NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Gagal Lagi?

"Kak Eva..."

Suara teriakan itu membuat Eva seketika melepaskan diri dari Byan. Dia menoleh pada anak-anak yang berlari ke arahnya, berteriak namanya. Eva memejamkan mata, dia lupa jika yang anak-anak ini tahu adalah namanya yang asli, sementara sekarang dia sedang berperan sebagai Laila.

Eva tersenyum pada anak-anak berpakaian kumuh yang memeluk pinggangnya. Melihat anak-anak ini selalu membuatnya senang, setidaknya Eva masih bisa bersyukur karena hidupnya jelas lebih baik dari ini.

"Kalian tolong panggil aku Laila ya untuk sekarang, tolong banget. Nanti Kakak beri kalian cokelat" bisik Eva pada 4 orang anak yang memeluknya itu. "Beritahu yang lain juga"

Byan yang masih berdiri disana dengan tubuh bersandar pada dinding gang, menatap Eva yang sekarang sedang dikelilingi anak-anak yang entah darimana asalnya.

"Kalian bagaimana kabarnya? Kakak sudah lama tidak kesini, sekarang kita belajar lagi ya" ucap Eva.

"Iya Kak E- Laila"

Eva menoleh pada Byan yang masih terlihat kebingungan. Eva berjalan ke arahnya, memegang tangan Byan. "Anak-anak, ini adalah Mas Byan, dia teman Kakak dan mau ikut bermain dengan kalian juga"

"Asyik...."

Semuanya bersorak riang, menarik Byan tanpa aba-aba. Meski bingung, Byan menatap Eva sambil terus berjalan seiring anak-anak yang menariknya. Sampai di ujung gang kecil ini, ada sebuah pemukiman kumuh yang disana juga banyak anak-anak lainnya. Ketika melihat Eva, mereka langsung berlari ke arahnya.

"Kalian sudah siap belajar lagi bersama Kakak?"

"Iya Kak"

Byan terdiam, menatap Eva yang berdiri di dekat papan tulis. Anak-anak tadi duduk di atas alas tikar seadanya dengan beberapa buku dan alat tulis mereka yang seadanya. Eva beberapa kali tersenyum saat melihat semangat dari beberapa anak disana.

"Mas Byan, ayo main bola"

Seorang anak laki-laki menarik tangannya, dibelakangnya sudah ada beberapa orang lainnya dengan bola plastik yang di pegang salah satu dari mereka.

"Baiklah"

Byan melepas jaketnya dan menggulung lengan kemejanya sampai ke siku. Lalu berlari ke lapangan untuk bermain bola dengan semua anak laki-laki itu. Sebenarnya ini bukan lapangan bola pada umumnya, hanya sebuah halaman sedikit lebih luas dari yang lainnya. Bahkan gawangnya saja hanya ditandai dengan sandal jepit mereka.

Byan menatap sekitarnya, merasa dunia tidak adil dalam keadaan seperti ini. Bahkan sejak kecil dirinya sudah bisa bermain bola dengan fasilitas yang nyaman dan juga seorang pelatih handal. Sementara ada sebuah pemukiman yang hampir tidak terlihat dengan keadaan seperti ini. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupannya.

"Ayo oper kesini Mas Byan"

Byan melayani permainan anak-anak ini dengan senang, sampai dia memasukan beberapa gol ke dalam gawang itu. Di kejauhan, Eva yang sedang menggambar dengan anak-anak perempuan hanya tersenyum melihat Byan bermain bola bersama anak-anak yang lainnya.

"Kenapa dia malah mudah sekali berbaur?"

Hatinya menghangat hanya karena melihat Byan tertawa bersama anak-anak lainnya. Bahkan dia duduk di atas tanah tanpa alas setelah selesai bermain bola bersama anak-anak itu.

"Kak Eva, Citra tidak mau belajar lagi" ucap seorang anak prempuan berambut panjang yang di ikat asal.

"Loh kenapa? Apa cara mengajar Kakak tidak menyenangkan ya?"

Anak itu menggeleng pelan. "Bukan begitu Kak, Ibunya terus memaksanya memulung, karena Ibunya hanya berpikir belajar itu hanya menyita waktu untuk mencari uang"

Eva terdiam, beberapa banyak orang-orang yang tinggal disini, memang memulung dan bekerja serabutan lainnya. Sehingga anak-anak disini banyak yang tidak mengecam pendidikan, bahkan banyak yang sudah remaja hingga dewasa tapi tidak bisa membaca. Pertama kali Eva datang kesini, karena tidak sengaja bertemu seorang anak yang membantunya saat jatuh dari motor saat pulang kuliah beberapa tahun lalu. Dan saat Eva mengantarnya pulang kesini, dia mulai tahu jika ada pemukiman yang terabaikan di kota ini.

"Nanti bawa Kakak bertemu Citra ya"

"Iya Kak"

Eva berjalan ke arah Byan yang duduk bersama anak-anak lainnya. Eva menyodorkan sebotol air mineral yang dia beli tadi pada Byan.

Byan menatap botol minum itu, lalu tersenyum pada Eva. "Terima kasih"

"Ciee.. cie... Kalian pacaran ya"

Eva menatap anak-anak yang menyorakinya seperti itu, dia hanya tersenyum sambil menggeleng pelan. "Apasih kalian, memangnya tahu pacaran itu seperti apa? Belajar dulu yang benar, biar nanti bisa jadi orang sukses"

Eva mengusap kepala salah satu anak laki-laki disana. Dia tersenyum melihat semua anak-anak yang selalu terlihat ceria meski berada dalam keadaan yang menyulitkan dan tidak sama dengan kehidupan anak-anak lainnya di luar sana.

"Mas Byan pulang saja duluan, aku masih mau disini"

"Kenapa? Ini hari kencan kita, jadi harus kita habiskan bersama. Kenapa kau menyuruh pulang duluan"

Eva memalingkan wajahnya, menahan senyuman itu. Kata hari kencan kita, mulai bisa membuatnya tersipu. Dan Eva sampai tidak sadar dengan itu, dirinya tersipu dengan beberapa kali ucapan Byan.

Akhirnya Eva pergi menemui anak bernama Citra itu di rumahnya. Ketika dia menyapa orang tuanya, sikap dingin yang diberikan mereka. Sementara Citra tidak berani keluar dari rumahnya.

"Maaf Bu, Pak, kalau kedatangan saya mungkin mengganggu aktivitas kalian. Tapi, niat saya hanya ingin anak-anak disini setidaknya mempunyai masa depan yang lebih baik dari hanya sekadar pemulung. Bukan saya merendahkan profesi itu, tapi seharusnya kalian sebagai orang tua menginginkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak dari apa yang kalian jalani selama ini"

"Pergi kamu dari sini! Kedatanganmu disini sama sekali tidak di inginkan! Kamu hanya benalu yang mengganggu waktu kami mencari uang. Kita tidak makan dengan bisa membaca, tidak mendapatkan uang dari menulis, kita hanya perlu bekerja keras untuk mendapatkan uang dan bisa makan. Pergi dari sini!" teriak Ayahnya anak bernama Citra itu.

Byan langsung menarik tangan Eva dan melindunginya. "Tidak perlu berbicara kasar! Niatnya hanya baik, kalau memang kalian tidak bisa menerima niat baiknya, tidak perlu marah-marah seperti itu!"

Byan langsung menarik tangan Eva, wajahnya dingin, napasnya memburu seperti benar-benar menahan amarah.

"Mas, aku tidak papa kok. Mereka masih belum memahami saja apa niat aku"

"Tapi tidak perlu membentakmu, apalagi sampai menunjuk wajahmu seperti itu!"

Eva terdiam, suara Byan begitu dingin dan penuh penekanan. Membuatnya takut hanya sekadar untuk membantah saja. Akhirnya Eva hanya diam saja sampai mereka tiba di mobil Byan yang tadi di parkir depan gang ini.

"Mas Byan, aku bisa pulang sen-"

"Aku akan antarkan kamu kali ini, hari sudah gelap juga"

"Em, baiklah"

Eva tidak berani membantah lagi, dia akhirnya masuk ke dalam mobil Byan. Pakaian mereka kotor karena bermain dengan anak-anak tadi. Eva manatap Byan yang berkeringat, dan kemejanya yang kotor.

Kenapa dia malah mudah berbaur disana ya? Seharusnya dia merasa jijik dan pergi. Apa aku gagal lagi membuatnya membatalkan perjodohan ini?

Bersambung

jangan pada nabung bab plis...

1
sunaryati jarum
Semoga karyawan yang dipecat ke.depannya tidak membuat masalah
sunaryati jarum
Akhirnya terurai juga masalah mereka,Laila sungguh hatinya baik dan bertanggung jawab apa yang dilakukannya.Semoga orang tua Byan menerima Eva.
sunaryati jarum
Jujur saja tentang perasaan kamu Eva
sunaryati jarum
Baru mampir
Les Tary
semoga org tua Abyan menerima Eva
Sastri Dalila
👍👍👍
Lianty Itha Olivia
enk dan bagus punya kayak abyan
Lianty Itha Olivia
ra ISO ngomong
Les Tary
Bagus Abyan klu ada karyawan yg semena mena pecat aja💪
Milla
Serius thorrr aku g nabung bab loh benaran tiap up aku baca thor malahan aku nunggu2 update tan lo karena penasaran ama kisah nyaa byan dan eva soalnya juga tinggal byan kan yang belum punya pasangan 🥰
Milla
Thor aku g nabung bab kok cius deh suwer begitu ada update tan aku langsung gass poollllll 🤗 🥰 semangat up thorrrr 💪
Mita Paramita
gak Thor sekali update langsung baca . ceritanya seru gini kok🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut eva😍😍😍
Sastri Dalila
👍👍🤣
Les Tary
Nah klu jujur jadi lega tinggal jalani dengan baik💪💪
Oma Gavin
siapa disini yg suka nabung bab tolong author nya yg sudah bikin cerita gratis bantu baca
vania larasati
lanjut
Pujiastuti
semoga eva dan byan tetap bisa bersama karena mereka saling mencintai
Pujiastuti
hayooooo lu laila byan marah tu, ayo kasih penjelasan kasihan kalau eva jadi dimarahin sama byan
Les Tary
Semoga Byan mau memaafkan Eva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!