NovelToon NovelToon
The Mafia'S Only Weakness

The Mafia'S Only Weakness

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Anak Genius
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mel R.

Dominic Enzo Salvatore terus mencari kekasih nya yang menghilang sudah 6 tahun lebih ini. Akibat salah paham dimana waktu itu kekasihnya Isabella Laurent.

Halo semua nya...ini adalah karya pertama yang yang saya buat. Saya sangat berharap kalian para readers suka dengan cerita yang saya buat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah

Lily menggandeng lengan Isabella. Mereka menuruni anak tangga yang di ujung anak tangga telah di tunggu oleh Dominic bersama Dante sahabat nya.

Dominic terpaku melihat bagaimana cantiknya Isabella menggunakan gaun pengantin. Gaun itu adalah gaun yang ia pilih sendiri.

"Sebaiknya kau segera sadar dari ke kaguman mu. Cepat sambut calon istri mu." Bisik Dante yang membuyarkan Dominic.

Dominic segera berdehem untuk menetralkan kegugupan nya. Isabella terlalu cantik sehingga membuat Dominic merasakan jantung nya berdetak lebih cepat daripada biasanya.

Dominic mengulurkan tangan nya.

Isabella pun menyambut uluran tangan Dominic. Tapi Dominic tidak langsung menggenggam, melainkan ia mencium tangan Isabella layaknya seperti pangeran dengan lembut.

"Selamat sore ratu ku. Kamu terlihat sangat luar biasa hari ini." Dominic tersenyum menatap Isabella.

Isabella tidak menjawab, tapi ia hanya tersenyum saja sebagai sapaan nya kepada Dominic.

Sungguh Dominic tidak bisa berpaling Isabella. Wanita yang berada di hadapannya terlalu sempurna di mata nya.

Apalagi dengan balutan gaun pengantin yang ia kenakan. Gaun pernikahan terlihat sederhana, tapi juga terlihat elegan. Apalagi model nya dadanya terbuka dengan Isabella menggunakan sarung tangan berwarna putih dengan sebatas lewat siku nya. Rambutnya di tata rapi bergelombang dengan hiasan mahkota di kepala nya.

Mereka berjalan menuju lokasi. Dengan Isabella yang mengaitkan tangan nya di lengan Dominic. Sedangkan Dante dan Lily berjalan di belakang.

Tidak ada tamu, hanya keluar inti saja yang ada di tambah para pengawal dan pelayan nya yang ikut meramaikan. Bahkan orang tua Dominic tidak turut di undang.

Bayangkan saja, tinggi Dominic yang hampir mencapai 200 meter berjalan dengan Isabella yang tinggi nya hanya 160. Terlihat perbedaan yang sangat jauh. Tapi justru karena perbedaan itu mereka lebih terlihat sangat serasi.

Dante ikut bergabung dengan istrinya beserta ke tiga anak nya. Dante itu sudah menikah dengan Biangca sahabatnya Isabella.

Sebenarnya Isabella, Biangca dan Clara adalah sahabat. Tapi karena Clara yang mempunyai sifat iri hati dan dengki membuat ia gelap mata melihat Isabella yang bisa mendapatkan Dominic.

Sudah ada pendeta yang menunggu. Ada anak mereka juga Damian yang sudah duduk tenang sambil tersenyum melihat kedatangan kedua orang tua nya.

Ini adalah sebagian rencana dari Damian. Mempertemukan kedua orang tua nya. Hanya saja ia tidak menyangka Daddynya bisa secepat ini bergerak.

Benar-benar sangat cocok bersanding dengan Mommynya.

Dominic dan Isabella saling tatap. Dengan panduan pendeta lalu mereka mengucapkan janji suci yang akan mengikat mereka berdua menjadi suami istri selamanya.

Akhirnya Dominic dan Isabella Akhirnya sah menjadi suami istri. Dominic tersenyum senang karena telah berhasil mengikat Isabella selama nya di sisi nya.

Tepuk tangan terdengar, menandakan bahwa mereka benar-benar sudah sah menjadi sepasang suami istri.

"Jangan lupa kiss Dom" Teriak Dante yang membuat suasana menjadi riuh. Bingca langsung mencubit lengan suaminya dengan gemas.

"Aku hanya mengingatkan Dom saja istriku." Kekeh Dante.

Semakin intenslah Dominic menatap Isabella. Isabella yang mendengar nya malah merasa gugup. Walaupun ia sudah pernah lebih dari ciuman bersama Dominic tetap saja Isabella merasa gugup.

Cup...

Dominic langsung mencium bibir Isabella yang kini sudah menjadi istrinya. Ia melumat bibir itu dengan lembut tapi penuh kerinduan.

Jeremy yang memang duduk di samping Damian Refleks menutup matanya. Jeremy tidak mau mata suci Damian jadi ternodai melihat kedua orang tua nya yang sedang berciuman.

Begitu pun dengan Dante yang menutup mata kepala putra sulung nya.

Lalu Dominic melepaskan ciuman nya sambil tersenyum dengan dimana Dominic menyatukan kening mereka.

Rona merah timbul di pipi Isabella. Wanita itu malu atas apa yang terjadi barusan. Tepuk tangan begitu meriah setelah kedua pasangan halal selesai berciuman.

"Selamat Tuan dan Nyonya" Ucap pendeta itu dengan tersenyum.

"Terimakasih" Jawab Dominic dengan tersenyum pula.

Hari ini adalah hari bahagia nya. Jadi setelah ini, Dominic akan memberikan bonus kepada semua pengawal nya dan juga tentunya Jeremy.

Dante bersama biangca datang ke altar untuk memberikan selamat kepada dua sejoli itu.

"Biangca" kaget Isabella yang tidak menyangka sahabat nya datang ke acara pernikahannya.

"Sa...aku kangen banget sama kamu" Biangca langsung menangis haru melihat sahabatnya. Dulu ia juga sangat terpukul dengan kepergian sang sahabat.

"Aku juga kangen banget sama kamu Biangca. Maaf yah aku tidak memberi tahu kamu bahwa aku pergi" Isabella memeluk erat sahabatnya.

Kedua wanita itu melepaskan rindu sambil berpelukan.

"Selamat Dom, jangan cereboh lagi." Dante ikut bahagia melihat sang sahabat sudah menikah dengan wanita yang ia cintai.

Walaupun di paksa mungkin.

"Tidak usah menceramahiku" Dengus Dominic tapi ia menyambut pelukan sahabat nya.

"Jangan lupa bekerja keras agar mendapatkan anak kembar seperti ku" Goda Dante.

"Hmmm...."

Dante hanya terkekeh melihat wajah sahabatnya yang sudah masam. Dengan orang lain begitu sensitif. Tapi sama Isabella sabar nya setebal dinding mansion nya.

"Beb, sudah menangis nya. Lihat, riasan mu sudah luntur." Istrinya kalau gak di ingatkan bisa lupa waktu nanti.

"Isss...apasihh beb!" Kesal Biangca karena suaminya mengganggu nya.

 "Sudah dulu acara kerinduan nya. Kapan-kapan kalian bisa bertemu." Biangca menurut.

"Nanti ketemu lagi yah Sa huhuhu....bulu mata palsu ku jadi copot deh."

"Berarti harga nya murah" celetuk Dominic yang tidak sangka orang.

"Apa hubungannya? Lem nya yang kurang banyak" Ralat Isabella.

Dominic hanya mengangkat bahu nya saja.

"Wajah datar seperti kamu bisa juga yah bercanda." Tawa Dante.

"Aku mau pasang bulu mata palsu yah Beb nanti." Ucap Biangca. Sedikit kepikiran apa yang dikatakan oleh Dominic tadi.

"Anything For you Beb" Sambil mencium kening istrinya. Lalu turun dari Altar. Karena sepertinya adiknya Biangca dan Jeremy juga ingin mengucapkan selamat kepada Dominic dan Isabella.

Dante sedikit menyenggol Jeremy karena melihat Jeremy berjalan bersama dengan Lily.

"Adiknya dari Nyonya juga tak kalah cantik Asisten Jeremy" bisik Dante dengan tersenyum penuh muslihat.

Jeremy hanya diam saja, tidak mau menjawab apa yang di ucapkan Dante barusan. Ia tetap berjalan di belakang Lilly yang menggandeng Damian.

"Apa yang kamu bisik kan sama Jeremy Beb?" Biangca terlihat penasaran.

"Ini rahasia para lelaki Beby" Jawab Dante sambil menggendong si kembar Alexa.

1
meliana
kalian semua jangan lupa mampir yah, di jamin seru dengan cerita cerita author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!