Asisten Duda CEO Tajir Melintir
Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.
Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.
Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebangkitan Victor wisley
Suasana ruang pusat energi berubah mencekam.
Tidak ada seorang pun yang berbicara.
Tatapan semua orang tertuju pada pria berambut perak yang berdiri di samping Selena Ashcroft.
Victor Wesley.
Pria yang selama puluhan tahun diyakini telah meninggal.
Kini berdiri di hadapan mereka dengan senyum tipis yang sulit ditebak.
Alexander melangkah maju dengan napas memburu.
"Jadi..."
"Kau benar-benar masih hidup."
Victor mengangguk pelan.
"Sudah kubilang."
"Kematian hanyalah cara termudah untuk menghilang."
Galaxy menatap Victor tanpa berkedip.
"Semua ini..."
"Adalah rencanamu?"
Victor tersenyum.
"Sebagian."
"Leonard memang berguna."
"Tapi dia bukan orang yang mengendalikan permainan."
Leonard menundukkan kepala.
Ia tidak membantah.
Galaxy akhirnya menyadari...
Selama ini Leonard juga hanya menjadi bidak dalam permainan Victor.
Grizella memandang Victor dengan tatapan tajam.
"Kenapa Anda menghancurkan begitu banyak kehidupan?"
Victor menoleh kepadanya.
Karena pertanyaan itu...
ia justru tersenyum.
"Hidup bukan tentang benar atau salah."
"Tapi tentang siapa yang cukup kuat untuk bertahan."
Grizella menggeleng.
"Kalau itu prinsip Anda..."
"Saya tidak akan pernah setuju."
Victor tertawa pelan.
"Kau memang sangat mirip Elena."
Selena melangkah ke depan.
"Waktu kita tidak banyak."
"Katakan tujuanmu."
Victor mengangguk.
Ia menatap Galaxy.
"Aku ingin Wesley Corporation."
Tatapannya lalu beralih kepada Grizella.
"Dan aku ingin pewaris terakhir."
Galaxy langsung berdiri di depan Grizella.
"Kau tidak akan mendapatkan keduanya."
Victor tersenyum dingin.
"Benarkah?"
Tanpa peringatan...
Seluruh ruangan tiba-tiba dipenuhi suara mekanis.
Klik... Klik...
Dinding-dinding baja bergeser.
Puluhan penjaga The Black Crown keluar dari lorong tersembunyi.
Mereka mengepung Galaxy dan rombongannya.
Aaron segera berdiri di sisi Galaxy.
"Jumlah mereka terlalu banyak."
Alexander mengepalkan tangan.
"Victor sudah mempersiapkan ini."
Victor memasukkan kedua tangannya ke saku jas.
"Aku sebenarnya tidak ingin menggunakan kekerasan."
"Tapi kalian terlalu keras kepala."
Galaxy menatapnya tajam.
"Kalau begitu..."
"Coba ambil kami."
Kalimat itu membuat Victor tertawa.
"Keberanianmu mengingatkanku pada ayahmu."
"Tapi sayangnya..."
"Keberanian saja tidak cukup."
Grizella melangkah ke samping Galaxy.
"Saya tidak akan bersembunyi di belakang Anda."
Galaxy menoleh.
"Aku tahu."
"Tapi aku tetap akan melindungimu."
Grizella tersenyum tipis.
"Kalau begitu..."
"Kita hadapi mereka bersama."
Untuk pertama kalinya...
Galaxy tidak lagi melihat Grizella sebagai asisten yang harus ia lindungi.
Melainkan sebagai pasangan yang berdiri sejajar dengannya.
Tatapan mereka saling bertemu.
Dipenuhi keyakinan yang sama.
Victor memperhatikan keduanya.
"Luar biasa."
"Cinta memang membuat manusia menjadi bodoh."
Galaxy tidak terpancing.
Ia hanya berkata pelan,
"Justru karena aku mencintainya..."
"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya."
Kalimat itu membuat Grizella menoleh.
Wajahnya memerah.
Galaxy akhirnya mengatakannya secara jelas.
Di tengah situasi paling berbahaya.
Namun sebelum Grizella sempat menjawab...
Victor mengangkat tangannya.
Puluhan penjaga langsung mengokang senjata.
"Kalau begitu..."
"Buktikan cintamu."
"Serang mereka."
Suara langkah kaki memenuhi ruangan.
Puluhan penjaga berlari ke arah Galaxy dan rombongannya dari segala sisi.
Pertarungan yang sesungguhnya pun akhirnya dimulai.
Puluhan penjaga The Black Crown menyerbu dari segala arah.
Suara langkah kaki mereka menggema di ruang pusat energi.
Galaxy segera menarik Grizella ke belakangnya.
"Aaron, lindungi Elena!"
"Alexander, bersama Adrian cari jalan keluar!"
"Baik, Tuan!"
Semua bergerak sesuai perintah.
Penjaga pertama mengayunkan tongkat logam ke arah Galaxy.
Dengan sigap, Galaxy menghindar lalu menangkis serangan itu. Ia memutar tubuhnya dan mendorong lawan hingga terjatuh.
Dua penjaga lainnya langsung menyusul.
Aaron ikut membantu, menghadang mereka agar tidak mendekati Grizella dan Elena.
Ruangan berubah menjadi kacau.
Suara benturan logam dan teriakan memenuhi udara.
Di sisi lain, Alexander dan Adrian berlari menuju panel kendali darurat.
"Kita harus membuka pintu keluar!"
kata Adrian.
Alexander mengangguk.
Namun saat panel hampir berhasil diaktifkan, layar tiba-tiba berubah merah.
AKSES DITOLAK
"Sial..."
gumam Alexander.
"Victor sudah mengambil alih seluruh sistem."
Grizella membantu Elena yang masih terlihat lemah.
"Ibu, bertahanlah."
Elena mengangguk pelan.
"Aku baik-baik saja."
Tiba-tiba seorang penjaga berhasil menerobos pertahanan Aaron dan berlari ke arah mereka.
Grizella refleks mengambil batang besi yang tergeletak di lantai.
"Awas!"
Ia mengayunkannya hingga mengenai tangan penyerang.
Senjatanya terlepas.
Galaxy yang melihat kejadian itu segera melumpuhkan penjaga tersebut.
Ia menatap Grizella dengan bangga.
"Kau hebat."
Grizella tersenyum tipis.
"Saya belajar dari CEO yang keras kepala."
Di tengah kekacauan, Galaxy masih sempat tersenyum mendengar jawabannya.
Sementara itu, Victor hanya berdiri mengamati.
"Menarik."
"Semakin ditekan, mereka justru semakin kuat."
Selena meliriknya.
"Mau aku akhiri sekarang?"
Victor menggeleng.
"Belum."
"Aku ingin melihat sejauh mana Galaxy mampu melindungi semua orang."
Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari sisi timur ruangan.
BOOM!
Dinding beton runtuh.
Asap tebal memenuhi lorong.
Dari balik kepulan debu muncul beberapa orang berpakaian taktis dengan lambang burung elang di lengan mereka.
Pemimpinnya mengangkat senjata ke arah penjaga The Black Crown.
"Jatuhkan senjata!"
Galaxy mengernyit.
"Siapa mereka?"
Pria itu menurunkan penutup wajahnya.
"Aku Komandan Ethan Ward."
"Kami dari satuan investigasi internasional yang telah memburu The Black Crown selama bertahun-tahun."
Victor yang semula tenang akhirnya berubah ekspresi.
"Jadi... kalian berhasil menemukannya."
Ethan tersenyum tipis.
"Permainanmu berakhir di sini, Victor."
Namun Victor justru tertawa pelan.
"Kalau kau yakin..."
Ia menekan sebuah tombol kecil yang tersembunyi di cincin yang dikenakannya.
Di saat yang sama, lantai di bawah Galaxy, Grizella, dan Elena tiba-tiba retak.
KRAAAK!
Sebelum sempat menghindar, lantai runtuh.
Galaxy langsung meraih tangan Grizella.
Namun tubuh mereka tetap terjatuh ke dalam lorong gelap yang berada jauh di bawah markas.
Jeritan Grizella menggema di tengah kegelapan.
Sementara di atas, Victor memandang lubang besar itu dengan senyum dingin.
"Selamat datang di tahap berikutnya."
Tubuh Galaxy dan Grizella meluncur jatuh ke lorong gelap di bawah markas Black Haven.
Galaxy memeluk Grizella erat, memutar tubuhnya agar dirinya menahan benturan.
Brak!
Mereka mendarat di atas tumpukan pasir dan puing-puing.
Debu memenuhi udara.
"Grizella!"
Suara Galaxy terdengar cemas.
Grizella perlahan membuka mata.
"Saya... saya tidak apa-apa."
Galaxy mengembuskan napas lega.
Syukurlah, hanya beberapa luka ringan akibat benturan.
Di atas, Aaron berteriak panik.
"Tuan Galaxy!"
"Grizella!"
Alexander dan Adrian berusaha mendekati lubang yang runtuh, tetapi Selena memerintahkan para penjaga kembali menyerang.
"Jangan biarkan mereka menyusul!"
Ruangan kembali dipenuhi pertempuran.
Elena menatap ke arah lubang dengan wajah pucat.
"Galaxy..."
"Tolong jaga putriku."
Di dasar lorong, Galaxy menyalakan senter kecil dari jam tangannya.
Cahaya redup menyingkap sebuah terowongan batu yang sangat tua.
Dindingnya dipenuhi ukiran lambang keluarga Wesley dan keluarga Hart.
Grizella menyentuh salah satu ukiran itu.
"Tempat apa ini?"
Galaxy menggeleng.
"Aku juga baru pertama kali melihatnya."
Mereka berjalan perlahan menyusuri lorong.
Beberapa meter di depan, mereka menemukan sebuah pintu batu raksasa.
Di atasnya terukir sebuah kalimat:
"Hanya pewaris sejati yang dapat membuka gerbang ini."
Saat Grizella mendekat, liontin di lehernya kembali memancarkan cahaya.
Pintu batu bergetar pelan.
Grrr...
Lalu perlahan terbuka.
Di baliknya terbentang sebuah ruangan bawah tanah yang megah.
Di tengah ruangan berdiri sebuah peti besi kuno.
Di atas peti itu terdapat lambang gabungan keluarga Wesley dan Hart.
Galaxy menatapnya penuh tanda tanya.
"Apakah ini..."
Grizella mengangguk pelan.
"Rahasia yang selama ini diperebutkan."
Sementara itu, di ruang pusat energi, Komandan Ethan Ward dan pasukannya berhasil memukul mundur sebagian besar penjaga The Black Crown.
Victor memandang keadaan itu tanpa panik.
Ia menoleh kepada Selena.
"Biarkan mereka sibuk di sini."
"Galaxy akan melakukan sisanya untuk kita."
Selena mengangguk.
"Kau yakin dia akan membuka peti itu?"
Victor tersenyum tipis.
"Dia tidak punya pilihan."
Kembali ke ruang bawah tanah...
Galaxy memperhatikan mekanisme peti besi.
Tidak ada lubang kunci.
Hanya sebuah cekungan berbentuk liontin.
Grizella perlahan melepaskan liontinnya.
"Apa kita benar-benar akan membukanya?"
Galaxy menatapnya.
"Keputusan ada di tanganmu."
Grizella menarik napas panjang.
Semua pengorbanan ibunya.
Semua kematian.
Semua kebohongan.
Berawal dari rahasia yang ada di depan mereka.
Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia memasukkan liontin ke dalam cekungan.
Klik...
Peti besi mulai terbuka.
Namun alih-alih emas atau dokumen...
Di dalamnya hanya ada sebuah amplop tua dan sebuah kotak logam kecil.
Galaxy mengambil amplop itu.
Di bagian depannya tertulis dengan tulisan tangan Elena:
"Untuk Galaxy dan Grizella. Jika kalian membaca surat ini, berarti kalian telah berhasil menemukan kebenaran yang selama ini kusembunyikan."
Galaxy dan Grizella saling berpandangan.
Mereka sadar...
Rahasia terbesar keluarga Wesley dan Hart baru saja akan dimulai.