NovelToon NovelToon
Dear, My First Love

Dear, My First Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:183.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novi Zoviza

Sekuel(Emily:Ketika cinta harus memilih)

Maxime Alexander Lemos pria berusia 37 yang merupakan orang kepercayaan pimpinan mafia paling kejam di Jerman jatuh cinta pada seorang gadis namun cintanya harus kandas terhalang restu dari orangtua gadis yang ia cintai dan meninggalkan luka yang begitu mendalam hingga cinta itu berubah menjadi dendam. Ia pergi meninggalkan semuanya merelakan orang yang ia cintai menikah dengan pria pilihan orangtua.

Hingga berbulan lamanya dan keduanya kembali dipertemukan dengan keadaan yang berbeda.

Bagaimana kisah mereka, yuk simak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7.Membuktikan

"Revan, bagaimana keadaan Amora?," tanya Kakek Armand tiba-tiba saja datang.

"Amo-ra kritis Kek," jawab Revan tergagap karena tidak nyaman dengan tatapan tajam Maxime yang seakan mengulitinya.

"Kalian kompak menyembunyikan siapa Amora dariku?. Bukankah kalian tahu jika aku benci yang namanya kebohongan?," ucap Maxime dengan raut wajah datarnya.

"Max... kami tidak pernah menyembunyikan apapun darimu," jawab Kakek Armand.

"Tapi jika terbukti kalian membohongiku, maka jangan pernah menyesalinya. Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku," ucap Maxime pergi meninggalkan Armand dan Revan yang tampak menegang.

"Bagaimana ini Kek?. Bagaimana jika Maxime tahu semuanya?," tanya Revan setelah Maxime pergi, ia yang tampak ketakutan dengan ancaman Maxime karena selama ini Maxime memang tidak akan pernah main-main dengan ucapannya jika ia dibohongi.

"Dia tidak akan pernah tahu jika kau tetap menutup mulut," jawab Kakek Armand.

"Apa tujuan Kakek merahasiakan semua ini dari Maxime?," tanya Revan yang cukup penasaran kenapa Kakek Armand merahasiakan siapa Amora dari Maxime.

"Jika Maxime tahu siapa Amora sebenarnya, dia pasti akan melarang Amora bergabung dengan kita sementara kita membutuhkan Amora untuk melumpuhkan kekuasaan Lucas," jawab Kakek Armand.

"Kek, aku rasa cepat atau lambat Maxime pasti akan tahu siapa Amora," ucap Revan.

Kakek Armand hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Revan. Apa yang dikatakan Revan benar adanya jika cepat atau lambat Maxime akan tahu siapa Amora. Tapi ia akan berusaha untuk menyembunyikannya sebelum semuanya selesai.

Sementara itu Maxime yang berdiri tidak jauh dari keduanya mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak benar benar pergi tapi bersembunyi untuk mendengarkan semua percakapan Kakek Armand dan Revan. Karena jika ia terus bertanya keduanya tidak akan pernah mengaku.

Dan ternyata dua orang yang ia percaya membohonginya tentang siapa Amora sebenarnya. Keduanya ternyata yang menutup akses agar ia tidak bisa meretas data pribadi Amora.

"Jangan-jangan Amora adalah A-melia?. Ya Tuhan kenapa aku tidak menyadarinya. Mana ada orang yang betul-betul mirip meski mereka kembar sekalipun," batin Maxime mengusap wajahnya dengan kasar. Jantungnya berdegup kencang saat ini dan segara pergi dari sana. Ia akan membuktikan sesuatu jika Amora adalah Amelia. Ia tidak menyangka jika Kakeknya memanfaatkan Amora untuk meruntuhkan kekuasaan musuh mereka.

***

Maxime menatap pintu ruang ICU yang tertutup dan didalam sana ada sosok orang yang selama ini ia cinta. Dan semoga saja kecurigaannya itu benar, pantas saja Amora tidak mengenalnya ternyata dia kehilangan ingatannya. Jantungnya berdegup sangat kencang saat ini. Dan ia berusaha untuk tidak terlihat gugup.

"Max... bagaimana keadaan Amora?," tanya Damian. Pria itu baru saja datang karena harus menyelesaikan sisa kekacauan tadi di markas.

"Kritis...," jawan Maxime dengan tatapan lurus pada pintu ruang ICU. Kakinya berat untuk melanjutkan langkahnya, gara-gara dirinya semuanya seperti ini. Seharusnya saat itu ia tidak pergi begitu saja dan tidak memblokir nomor kontak Amelia. Menyesal juga percuma sekarang, semuanya sudah terjadi dan tidak ada gunanya lagi menyesalinya. Yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana ia bersikap pada Amora setelah ini jika terbukti gadis itu adalah Amelia sementara gadis itu mengalami hilang ingatan.

"Max...ada apa? sepertinya ada yang sedang kau pikirkan?," tanya Damian melihat Maxime tampak melamun memikirkan sesuatu.

Maxime menggeleng pelan. Ia belum berniat mengatakan apapun pada Damian sebelum kecurigaannya benar. Ia harus memastikan terlebih dahulu jika Amora adalah Amelia. Dan setelah itu ia akan membawa pergi Amora dari sini agar tidak lagi dimanfaatkan oleh Kakeknya.

"Dimana Kakek dan Revan, Max?," tanya Damian tidak melihat kedua orang itu sejak tadi padahal tadi mereka pergi bersama kesini.

"Aku tidak tahu," jawab Maxime menggeleng pelan karena ia memang tidak tahu kemana perginya Kakek Armand dan Revan saat ini.

Damian mengangguk pelan dan memindai lorong rumah sakit. Pria itu mengerutkan keningnya saat melihat beberapa pria yang merupakan orang-orang mereka."Kenapa mereka disini? bukankah disini sudah ada Max?," batin Damian.

"Dam...aku mau lihat keadaan Amora dulu," ucap Maxime berusaha untuk memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan ICU dimana saat ini Amora saat ini terbaring tidak sadarkan diri.

"Ya...aku yang berjaga disini," jawab Damian.

Maxime membuka pintu kamar ruang ICU dan pria itu menatap pemandangan yang membuat hatinya terasa tertusuk ribuan duri melihat Amora yang terbaring diatas ranjang rumah sakit dengan berbagai alat menopang kehidupannya.

Dengan langkah pelan Maxime menghampiri ranjang Amora. Gadis itu terlihat begitu pucat mungkin karena kehilangan banyak darah. Dengan tangan bergetar Maxime menyibak rambut Amora untuk membuktikan kecurigaannya.

Deg

"Tanda ini?," gumam Maxime menatap tidak percaya sesuatu yang ia dapati. Amelia memiliki tahi lalat di bawah anak rambutnya dan Amora juga memilikinya dan ditempat yang sama.

Maxime menatap nanar pada Amora yang sedang berjuang melewati masa kritisnya. Amora adalah Amelia, ia sangat yakin sekali. Tidak akan ada orang yang berbeda tapi memiliki kesamaan hampir 99,9% seperti ini. Hanya saja Amora memiliki warna rambut yang berbeda dengan Amelia.

Maxime menyentuh jemari tangan Amora yang dipasangi infus. Pria itu mengenggam tangan Amora dengan begitu lembut memastikan sentuhan ini menggetarkan hatinya. Jantungnya kembali berdegup kencang, ia menatap tangannya yang menggenggam telapak tangan Amora yang terasa sedikit dingin.

"Amora, apakah kamu adalah Ameliaku?," batin Maxime.

"Bangunlah!, jika kamu memang Amelia," ucap Maxime terdengar lirih.

Maxime mengusap wajahnya dengan kasar menggunakan tangan kanannya sementara tangan kirinya masih menggenggam tangan Amora. Dadanya bergemuruh hebat saat ini, bagaimana cara menjelaskan pada Amora setelah ini tentang hubungan mereka dimasa lalu yang belum selesai sementara Amora tidak mengingat apapun tentangnya.

"Maaf Tuan, waktu kunjungnya sudah habis," ucap perawat yang baru saja masuk.

Maxime menoleh pada perawat itu lalu melepaskan genggaman tangannya pada tangan Amora dan tanpa Maxime sadari Amora menggerakkan jemari tangannya.

"Baik Sus," jawab Maxime lalu segara pergi dari ruangan itu tanpa menoleh pada Amora yang sudah menggerakkan kelopak matanya.

Sepeninggal Maxime, Amora membuka kedua matanya perlahan. Gadis itu tampak menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya lalu memindai sekeliling ruangan itu hanya ada suster yang sedang memeriksa infusnya. Sepertinya suster itu tidak menyadari jika ia sudah melewati masa kritisnya.

"Sus...," ujar Amora dengan suara serak.

"Nona...anda sudah sadar?. Tunggu sebentar, saya akan panggilkan Dokter," ucap suster itu segara keluar dari ruang ICU untuk memanggilkan Dokter.

Sementara Amora tampak mencari sesuatu, ia merasa ada seseorang diruangan ini sebelumnya berbicara padanya dan menggenggam tangannya. Tidak mungkin bukan jika suster itu yang menggenggam tangannya.

Amora menoleh pada pintu masuk berharap jika seseorang muncul dibalik sana. Ia juga tidak mengerti siapa yang ia harapkan datang menemuinya.

Genggaman tangan orang itu masih terasa ditangannya dan rasanya genggaman tangan itu tidak asing baginya. Tapi siapa?, disini tidak ada satu orang pun selain perawat saat ia membuka kedua matanya.

...----------------...

1
Sri Wulandari
bahagianya qm amelia setelah kehilangan kedua orangtuamu & hidupmu begitu sulit dg tinggal bersama ibu tirimu..,..

sekarang setelah menikah suamimu & klrgnya sangat mencintai & menyayangimu walupun suamimu sangat sibuk dg pekerjaannya jg smua urusannya tp dia sllu berusaha mencari cara untuk sllu bs bersamamu & memanjakanmu karna qm adalah hidupnya & jg prioritas utamanya
bahagia sllu bersama suamimu max... amelia 💞💖💖❤️❤️❤️🤗🤗🤗
Sri Wulandari
knp max g tanya langsung sj sm pengawal yg d tugaskannya utk menjaga amelia mereka pasti akan menceritakan apa yg terjadi dg istrimu max
Sri Wulandari
raya ternyata g ada kapok2nya dulu dia mengganggu emili & skrng amelia....jika max tau dia mengganggu istrinya & menyakitinya qm pasti g akan d lepaskan masa max dia pasti akan membalasnya dg kejam
Sri Wulandari
casanova yg sdh taubat🤭
selamat bahagia sllu selamanya max bersama istrimu....jaga kepercayaannya & jangan sakiti hati amelia karna dia sdh memberi kesempatan pd mu & menerimamu dg segala kekuranganmu max karna cinta istrimu sangat tulus
Sri Wulandari
kenapa qm g memilih menjalani kehidupan yg normal sprti k banyakan orang max biarkan kepemimpinan mafia qm serahkan k damian sj supaya qm & amelia bs hidup dg damai tanpa musuh
Sri Wulandari
kenapa qm tega ingin membunuh suamimu laura padahal suamimu mencintaimu dg sangat tulus hanya gara² masa lalu yg tdk pernah bs qm lupakan qm rela mengorbankan k bahagian mereka klrg mu sendiri
Sri Wulandari
kakek lemos pasti d kurung sm kakek armand sprti grandma laura dulu
Fitriyani
cantik banget amelia 😍
lia rahma
lanjutkan Thor jangan banyak2 ya babnya tp banyakin ceritanya wkwkwkwkwk....
falea sezi
ngeyel amat si Amelia diem bae di situ /Hey/
Ana
semangat kakak💪
Ana
Aamiin🤲
altanum
akhirnya Hepy ending
selamat atas kelahiran putra pertamanya y max amelia.
meski berlatar belakang keluarga mafia,tp ceritanya penuh dengan cinta yang menguat setiap saat.dengan tatabahasa yang epic sehingga alir ceritanya semakin menarik.
terima kasih atas bacaannya yg menarik thor
terus semangat berkarya..../Heart//Heart//Heart//Heart/
Jessica Xie
plis tambah bonchapnya thor n sesion 2 anak2 mereka yg tumbuh dewas
terima kasih thor🙏
wo te
ada boncap nya ga kak ini nanti nya apa akan ada sesion 2 nya,,ank2 mereka tumbuh dewasa 🤗🤗
Maya Lara Faderik
selamat,ya.. akhir yang bahagia
Ana
happy ending 🥰
Ana
sama-sama Kak🥰
Ana
Alhamdulillah🥰 welcome baby boy
Ana
hais kamu ga sopan max 🤣 jangan panik dong daddy mu udah pengalaman itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!