Karena suatu tragedi buruk membuat Hara Ayunda Nugraha seorang gadis yatim piatu harus kehilangan kesuciannya. Hara tak tahu siapakah pria yang telah menodainya itu karena malam sudah gelap.
Albert Hito Radjasa cucu tunggal dari keluarga Radjasa dengan terpaksa harus menikahi Hara gadis yang telah ternodai itu karena keinginan dari kakeknya William Hito Radjasa.
Albert atau yang akrab disapa Al itu merasa tak sudi jika harus menikahi Hara karena ia merasa harus bertanggung jawab pada gadis yang tanpa sengaja telah ia nodai, Albert tak ingat siapakah gadis itu. Hingga suatu kebenaran telah terungkap bahwa Hara lah ternyata gadis yang telah ia nodai.
Namun sayang, semua kebenarannya seolah tiada berguna karena Hara telah lebih dulu pergi dengan membawa serta kedua malaikat kecil yang ada di rahimnya.
Akankah Albert bisa menemukan istri dan juga anak-anaknya?.
❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan William
Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Hidup dalam kesepian sudah menjadi kesehariannya. Sang istri telah lama berpulang, putra tunggalnya beserta menantunya juga sudah tiada.
Jika tak ada sesuatu yang penting menghabiskan waktu di dalam kamarnya pun sudah menjadi kebiasaannya.
Pagi ini di dalam kamarnya tuan William sedang beristirahat, usianya yang sudah sangat tua membuat tubuhnya sering sakit sakitan. Delapan puluh sembilan tahun itulah usia tuan William.
Di rumah yang besar ini tuan William hanya hidup dengan cucu tunggalnya Albert. Albert yang memang dididik untuk menjadi seorang penerus telah tumbuh menjadi pria yang pintar tetapi sayangnya terkesan acuh dan dingin. Namun meski begitu Albert sangatlah menyayangi William.
Albert tak begitu terbuka pada William. Sedari masih kecil Albert memang selalu dididik untuk kuat dan terus tumbuh agar bisa menjadi penerus keluarga Radjasa yang diharapkan.
Dan kini William sadar jika selama ini telah membuat kehidupan cucunya menjadi palsu. William telah membuat hidup Albert penuh dengan topeng kepalsuan. Andai saja jika waktu bisa diulang, William tak ingin membuat kehidupan cucunya menjadi berdampak seperti ini.
Tok... tok... tok... tok...
Terdengar adanya ketukan pintu dan pintu kamar itu pun ada yang membukanya.
William hanya menoleh, pasti yang mengetuk pintu itu adalah Hasto, dan ternyata memang benar dia.
Sesuai perintah, Hasto benar datang untuk menemui tuannya, dan ternyata tuannya ini sedang tak sehat.
" Tuan. " seru Hasto dengan mendekati William.
" Akhirnya kamu tiba juga. " dengan suara tuanya William menyambut kedatangan Hasto.
Hasto memperhatikan tuannya, ternyata tuannya sedang sakit, seharusnya ada selang infus yang terpasang ke tubuhnya namun tidak kali ini.
Tanpa banyak basa basi Hasto pun langsung meraih sebuah kursi dan menduduki kursi itu di dekat ranjang kasur tuannya. Hasto ingin duduk lebih dekat dengan tuannya.
" Ada apa tuan?. " tanya Hasto.
" Hasto uhuk... uhuk... uhuk uhuk... "
" Tuan... " khawatir Hasto.
Masih belum sempat William menyelesaikan kalimatnya, pria tua itu sudah batuk-batuk.
Karena rasa khawatir Hasto pun akhirnya meraih segelas air yang memang sudah tersedia di dekat tuannya.
" Uhuk... uhuk... "
" Minumlah dulu tuan. " ujar Hasto dan dengan perlahan pria berumur itu memberikan air minum pada tuannya.
Tak ada penolakan dari William, pria tua itu benar meminum air itu hingga dengan seketika batuk yang dialaminya jadi mereda.
" Terima kasih Hasto. " seru William.
" Iya tuan. " sahut Hasto.
Hasto paham jika ada sesuatu yang sangat penting yang ingin disampaikan oleh tuannya, jika tidak tak mungkin tuannya ini menyuruhnya datang ke rumahnya dalam keadaan sakit seperti ini.
" Bagaimana?, Albert benar datang ke kampus?. " tanya William pada akhirnya.
" Iya tuan, tuan Albert benar datang ke kampus. " sahut Hasto.
Mendengar jawaban Hasto membuat William paham, namun tatapannya seperti ada sebuah harapan, dan Hasto bisa melihat hal itu.
" Lalu bagaimana dengan Hara?. " lanjut William.
" Keadaan Hara sudah lebih baik tuan, setidaknya keadaannya sudah tak seperti hari-hari sebelumnya, gadis itu belajar dengan sangat tekun. " tutur Hasto yang menjelaskan keadaan terkini dari Hara.
Mendengar jawaban Hasto kali ini membuat dada William merasa cukup lega. William ingin agar kehidupan Hara menjadi terus baik untuk ke depannya.
" Lalu bagaimana dengan Rahmat?. " tanya William lagi.
" Tenanglah tuan, Rahmat sudah berjanji jika tidak akan memantau Hara lagi, entah itu dari jarak dekat maupun jarak jauh. " jelas Hasto karena inilah jawaban yang diinginkan oleh tuannya.
" Rahmat merasa sangat bersalah pada Hara, tetapi dia tidak akan mengingkari janjinya pada anda tuan. " lanjut Hasto lagi.
Jangankan Rahmat, William pun akan tetap merasa bersalah pada Hara, bahkan dosa pun akan terus pria itu bawa karena telah menutupi sebuah kebenaran.
Setelah mendengar semua jawaban Hasto atas semua pertanyaannya membuat William tak bertanya lagi.
Dalam keadaan tubuhnya yang setengah berbaring membuat pandangan William hanya fokus ke depan. Semua yang William khawatirkan tentang Hara nampaknya sudah tak perlu dipikirkan lagi, hanya tentang Albert saja yang saat ini masih sangat mengganggu pikirannya.
" Tuan ada apa?, sepertinya ada sesuatu yang sangat mengganggu pikiran anda tuan. " sudah bertahun-tahun Hasto bekerja pada William, jadi Hasto sangat paham betul jika ada sesuatu yang sangat mengganggu pikiran tuannya.
William jadi menatap Hasto, pria tua itu hanya sedikit tersenyum pada orang kepercayaannya ini.
" Ada apa tuan?, apakah ada masalah lain?. " sebenarnya Hasto ingin membantu tuannya.
" Aku memikirkan Albert dan Hara, aku ingin melihat mereka hidup bersama. " akui William.
Hasto cukup tersentak yang mendengarnya. Apa, tuannya benar mengatakan hal ini. Hasto tak percaya dengan yang baru saja tuan William nya sampaikan.
" Maksudnya tuan ingin jika tuan Albert menikah dengan Hara?. " Hasto ingin memastikan keyakinannya.
" Iya, aku ingin Albert dan Hara menikah. " sahut William.
" Tapi itu mana mungkin tuan?, saya yakin tuan Albert tidak akan mau. " sahut Hasto langsung karena ia tahu seperti apa tuan Albert.
Dan inilah yang menjadi beban pikiran bagi William. Rasanya sangat mustahil bagi Albert yang memiliki keinginan untuk menikah dengan Hara, maka jalan satu-satunya adalah dengan menjodohkan mereka.
" Aku yakin Hara adalah gadis yang baik, aku ingin menjodohkan Albert dengan Hara. " William sangat yakin dengan keinginannya.
Semakin syok lah Hasto, ingin menjodohkan tuan William dan Hara, yang benar saja seperti itu.
Dalam hal ini Hasto benar-benar tak bisa lanjut bicara lagi, terlebih tuan William terlihat sangat yakin dengan keinginannya.
Tuan Albert sangatlah sulit untuk bisa tergoda pada wanita apalagi sampai menjalin sebuah hubungan, akan tetapi apa ini, tuan William ingin menjodohkan tuan Albert dengan Hara, apakah itu mungkin.
" Aku sudah sangat tua Hasto, aku ingin sebelum aku benar-benar pergi bisa melihat Hara dan Albert hidup bersama. " sangat besar keinginan William agar cucu tunggalnya itu bisa menikah dengan Hara.
Mendengar seruan tuannya kali ini membuat hati Hasto sangat teriris. Hasto merasa iba karena di usia tuannya yang sudah sangat setua ini masih belum benar-benar tenang. Masih ada hal yang harus menjadi beban pikirannya.
Meski hidup dengan kemewahan, nyatanya tak dapat membuat seorang tuan William benar-benar bahagia.
*****
Sementara di tempat lain Randy dengan orang suruhannya sedang fokus untuk menyiapkan rencana mereka, rencana yang bertujuan untuk menjatuhkan seorang Albert.
" Albert sedang berada di kota di mana kakeknya dulu mendirikan sebuah kampus, dia datang ke sana untuk mengunjungi kampus itu tuan. " kali ini Alex mendapatkan informasinya dengan cukup akurat.
" Terus apa?, hanya itu?. " respon Randy masih acuh.
" Tuan, kemungkinan Albert ada di sana sekitar seminggu, tuan, dua hari lagi adalah acara pernikahan anak dari rekan kerja anda, pasti Albert ada di sana juga. " terang lanjut Alex karena ini akan menjadi momen yang tepat.
" Maksud saya di pesta itulah kita harus menjebak Albert agar nama baiknya jatuh dan reputasinya hancur. " Alex sangat yakin jika cara ini akan sangat ampuh untuk menghancurkan seorang Albert.
Randy yang mendengar semua penjelasan Alex jadi tersenyum. Rencana Alex sangatlah berlian.
" Aku sangat suka dengan rencanamu ini Alex, idemu sangat berlian. " puji Randy.
Alex yang dipuji seperti ini merasa begitu sangat tersanjung. Jangankan tuannya Randy yang ingin menjatuhkan Albert, bisa menjatuhkan Albert merupakan tantangan tersendiri bagi Alex.
Randy sudah tahu rencana apa yang seharusnya dilakukan, yang pasti jika cara yang mereka lakukan benar-benar berhasil akan membuat seorang Albert beserta keluarga Radjasa benar-benar hancur.
Bersambung..........
❤❤❤❤❤
Terima kasih. 🙏❤