NovelToon NovelToon
"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Mara Nata

Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Intrik Faksi Barat dan Pengiriman Tim Pembunuh Bayaran

Kabar tentang perintah perjodohan paksa antara Elena dan Zephyr menyebar seperti racun yang merembes di sepanjang instalasi kabel mesin Menara Kristal. Di belahan barat stasiun Titan Prime, wilayah yang dikuasai penuh oleh Faksi Radikal Barat, berita ini memicu badai amarah yang luar biasa besar. Ruang komando militer Sektor Barat malam itu tidak lagi sunyi, melainkan dipenuhi oleh suara dengingan mesin kompresor dan kepulan uap bahan bakar yang terasa sangat menyesakkan dada siapa saja yang melangkah masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan berlantai baja kasar tersebut, Pemimpin Faksi Barat yang bernama Komandan Vane duduk kaku di atas kursi besinya. Sepasang mata palsunya berkilat memancarkan warna merah pekat penuh kelicikan politik yang sangat kejam. Vane mengepalkan tangan besinya yang sudah dilapisi lempengan baja canggih buatan luar angkasa, lalu menghantam meja komando kristal di hadapannya sampai mengeluarkan bunyi retak yang dalam. Hawa keserakahan militer terasa sangat kental memenuhi ruangan, memperjelas bahwa rencana mereka untuk merebut paksa kendali tambang emas milik Gendo Solari telah resmi dijegal oleh aturan hukum adat kuno.

"Gendo Solari benar-benar keparat tua yang licik!" geram Komandan Vane dengan suara berat yang terdengar aneh karena pengeras suara di leher zirahnya, membungkam seluruh bising mesin di luar ruangan. "Dia sengaja menumbalkan kesucian putrinya sendiri untuk diikat oleh silsilah darah seorang budak pembersih oli kasta terbawah, murni hanya sebagai tameng hukum adat! Jika ritual pengikatan darah tradisional itu tetap dibiarkan berjalan sampai minggu depan di Altar Emas, maka seluruh surat perjanjian dagang dan pasokan senjata yang telah kita kumpulkan di wilayah ini akan dicabut izin operasinya secara total!"

Di samping kanan Vane, berdiri seorang kapten tentara bayaran bertubuh raksasa setinggi dua setengah meter bernama Jaxon. Pria kejam itu mengenakan baju zirah berat bertenaga uap mesin, wajahnya yang putih bersih penuh dengan guratan bekas luka tampak tersenyum sinis. Jaxon memutar-mutar sebilah belati energi berwarna ungu pekat dengan gerakan lambat yang teratur, memotong udara kosong di sekeliling lengannya dengan penuh keangkuhan yang kejam.

"Tenangkan dirimu, Komandan Vane," desis Jaxon dengan nada suara yang penuh kelicikan. "Hukum adat kuno klan Solari itu cuma berlaku jika kedua calon pengantin masih hidup untuk meneteskan darah di atas cawan altar. Jika malam ini kita meluncurkan gerakan penyergapan rahasia dan melenyapkan budak cacat bernama Zephyr itu dari muka bumi, maka dokumen perintah perjodohan paksa Gendo akan langsung berubah jadi seonggok kertas rongsokan yang tidak berguna di depan semua orang."

Komandan Vane membalikkan tubuh raksasanya secara perlahan, membiarkan sistem komputer di bagian matanya berkilat memancarkan kepuasan yang kejam. "Itulah alasan utama kenapa aku memanggil tim pembunuh bayaranmu ke dalam ruangan komando ini, Jaxon!" raung Vane sembari menekan beberapa tombol di meja, menampilkan peta koordinat rute pengiriman emas Sektor Tiga secara mendalam. "Malam ini, Zephyr dijadwalkan membawa tabung muatan sisa pembakaran melintasi lorong pipa bawah tanah yang gelap dan sepi. Aku ingin kau memimpin dua puluh pendekar elit bersenjata senapan cahaya penghancur untuk menutup jalur pelariannya sepenuhnya."

Vane mempererat cengkeraman tangan besinya, menjabarkan skenario perburuan berdarah mereka dengan gerakan tubuh yang sangat dingin. "Luncurkan pengepungan yang ketat di sepanjang koridor pipa pembuangan. Tangkap anak buangan itu, patahkan seluruh tulang rusuknya menggunakan kekuatan baju besimu, lalu buang sisa tubuhnya ke dalam lubang pembuangan limbah agar hancur tanpa menyisakan selembar pun bukti. Kita bikin Gendo Solari menerima kegagalan yang sangat memalukan tepat di fajar hari esok!"

Jaxon melepaskan suara tawa ringannya yang terdengar berat karena sistem mesin di leher zirahnya, memancarkan kepuasan kejam yang didukung penuh oleh keunggulan teknologi mesin Sektor Barat. Ia mengencangkan cengkeraman jarinya pada gagang belati ungu miliknya, membagi posisi pasukannya menjadi barisan pengintai yang siap meluncur menembus gerbang udara luar stasiun Titan Prime dalam sekejap mata seutuhnya.

Sementara itu, di dalam kesunyian koridor pipa bawah tanah yang gelap gulita dan sangat dingin, Zephyr remaja sedang melangkah tegap seorang diri, tanpa dikawal oleh satu pun penjaga kuil. Tubuh empat belas tahunnya yang dibalut baju karung goni compang-camping tampak memikul dua tabung besi besar berisi sisa pembakaran emas, murni mengandalkan kekuatan otot tubuhnya yang padat. Rasa linu yang sangat hebat menjepit setiap persendian lututnya akibat siksaan gaya gravitasi lokal yang bekerja dua ratus kali lipat lebih berat, meninggalkan jejak bercak noda lumpur hitam di sepanjang jalan yang dilewatinya.

Namun, sepasang mata perak tajam miliknya tetap memancarkan sorot ketenangan seorang pendekar sejati yang sedingin kematian. Di bawah pengaruh denyut jantungnya yang aneh sejak lahir, Zephyr mendadak merasakan adanya perubahan aliran udara di sekeliling koridor pipa yang tidak stabil. Tekanan udara di sekeliling tubuh kurusnya terasa meliuk aneh, mengirimkan firasat dingin yang meretas kesunyian malam seolah ada jala maut tak kasat mata yang sedang merayap pelan siap menghancurkan nyawanya.

Zephyr tidak membalas ancaman dari gerakan tim pembunuh bayaran Jaxon dengan teriakan marah atau kepanikan yang murahan. Tangan kanannya yang kasar penuh kapalan justru bergerak semakin lambat, halus, dan tenang menyentuh hulu sebilah pecahan lempengan besi tua berkarat yang terselip di balik lipatan pinggang celananya. Ia menyadari sepenuhnya bahwa rencana jahat faksi barat kini telah resmi mengunci tubuh kurusnya ke dalam satu pusaran pertempuran paling menegangkan, bersiap membangkitkan sebaris kekuatan Otoritas Getaran Spasial tertinggi yang kelak di masa depan akan menghancurkan seluruh keangkuhan baju besi musuh seutuhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!