King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan orang aneh
Persiapan untuk bakar-bakar jagung sudah selesai. Jagung dan juga teman-temannya yang lain sudah di letakkan di atas pembakaran.
" Manis nggak jagungnya By"
" Kata ibuknya sih manis sayang "
Alexa tau suaminya tidak bisa memilih-milih kalau mau beli. Ia percayakan saja sama yang jualnya. Semoga jagungnya manis.
" Mommy sosisnya yang banyak, ya"
" Iya sayang"
Alexa membakar sebagian sosisnya. Dan sebagian lagi di goreng. Jadi mana yang tidak suka digoreng, bisa makan yang sudah di goreng.
" Kamu tadi udah makan bakso banyak, sekarang mau makan sosis lagi"
" Bakso yang tadi sudah dibakar menjadi kalori. Sekarang lambung aku udah kosong"
King menggelengkan kepalanya. Kalau soal makanan, saudara kembarnya yang paling terdepan.
Aroma wangi dari jagung bakar sudah memenuhi taman. Sekarang mereka sudah bisa mencicipi jagung dan juga sosisnya.
" Ayo yang mau cobain jagung bakar sama sosisnya"
Queenza maju paling depan. Diikuti sama King dan kedua sahabatnya. Masing-masing dari mereka mengambil satu jagung.
" Aku mau sosis bakar dulu"
Sosis itu ada kejunya, jadi saat digigit kejunya langsung lumer.
" Sosisnya enak. Aaron, Bagas ayo cobain "
Aaron sama Bagas pun mencoba sosis bakarnya. Benar kata Queen sosisnya enak, dagingnya juga berasa.
" Enak kan?"
" Iya enak"
Bibik dan suaminya juga menikmati jagung bakar. Mereka sangat bersyukur memiliki majikan yang sekarang. Kerja sama Kenan sangat menyenangkan. Baru beberapa tahun kerja dengan Kenan, mereka sudah punya rumah dan juga kebun.
" Cobain ini juga Bik "
" Iya Nyah"
Dia dan suaminya juga diperlukan dengan baik. Bahkan Kenan dan istrinya tidak jijik makan bareng dengan pelayan seperti mereka.
" Bik, tadi Queen ada beli markisa. Bibik tau rumah orang yang jualnya nggak?"
" Disini banyak non yang jual markisa"
" Queen belinya sama nenek-nenek "
" Neng Queen belinya di bawah sana ya Non"
" Iya Bik, di jalan mau ke kebun strawberry "
" Bibik tau non, tapi itu bukan kebunnya Non. Dia beli sama orang juga"
" Nggak apa-apa Bik, kita beli sama nenek itu aja"
" Nanti bibik bilang sama dia, jadi dia bisa beli sebelum non berangkat. Mau pesan berapa kilo Non"
" Sepuluh kilo Bik. Alisha sama Adele nggak tau mau pesan berapa. Bentar ya Bik, saya tanya dulu sama mereka"
" Baik Non"
Alexa menemui Alisha dan Adele, kedua sahabatnya itu sedang menyiapkan teh hangat untuk suami mereka.
" Sha, Del"
" Iya Cha"
" Kalian mau pesan markisa nggak?"
" Mau dong"
" Mau berapa kilo"
" Aku lima kilo Cha"
" Aku juga lima kilo" kata Adele.
Alexa menemui bibik kembali.
" Bik"
" Iya Nyah "
" Total semuanya dua puluh kilo ya"
" Baik Non, nanti bibik ke rumahnya "
" Kantongnya pisahin ya Bik. Sepuluh kilo satu, terus lima-lima kilo dua"
" Baik Non"
" Makasih ya Bik"
" Sama-sama non"
Alexa bisa aja beli ditempat lain. Putrinya bilang kalau yang jual nenek-nenek. Ia nggak tega melihat nenek-nenek di usia tua masih bekerja.
Banyak orang yang masih kuat fisiknya, malah menjadi pengemis. Tapi ia salut sama neneknya karena dia memilih berjualan daripada minta-minta.
" By"
" Iya sayang "
" Uang cash-nya masih ada nggak "
" Ada, kenapa sayang"
" Sisa berapa"
" Masih banyak, emang kenapa sayang "
" Eca mau pake boleh nggak"
" Tentu saja boleh, uang kakak kan uang kamu juga"
" Makasih By"
" Sama-sama sayang "
Alexa tau kalau uang suaminya uangnya juga. Tapi ia tetap harus minta izin sama suaminya. Alexa bersyukur mempunyai suami yang tidak perhitungan.
" Pemandangan di malam hari juga nggak kalah indah" kata Bagas.
" Iya, itu karena lampu-lampu villa yang ada di bawah" kata Aaron.
Lampu-lampu di villa-villa yang ada dibawah menerangi gelapnya malam. Lampu-lampu itu seperti kunang-kunang.
" Cewek yang tadi sore itu, bukannya yang selalu cari masalah sama kamu"
" Hhhmmm "
" Kenapa nggak dihajar aja Queen " kata Bagas.
" Dia terlalu lemah, ditinju satu kali aja udah tumbang dia "
" Daripada dia ganggu kamu terus" kata King.
" Nggak apa-apa untuk hiburan"
Queenza nggak sabar untuk menunggu waktu sekolah. Ia akan melihat reaksi Monika dan teman-temannya saat melihat bukti yang dia kasih besok.
" Kamu pasti lagi merencanakan sesuatu"
" Sok tau kamu "
" Aku tau gimana kamu. Kalau lagi senyum-senyum sendiri pasti lagi merencanakan sesuatu"
King sangat mengenal saudara kembarnya. Walaupun Queen merencanakan sesuatu, ia yakin rencana itu pasti untuk lawannya.
" Aku jadi penasaran, rencana apa yang sedang kamu susun "
" Ada deh, besok kalian juga tau"
" Tu kan bener lagi merencanakan sesuatu "
" Sedikit "
" Kamu itu nggak bisa bohong sama aku"
" Emang siapa juga yang bohong"
" Kamu lha, tadi bilangnya apa. Nggak lagi merencanakan sesuatu"
" Nyatanya ada kan"
" Iya deh, kamu memang tau segalanya tentang aku"
" Tentu saja, aku ini kan saudara kembar kamu. Kalau kamu sakit pun, aku juga bisa merasakan sakitnya "
" Yang bener kamu"
" Nggak percaya ya udah"
Waktu masih kecil dulu Queenza lagi demam tinggi, King pun juga ikut demam. Walaupun mereka tidak kembar identik. Tapi King bisa merasakan apa yang dirasakan saudara kembarnya.
Semakin malam udara di luar semakin dingin. Kenan mengajak keluarganya dan yang lain untuk masuk ke dalam villa. Karena kalau masih diluar, mereka akan masuk angin.
...***...
Amelia kaget melihat beberapa orang memakai jas hitam berdiri di depan rumahnya. Ia tidak tau mereka itu siapa. Setau dirinya, orang tuanya nggak pernah berhutang sama rentenir.
" Selamat malam, apa benar ini rumahnya nona Amelia"
" Be...benar, saya yang bernama Amelia "
" Kami kesini ditugaskan untuk mengantarkan hadiah ini untuk nona"
Setau Amelia ulang tahunnya masih lama. Tapi kenapa ia dapat hadiah sekarang. Ia juga tidak pernah ikut undian berhadiah.
" Hadiah?, saya nggak lagi ulang tahun "
" Kamu tau, tapi nona muda kami yang menugaskan untuk memberikan hadiah ini"
" Kalau boleh tau siapa nona mudanya"
" Nona Queenza"
Amelia kaget mendengar nama sahabatnya yang disebutkan sama orang berjas hitam itu. Apakah Queenza yang dimaksud itu Queenza sahabatnya.
" Maksudnya, Queenza yang sekolah di SMA Tunas Bangsa "
" Benar nona. Kalau begitu kami permisi dulu"
" Ah iya, terima kasih hadiahnya "
" Sama-sama nona"
Setelah orang berjas hitam itu pergi, barulah Amelia masuk ke dalam rumahnya.
" Apa itu Nak"
" Nggak tau Buk, katanya hadiah dari Queen"
" Coba buka "
Amelia membuka kotak besar itu. Amelia kaget sekaligus terharu melihat hadiah yang dikirim Queenza.
Didalam kotak itu ada seragam baru, tas dan juga sepatu baru. Ia tidak menyangka kalau Queenza akan memberikan hadiah perlengkapan sekolah untuknya.
Bukan cuma itu, Queenza juga memberikan coklat, Chiki dan masih banyak yang lainnya. Amelia menggambil ponselnya dan segera menghubungi nomor Queenza.
Hallo assalamualaikum.
Wa'alaikumsalam, Queen.
Hei, kenapa kamu menangis. Apa ada yang menyakiti kamu lagi?.
Nggak kok, makasih hadiahnya.
Oh udah nyampe ya.
Udah, barusan. Kenapa nggak bilang kalau mau kasih hadiah.
Namanya juga surprise, jadi mana boleh dikasih tau. Ukuran sepatunya pas nggak sama kamu.
Pas kok, makasih ya.
Padahal aku cuma nebak aja lho. Ternyata pas, syukurlah.
Kamu harus bilang sama aku.
Bilang apa.
Kamu punya orang-orang berjas hitam.
Itu bodyguard Daddy aku. Kenapa?.
Serem, berasa lagi ditunggu sama debt collector .
Terdengar suara tawa dari seberang sana.
Emang semenyeramkan itu.
Iya, tapi tampan juga. Ya udah selamat istirahat Queen, sampai ketemu Senin.
Ok Mel, kamu juga.
Amelia menyimpan kembali ponselnya. Ia juga mau istirahat, karena sudah jam sembilan malam.
To be continued.
Happy reading guys 🤗🤗🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....