NovelToon NovelToon
BAYANG BAYANG MASA LALU

BAYANG BAYANG MASA LALU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dinarta Firdaus

Enam tahun membina rumah tangga, Kirana merasa pernikahannya dengan Aris adalah definisi kebahagiaan yang sempurna. Namun, semua hancur saat Kirana menemukan kenyataan bahwa Aris kembali menjalin hubungan rahasia dengan Sarah, mantan kekasihnya yang dulu gagal dinikahi karena terganjal restu. Alih-alih menangis dan meminta cerai begitu saja, Kirana memilih jalan yang lebih gelap: menghancurkan Aris dari dalam dengan mendekati Bimo, sahabat karib sekaligus rekan bisnis Aris. Sebuah permainan ego, pengkhianatan, dan cinta yang keliru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinarta Firdaus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

STRATEGI PEMINDAHAN ASET

​Pertemuan di kedai kopi tua itu menjadi titik balik dari segalanya. Sejak sore itu, jaring-jaring laba-laba yang tak terlihat mulai ditenun di sekitar Aris.

​Sebagai kepala tim hukum, Bimo mulai menjalankan perannya dengan sangat rapi. Langkah pertama yang mereka susun adalah mengamankan aset-aset cair dan saham perusahaan tanpa menimbulkan kecurigaan dari Aris maupun Sarah, yang saat itu sedang menikmati masa-masa bulan madu rahasia mereka.

​Dua minggu setelah pertemuan tersebut, Bimo memanggil Aris ke ruang kerjanya di kantor pusat PT Utama Karya Propertindo. Ruangan itu bernuansa modern dengan dinding kaca besar yang menampilkan lanskap gedung-gedung bertingkat di kawasan Sudirman. Di atas meja kerja Bimo, beberapa bendel dokumen hukum dengan map biru sudah tertata rapi.

​"Ada apa, Bim? Tumben sekali kamu memanggilku secara formal begini? Aku harus segera pergi, Sarah... maksudku, tim investor dari konsorsium Sarah sedang menungguku untuk makan siang," ucap Aris sambil melirik jam tangan Rolex-nya yang mewah. Ia mengempaskan tubuhnya di sofa kulit dengan gaya kasual yang congkak.

​Bimo memaksakan sebuah senyuman profesional, menyembunyikan rasa jijik yang mulai tumbuh di hatinya setiap kali melihat wajah suci sahabatnya itu. "Ini masalah penting terkait restrukturisasi korporasi untuk menyambut investasi baru dari konsorsium Sarah, Ris. Kamu ingin ekspansi kita ke proyek residensial di Bali berjalan lancar, bukan?"

​"Tentu saja. Itu proyek masa depan kita. Apa masalahnya?" Aris tertarik.

​"Konsorsium Sarah meminta jaminan akuntabilitas yang lebih tinggi. Mereka tidak ingin dana mereka tercampur dengan aset personal milikmu, mengingat struktur kepemilikan sahammu yang masih tumpang tindih dengan harta pernikahan bersama Kirana," Bimo menjelaskan dengan nada suara yang sangat meyakinkan, persis seperti seorang penasihat hukum yang sedang melindungi kepentingan klien utamanya. "Jika terjadi sesuatu pada pernikahanmu—bukan berarti aku mendoakan yang buruk—aset perusahaan bisa dibekukan oleh pengadilan sebagai objek gono-gini. Itu akan menakuti investor."

​Aris mengerutkan kening, tampak sedikit gelisah. "Lalu, apa solusinya? Aku tidak ingin Kirana tahu tentang detail investasi ini. Dia... akhir-akhir ini dia agak sensitif jika aku bicara tentang bisnis."

​“Tentu saja dia sensitif, bajingan. Dia tahu kamu sedang tidur dengan investormu,” umpat Bimo dalam hati, namun wajahnya tetap datar tanpa ekspresi.

​"Solusinya adalah membuat sebuah perusahaan bayangan—sebuah holding company—yang berbasis di luar yurisdiksi utama, atau kita sebut saja perusahaan cangkang lokal yang legal," Bimo menyodorkan sebuah dokumen tebal ke hadapan Aris. "Kita alihkan sebagian saham mayoritasmu, sekitar 40%, ke dalam holding ini dengan alasan sebagai entitas pengelola dana investasi khusus Bali. Dengan begitu, aset utama perusahaan aman dari jangkauan gugatan personal di masa depan."

​Aris membolak-balik halaman dokumen tersebut dengan cepat. Ia melihat istilah-istilah hukum yang rumit seperti nominee agreement, share swap, dan fiduciary duty. Otak bisnisnya yang biasanya tajam kali ini tumpul oleh rasa percaya yang terlalu besar pada Bimo. Baginya, Bimo adalah anjing penjaga yang tidak akan pernah menggigit tuannya.

​"Siapa yang akan menjadi direktur utama atau pemegang saham pengendali di perusahaan holding ini? Aku tidak bisa mencantumkan namaku secara langsung jika ingin menghindari pajak ganda, kan?" tanya Aris, mencoba terlihat cerdas.

​"Tentu tidak. Aku sudah menyiapkan nama nominee yang aman, sebuah entitas hukum pihak ketiga yang dokumen kuasanya dipegang penuh olehku sebagai pengacaramu. Kamu tetap menjadi beneficial owner yang menerima aliran dana secara mutlak di bawah tangan," jawab Bimo dengan kelicikan yang sempurna.

​Yang tidak dikatakan Bimo kepada Aris adalah bahwa di dalam klausul-klausul tersembunyi yang ditulis dengan ukuran huruf kecil di halaman belakang, hak kepemilikan atas entitas pihak ketiga tersebut secara legalitas formal akan dialihkan kepada sebuah yayasan privat atas nama Kirana Kirani, yang akta pendiriannya baru saja disahkan Bimo secara rahasia dua hari lalu.

​Aris mengambil pulpen Montblanc dari saku kemejanya, memutar ujungnya dengan gerakan berkelas, lalu membubuhkan tanda tangannya di atas materai pada beberapa lembar dokumen penting tersebut.

​"Terima kasih, Bim. Aku tidak tahu apa jadinya perusahaan ini tanpa otak encermu," Aris menepuk pundak Bimo dengan akrab setelah selesai menandatangani dokumen yang kelak akan menjadi surat kematian bagi karier bisnisnya sendiri.

​"Sama-sama, Ris. Aku hanya memastikan bahwa semua orang mendapatkan apa yang layak mereka dapatkan," jawab Bimo, matanya menatap tanda tangan Aris dengan binar kepuasan yang dingin.

1
Ara putri
mampir ya kak. Jika berkenan mampir juga keceritaku TUAN AYAZ, TOLONG BERHENTI!
Dinarta Firdaus: baik kakak terimakasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!