NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 BADAI YANG MENGINTAI

Setelah pertemuan tak terduga yang menggetarkan ego di selasar paviliun teratai bersama Kaisar Liang, Anya kembali ke Istana Phoenix malam itu dengan pikiran yang bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya. Hujan di luar semakin deras mengguyur bumi, menciptakan suara gemercik yang bising di atas genteng kayu paviliun utama. Di dalam kamar tidurnya, sebatang lilin besar menyala terang di atas meja kerja, menerangi lembaran buku catatan hitam asli milik Kasim Sun yang berhasil didapatkan kembali oleh Kasim Wang beberapa jam yang lalu.

Anya membalik halaman demi halaman buku catatan hitam tersebut dengan fokus yang sangat tajam, sementara monolog batinnya sibuk menyusun potongan-potongan teka-teki politik yang sangat rumit. Buku ini adalah senjata pemusnah massal yang sempurna. Di dalamnya tertulis dengan sangat detail tanggal, jumlah nominal emas, serta nama-nama belasan menteri luar, gubernur wilayah barat, hingga pejabat tinggi militer yang menerima dana suap bulanan dari Kasim Sun atas perintah dan persetujuan rahasia dari Selir Agung Cui serta klan keluarga besarnya.

“Ini bukan lagi sekadar urusan kecemburuan wanita di istana belakang,” batin Anya sambil mengetukkan jari telunjuknya di atas baris nama Menteri Keuangan Kekaisaran yang tertulis di buku tersebut. “Ini adalah jaringan kartel korupsi terstruktur yang telah menggerogoti stabilitas ekonomi kekaisaran dari dalam selama bertahun-tahun. Selir Agung Cui menggunakan dana hasil korupsi ini untuk menyuap para pejabat tinggi dewan menteri agar posisi politik klannya tetap kuat di pemerintahan, sementara mereka secara perlahan melemahkan otoritas mutlak milik Kaisar Liang tanpa disadari oleh publik. Tidak heran jika Kaisar Liang tadi sore mengatakan bahwa istana belakangnya sudah terlalu lama membusuk. Pria itu ternyata tahu tentang pembusukan ini, namun dia membutuhkan bidak catur yang tepat untuk menghancurkannya dari dalam tanpa memicu perang saudara terbuka... dan bidak catur itu adalah aku.”

"Yang Mulia Permaisuri Xian, ada pesan mendesak dari informan rahasia kita di gerbang luar," Qiu Er masuk ke dalam kamar tidur dengan pakaian yang agak basah terkena cipratan air hujan, wajah mudanya tampak sangat pucat dan dipenuhi oleh kepanikan yang luar biasa hebat. "Menteri Cui—ayah kandung dari Selir Agung Cui—baru saja memasuki istana dalam secara darurat malam ini bersama dengan lima ratus prajurit bersenjata lengkap dari divisi pengawal ibu kota. Mereka mengklaim telah menerima laporan bahwa Kasim Sun telah diculik dan disiksa secara ilegal oleh pihak Istana Phoenix, dan mereka datang ke sini sekarang juga untuk melakukan penggeledahan paksa serta menangkap Kasim Wang atas tuduhan pengkhianatan!"

Anya tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun mendengar berita kedatangan pasukan militer bersenjata yang siap mengepung istananya. Dia menutup buku catatan hitam di tangannya dengan satu gerakan yang sangat tenang, menyembunyikannya dengan aman di dalam saku rahasia di balik jubah luar Phoenix merah marunnya.

"Penggeledahan paksa dan penangkapan atas tuduhan pengkhianatan? Sungguh sebuah langkah politik yang sangat agresif, ceroboh, dan dipenuhi oleh rasa panik dari klan Cui," Anya berdiri dari kursi kayunya perlahan, memancarkan aura ketegasan seorang CEO wanita yang siap menghadapi krisis ekonomi global terbesar di perusahaannya. "Mereka tahu bahwa jika Kasim Sun membuka mulutnya malam ini, seluruh kejayaan, kekayaan, dan posisi politik klan mereka akan runtuh dalam sekejap mata. Oleh karena itu, Menteri Cui bersedia mengambil risiko besar dengan membawa pasukan bersenjata ke dalam istana dalam—sebuah tindakan yang sebenarnya sangat melanggar hukum militer kekaisaran jika tanpa izin resmi dari Kaisar sendiri."

Anya melangkah keluar dari kamar tidurnya dengan langkah kaki yang teratur, tegap, dan penuh wibawa seorang penguasa sejati, mengabaikan suara gemuruh guntur yang saling bersahutan di langit malam. Di halaman depan Istana Phoenix yang gelap dan diguyur hujan deras, Kasim Wang dan beberapa pengawal tingkat rendah yang setia telah berdiri bersiaga dengan pedang terhunus, menatap cemas ke arah gerbang kayu tua yang mulai bergetar hebat karena dihantam dari luar oleh pasukan bersenjata klan Cui.

"Wang, perintahkan semua orang untuk menurunkan senjata mereka dan buka pintu gerbang utama sekarang juga," perintah Anya dengan nada suara yang sangat rendah namun memiliki otoritas mutlak yang tidak membantah.

"Tapi Yang Mulia Permaisuri! Jika kita membuka gerbang ini, mereka akan masuk dan membantai kita semua untuk menghilangkan bukti fisik!" Kasim Wang memprotes dengan suara yang gemetar karena khawatir akan keselamatan nyawa sang Permaisuri.

"Buka saja gerbangnya, Wang. Itu adalah perintah resmi dariku," ucap Anya dengan sepasang mata yang berkilat tajam membelah kegelapan malam, sebuah senyuman dingin yang sangat menakutkan terukir di wajah cantiknya yang diguyur rintik air hujan. "Menteri Cui berpikir dia sedang membawa badai besar untuk menghancurkan Istana Phoenix yang miskin ini. Dia tidak menyadari bahwa akulah badai yang sesungguhnya yang telah lama mereka tunggu untuk menyapu bersih seluruh keberadaan klan kotor mereka dari atas tanah kekaisaran Han ini seumur hidup mereka."

Tepat ketika Kasim Wang menarik tuas besi pengunci gerbang tua itu dengan tangan yang gemetar, pintu gerbang kayu Istana Phoenix terbuka lebar, menampilkan sosok Menteri Cui yang mengenakan baju zirah perang perak bersama ratusan prajurit bersenjata lengkap yang menatap ke arah Anya dengan pandangan penuh amarah dan haus darah. Badai konfrontasi politik terbesar dalam sejarah kekaisaran Han siap meledak malam itu di bawah guyuran hujan yang sedingin es.

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!