Four Twins. Mereka adalah seorang Bad Girl. Walaupun begitu, mereka adalah jenius muda. Mereka memiliki keluarga yang membuang keempatnya karena dituduh pembawa sial.
Namun siapa sangka, mereka adalah seorang pemimpin Mafia teratas di dunia yang biasa disebut sebagai Black Diamond.
Setelah mereka membalas dendam, mereka terbunuh dan terlahir kembali menjadi 4 bayi kembar di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zalfa Azz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Pangeran Ketujuh
《HAPPY READING》
"En bukan kah kalian ini Putra Jenderal kerajaan Foster?"ucap Raja Shin.
"Yang Mulia benar kami berasal dari kerajaan Foster"ucap Alrick sopan.
"Mengapa bisa sampai kesini? bukankah jarak antara kerajaan Foster dan kerajaan Shin sangat jauh?"tanya Raja Shin mengerutkan keningnya.
"Benar Yang Mulia ada suatu masalah sehingga kami keluar dari kediaman lalu berkelana sampai di kerajaan Arcko dan bertemu dengan Tuan Putri kembar yang menjadikan kami sebagai Kesatria mereka" ucap Kevlar dengan pandangan sedih.
"Lalu.." ucapan Raja Shin terpotong oleh suara melengking dari arah gerbang kerajaan.
"AYAHHH KAMI KEMBALI YUHUUU"teriak Linna dan Lunna yang berada di depan Lenna Letta.
Raja Albert yang mendengar itu segera pergi menuju arah suara yang diikuti oleh dua Kesatria dan Raja Shin.
"Apa kalian tidak apa apa?"tanya Raja Albert mendekati 4A dan memandang mereka dari bawah hingga atas.
"Ayah kami tidak apa, kan Ayah yang menyuruh kami berburu"ucap Lunna mengerucut kan bibirnya.
"Ayah hanya bercanda saja saat itu"ucap Raja Albert memeluk mereka berempat.
"Baiklah Ayah, lepaskan dulu pelukannya kami sudah berburu tetapi hanya mendapat hewan buruan yang sedikit"ucap Lenna sedih, Letta yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas.
"Tak apa sayang nanti jika Ayah senggang, kita akan berburu bersama kakak kalian juga"ucap Raja Albert memaklumi.
"Oh? kalau begitu keluar kan hewan buruan kita Letta"ucap Lenna memerintah kan.
"Jangan memerintah ku, aku bukan pelayan mu"ucap Letta mengerucut kan bibirnya.
"Cepat lah jangan banyak drama"ucap Lenna kesal dengan Letta.
"Baiklah"Ucap Letta pasrah lalu mengeluarkan dari cincin ruang yang di buat dari sihir.
Sekitar 5 jenis hewan yang telah mati dikeluarkan oleh Letta ada rusa, beruang, ayam hutan, kelinci dan serigala. Itu semua kurang lebih berjumlah 15 ekor.
Orang orang yang melihat itu hanya melongo tak percaya, sejak kapan anak berusia lima tahun bisa mendapat begitu banyak hewan buruan. Satu kelompok prajurit berjumlah 20-25 orang saja biasanya jika berburu hanya mendapatkan 5 hingga 10 ekor.
"Eh? mengapa kalian melamun?"tanya Lunna polos.
"Ah apa? kalian dapat dari mana semua hewan ini?"tanya Raja Shin.
"Jika bukan kami lalu siapa lagi yang membunuh hewan hewan ini? apakah mungkin mereka menyerah kan diri nya pada kami?"tanya Letta kesal.
"Bagaimana bisa kalian mendapat begitu banyak hewan buruan?"tanya Raja Albert.
"Itu dinamakan dengan pancingan"ucap Lenna, Linna dan Lunna membusungkan dadanya dengan bangga.
"Huhh jangan sombong dulu, sudah lah Ayah perintahkan saja pada pelayan untuk memasak nya. Aku sangat lelah, aku ingin tidur dulu"ucap Letta lalu pergi.
Para Pelayan yang mendengar itu pun membawa semua hewan hewan itu kedapur untuk dimasak.
Sedangkan Lenna Lunna dan Linna sedang berada di gazebo paviliun Raja Albert menginap dengan sesekali bertengkar kecil.
Ditempat Letta
Letta tertidur di salah satu dahan pohon, disana pemandangan nya cukup asri dan terasa sangat segar oleh karena itu Letta memilih ketempat itu untuk tidur ataupun bersantai.
'*Apakah aku memiliki sihir?'batin Letta seraya memegang cincin di tangan nya dengan mata yang masih terpejam.
'Aku sangat ingin memiliki sihir agar tidak terlalu repot repot*'batin nya lagi.
Ya Letta memang sangat ingin memiliki sihir karena dirinya yang pemalas ini.
"Sangat menyebalkan"ucap Letta kesal.
Bukan sembarang orang bisa menggunakan sihir, ada beberapa orang juga yang tidak memiliki sihir. Tetapi kemungkinan besar Letta dan saudara kembar nya memiliki sihir, mungkin saja mereka punya tapi belum bisa terlihat karena usia mereka yang masih sangat kecil.
Tanpa Letta sadari, seorang anak lelaki muda yang usianya lebih tua dua tahun dari Letta sedang menatap Letta dari sebuah jendela besar disalah satu kediaman di Istana.
Istana dekat tempat Letta berada adalah Istana pangeran, Letta tidak tahu akan semua itu karena terlalu acuh tak acuh.
Lelaki muda itu tersenyum tipis melihat Letta yang sangat dingin dan acuh tak acuh. Ya lelaki muda itu adalah Pangeran ke tujuh, anak dari sang Ratu.
"Sangat menyebalkan, mengapa aku bisa berada di dunia ini dan menjadi anak anak lagi? huhh sudah berjalan 5 tahun tetapi aku masih belum terbiasa dengan keadaan disini. Disisi lain ingin kembali ke zaman modern tapi disisi lain juga aku sudah mulai menyayangi keluarga baruku..."
"Disana aku tidak memiliki orang tua yang menyayangi ku tetapi disini aku mendapat kan itu, tetapi disana aku memiliki kak Lian, Perusahaan, harta melimpah dan juga Organisasi Mafia. Hahhh biarkan saja nasib ku ini seperti air yang mengalir."Gumam Letta tersenyum lemah.
Pangeran ketujuh yang melihat senyuman lemah dari Letta pun ikut sedih entah mengapa. Ia dalam hati bertekad akan memiliki Letta tapi sebelum nya ia ingin meningkatkan kekuatan nya agar bisa melindungi dan membahagiakan Letta kelak.
Entah dari mana ia mendapat pemikiran seperti itu, pasalnya ia bahkan sangat jarang peduli dengan seseorang. Tetapi sekarang bahkan ia ingin memiliki gadis kecil itu.
Ya tanpa disadari olehnya, ia telah jatuh hati pada gadis kecil itu. Dan Letta menjadi cinta pertamanya.
Letta yang merasa di perhatikan pun membuka matanya dan melihat sekelilingnya guna mencari orang yang memperhatikan nya. Tak lama kemudian pandangan Letta terpaku pada laki laki muda di balik jendela besar tak jauh dari posisinya sekarang.
Pangeran ketujuh yang melihat Letta menatap kearah nya pun tersenyum manis kepada Letta. Pipi Letta memerah saat melihat senyuman manis dari Pangeran ketujuh.
"Sangat tampan"ucap Letta tanpa sadar.
Telinga Pangeran ketujuh memerah mendengar kata pujian dari Letta, walaupun jarak posisi mereka tak begitu dekat tetapi Pangeran ketujuh bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Letta.
Letta yang tersadar dari pesona Pangeran ketujuh kembali merona karena malu apa yang diucapkan oleh nya. Merasa sangat malu Letta pun turun dari dahan pohon itu dan berlari pergi dengan wajah memerah.
'*Sangat menggemaskan' batin Pangeran ketujuh tersenyum.
'Tunggu saja kita akan bertemu kembali dan akan kupastikan kau menjadi milikku!! hanya milik ku seorang!!" batin Pangeran ketujuh lagi*.
Letta berlari tanpa tahu arah dan menyasar hingga tempat prajurit berlatih. Disana juga terlihat Raja Albert dan Raja Shin sedang berlatih pedang ditengah lapangan. Saudara kembarnya juga berada tak jauh darinya.
'Ah kebetulan sekali menemukan mereka disini' batin Letta dan pipinya sudah tidak memerah karena ia berusaha melupakan kejadian memalukan itu.
'Mereka cukup hebat, tetapi masih banyak celah tanpa mereka sadari' batin Letta memandang kearah dua orang yang sedang beradu pedang.
'Biarkan saja lah, lebih baik aku ke tempat mereka' batin Letta seraya berjalan kearah ketiga saudara kembarnya yang dari tadi memanggilnya untuk bergabung bersama mereka.
Ayo mampir dan baca novelku, judulnya "We Are Monsters!"
Terimakasih Author dan semuanya! xd