NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mahakarya sang petani

Tepat jam tiga sore, seluruh jajaran tim ahli bangunan itu sudah kembali berkumpul di dalam ruang rapat utama. Namun, kali ini atmosfer di dalam ruangan terasa sangat berbeda dari tadi pagi. Tidak ada lagi wajah lesu, tegang, ataupun helaan napas keputusasaan yang sebelumnya menyelimuti ruangan. Yang tersisa hanyalah raut wajah melongo, kagum, sekaligus tidak percaya dari para arsitek senior yang biasanya dikenal sangat angkuh dengan gelar mereka.

Begitu Viona melangkah masuk dan mengambil posisi duduk di kursi kebesarannya, kepala tim arsitek langsung melangkah maju. Tangannya yang biasa memegang cetak biru dengan kokoh kini tampak sedikit gemetar memegang map kedua milik Bima. Di balik kacamata tebalnya, mata pria paruh baya itu berbinar-binar penuh ambisi dan rasa penasaran yang luar biasa besar.

"Maaf, Nona Viona... jika boleh kami tahu, arsitek jenius mana yang membuat coretan kalkulasi struktur ini?" tanya kepala tim dengan suara yang menggebu-gebu, bahkan sampai mengabaikan etika formalitas rapat demi menuntaskan rasa penasarannya yang sudah di ujung tanduk.

Viona yang duduk bersedekap dada mencoba sekuat tenaga mempertahankan wajah dinginnya yang tsundere. Dia tidak ingin emosi aslinya terbaca oleh bawahan, meski dalam hati kecilnya dia sudah bersorak kegirangan melihat perubahan sikap timnya. "Kalian tidak perlu tahu siapa pembuatnya," jawab Viona dengan nada ketus yang tetap berwibawa khas seorang pimpinan tertinggi. "Tinggal sebutkan saja apa hasil akhir dari analisis mendalam yang kalian lakukan sejak siang tadi."

Kepala tim arsitek menarik napas dalam-dalam, mencoba menetralkan rasa takjubnya sebelum membaca lembar kertas kesimpulan di tangannya. "Maaf, Nona. Setelah kami melakukan uji simulasi komputer berkali-kali dan meneliti secara cermat berulang-ulang, kami tim ahli akhirnya membuat sebuah kesimpulan mutlak yang sangat mengejutkan."

Dia menjeda kalimatnya sejenak, melemparkan pandangan serius ke arah seluruh jajaran direksi yang ikut tegang menanti kelanjutan ucapannya. "Jika kita mengikuti seluruh skema baru dan perubahan titik tumpu pada gambar manual ini... penggunaan bahan bangunan utama akan berhasil dipangkas sebanyak dua puluh persen! Estimasi kecepatan kerja para pekerja di lapangan juga akan meningkat drastis karena strukturnya jauh lebih efisien. Dan yang paling gila, kekuatan serta tingkat ketahanan mekanis dari bangunan ini justru meningkat secara signifikan dari rencana awal kita!"

Mendengar paparan ilmiah yang begitu runtut dan menguntungkan tersebut, Viona sempat menahan napasnya sejenak. Jantungnya berdegup kencang di balik blazer kerjanya karena sama sekali tidak menyangka efek koreksi semalam akan se-fantastis ini bagi efisiensi modal perusahaan keluarganya. Angka dua puluh persen bukanlah jumlah yang sedikit untuk proyek skala mega seperti ini.

"Oleh karena itu, kami mohon dengan sangat, Nona..." pinta kepala tim arsitek dengan wajah memelas. Dia bahkan sampai membungkuk hormat di depan meja kerja Viona, melupakan reputasinya sendiri. "Tolong kasih tahu kami siapa perancang jenius di balik kertas ini. Cobalah Anda tarik dia untuk masuk ke perusahaan kita. Dan jika dia mau bergabung... saya bersedia melepas jabatan saya sebagai kepala tim hari ini juga, dan saya rela diturunkan pangkatnya menjadi wakilnya saja demi bisa belajar langsung dari beliau!"

Mendengar pernyataan nekat dari kepala timnya yang terkenal memiliki ego sangat tinggi di dunia konstruksi itu, Viona sangat terkejut setengah mati. Matanya melotot kecil, benar-benar tak sanggup menyembunyikan rasa syok yang luar biasa di dalam hatinya. Dia tidak pernah menyangka jika suaminya, Bima—pria yang selama empat bulan ini dia cap sebagai petani jagung biasa tanpa ambisi yang hanya tahu cara memancing di sungai—ternyata sangat pandai menyembunyikan bakat dan kejeniusan tingkat dewa yang sanggup meruntuhkan ego arsitek papan atas kota. Taruhan semalam kini resmi dimenangkan oleh Bima, dan satu permintaan bebas kini siap ditagih di atas kasur villa tepi danau malam nanti.

Maaf saya baru update

Dan mslh kontrak

Masih belum tuntas

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!