"Kamu adalah budakku Radini Prastiwi Sukarna dan kamu tidak akan bisa lepas dari cengkramanku!"
"Aku adalah abdi setiamu wahai iblis..."
Radini Prastiwi Sumarna, seorang perempuan keturunan bangsawan yang menjadi pewaris sebuah tradisi keluarga, bukan tradisi sembarangan karena keluarga itu merupakan keturunan perempuan pemuja iblis dan Radini terpilih sebagai penerus keluarga untuk melanjutkan jejak leluhurnya.
Apakah dia akan tetap memegang teguh ritual keluarganya sebagai pemuja iblis atau justru dia akan bertaubat setelah dia bertemu Dirga Bintang Darmawan yang menjadi targetnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Musuh yang kuat
"Ayahanda, bayangannya" ucap Argadana juga muncul setelah mendengar teriakan Sahara.
Gandra melihat ke arah bawah, dia melihat bayangan sosok bertanduk sedang berlari ke arah gubuk para pekerja Bintang dan Anggadana segera melemparkan bola api ke arah sosok itu.
"Rasakan ini setan laknat!" ucap Gandra juga melemparkan pedangnya.
Dhuar.
"Aahhhkk!"
Para pekerja Bintang berteriak karena mereka terkejut mendengar bunyi ledakan di depan gubuk tempat mereka berlindung, tapi tidak ada api ataupun asap yang terlihat karena yang bisa melihatnya hanyalah para jin dan juga manusia yang punya kemampuan khusus.
"Hhhrrr... aku tidak akan menyerah sampai tanah Bagaskara ini jadi milikku!" ucapnya mendorong Dirga sampai terpental dan Rukmini segera melindungi Dirga.
"Astagfirullah" ucap Dirga
"Kamu tidak apa apa nak?" tanya Rukmini karena Dirga terluka di bagian sikunya.
"Tidak apa apa nek, sosok itu punya energi yang begitu besar, dia lebih kuat dari kita jadi jangan pernah melawannya sendirian, dia berbeda dengan para sosok yang pernah kalian kalahkan" jawab Dirga
"Nenek akan hati hati tapi sekarang lahan Bagaskara mungkin tidak aman, segera selesaikan pekerjaan kalian dan pergi dari tempat ini, aku akan memanggil Uyung untuk berjaga di sini" ucap Rukmini dan Dirga mengangguk.
"Ibunda, di sini tidak aman, biar nanti kami minta Om tokek untuk berjaga di sini" ucap Argadana
"Hiks... iya, jaga yang hati hati, iblis itu sepertinya kuat karena cah Bagus Sahara jadi terluka" jawab Sahara memeluk Bintang
"Aku tidak apa apa Sahara, aku baik baik saja" bujuk Bintang mengusap rambut Sahara karena dia khawatir Sahara kehilangan kesadarannya dan berubah jadi jahat.
Para pekerja yang melihat keadaan sudah mulai aman langsung mendekati Bintang dan Dirga yang terduduk lemas di pematang sawah, mereka menuntun keduanya ke dalam gubuk dan memberikan keduanya minum.
"Ini pertama kali ada kiriman gaib seperti ini ke lahan Aden" ucap Herman
"Iya, apa kang Deden tidak apa apa?" tanya Bintang
"Tidak apa apa den, Deden sepertinya hanya perlu istirahat saja, tapi Rahmi terluka lehernya karena di cakar Deden tadi" jawab seorang pekerja.
"Nanti akan di antar kang Herman ke puskesmas atau ke rumah sakit saja sekalian supaya di rawat di sana, kang Deden juga" ucap Bintang
"Kami tidak akan mengatakan apapun pada warga tentang masalah ini, kami tahu ini adalah gangguan dari pihak lain, karena mereka ingin memfitnah Aden" ungkap salah seorang pekerja.
"Terima kasih, ini memang fitnah, saya tidak pernah menggunakan pesugihan apapun apalagi melakukan hal hal mistis seperti menumbalkan manusia" ungkap Bintang
•••••••••••••••
Di tempat Galuh.
"Maaf, tapi tidak ada yang boleh masuk kedalam area lahan tuan Galuh"
Itu adalah Hala yang menyamar menjadi manusia, dia meminta Radini untuk pergi karena dia sudah di beritahu Rukmini kalau lahan Bintang jadi tidak aman setelah di masuki Radini. Dia yang melihat Radini keluar dari mobil Sigit segera menghampiri keduanya dan melarang Radini masuk.
"Tapi kenapa pak?" tanya Radini yang tahu kalau Hala bukanlah manusia.
"Karena lahan tuan Galuh sudah kosong, semua padi sudah di angkut ke Jakarta dan di dalam sedang ada pertemuan keluarga" jawab Hala melirik Sigit yang sepertinya sudah tahu alasan Hala melarang Radini masuk.
"Baiklah, tidak apa apa, kak Sigit apa bisa mengantar saya pulang?" tanya Radini
"Di depan ada tukang ojek, pergilah dengan ojek itu karena Sigit harus mengambil barang milik tuan Galuh di dalam, mungkin akan memakan waktu lama" ucap Hala
"Eh... bagaimana ya nyai?" tanya Sigit merasa tak enak.
"Tidak apa apa, saya akan pulang naik ojek saja" jawabnya mengusap bahu Sigit tapi tangannya langsung terasa panas.
"Sstt.."
"Kenapa nyai?" tanya Sigit
"Tidak.. tidak apa apa, hanya sedikit pegal saja karena terbiasa naik mobil" jawab Radini.
"Maaf sekali ya nyai, saya jadi merasa tidak enak" ungkap Sigit dan Radini mengangguk.
Radini pergi sambil menyembunyikan luka memerah di telapak tangannya setelah menyentuh Sigit, tadinya dia ingin memasukkan pengaruhnya pada Sigit agar saat Sigit masuk pengaruh Radini bisa ikut ke dalam rumah Galuh dan membuat pagar gaib di rumah Galuh jadi menipis dan hancur.
Tapi Radini gagal, dia tidak tahu kalau Sigit memiliki khodam seorang raja jin harimau jadi itu tidak akan mempan padanya, di tambah Hala juga seorang raja di rawa congkrang, jadi meskipun Hala tidak tahu ilmu atau khodam apa yang di miliki Radini, Hala bisa merasakan kalau Radini akan membahayakan lahan dan rumah Galuh kalau dia sampai masuk ke dalam.
"Sial! kenapa tanganku memerah, yang mulia Luca, kenapa aku bisa terluka?" tanya Radini mengusap gelang yang dia pakai.
"Aku sudah menghancurkan pagar gaib di lahan dan rumah Bintang, makanya tadi kamu tidak terlindungi, tidak apa apa kamu tidak bisa masuk ke lahan Galuh karena tujuan pertama kita adalah lahan Bintang terlebih dahulu" jawab Iblis Luca
"Orang orang di sana juga unik yang mulia, karena ternyata beberapa orang di tempat Bintang bisa melihat kuntilanak dan nenek nenek yang melindungi lahan Bagaskara" ucap Radini
"Mereka memang manusia terpilih yang bisa melihat hal gaib, tapi mereka bukan tandingan ku Radini, tetap lakukan ritualmu dan jangan pernah khawatir, tanah Bagaskara akan segera jadi milikmu" ucap Luca
"Termasuk Dirga, dia laki laki bersih dan aku ingin mengotorinya" sambung Radini
"Hahahahha"
Sementara di rumah Galuh, Sigit terkejut setelah tahu kalau Bintang dan Dirga terluka karena melawan sosok yang tidak terlihat dan begitu kuat bahkan sampai mampu menghancurkan pagar gaib yang di buat empat sosok terkuat di tempat itu.
"Lalu bagaimana cara kita melindungi lahan Bagaskara?" tanya Galuh
"Kita harus membuat pagar baru, tapi bukan pagar biasa karena pagar itu harus di buat oleh lima raja jin Islam yang terkuat, sepertinya yang menyerang lahan Bagaskara adalah sosok Iblis" jawab Badaruddin
"Siapa saja sosok itu? Kalau untuk di sini ada kamu, Gandra dan aku, tapi siapa dua lagi?" tanya Hala
"Raja Buto ijo Kalandra dan raja hutan larangan Sagara Danendra" jawab Badaruddin
"Sagara manusia" ucap Galuh
"Tapi dia di jadikan raja oleh para jin di tempatnya, dia di panggil paduka Sagara oleh para jin itu, atau kamu juga bisa mengundang Jalaga, raja pocong peliharaan Karso" jawabnya Badaruddin
"Ya, dia juga kuat, Jalaga saja tapi kalau bisa energi Sagara juga kita perlukan" ungkap Hala
"Aku akan meminta adikku untuk membawa energi Sagara ke sini, kita harus cepat karena Iblis ini begitu kuat" jawab Badaruddin