NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7 UKS

Lylac akhirnya setuju diantar ke UKS. Kepalanya pusing. kerja kemarin malam menguras tenaga ternyata.

"Akhirnya kamu sakit juga Lylac. Aku tidak menyangka." Mika berputar-putar di sekitar Lylac dan Riri yang berjalan menuju ke UKS. "Padahal kupikir kamu itu titisan robot yang enggak bisa capek! Tapi kalau sakit gini, aura misteriusmu agak berkurang tahu, jadi kelihatan kayak manusia biasa."

Lylac melirik sebentar ke hantu cantik itu.

"Kemarin lembur tah?" Selidik Riri.

"Enggak, tapi memang agak ramai aja," sahut Lylac.

Riri mengerti. Dia paham anak ini punya kerjaan sampingan. Lalu membimbing temannya menuju ke UKS.

Sesampainya di UKS.

"Kamu pucat sekali," kata penjaga UKS. Lylac hanya tersenyum dan mengangguk tipis.

"Dia lelah, tapi kena hukum dijemur, jadinya tambah pucat Bu." Riri menjelaskan.

"Enggak bawa topi?" tanya penjaga UKS paham.

"Iya, Bu."

Bibir beliau hanya tersenyum tipis mengerti. Sudah kebiasaan dari jaman dulu soal itu.

"Aku kasih obat terus kamu tidur. Ini butuh tidur biar mendingan."

"Iya Bu."

Riri yang mendengarkan ikut mengangguk.

"Kamu rebahan dulu, Ibu cari obatnya," kata Bu Hani.

"Aku langsung pamit kembali ke kelas, ya. Enggak enak sama anak-anak," ujar Riri.

"Makasih ya ..."

Riri mengangguk.

"Aku balik kelas. Tidur beneran ya," pesan Riri. Lylac mengangguk. "Bu, saya permisi."

"Ya."

Riri berjalan keluar dari UKS. Menutup pintu pelan dan berjalan di koridor. Disana dia bertemu Evan. Riri tersenyum tipis. Dia menyapa karena Evan teman Nuno yang satu geng sama dia anak OSIS juga.

"Di dalam ada petugasnya?"

"Ada."

"Oke. Terima kasih."

"Ya."

"Tunggu, kamu temannya Lylac kan?" tegur Evan.

Riri menghentikan langkahnya dan menoleh. Cowok itu tahu Riri mungkin karena Nuno sering ngobrol sebagai sesama anak OSIS.

"Iya. Aku sedang nganterin dia barusan."

"Jadi anak itu ada di dalam?" tunjuk Evan ke arah pintu UKS.

"Ya. Dia pusing. Kan habis kena hukum di jemur tadi."

Evan mengangguk. Dia tahu itu. "Oke. Terima kasih."

"Ya." Riri berbalik dan meninggalkan cowok ini menuju ke kelasnya. Sementara Evan menatap pintu UKS. Seperti menimbang mau masuk apa tidak. Sesekali ia meringis. Sepertinya ada sesuatu dengan tangannya.

Klek.

Pintu UKS terbuka. Bu Hani muncul. "Ngapain di depan pintu?"

Evan tersenyum tipis dan Hormat.

"Kenapa? Tanganmu sakit lagi?" tanya Beliau paham.

"Ya, Bu. Ngilu."

"Ayo masuk." Bu Hani yang mungkin tadi ingin keluar urung. Beliau masuk lagi.

"Kya!!!! EVAN LYLAC!! EVAN!!!" Mika yang masih berkeliaran di ruang UKS terkejut melihat cowok ganteng ini masuk ruang UKS. Dia melayang mendekati ranjang Lylac. Lalu bolak-balik menatap pintu dan Lylac. "Lylac, bangun! Ya ampun... jantungku mau copot padahal aku udah enggak punya jantung! Evan masuk, Lylac! Duh, kenapa sih pas momen begini kamu malah merem?!"

Evan mengikuti dari belakang. Ia ingat kata cewek tadi. Gadis hantu itu ada disini. bola matanya melirik.

"Ada anak sakit. Tadi kena hukum dijemur." Bu Hani tahu kalau Evan melihat ke sekitar. "Ayo duduk. Aku lihat keadaan tanganmu." Beliau sudah siap memeriksa Evan.

Cowok ini patuh.

"Aku akan kasih salep. Jangan main basket dulu," pesan beliau ramah.

"Ya, Bu." Mata Evan melirik lagi ke arah ranjang dimana Lylac berbaring.

"Tunggu. Kenapa enggak ada?" Bu Hani mencari-cari salepnya.

Mika bergelantungan terbalik di tiang tirai, menatap wajah Evan dari dekat dengan binar mata yang campur aduk.

"Gantengnya enggak berubah... Tetap bikin aku deg-degan kayak waktu aku masih hidup dulu," bisik Mika lirih, sebelum nadanya berubah cemberut saat menyadari ke mana arah pandangan mata cowok itu. "Ih, tapi curang banget ya, sekarang matanya lari-lari terus ke arah kamu, Lylac! Dulu boro-boro dia ngelihatin aku kayak gini!"

Saat itu Lylac membuka mata. Ia berusaha bangun perlahan sambil sedikit menahan pening di kepalanya. Saat sudah sadar sepenuhnya ia baru menyadari ada yang sedang memandanginya. Lylac menoleh.

Evan. Cowok itu sedang menatapnya.

Bola mata cewek ini mengerjap. Heran. Lalu ia melihat ke sekitar seakan memastikan bahwa dirinya masih berada di ruang UKS.

"Kamu enggak salah Lylac. Kamu masih di UKS kok." Mika tahu Lylac bingung. Mika meluncur turun, mendarat di atas kasur di samping kaki Lylac. "Ayo, jangan merem terus!"

Setelah yakin, lylac memutus tatapan itu dengan melihat ke arah lain.

"Diam. Aku pusing."

Evan tersentak. Tidak menduga kalau cewek itu akan terang-terangan bersikap tidak peduli padanya.

Bu Hani mendongak karena dengar suara dari ranjang Lylac. "Kamu bangun Lylac? Kamu belum minum obatnya tadi, langsung tidur." Bu Hani memberi pesan.

Lylac menggerutu dalam hati. Kenapa ada dia? "Ya, Bu."

Bu Hani yang akhirnya menemukan salep untuk Evan.

Lylac bangun dari ranjang. Evan masih memandanginya. Bahkan ketika Lylac berjalan menuju ke arahnya, mata cowok ini tak lepas darinya.

"Tidur itu memang tepat, tapi lebih baik minum obat dulu. Ini juga ada vitaminnya." Bu Hani menunjukkan obat di tangannya.

"Ya, Bu." Lylac mengangguk. Tatapan mereka bertemu lagi karena Lylac berdiri di dekat Evan.

"Saya balik ke kelas saja, Bu."

"Lho, kok kembali ke kelas?" Bu Hani heran. Beliau mendongak.

"Ya. Saya sudah tertidur tadi."

"Itu baru beberapa menit." Bu Hani yakin Lylac tidur hanya sebentar.

"Saya sudah cukup terlelap tadi."

"Baiklah. Bawa ini. Minum dikelas. jangan sampai enggak diminum." Bu Hani menyerahkan obat dalam plastik bening pada Lylac.

"Iya Bu. Terima kasih. Permisi." Lylac mengangguk.

"Ya."

"Ini salep buat kamu," ujar Bu Hani menyodorkan salep pada Evan.

Evan langsung menggeser bola matanya yang terus mengikuti kemana Lylac pergi, untuk melihat Bu Hani. "Ya, Bu. Terima kasih." Setelah menerima salep itu, Evan pamit pergi.

"Lylac! Kamu benar-benar keterlaluan ya?!" Mika memekik gemas, menepuk kedua pipinya sendiri dengan heboh. "Cowok sekelas Evan—crush nomor satuku jaman aku masih napas dulu—malah kamu ketusin begitu! Ditatap khawatir sama cowok ganteng itu harusnya bikin pusingmu langsung hilang, bukannya malah kabur!"

"Diamlah, Mika. Aku pusing." Karena yakin tidak ada orang, Lylac berani buka suara.

Mika mencibir.

"Eh, eh, lihat deh! Dia keluar dari UKS!" seru Mika tiba-tiba sambil menunjuk ke arah belakang Lylac. Wajah hantu cantik itu langsung berbinar heboh. "Dia mengikutimu, Lylac! Kyaaa! Radar matanya Evan masih mengunci punggungmu!"

Mika kemudian melesat ke belakang, berputar-putar di sekitar Evan yang berjalan dengan jarak beberapa meter di belakang mereka. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Evan, ikut-ikutan memeriksa ekspresi cowok itu meski ia tahu Evan tidak bisa melihatnya.

"Uuuu, tatapannya cemas banget, Lylac! Gemasnyaaa!" Mika kembali melesat dan melayang di samping Lylac, menyenggol lengan Lylac genit walau tangannya tentu saja menembus. "Kamu kayak mau pingsan Lylac. Langkahmu goyah."

"Makanya diamlah," mohon Lylac. Mika mengatupkan rahangnya patuh. Kasihan Lylac

Cewek ini menghela napas berat, lalu sengaja mempercepat langkah kaki.

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!