NovelToon NovelToon
TOXIC AND CONTROL

TOXIC AND CONTROL

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

TOXIC AND CONTROL
Karya: Parkha
Bagi Kinara Jose, hidup sebagai siswi penerima beasiswa berpenampilan polos dengan kacamata tebal adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dengan tenang di SMA Elite. Namun, seluruh dunianya runtuh saat ia tidak sengaja menarik perhatian Rian Pradifta.Rian—sang Tiran berwajah malaikat namun berhati iblis, cowok terkaya, terdingin, dan paling ditakuti satu sekolah. Sekali Rian mengunci pandangannya pada Kinara, tidak ada jalan keluar. Cowok itu terobsesi mengontrol setiap jengkal hidup Kinara, memutuskan dengan siapa ia bicara, ke mana ia pergi, hingga apa yang harus ia pakai.Kehidupan Kinara yang tenang kini berubah menjadi labirin yang mencekik. Rian adalah racun, namun juga satu-satunya oksigen yang tersisa untuknya. Di tengah kepungan obsesi gila itu, sebuah rahasia besar perlahan terkuak: di balik kacamata tebal dan sikap penurutnya, Kinara menyimpan pesona tersembunyi yang siap menjungkirbalikkan kuasa Rian sang Tiran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TOXIC AND CONTROL* *BAB 12: PENOLAKAN DAN JARAK YANG MENJAUH*

TOXIC AND CONTROL*

*BAB 12: PENOLAKAN DAN JARAK YANG MENJAUH*

Tangan Rian yang menggantung kaku di udara perlahan mengepal. Denyut nyeri di dadanya kian menyiksa saat melihat sebutir air mata kembali lolos membasahi pipi polos Kinara.

Cowok itu terbiasa melihat orang-orang gemetar ketakutan di bawah kuasanya, tetapi menyaksikan teror murni di sepasang mata jernih milik gadis di depannya ini membuat separuh kewarasan Rian runtuh.

Kinara tidak menyia-nyiakan satu detik pun momen ketika Rian tertegun. Menggunakan sisa tenaga dan keberaniannya, dia menyentak tubuhnya ke samping, menerobos celah sempit di antara tubuh tegap Rian dan dinding koridor.

Langkahnya langsung berbalik menjauh dari sang tuan muda. Dia mengabaikan rasa perih yang menusuk di lututnya yang baru saja diperban.

Gadis itu berlari sekencang mungkin menyusuri koridor rumah sakit yang sunyi. Rambut hitamnya yang terurai halus berkibar, mengiringi langkah kaki yang berkejaran dengan rasa panik.

Dia ingin pergi sejauh mungkin dari monster gila kontrol yang baru saja menjungkirbalikkan dunianya. Kinara terus berlari tanpa sekali pun menoleh ke belakang, keluar menembus pintu kaca menuju hiruk-pikuk jalanan kota yang mulai menggelap.

Sementara itu, Rian masih berdiri mematung di lorong sepi dekat pintu darurat. Topi hitamnya tergenggam erat di tangan kanan. Pandangan mata elangnya yang biasa tajam dan mengintimidasi kini meredup, menatap kosong ke ujung koridor tempat Kinara baru saja menghilang.

Rian tidak mengejar.

Untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Rian Pradifta, kakinya terasa begitu berat seolah terpaku pada lantai semen rumah sakit. Ego gilanya yang biasa menuntut kendali mutlak mendadak lumpuh total.

Otaknya yang cerdas berputar rumit, terus memutar ulang bayangan sorot mata ketakutan dan penolakan murni dari Kinara.

Dia tahu, dengan motor besar miliknya, dia bisa mengejar dan menangkap gadis itu dalam hitungan menit. Dia bisa menyeret Kinara kembali ke dalam kurungannya kapan saja dia mau.

Namun, cengkeraman ketakutan di mata Kinara menahan semua insting berburunya. Ada rasa tidak rela yang asing di sudut hatinya jika dia harus melihat gadis itu menatapnya dengan benci lagi.

Rian mengembuskan napas berat yang terdengar sangat frustrasi melalui celah bibirnya. Keheningan lorong itu kembali merayap pekat, meninggalkan sang penguasa sekolah sendirian dalam riak emosi baru yang tidak bisa dia kendalikan.

Keesokan harinya di SMA Garuda Nusantara, dinamika di antara mereka berubah total.

Kinara yang sudah membeli kacamata murah baru untuk menyembunyikan wajahnya benar-benar memperlakukan Rian seperti hantu. Setiap kali berpapasan di koridor, di dekat ruang guru, atau di kantin, Kinara dengan sengaja membuang muka dan mempercepat langkah kaki tanpa sudi melirik sedikit pun ke arah cowok itu.

Sebaliknya, hubungan Kinara dengan Randy justru berjalan ke arah yang semakin dekat.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral karena merasa bersalah, Kinara rajin mengunjungi kelas Randy untuk membawakannya bekal makan siang atau sekadar membantu mencatatkan materi pelajaran yang tertinggal selama tangan Randy masih diperban.

Kedekatan yang terjalin manis di antara mereka di koridor sekolah menjadi tontonan segar bagi murid-murid lain.

Dari lantai atas, sepasang mata elang Rian mengawasi interaksi itu dengan rahang yang mengeras kokoh. Dada Rian bergemuruh hebat, emosinya bergejolak panas melihat gadis yang dia incar justru tersenyum hangat pada pria lain.

Rian mati-matian menahan diri untuk tidak meledak lagi di sekolah. Dia tidak ingin mengulangi kebodohan kemarin yang malah membuat Kinara menatapnya penuh ketakutan dan kebencian.

Namun, menahan frustrasi yang teramat pekat sendirian ternyata membuat Rian tidak bisa diam saja. Rasa sesak dan cemburu di dadanya sudah berada di ambang batas.

Saat jam pulang sekolah tiba, Rian mengunci diri sendirian di dalam basecamp gengnya yang gelap dan sepi.

Di atas meja kaca, beberapa botol minuman keras kelas atas sudah berjejer dalam kondisi kosong. Cowok itu menenggak sisa alkohol langsung dari botolnya, membiarkan cairan panas itu membakar tenggorokannya demi menenggelamkan bayangan mata jernih Kinara yang terus mengusik pikirannya.

Rian mabuk berat, tatapan matanya sayu namun dipenuhi gejolak frustrasi yang liar.

`Brak.`

Pintu basecamp mendadak terbuka, memunculkan sosok Silla yang melangkah masuk dengan gaun pendeknya. Gadis itu awalnya datang dengan kemarahan besar karena diputus sepihak kemarin.

Namun, melihat kondisi Rian yang sedang mabuk berantakan dengan kaus yang setengah terbuka di atas sofa, niat melabrak Silla seketika luntur. Silla tersenyum miring, melihat ini sebagai peluang emas untuk merebut kembali sang tuan muda.

Silla melangkah mendekat, mendudukkan dirinya di paha kokoh Rian dengan gerakan yang sangat berani. Jemarinya yang dihiasi kuteks merah mulai mengusap rahang tegas Rian, bergerak turun ke dada bidang cowok itu yang naik-turun memburu.

"Rian... kamu mabuk karena memikirkan cewek cupu itu, hm?" bisik Silla dengan suara manja yang sensual, mencondongkan tubuhnya hingga napasnya berembus di ceruk leher Rian.

"Dia tidak level untukmu. Aku yang paling tahu cara memuaskanmu, Sayang..."

Kesadaran Rian yang sudah hancur oleh alkohol tidak mampu berpikir jernih lagi. Di bawah pengaruh mabuk yang hebat dan rasa frustrasi yang memuncak karena penolakan Kinara, ego gelap Rian mengambil alih sepenuhnya.

Dia tidak lagi memedulikan siapa wanita yang ada di atas pangkuannya saat ini. Yang dia butuhkan hanyalah pelampiasan atas egonya yang terluka.

Dengan sentakan kasar dan dominan, Rian mencengkeram pinggang Silla, membalikkan posisi tubuh gadis itu hingga terbaring di atas sofa kulit basecamp. Tanpa ada kelembutan sedikit pun, Rian yang kehilangan kendali akhirnya meniduri Silla malam itu di dalam ruangan yang temaram.

Begitu semuanya selesai dan efek alkohol perlahan menguap, Rian duduk di tepi sofa sembari merapikan pakaiannya dengan wajah yang kembali sedingin es.

Tatapan mata elangnya kembali menggelap pekat, kosong, dan tidak tersentuh. Kabut emosi dan rasa bersalah yang sempat membuatnya bimbang kemarin kini telah lenyap, digantikan oleh dinding pembatas yang tebal.

Rian telah kembali ke mode awalnya yang kejam, arogan, dan tidak punya hati.

Di dalam kepalanya, dia sudah menyusun rencana baru yang jauh lebih ekstrem: jika Kinara tidak mau tunduk secara sukarela, maka dia sendiri yang akan menghancurkan dunia gadis itu hingga tidak ada tempat lagi baginya untuk bersembunyi selain di dalam dekapannya.

Hari berikutnya, Kinara berjalan di koridor sekolah dengan perasaan campur aduk. Namun, langkahnya mendadak melambat saat dia berpapasan dengan Rian di dekat tangga.

Berbeda dengan hari sebelumnya di mana Rian menatapnya dengan binar frustrasi atau rasa bersalah, kali ini mata elang cowok itu menatapnya lurus dengan kekosongan yang teramat dingin.

Rian melewatinya begitu saja seolah Kinara hanyalah embusan angin lalu.

Kinara menyadari perubahan sikap Rian yang telah kembali seperti dulu—kembali menjadi monster arogan yang kejam, dingin, dan tidak tersentuh oleh emosi apa pun.

Di satu sisi, Kinara merasa lega karena jeratan gila itu mengendur. Namun di sisi lain, firasat buruk mendadak menyelimuti dadanya.

Firasat itu terbukti beberapa jam kemudian, tepat saat jam istirahat kedua. Kinara melangkah masuk ke dalam area toilet wanita di ujung koridor lantai tiga yang biasanya sepi.

Langkah kakinya mendadak terhenti kaku di ambang pintu masuk utama.

Ah... tidak lagi.

Dada Kinara berdesir tajam oleh rasa syok. Di depan area wastafel toilet wanita yang temaram, untuk kedua kalinya Kinara memergoki Rian sedang berbuat mesum dengan seorang siswi.

Cowok itu menyudutkan salah satu siswi populer sekolah di dinding wastafel, sementara tangannya bergerak liar di balik seragam gadis yang terus mendesah pasrah tersebut.

Pemandangan vulgar yang menjijikkan itu langsung menghantam mental Kinara. Rasa mual yang teramat sangat mendadak bergejolak di hulu hatinya, memicu rasa muak yang luar biasa terhadap keliaran dan kebejatan moral sang penguasa sekolah.

Tanpa membuang waktu dan menolak untuk menyaksikan lebih jauh, Kinara langsung berbalik arah. Dia berlari kencang keluar dari toilet sembari menutup mulutnya, menahan mual yang nyaris pecah di tenggorokannya.

Sementara itu, di dalam toilet, pendengaran tajam Rian menangkap suara derap langkah kaki panik yang menjauh. Dari pantulan cermin wastafel, dia sempat menangkap sekilas bayangan kacamata murah milik Kinara sebelum gadis itu menghilang.

Begitu Kinara pergi, binar liar di mata Rian seketika padam sepenuhnya, menyisakan tatapan mata elang yang teramat dingin dan kosong.

Tanpa perasaan dan dengan gerakan kasar, Rian langsung mendorong tubuh siswi yang ada di genggamannya hingga gadis itu nyaris tersungkur ke lantai toilet yang basah.

Rian menarik kembali tangannya, merapikan seragam sekolahnya sendiri yang sempat berantakan dengan gerakan yang teramat santai dan acuh tak acuh.

"Pergi," perintah Rian dengan suara baritonnya yang rendah, datar, dan tajam tanpa ada riak emosi apa pun.

Siswi yang baru saja dia gunakan sebagai pelampiasan itu terengah-engah dengan wajah memucat kaget. Merasa ketakutan melihat perubahan aura Rian yang mendadak berubah menjadi sangat mengerikan dalam hitungan detik, gadis itu buru-buru merapikan rok seragamnya dan berlari keluar dari toilet dengan langkah gemetar.

Kini, tersisa Rian sendirian di dalam toilet wanita yang sunyi. Dia berjalan perlahan menuju wastafel, menyalakan keran air, dan membasuh kedua tangannya dengan tatapan mata yang menggelap pekat.

Rian menatap pantulan dirinya di cermin dengan senyuman miring yang teramat dingin.

Mode awalnya telah aktif sepenuhnya, dan adegan barusan sengaja dia lakukan untuk memastikan bahwa dinding pembatas di antara dirinya dan Kinara telah tegak kembali dengan kokoh.

---

1
mamah fitri
alur cerita nya bikin penasaran .. tokoh utamanya betul2 punya aura masing2
mamah fitri
bisa 3 sampai 4 bab ngga .. penasaran dengan apa yg terjadi nanti di kapal..

semoga Kinara terselamatkan dr jebakan Randy
Park ha: kwkkwkwk sabar kak 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Tamirah
Begitu bucinnya Rian pada Kinara sampai meng-klaim bahwa dia pacar putrinya..... wesss angelllll..,!
Tamirah
Ceritanya semakin halu Uuuuu.Yayasan kepala sekolah yg tunduk dgn Rian lalu rumah sakit yg mendadak naik tarifnya apa lagi mungkin bandara dan pesawat nya sekalian atau pusat perbelanjaaan atau mall semua milik pelajar yg bernama Rian wik...wik....wik.
Park ha: ini emang cerita halu ku kak ...kwkwkwk
bukan pengalaman pribadi whehehehe
total 1 replies
Tamirah
Thor mulai hingga episode ini gak ada interaksi orang tua Rian maupun guru guru di sekolah, alur cerita didominasi Rian dan temannya juga Rendi serta so Cupu.dan aneh nya lagi semua keputusan ada ditangan Rian ttg pencabutan bea siswa Rendy padahal ada komite sekolah.dimana peran ketua yayasan dan ketua komite,masih status siswa bak seorang CEO punya kartu hitam lagi cerita nya berlebihan Thor.
Tamirah
Kok bisa orang yg sdh mabuk berat dan hasrat nya sdh fulll bisa berhenti mendadak karena sebuah kalimat aku membencimu ya emang sengaja' dibuat begitu sama sang sutradara dara.Kalau dunia nya itu mah lewat langsung jebol selaput sang dara 😄😄😄.
Park ha: 🤭 lanjutin ya kak masih banyak kejutan..moga gk bosen bacanya..gpp sambil marah2 juga.berarti karakter Rian ini emang berhasil di buat untuk di benci wkkwk
total 1 replies
Tamirah
Menjijikan berapa korban pelajar yg dilecehkan selama ini apa gak ada yg berani para Guru untuk melaporkan kebejatan murid laki laki walau org tuanya pemilik yayasan sekolah' tsb, laporan pada Diknas jangan takut kalau dipecat banyak yg akan membela guru bahkan dgn bukti bukti kuat sekolah itu ijin pendirian akan dicabut dan sekolah' otomatis ditutup.Pimilik yayasan akan dipanggil oleh pihak Diknas.
Tamirah: sayang nya ini hanya cerita halu, Thor terinspirasi dari mana cerita ini dari lingkungan sekitar atau dari Drakor atau dracin 😄😄😄
total 2 replies
Tamirah
Sangat disayangkan masih pelajar tapi sdh biasa menikmati' minuman minuman haram dan sdh biasa menyentuh tubuh wanita .yah mungkinn dari kehidupan orang tuanya yg gak mengutamakan agama hingga anaknya gak bermoral, tapi namanya cerita halu bisa saja author nya berubah seorang pelajar dari amoral menjadi bermoral akanw lebih seru dan bisa menjalin cinta SMA dengan si Cupu jenjang perguruan tinggi dan ahirnya mereka menikah' itupun maunya pembaca.
Park ha: 🤭 iya kak aku emang sengaja tokohnya toxic.. gk menormalisasi juga buat kehidupan nyata...itu cuma tokoh fiksi...

judulnya jelas ya Toxic and control
bukan Kisah cinta yang manis...
moga kakaknya gak bosen naca kelanjutannya..Dan kuat mental dengan Ke toxic an Rian hehe
total 1 replies
Park ha
novel ini ceritanya lumayan panjang ya mulai dari masa sma transisi ke Dewasa...
kalian yang awal bab maki2 Rian ..tetap maki2 ya soalnya Rian tobatnya masih lama wkkwkwk
Park ha
kwkwkwkw santai mari kita maki bersama wkkwwk
falea sezi
burung bekas masuk ke lobang beda2 tangan. bekas obok2 lubang beda. lagi astaga🤣 gimna g jijik
falea sezi
cowok bekas🤣 najis amat
falea sezi
dikira semua bisa di beli dengan uang🤣🤣
Park ha: bisa kak semua butuh duit wkkwkw🤭🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
dikira semua cwek murahan apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!