NovelToon NovelToon
Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Pada malam Tahun Baru 2035, seluruh manusia di bumi menerima sebuah notifikasi misterius yang muncul tepat di depan mata mereka.

【Integrasi Dunia akan dimulai dalam 365 hari.】

Tak ada yang tahu siapa pengirimnya. Tak ada yang mampu menjelaskan bagaimana layar itu muncul. Setelah berbulan-bulan tanpa kejadian apa pun, dunia mulai melupakannya dan menganggapnya sebagai fenomena aneh semata.

Namun, tidak dengan Leon.

Di malam yang sama, ia menerima notifikasi kedua yang hanya bisa dilihat olehnya.

【Sistem Simulasi Satu Tahun berhasil diaktifkan.】

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 — Bukit Embun (Bagian 2)

Leon menatap jalur sempit yang baru saja terbuka.

Kabut yang sebelumnya menutupi lereng bukit perlahan terbelah mengikuti langkah Moon Fox. Rumput di sepanjang jalan tampak lebih hijau, sementara bunga-bunga liar bermekaran di kedua sisinya.

Riven menelan ludah.

"Apa... kita benar-benar akan mengikutinya?"

Leon tidak langsung menjawab.

Ia justru berjongkok dan mengambil sebuah batu kecil.

"Lihat baik-baik."

Batu itu dilemparkan ke jalur biasa yang berada di sebelah kanan.

Klik!

Whoosh!

Belasan anak panah kayu kembali melesat dari balik semak.

Riven langsung bergidik.

Kemudian Leon melempar batu kedua ke jalur yang dibuka Moon Fox.

Batu itu menggelinding beberapa meter.

Tidak terjadi apa-apa.

"Hmm..."

Leon masih belum puas.

Ia mengambil ranting sepanjang satu meter lalu menyentuh tanah di sepanjang jalur tersebut.

Tetap tidak ada reaksi.

Riven tersenyum lega.

"Sepertinya benar-benar aman."

Leon menggeleng.

"Bukan aman."

"Lalu?"

"Jalur ini memang tidak ditujukan untuk peserta biasa."

Riven memandang Leon dengan bingung.

Namun ia memilih untuk tidak bertanya lebih jauh.

Moon Fox terus berjalan dengan langkah anggun.

Sesekali rubah berekor tiga itu menoleh ke belakang, memastikan Leon masih mengikutinya.

Anehnya, setiap kali Leon melangkah, kabut di depan mereka selalu terbuka beberapa meter.

Tetapi saat Riven mencoba berjalan lebih dulu...

Kabut kembali menutup.

"Eh?"

Riven mengangkat alisnya.

"Kenapa bisa begitu?"

Leon mencoba satu hal.

"Berjalanlah di sampingku."

Riven melakukannya.

Kali ini kabut tetap terbuka.

"Itu berarti..."

Leon bergumam.

"...jalur ini mengenaliku."

Mereka terus mendaki hingga akhirnya tiba di sebuah dataran kecil yang tersembunyi.

Di tengah dataran berdiri sebuah pohon raksasa berwarna putih keperakan.

Batangnya begitu besar hingga membutuhkan belasan orang dewasa untuk memeluknya.

Daun-daunnya berkilau seperti kristal ketika tertiup angin.

Di bawah pohon itulah tumbuh puluhan bunga putih yang memancarkan cahaya lembut.

"Bunga Fajar..."

bisik Riven.

Jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang ia bayangkan.

Moon Fox berhenti di depan pohon.

Ia duduk dengan tenang sambil memperhatikan Leon.

Leon perlahan mendekati salah satu bunga.

Namun sebelum menyentuhnya...

Ding!

【Peringatan】

Bunga Fajar hanya dapat dipetik dengan izin Penjaga Wilayah.

Leon mengangkat kepalanya.

Tatapannya bertemu dengan mata biru Moon Fox.

"Jadi..."

"...aku harus meminta izin?"

Ia menyingkirkan pedangnya ke pinggang, lalu membungkukkan badan dengan hormat.

"Tuan Penjaga."

"Aku datang bukan untuk merusak tempat ini."

"Aku hanya membutuhkan satu Bunga Fajar untuk menyelesaikan ujianku."

"Jika kau mengizinkan..."

"...aku akan berjanji tidak mengambil lebih dari yang kubutuhkan."

Riven membelalakkan mata.

"Kau... bicara dengan monster?"

Leon tidak menjawab.

Beberapa detik berlalu.

Lalu Moon Fox berdiri.

Ia melangkah perlahan menuju salah satu bunga yang paling besar.

Dengan moncongnya, rubah itu mendorong bunga tersebut hingga condong ke arah Leon.

Seolah...

Memberikannya.

Ding!

【Izin Diperoleh】

Anda telah memperoleh pengakuan dari Penjaga Wilayah: Moon Fox.

Sinkronisasi Segel: 3% → 4%

Leon memetik bunga itu dengan hati-hati.

Begitu tangkainya terlepas, bunga tersebut berubah menjadi cahaya putih dan masuk ke dalam kantong khusus milik peserta.

Bukan hanya satu.

Moon Fox kembali mendorong satu bunga lagi ke arah Riven.

Riven menunjuk dirinya sendiri.

"Untukku?"

Rubah itu menganggukkan kepala pelan.

Riven menelan ludah.

Dengan penuh hormat, ia ikut membungkuk sebelum mengambil bunga tersebut.

Moon Fox menatap keduanya beberapa saat.

Kemudian ia mengeluarkan suara lembut.

"Kyuu..."

Sesaat kemudian, tubuhnya berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang bersama kabut.

Pohon putih itu pun perlahan memudar, seolah tidak pernah ada.

Yang tersisa hanyalah lereng bukit biasa.

Riven masih terpaku.

"Kalau aku menceritakan ini..."

"...tidak akan ada yang percaya."

Leon tersenyum kecil.

"Kurasa memang tidak perlu diceritakan."

Riven mengangguk.

"Aku juga berpikir begitu."

Mereka pun segera turun dari bukit.

Namun saat hampir mencapai kaki bukit, suara lonceng kecil tiba-tiba terdengar dari panel sistem Leon.

Ding!

【Quest Rahasia Diperbarui】

Jejak Sang Penjaga

Kemajuan: 3/7 Penjaga telah mengakui keberadaanmu.

Penjaga yang Tersisa: 4

Hadiah Akhir: ???

Leon menatap notifikasi itu dengan napas tertahan.

Tujuh Penjaga.

Berarti Alpha Dire Wolf, Shadow Lynx, dan Moon Fox hanyalah tiga dari tujuh makhluk yang berkaitan dengan rahasia kelasnya.

Dan jika semuanya telah mengakuinya...

Mungkin saat itulah segel yang selama ini mengunci kekuatannya benar-benar akan mulai terbuka.

1
Dragonovic#
semoga seru nih 🫡
D'Silent Novel: Kalo ada masukan atau pun kritik, langsung komen aja ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!