Demi menyelamatkan nyawa sang adik yang mempunyai penyakit jantung bawaan, Alina Savina seorang figuran terpaksa menerima tawaran gila dari Leon Gennadi Alexander.
Leon, aktor mega bintang sekaligus pewaris tunggal imperium bisnis Alexander Group, membutuhkan istri instan demi menghindari perjodohan kolosal keluarganya.
Sebuah kecelakaan tak sengaja di basement apartemen membawa keduanya ke meja pernikahan kontrak yang rahasia, dingin, dan penuh batasan ketat.
Di balik dinding kaca penthouse yang megah, sandiwara pernikahan satu tahun dimulai.
Sanggupkah mereka menjaga hati agar tetap logis, ataukah skenario takdir akan meruntuhkan dinding keangkuhan yang telah mereka bangun?
JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAAA
FOLLOW IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Penasaran Yang Asing
Sementara Alina... Leon mengingat bagaimana gadis itu menatap uang seratus ribuan di tangannya seolah itu adalah pelampung di tengah badai. Alina tidak punya kekuatan politik, tidak punya uang, tidak punya siapa-siapa selain seorang adik yang sekarat.
Gadis itu berada di titik nadir kehidupannya. Dan orang yang berada di titik terendah adalah orang yang paling mudah dikendalikan.
Alina membutuhkan uang untuk menyelamatkan nyawa adiknya, dan Leon memiliki uang yang tak terbatas. Itu adalah transaksi paling murni, tanpa ada ruang untuk perasaan atau pengkhianatan. Alina tidak akan berani melanggar kontrak karena taruhannya adalah nyawa adiknya sendiri.
Namun, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam yaitu sebuah sudut gelap yang bahkan enggan diakui oleh Leon dimana ada alasan lain yang lebih personal.
Saat Alina menyebutkan kata 'adik saya bisa mati' dengan suara yang serak dan putus asa, sebuah memori lama yang terkubur dalam-dalam di kepala Leon mendadak berdenyut menyakitkan.
Dua puluh tahun lalu, di lorong rumah sakit yang dingin setelah kecelakaan pesawat yang menewaskan orang tuanya, Leon kecil pernah duduk sendirian, menangis dan memohon kepada dokter, kepada kakeknya, kepada siapa saja, agar menghidupkan kembali ibunya. Saat itu, Leon memiliki segalanya secara materi, namun dia sama sekali tidak berdaya melawan kematian.
Malam ini, dia melihat ketidakberdayaan yang sama di mata Alina Savina. Bedanya, Alina tidak berdaya karena tidak memiliki uang. Sesuatu yang bagi Leon hanyalah angka-angka tak berarti di dalam rekening banknya.
"Aku hanya memanfaatkan situasinya," gumam Leon pada kegelapan malam, mencoba menyangkal bahwa ada secercah rasa iba yang sempat melintas di hatinya.
"Ini murni bisnis. Aku menyelamatkan adiknya, dan dia menyelamatkanku dari perjodohan konyol itu. Adil." gumamnya lagi meyakinkan dirinya sendiri.
"Ya pasti itu." liriknya lagi menepis semua pikirannya.
Leon menghidupkan kembali mesin mobilnya, lalu menginjak pedal gas, membiarkan mobil sport-nya membelah malam menuju penthouse pribadinya.
...****************...
Keesokan paginya, tepat pukul tujuh, Leon sudah duduk di kursi kebesarannya di lantai teratas Alexander Tower. Pakaian kasual semalam telah berganti dengan setelan jas abu-abu gelap yang kaku dan formal.
Di atas meja kerjanya yang luas, sebuah map jepit berwarna biru sudah terletak rapi. Jefri berdiri di hadapannya dengan ekspresi profesional yang biasa.
"Ini laporan lengkap mengenai Alina Savina, Tuan Leon." ucap Jefri sambil membungkuk sekilas.
Leon membuka map tersebut, matanya bergerak lincah membaca baris demi baris informasi yang berhasil dikumpulkan oleh jaringan intelijen internalnya dalam waktu kurang dari delapan jam.
Nama Lengkap: Alina Savina
Usia: 22 tahun
Latar Belakang: Anak sulung dari mendiang keluarga Savina. Ayahnya dulu adalah pemilik pabrik tekstil skala menengah yang bangkrut total empat tahun lalu akibat penipuan mitra bisnis, disusul kecelakaan fatal yang menewaskan kedua orang tuanya tiga tahun lalu.
Status Keluarga: Sebatang kara, hanya memiliki satu adik kandung bernama Agra Savina (15 tahun).
Kondisi Medis Pasien (Agra): Didiagnosis menderita Tetralogy of Fallot (kelainan jantung bawaan kompleks). Telah menjalani satu kali operasi parsial dua tahun lalu, namun saat ini membutuhkan operasi koreksi total dan perawatan obat imunosupresan dosis tinggi secara berkala.
Pekerjaan Saat Ini: Figuran lepas di berbagai agensi film (pendapatan tidak menentu, berkisar antara Rp50.000 - Rp150.000 per scene), pengantar makanan ojek online (aktif malam hingga dini hari), dan buruh cuci gosok panggilan di akhir pekan.
Leon terdiam cukup lama setelah membaca lembar pertama. Matanya tertuju pada riwayat pekerjaan Alina. Gadis itu benar-benar memeras seluruh tenaga dari tubuh kecilnya setiap hari tanpa henti.
Di era modern ini, di saat gadis-gadis seusianya sibuk menghabiskan waktu di kafe-kafe estetik atau berbelanja kosmetik, Alina Savina justru banting tulang di bawah terik matahari dan dinginnya malam, bertaruh nyawa di jalanan hanya demi menyambung napas adiknya.
"Ada tambahan informasi, Tuan." Jefri menyela keheningan.
"Dari data finansial yang kami lacak, Alina Savina baru saja menerima telepon dari pihak rumah sakit kota semalam, tepat setelah insiden di basement. Rumah sakit memberikan ultimatum pembayaran sebesar tiga puluh lima juta rupiah sebelum jam delapan pagi ini, atau perawatan intensif adiknya akan dihentikan." ucap Jefri.
Leon menutup map tersebut dengan bunyi prak yang pelan. Sudut bibirnya terangkat membentuk garis lurus yang dingin.
"Berarti dia tidak punya pilihan lain selain datang ke sini." ucap Leon datar.
"Maaf jika saya lancang, Tuan Leon," Jefri membetulkan letak kacamata minusnya, menatap sang majikan dengan ragu.
"Apakah Anda benar-benar yakin dengan rencana ini? Menikahi seorang wanita dari kalangan biasa... jika Nyonya Besar Kartika tahu latar belakang aslinya, beliau pasti akan sangat marah. Belum lagi dampak yang mungkin terjadi jika media mencium hal ini." tutur Jefri dengan cukup lancang.
Leon menyandarkan punggungnya ke kursi, memutar pena Montblanc di jemarinya yang panjang, ada rasa khawatir namun segera dia tepis dan menyakinkan dirinya bahwa pilihannya tepat, dari pada dia harus dijodohkan.
"Nenek tidak akan tahu jika kita menjaga mulut kita tetap rapat, Jefri. Di depan Nenek, kita hanya perlu membuat cerita bahwa Alina adalah putri dari seorang pengusaha lama yang bangkrut yang merupakan bagian dari kebenaran, bukan? Ya walau akan sulit karena kakek dan nenek pasti akan menyelidiki nya sendiri tentang latar belakang Alina." ucapnya yang sudah tahu endingnya.
"Dan mengenai media, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan jika ada satu saja artikel yang berani terbit tentang kehidupan pribadiku." ujar Leon dengan tegas kepada Jefri.
"Saya mengerti, Tuan." ujar Jefri.
"Pernikahan ini hanya kontrak satu tahun, Jef. Aku membutuhkan bidak yang patuh, yang tidak memiliki ambisi tersembunyi, dan yang posisinya sangat bergantung padaku. Alina Savina memenuhi semua kriteria itu dengan sempurna. Dia tidak akan berani berkhianat, karena kelangsungan hidup adiknya ada di tanganku." kata Leon, suaranya terdengar sangat mutlak dan tanpa ampun. (Ya kita lihat aja ya gimana endingnya, beneran satu tahun apa ga nihh hehe)
Namun, saat matanya kembali melirik pada foto profil Alina yang terlampir di pojok dokumen yaitu sebuah foto ktp sederhana di mana Alina tersenyum tipis dengan wajah polos tanpa riasan dan Leon merasakan getaran aneh yang sama seperti semalam di dadanya.
Sebuah rasa penasaran yang asing. Pria itu segera menepis perasaan itu, meyakinkan dirinya bahwa ini semua hanyalah bagian dari sebuah skenario besar yang dia sutradarai sendiri demi mendapatkan kebebasannya dari belenggu keluarga Alexander.
Entah bagaimana nanti kelanjutan nya namun Leon sudah memutuskan akan menempuh jalan ini.
.
.
Cerita Belum Selesai.....
kuraanggg terus
kelamaan nunggu bsok thor😭😭😭😭
apa lagi perasaan wanita yg lemah lembut kaya lelembut wehhh melot duluan
gak sabar nunggu leon bucin akut 🤣🤣🤣