NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:387.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sumber keributan itu asalnya dari kamar Cakra dan Risa. Yuni berseru panik, memanggil-manggil nama Cakra dan suaminya tanpa henti.

"Cepat Cakra!".

"Kenapa, Ma?" Cakra ngos-ngosan ketika sampai di kamar.

"Mas—"

"Cakra, cepat bawa Risa ke rumah sakit, Risa udah pecah ketuban," perintah Yuni panik.

Tatapan Cakra jatuh pada genangan air kekuningan di sekitar kaki Risa. Keadaan Risa pun mengenaskan, nampak meringis kesakitan.

Cakra berjalan mendekat, "Sa, udah kerasa sakit perut kamu?"

"Sakit, Mas," jawab Risa menggigit bibirnya. Tidak sanggup menatap Cakra lama-lama. "Tapi sakitnya masih hilang timbul gitu."

"Sakit banget?" Cakra mulai menuntun Risa berjalan. Melewati genangan air ketuban yang berceceran di lantai dengan hati-hati.

"Iya, sakit banget."

"Tahan ya, kita ke rumah sakit sekarang." Cakra mengusap keringat yang mengalir di dahinya. Melihat Risa yang terus meringis menahan sakit, ia ikutan mules. Ketika menuruni anak tangga, Cakra membopong Risa, takut akan kenapa-kenapa, sebab Risa hanya bisa berjalan pelan.

Hadrian dan Yuni mengikuti mereka ke rumah sakit menggunakan mobil yang lain sambil membawa tas berisi perlengkapan melahirkan yang sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari. Sementara Cakra dan Risa ditemani oleh salah seorang pekerja mereka yang nantinya akan menjadi pengasuh bayinya Risa.

Perjalanan ke rumah sakit memerlukan waktu lima belas menit, Risa merasakan sakitnya kontraksi semakin intens dan sering. Rasanya seperti kram saat sedang menstruasi, namun lebih sakit berkali-kali lipat.

"Mas, sakit banget," keluhnya saat turun dari mobil.

Cakra tidak tahu harus bagaimana selain menyuruh Risa untuk bersabar, membisikkan kata sayang sebagai penyemangat, sesekali ia mengusap perut Risa.

Beberapa petugas membawa Risa ke ruang bersalin. Bergerak cepat memeriksa keadaan Risa dan bayinya.

......................

"Risa malam ini sedang melahirkan, Dis."

Disa mendapatkan pesan dari mantan papa mertuanya. Ia bilang, malam ini Risa sedang melahirkan anak Cakra. Anak yang akhirnya menjadi anak pertama sekaligus cucu pertama di keluarga Cakra.

"Semoga selamat dan sehat ibu serta bayinya, Pa."

Mengirim balasan untuk Hadrian, Disa menghela napas kemudian mendengkus. Memangnya ia peduli jika Risa melahirkan atau apa? Whatever! Disa sama sekali tidak ingin tahu apa lagi peduli.

Daripada mengurusi hidup si pelakor itu, mending Disa memikirkan dirinya sendiri yang sebentar lagi juga akan melahirkan. Sebuah pikiran konyol tiba-tiba melintas di benak Disa. Rasanya sebal mengingat dulu Cakra melakukannya terhadap Disa dan Risa di waktu yang hampir bersamaan sehingga jarak kelahiran anak mereka pun berdekatan.

"Sialan!"

Kalau tahu dulu Cakra telah berselingkuh dan berkhianat, Disa tidak akan sudi melayani. Entah sudah berapa kali Disa berbagi milik Cakra dengan Risa tanpa sepengetahuannya. Rasanya ... Sangat kesal dan jijik. Disa sampai bergidik ngeri.

Disa meletakkan ponselnya ke atas nakas, kemudian turun dari tempat tidurnya. Ia berjalan keluar kamar, mencari sesuatu yang bisa ia makan di kulkas sebagai camilan malam. Ibu hamil gampang merasa lapar.

Ia menemukan sisa martabak manis di meja dapur yang tadi dikirimkan Tante Wulan, katanya Rayyan yang beli. Entah mengapa Rayyan tidak pernah memberikan sendiri sesuatu yang ia belikan untuk Disa, selalunya Tante Wulan yang memberikan. Kenapa?

Disa juga tidak tau. Pokoknya sekarang Rayyan jarang nongol.

Kembali ke kamar, Disa membawa beberapa potong martabak manis serta susu kotak rasa plain yang ia ambil dari dalam lemari pendingin. Ia rasa, kedua makanan itu bisa mengganjal perutnya.

"Kalian udah malem belum bobok, ya? masih nendang-nendang perut mama aja," Disa terkekeh merasakan gerakan aktif di dalam perutnya, terasa sangat jelas. Kira-kira, sedang melakukan apa si kembarnya di dalam perut sana?

"Kalian tidur dong biar mama juga bisa tidur." Disa meminum susu kotaknya sambil melihat ponselnya yang menyala. Rupanya ada satu DM yang masuk di Instagram.

Disa membuka pesan tersebut. Sebuah foto.

"Mbak Disa ... Ini Mas Cakra, kan? Mas Cakra bareng sama siapa, Mbak, perempuan hamil itu? Itu bukan Mbak Disa, kan?"

Disa membeku. Foto itu dari salah satu followers yang dulu setia mengikuti konten-konten Disa bersama Cakra. Foto pada saat Cakra menggendong Risa ke dalam rumah sakit.

Jadi selama ini belum ada satu pun orang yang tahu alasan sebenarnya Disa dan Cakra bercerai. Semuanya tertutup rapat, Cakra dengan sangat apik dan rapi menjaga nama baik dan reputasinya. Status Risa sebagai istrinya pun masih tertutup dari publik.

Tapi selayaknya tupai, meskipun ia sangat pandai dalam melompat, pada akhirnya ia akan terjatuh.

Mengabaikan pesan itu, Disa mengembalikan ponselnya ke atas meja. Tak perlu lah ia sibuk mengklarifikasi atau menjelaskan ini itu. Disa yakin, netizen yang pintar akan dengan mudah menyimpulkan sendiri semua yang sudah terjadi.

Foto Cakra yang sedang menggendong perempuan hamil selain Disa, itu sudah pasti menjelaskan segalanya.

Bukan salah Disa kan kalau pada akhirnya reputasinya menjadi buruk? Itu salah Cakra sendiri.

......................

Sementara itu di rumah sakit, tangisan bayi perempuan itu akhirnya terdengar setelah melewati proses yang lama, hingga berjam-jam. Bayi perempuan cantik dengan berat tiga kilo itu lahir dengan selamat dan sehat, tangisannya terdengar kencang.

Cakra, Yuni, serta Hadrian serentak mengucapkan syukur atas kelahiran cabang bayi yang sudah lama dinanti-nanti. Debaran jantung Cakra yang menggila semenjak mereka datang ke rumah sakit, akhirnya berangsur-angsur normal.

Ia memeluk Risa yang masih terbaring sambil terengah-engah mengatur napasnya setelah melewati perjuangan melahirkan normal yang tidak mudah. "Makasih ya, Sa, makasih," bisiknya mencium dalam kening Risa.

Risa tersenyum, memejam, merasa luar biasa bahagia mendapatkan ucapan terima kasih dari suaminya. "Kamu bakal sayangi anak kita kan, Mas?" tanya Risa.

"Kamu ini ngomong apa sih? Ya pasti aku sayang lah sama anak aku sendiri," jawab Cakra.

"Maksud aku ... Mas gak bakalan mengabaikan anak kita demi anak Disa kalau anaknya Disa udah lahir, kan?"

Cakra menghela napas. "Aku pasti akan adil sama anak-anakku, semuanya akan mendapatkan kasih sayang yang sama rata."

Risa tersenyum tipis, "Mas udah nyiapin nama buat anak kita?"

"Udah," Cakra mengangguk. "Aku mau kasih dia nama ... Vania Zara. Kamu setuju?"

Tak mungkin Risa tidak setuju, apa pun keputusan Cakra ia akan terima. "Bagus namanya, Mas, aku suka."

Seorang perawat perempuan menghampiri Cakra sambil menggendong bayi yang baru lahir itu. "Pak, anaknya bisa diadzani dulu," ujarnya.

Dengan hati-hati, Cakra menerima bayi itu. Gerakannya sangat kaku, karena ini adalah pertama kalinya ia menggendong bayi.

"Hati-hati, Cak, bisa nggak?" tanya Hadrian.

"Bisa, Pa."

Di sebelah Hadrian, Yuni menatap tidak sabar. Ingin segera mendekap dan menggendong cucunya.

Cakra melangkah agak jauh dari ranjang, Risa sedang ditangani oleh beberapa perawat dan dokter.

Sebelum melantunkan adzan seperti yang diperintahkan, Cakra menatap lekat-lekat baby Zara. Keningnya mengernyit tipis, merasa heran, namun Cakra tepis keheranannya itu. Ia segera mengumandangkan adzan dan iqomah di telinga kanan dan kiri Zara.

Setelah selesai adzan dan iqomah, barulah Cakra mengamati bayinya lagi. Kali ini lebih cermat dari pada yang sebelumnya.

"Kenapa ... enggak ada mirip-miripnya sama aku, ya?"

Yuni mendekat, "Cakra, udah belum? Biarin mama gendong dulu sebentar sebelum dikasih ke perawat lagi," pintanya.

Cakra menoleh ke arah mamanya, membisikkan keheranannya dengan suara lirih, "Ma, kok dia gak mirip sama sekali sama aku ya?"

Menatap bergantian antara Cakra dan bayi, Yuni berdecak lirih, "Wajah bayi masih bisa berubah-ubah, Cak. Wajar kalau baru lahir nggak mirip sama kamu, nanti kalau udah agak gedean pasti mirip lah."

...****************...

1
SisAzalea
bagus Disa...sering ketawa juga nggak papa kok..bumil bahagia .lagian anak2 mu sudah ditunggu calon Daddy Rayyan.
Farida Dalle
setuju aq tuh sm si Rayyan, klu mau berterimakasih ke Risa,krn Risa mengambil Cakra jd Rayyan bisa nikahin Disa,iya khan
😂🥰🥰
Farida Dalle
Betul sekali, Rayyan gak usah tunggu setahun, kelamaan... tuh si Cakra agresif, pokoknya aq setuju bulan depan nikahnya, 🤭koq aq yg jad buru2🤣😂
Farida Dalle
Duh... senangnya yg dikasi semangat sebelum menghadapi operasai, pokonya hrs semangat Dis, tuh sdh ada yg nunggu jadi calon bpknya si kembar, hehe... aq padamu Rayayan🥰😂🤣
Farida Dalle
Benar sekali thor, jd gak sabaran, ingin lht gmn menyesalnya Cakra dan ibunya si Yuni itu pas tahu klu bayi yg dikandung Risa bukan darah daging Cakra, nyesel2 deh, enang enak tidur sm perempua kek si Risa, Risa itu🤭
Farida Dalle
Nah lho, Risa... hati2🤔
Niza Neza
disa aneh sama orang yg sdh ngancurin rumah tangganya aja sok pema'af sok bijak laaa ini dengerin omongan orang iri dengki aja jd sewot. kemana pikiran sok binak muuu
Kembarr Kembaarr
kemungkinan risa bkn anak kandung dr ayah disa. karna selalu di sembunyikn keberada'annya
Kembarr Kembaarr
kalau risa msh punya malu dn sedkit harga diri risa akan pergi jauh dr kota itu.
Niza Neza
Nahh mulai kebusukannya hadir dngn sendirinya. apem busuk akann tetap busuk. kebejatan pelakor itu akan tetap bejat
Niza Neza
mboyao jngn cuma mintak ma'af doang. kasih ATM yg isi nya banyak itu lbh ber manfa'at.
Niza Neza
bangkai di tutupi dn di sembunyikn sprt apa pun akan tetap ter cium baunya
jngn jd orang bodoh cakraas..... Apem busuk yg sdh kamu nikmati itu akan tetap busuk sampek kapan pun
Niza Neza
kenapa cakra merasa ter coreng nama baiknya. kelakuan aja bejad mintak di sanjung dn di hormati trs
Niza Neza
ini contoh ayah yg baik.dn punya prinsip. tdk sprt ibu nya yg mendukung sfat bejad anak dn perempuan rombeng yg jd menantunya. sesama perempuan ko seneng punya menantu pelakor. alangkah bodohnya si ibu ini
Niza Neza
itu yg namanya sahabat terlaknat. smg di laknat dunia akhirat
Dewi 1234
cerita nya bagus thoorrr...cuman sayang riska dan disa ketukar2
Sky: oke, aku revisi ya kak. makasih masukannya ❤️
total 1 replies
Dewi 1234
kok disa..harus nya riska...bikin bingung aja...
Dewi 1234
oke
Samsiah Yuliana
lagi seru² nya Thor 😓
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏
yazelin
bagus ceritanya seru
kayak di kisah nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!