidak mudah untuk mengubah rasa yang telah belasan tahun tertanam.

Sore hari Aldri pulang dengan wajah kusam. Usai mandi ia memilih duduk di taman terdiam dan merenung.

"Al." Tepukan di bahu Aldri menyadarkannya dari lamunan.

"Ibu."

"Apa yang kamu pikirkan, Nak?"

"Tika di mana, Bu?"

"Dia kembali ke kamar setelah makan."

"Maaf, Bu aku sudah membuatnya menangis berulang kali."

"Bukan maaf yang harus kamu ucapkan, Al. Tapi bagaimana perasaanmu yang sebenarnya? Kamu sudah membuat keputusan ini. Maka kamu harus bertanggung jawab dengan keputusanmu."

"Sejak awal Ibu sudah mengatakan risikonya sangat besar. Dan kamu memilih menanggungnya." Indira menghela nafas.

"Saat ini Antika sudah resmi menjadi istrimu, Nak. Sudah kewajibanmu untuk membahagiakannya lahir dan batin. Mau sampai kapan kamu menghindari semuanya? Dosa besar ketika kamu mengabaikan perasaan dan keinginannya. Pikir kan baik-baik semuanya. Jika memang kamu tidak yakin akan lebih baik semuanya diakhiri saja."

Aldri sangat terkejut mendengar pernyataan ibunya. "Ibu."

"Nak, ibu ikhlas apapun keputusanmu. Asalkan kalian bahagia Ibu tidak apa-apa. Segera putuskan sebelum Ibu kembali ke Surabaya." Ibu Aldri pergi meninggalkan Aldri dengan kebimbangan.

" Apa maksud ibu aku harus bercerai?"

****

Happy reading Kak.

1
Ar-Rasyid Fikri
semangat berkarya Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!