NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah yang Dikenali

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Ketegangan di alun-alun semakin memuncak ketika sosok berjubah emas yang baru saja tiba melangkah maju, seluruh murid dan bahkan kedua tetua agung dari kekaisaran dan sekte besar tadi otomatis membungkuk hormat.

"Master Sekte Agung," gumam Tetua Zhou, membungkuk lebih dalam dari sebelumnya, suaranya bergetar antara hormat dan kelegaan karena akhirnya ada sosok yang bisa mengambil alih situasi yang mulai tak terkendali ini.

Li Ling'er berdiri di samping ayahnya, wajahnya menyiratkan kekhawatiran yang jelas ketika matanya bertemu pandang sekilas dengan Xiao Bai di seberang alun-alun.

Master Sekte Agung—pria berwibawa dengan rambut yang mulai memutih di beberapa bagian namun tubuhnya masih tegap penuh kekuatan tersembunyi—melangkah pelan menuju tengah alun-alun, mengabaikan sejenak kehadiran Tetua Agung Wei dan Tetua Agung Yun yang saling melirik waspada satu sama lain.

Ia berhenti tepat di depan Xiao Bai, matanya menatap lurus, dalam, seolah mencoba membaca sesuatu yang tersembunyi jauh di balik wajah pemuda yang berdiri di hadapannya. Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang terasa lebih lama dari yang sebenarnya, hingga akhirnya Master Sekte Agung menghela napas panjang, seolah baru saja mengonfirmasi sesuatu yang telah lama ia curigai.

"Siapa nama ibumu, Nak?" tanyanya tiba-tiba, suaranya tenang namun penuh bobot yang membuat seluruh alun-alun kembali terdiam.

Pertanyaan itu menghantam Xiao Bai lebih keras daripada pukulan Lin Hai sebelumnya. "Kenapa Anda bertanya soal ibuku?"

"Jawab saja pertanyaanku," kata Master Sekte Agung, nadanya tidak memaksa namun sarat dengan sesuatu yang tak bisa Xiao Bai tolak.

"Namanya... Su Yan," jawab Xiao Bai pelan, mengingat nama ibunya yang jarang ia sebutkan kepada siapa pun. "Dia meninggal saat aku berusia sepuluh tahun."

Wajah Master Sekte Agung berubah drastis mendengar nama itu—matanya melebar, napasnya tertahan sesaat, sebelum akhirnya sebuah ekspresi yang campur aduk antara keterkejutan, kesedihan mendalam, dan sesuatu yang menyerupai penyesalan lama menguasai wajahnya yang biasanya penuh wibawa dan ketenangan.

"Su Yan," bisiknya, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada siapa pun di sekitarnya. "Setelah sekian lama... aku tidak pernah menyangka akan mendengar nama itu lagi, apalagi dari mulut seorang anak muda yang tiba-tiba muncul dengan Akar Ekstraksi Sembilan Wujud."

Li Ling'er melangkah maju, kebingungan jelas terlihat di wajahnya. "Ayah, apa maksud semua ini? Kau mengenal ibunya?"

Master Sekte Agung tidak langsung menjawab, matanya masih terpaku pada Xiao Bai dengan tatapan yang kini dipenuhi kehati-hatian mendalam—seolah menyadari bahwa apa pun yang akan ia katakan selanjutnya, di depan dua tetua agung dari kekuatan besar lainnya, bisa membawa konsekuensi yang jauh melampaui sekadar urusan pribadi.

"Ini bukan tempat yang tepat untuk membicarakan hal ini," katanya akhirnya, suaranya kembali tenang meski masih terasa tegang. Ia menoleh ke arah Tetua Agung Wei dan Tetua Agung Yun yang sejak tadi memperhatikan interaksi ini dengan rasa penasaran yang tak tersembunyikan. "Tetua Agung Wei, Tetua Agung Yun, aku menghargai perhatian kalian terhadap bakat langka yang baru saja ditemukan ini. Namun mengingat kompleksitas situasi yang baru saja terungkap, aku meminta waktu untuk berbicara secara pribadi dengan Xiao Bai sebelum keputusan apa pun dibuat mengenai masa depannya."

Tetua Agung Wei mengerutkan kening, jelas tak sepenuhnya puas dengan penundaan ini. "Master Sekte Agung, Kekaisaran Xuan Yu telah menunjukkan niat baik dengan datang langsung. Aku harap keputusan ini tidak akan tertunda terlalu lama."

"Aku setuju dengan Tetua Wei untuk sekali ini," tambah Tetua Agung Yun, meski nada suaranya tetap dingin dan berjarak seperti biasa. "Bakat seperti ini terlalu berharga untuk dibiarkan menunggu tanpa kepastian."

"Aku hanya meminta waktu satu hari," kata Master Sekte Agung, suaranya kini kembali ke nada berwibawa yang biasa ia gunakan. "Bukankah sebuah keputusan sepenting ini layak dipertimbangkan dengan matang, daripada diputuskan tergesa-gesa di tengah kerumunan seperti ini?"

Kedua tetua agung itu saling bertukar pandang, akhirnya mengangguk dengan enggan, menyadari bahwa permintaan itu cukup masuk akal untuk ditolak secara terbuka tanpa terlihat tidak sabaran.

---

Setelah kerumunan mulai membubarkan diri dan kedua rombongan tamu diarahkan untuk beristirahat di paviliun tamu sekte, Master Sekte Agung membawa Xiao Bai—bersama Li Ling'er yang menolak untuk dijauhkan dari percakapan ini—ke sebuah ruangan pribadi yang jauh dari telinga siapa pun.

"Aku akan langsung menjelaskan," kata Master Sekte Agung, duduk di kursi utama sementara Xiao Bai dan Li Ling'er duduk berhadapan dengannya. "Dua puluh tahun yang lalu, aku mengenal seorang wanita bernama Su Yan. Dia adalah salah satu alkemis paling berbakat yang pernah kutemui, bekerja bersamaku dalam sebuah proyek penelitian rahasia sekte kami tentang pusaka-pusaka kuno peninggalan pendiri."

Xiao Bai menahan napas, mendengarkan setiap kata dengan seluruh perhatiannya.

"Salah satu pusaka yang kami teliti saat itu," lanjut Master Sekte Agung, suaranya mulai berat oleh kenangan lama, "adalah sebuah artefak legendaris bernama Tungku Ekstraksi Surgawi—konon peninggalan langsung dari pendiri sekte kami ribuan tahun lalu, yang dipercaya hilang selama beberapa generasi. Su Yan-lah yang akhirnya berhasil menemukan petunjuk keberadaannya, jauh di kedalaman sebuah gua tersembunyi di perbatasan wilayah kami."

Li Ling'er menatap ayahnya dengan mata terbelalak. "Tungku yang sama yang disebutkan orang-orang hari ini? Yang ada di dalam diri Xiao Bai?"

Master Sekte Agung mengangguk pelan. "Namun sesuatu terjadi setelah penemuan itu—sebuah insiden yang hingga hari ini masih menjadi misteri bagiku. Su Yan tiba-tiba menghilang bersama artefak itu, tanpa penjelasan, tanpa jejak. Aku mencarinya selama bertahun-tahun, namun tak pernah menemukan petunjuk apa pun, hingga akhirnya aku menyerah dan menganggapnya telah tiada."

Ia menatap Xiao Bai dengan sorot mata yang kini dipenuhi emosi yang sulit ia sembunyikan. "Aku tidak pernah menyangka, dua puluh tahun kemudian, aku akan bertemu dengan seorang anak muda yang membawa nama ibu yang sama, dan artefak yang sama yang telah lama hilang bersamanya."

Xiao Bai duduk terdiam, pikirannya berkecamuk dengan ribuan pertanyaan baru yang muncul dari penjelasan itu. "Kalau begitu... apakah ibuku sengaja menyembunyikan Tungku ini? Dan segel yang menutupi dantianku sejak kecil—apakah itu juga perbuatannya?"

Master Sekte Agung menghela napas panjang, menatap ke arah jendela yang menampilkan langit sore yang mulai memerah. "Itu adalah pertanyaan yang bahkan aku sendiri belum memiliki jawaban pastinya, Nak. Tapi ada satu hal yang kini kuyakini sepenuhnya: kemunculanmu di sekte kecil ini, dengan bakat dan artefak yang sama seperti yang dibawa Su Yan menghilang dua puluh tahun lalu, bukanlah kebetulan semata. Ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang bergerak di balik semua ini—dan aku khawatir, kedatangan dua tetua agung hari ini hanyalah awal dari perhatian yang akan terus mengalir kepadamu, dari kekuatan-kekuatan yang mungkin memiliki alasan tersembunyi mereka sendiri untuk menginginkan Tungku Ekstraksi Surgawi kembali ke tangan mereka."

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!