“Terserah Opa sama Oma aja deh gimananya manut. Mungkin ini yang terbaik buat Shen. Yang penting jangan dijodohin sama Om-Om aja Shen mah, terus kudu yang Hitam Manis Kumis Tipis Humoris yes Oma Opa” -Shena
“Soal jodoh mah terserah se-dikasihnya aja sama Tuhan, yang penting memenuhi standar istri idaman lah kalo bisa satu frekuensi sama Juan.” -Juan
Shena, gadis remaja yang penampakkanya terkenal absurd dan kocak. Gadis cantik berlesung pipi yang nyasar di STM dengan alasan mencari suasana baru tanpa kehadiran bangsa ondel-ondel dan valaq. Parahnya lagi dia melibatkan sahabat satu spesiesnya untuk bersekolah di STM dengan cara yang teramat absurd. Satu lagi, jangan lupakan bahwa Shena adalah manusia paling nyeleneh seantero dunia !!
Juan, Polisi Lalu Lintas dengan sejuta pesona. Siapa yang tak mengetahui siapa itu Iptu Juan, polisi yang terkenal disetiap persimpangan jalan kota hanya karena ketegasan dan ketampanannya yang membuatnya semakin diidolakan par
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SupiakBanun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keselek Mode On
Setelah sampai dirumahnya, Shena langsung menuju dapur untuk mengambil minum. Karena sejak diperjalanan tadi tak henti-hentinya Shena terbatuk akibat tersedak air liunya sendiri. Dengan terburu-buru Shena berlari menuju dapur dengan masih terus terbatuk hingga tak menyadari semua orang yang memperhatikan nya dari ruang keluarga.
"Non gak papa kan ? Non Shen kenapa?" Tanya Mbak Yani panik yang kebetulan juga sedang berada didapur saat itu.
"Gak papa mbak cuma keselek angin doang kok." Jawab Shena sekenanya setelah menghabiskan air mineral 1 botol ukuran menengah.
"Ya udah ya mbak ga usah dijelekin gitu mukanya gak enak diliat, Shena mau mandi dulu bye." Tambah Shena sambil berlalu meninggalkan dapur dan menuju kekamarnya untuk membersihkan diri.
"Ye si Non mah suka jujur kalo ngomong." Gumam Mbak Yani setelah bayangan Shena menghilang dari pandangannya.
"Mbak, si Shena tadi kenapa?" Tanya Dani yang membuat Mbak Yani terlonjak kaget seakan dikagetkan oleh malaikat maut.
"Astojim Gusti saya belum mau mati." Teriak Mbak Yani sambil mengelus dadanya karena sangat kaget mendengar suara Dani yang menegurnya. Setelah sekian detik Mbak Yani baru tersadar dan mendapati Dani yang sudah berdiri dihadapannya dengan berkerut kening.
"Eh maap Den saya kaget hehe, mm tadi Non Shena katanya gak kenapa-kenapa kok Den cuman keselek angin gitu." Jawab Mbak Yani dengan menunduk karena takut jika Dani akan marah karena jeritannya tadi.
Setelah mendengar jawaban dari Mbak Yani, Dani hanya ber oh ria dan meninggalkan dapur untuk kembali keruang keluarga tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Mbak Yani. Sedangkan dikamar Shena, gadis manis itu masih saja Menggerutu kesal karena sejak tadi dia tersedak dan terbatuk-batuk.
Uhuk uhuk uhuk
"Siapa sih yang lagi gibahin gue kurang kerjaan bener, sejak tadi juga sakit tenggorokan gue batuk mulu." Gerutu Shena sambil memakai bajunya, setelah selasai dengan kegiatan sholatnya , Shena keluar kamar menghampiri keluarganya untuk makan malam bersama nantinya.
"Sayang kamu sakit? Kok Oma liat sejak kamu pulang tadi batuk terus?" Tanya Oma Ratna dengan khawatir melihat cucu cantiknya terbatuk tiada henti.
"Gakpapa kok Oma, Shen cuma keselek angin aja kok." Jawab Shena mencoba meyakinkan sang Oma agat tidak terlalu khawatir padanya.
"Yakin cuma keselek doang Shen?" Tanya Opa yang juga dalam mode cemas melihat cucu cantiknya itu terbatuk.
"Opa tenang aja, Oma jangan khawatir lagi. Shena beneran gakpapa kok, batuk kayak gini cuma akibat keselek aja kan Om?" Ucap Shena menenangkan Opa dan Omanya serta meminta pendapat dari Om Dani nya.
"Iya Yah, Bu. Itu cuma keselek aja tapi kayaknya keselek yang abnormal." Jawab Dani santai dan malah membuat Shena menatapnya tajam.
"Ya udah kalo gitu kita makan malam, sudah waktunya." Ajak sang Oma untuk segera keruang makan.
Diruang makan Shena merasa girang karena diatas meja makan tersaji Rawon Setan, makanan yang selama ini diidolakan gadis berlesung pipi itu.
"Wah enak nih tumben ada Rawon Devil menunya malam ini nggak biasanya." Tanya Shena antusias dan langsung menyantap makanan itu dengan lahap.
"Pelan pelan napa woy. Kayak ga pernah makan aja lu." Ucap Dani yang merasa kesal dengan cara makan Shena. Sedangkan Shena masih fokus tanpa berniat menjawab ucapan Dani, Oma dan Opa hanya tersenyum Tipis menyaksikan semua itu.
Uhuk Uhuk Uhuk
"Bangke!! Demi dalemannya Sakura gue sumpahin tu orang yang lagi ngomongin gue keselek juga pas makan biar tau rasa." Gerutu Shena dalam hati, karena lagi-lagi Shena terbatuk-batuk.
"Duh pelan-pelan dong sayang , ini minum." Oma memberikan segelas air mineral untuk Shena dan menepuk pundak Shena perlahan. Sedangkan Opa hanya memandang Shena dengan raut muka cemas.
"Kan dah gue bilangin, jadi ponakan bandel sih." Oceh Dani yang menasehati Shena dengan geram.
"Iya sory napa elah. Ni siapa sih yang lagi ngomongin gue, dari tadi keselek mulu. Gatau apa gue lagi makan rawon setan, kan ga lucu kalo gue keselek terus mati. Kalo dipilemin kan ngakak judulnya." Gerutu Shena sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
"Setau gue kalo ada yang ngomongin kita, efeknya kekita bersin deh bukan keselek." Tanya Dani yang heran dengan mitos yang dianut oleh Shena.
"Ini versi gue, jadi beda sama versi elu." Jawab Shena seadanya.
"Shen, Opa penasaran sama judul pilemnya tadi apa?" Penasaran juga ni si Opa sama judul pilem asalnya si Shena.
"Jadi Setan gara-gara keselek Rawon Setan." Jawab Shena dengan lantang sehingga membuat semua orang yang ada di meja makan tersebut tertawa dibuatnya.
"Kreatif kamu Shen salut Oma sama otak kamu Hahah." Ngakak sudah Oma dibuatnya. Keturunan siapa sih ni si Shena bakat lawaknya.
"Om modalin besok bikin pilemnya ya Shen." Tambah Dani dengan masih tertawa.
"Ah she up Komandan uhuk uhuk uhuk." Jawab Shena dengan masih terbatuk-batuk.
Acara makan malam pun selesai, semua sudah berkumpul diruang keluarga untuk sekedar mengobrol saja. Dan Shena masih saja terbatuk, tapi Alhamdulillah nya sudah tak sesering tadi. Sumpah serapah sudah Shena lafalkan dalam hati yang dia tujukan kepada siapa saja yang sedang membicarakannya saat ini hingga membuatnya terus-terusan tersedak dan terbatuk.
_Di rumah Dirgantara_
Uhuk uhuk uhuk
"Pelan-pelan dong sayang makannya, ga ada yang mau ngambil punya kamu kok." Ucap Ratih memberikan air mineral kepada Juan. Ratih adalah mama dari Juan, istri dari Agung Dirgantara.
"Makasih ma." Jawab Juan setelah menghabiskan minum nya.
"Ada yang kamu pikirkan nak sampek tersedak begitu?" Tanya Agung papanya Juan yang merasa heran dengan tingkah anak tunggalnya itu.
"Tidak pa, tidak ada yang sedang Juan pikirkan." Jawab Juan apa adanya. Dan itu membuat Ratih dan Agung merasa lega.
"Siapa nih yang lagi ngumpatin gue, sampek keselek tulang ikan gini gue. Untung gak keselek kepalanya bisa langsung death gue." Gumam Juan lirih namun masih terdengar oleh kedua orangtuanya.
"Gak boleh su'udzon nak, kalik aja kamu keselek duri karena kamu gak hati-hati." Ucap Agung mengingatkan Juan yang mendapat anggukan tanda setuju dari Ratih.
"Ya pa maaf kebawa suasqana hehe." Jawab Juan dengaN masih sesekali terbatuk.
Akhirnya keluarga Dirgantara kembali melanjutkan acara makan malam yang sempat tertunda itu dengan hening. Hanya dentingan sendok yang beradu dengan piringlah yang menjadi soundtrack drama malam ini.
Dikamarnya Juan masih saja terbatuk dan kadang kembali tersedak air liurnya sendiri. Sebal itulah yang dirasakan oleh Juan, dan ternyata Shena lah penyebabnya karena sejak habis makan tadi tak henti-henti nya Shena mengumpati orang yang telah membicarakannya. Dan bagaimana Juan tidak terbatuk, wong yang membicarakan Shena sejak sore tadi adalah Juan, jadi inilah bukti dari Karma is Real dan tak pernah salah alamat. k
Karena Karma bukan Ayu ting ting yang mengantongi alamat palsu hauahhahahaha.
sama sama kaget....🤭
tapi seru....