NovelToon NovelToon
Jalan Pintas (Pesugihan)

Jalan Pintas (Pesugihan)

Status: tamat
Genre:Bapak rumah tangga / Anak Lelaki/Pria Miskin / Tumbal / Horor / Tamat
Popularitas:661.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: cucu@suliani

Ini hanya cerita fiksi belaka.

Demi mendapatkan harta kekayaan, Bisma rela melakukan jalan pintas. Dia berkata kepada istrinya akan pergi untuk merantau ke kota, dia akan mengadu nasib di kota.

Namun, ternyata Bisma pergi menuju gunung larangan. Hal itu dia lakukan untuk mencari kekayaan, agar hidupnya tak lagi dalam kemiskinan dan jadi hinaaan.

Akankah dia bahagia dengan kekayaan yang dia capai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Di saat sapi itu disembelih, Bisma malah melihat bayang-bayang putri ketiganya, Sari. Bahkan, saat melihat sapi yang disembelih itu menitikan air matanya, dia malah membayangkan Sari yang sedang menangis.

Namun, pria itu meyakinkan di dalam hatinya jika ini terjadi pasti karena dia begitu merindukan anak dan juga istrinya. Terlebih lagi dengan Sari, karena putri ketiganya itu masih sangat kecil dan belum genap dua tahun.

Kanjeng Ratu sempat memperhatikan raut wajah Bisma, dia paham dengan apa yang sedang dialami oleh pria itu. Kanjeng Ratu tersenyum lalu berkata.

"Daging sapinya akan di masak, kamu ikutlah dengan para dayang. Kamu harus mandi terlebih dahulu, agar badan kamu lebih wangi dan juga kamu lebih fresh," ujar Kanjeng Ratu.

"Eh? Iya, Kanjeng Ratu." Bisma mengikuti langkah dayang-dayang yang terlebih dahulu sudah berjalan untuk masuk ke sebuah ruangan.

Entah ruangan apa tetapi Bisma tidak tahu, saat dia masuk ke dalam ruangan tersebut, di sana ada sebuah kolam yang penuh dengan bunga-bunga.

"Berendamlah, setelah selesai anda bisa masuk ke dalam ruangan yang ada di sana." Seorang dayang menunjuk ke ruangan yang tidak jauh dari tempat berendam.

Bisma menolehkan wajahnya ke arah ruangan tersebut, entah ruangan apa itu tetapi pintunya masih tertutup.

"Kami akan menunggu di dalam ruangan itu," ujar para dayang-dayang itu.

"Iya," jawab Bisma.

Walaupun dia tidak paham, tetapi Bisma langsung melepaskan kain yang melekat di tubuhnya. Lalu, pria itu masuk ke dalam kolam yang berisikan kembang tujuh rupa itu.

Bisma berendam di air yang begitu dingin, air yang dia rasa mampu membekukan tubuhnya. Dengan cepat pria itu menggosok tubuhnya agar bersih dan juga wangi.

"Airnya sangat dingin, aku harus segera menyelesaikan ritual mandiku. Takutnya nanti malah masuk angin," ujar Bisma.

Setelah mengatakan hal itu, Bisma dengan cepat menyelesaikan ritual mandinya. Lalu, dia memakai handuk dan masuk ke dalam ruangan yang sudah ditunjukkan oleh dayang-dayang tersebut.

Saat Bisma masuk ke dalam ruangan itu, pria itu langsung dibantu oleh para dayang itu untuk memakai baju. Lebih tepatnya seperti baju adat pengantin, Bisma sampai terheran-heran dibuatnya.

"Kenapa aku dipakaikan baju seperti ini?" tanya Bisma dengan dahi yang berkerut dalam.

"Karena anda akan menikah dengan Kanjeng Ratu," jawab salah satu dayang yang ada di sana.

"Menikah?" tanya Bisma dengan begitu kaget.

"Ya, bukankah tujuan anda ke sini memang ingin mencari kekayaan?"

"Ya," jawab Bisma.

"Maka dari itu anda harus menikah dengan Kanjeng Ratu, karena dengan seperti itu anda akan mendapatkan harta yang melimpah."

"Begitukah?" tanya Bisma lagi dengan begitu kaget.

Dia sudah mempunyai anak dan juga istri, jika dia menikah kembali lalu bagaimana dengan nasib anak dan juga istrinya, pikirnya.

Sungguh Bisma takut dia tidak akan bisa kembali, karena sudah menikahi wanita yang dia sebut sebagai Kanjeng Ratu itu.

"Tapi, jika saya menikahi Kanjeng Ratu, apakah saya bisa kembali kepada anak dan juga istri saya?" tanya Bisma.

"Tentu saja, Tuan. Setiap orang yang meminta kekayaan kepada Kanjeng Ratu akan bisa pulang kembali, tentunya yang terpenting anda tidak melanggar aturan."

"Aku paham!" jawab Bisma.

"Anda sudah tampan, mari kita lakukan ritual pernikahan."

Bisma menganggukkan kepalanya tanda setuju, kemudian pria itu dibawa ke sebuah ruangan. Di sana sudah ada Kanjeng Ratu yang menunggu dirinya, wanita itu terlihat begitu cantik dan juga muda.

"Duduklah di sampingku," ujar Kanjeng Ratu.

"Ya," jawab Bisma yang seolah terhipnotis oleh tatapan mata dari wanita itu.

Pada akhirnya ritual pernikahan pun berlangsung, hanya sepuluh menit saja Bisma resmi menjadi suami dari Kanjeng Ratu.

"Mulai saat ini kamu adalah suamiku, itu artinya kamu akan mendapatkan harta yang melimpah dariku. Yang terpenting kamu mendengarkan apa kataku dan memberikan nafkah batin kepadaku," ujar Kanjeng Ratu.

Glek!

Rasanya Bisma mendadak kesulitan bernapas mendengar apa yang dikatakan oleh Kanjeng Ratu, karena walau bagaimanapun juga dengan menikai Kanjeng Ratu saja, dia sudah menghianati istrinya.

Lalu, apa kabarnya jika dia sampai menggauli Kanjeng Ratu, pikirnya. Kalau Surti tahu, pasti wanita itu akan kecewa berat terhadap dirinya.

"Jangan bengong, daging yang kamu minta sudah matang. Makanlah yang banyak, setelah itu temui aku di dalam kamar," ujar Kanjeng Ratu.

"Iya, Kanjeng Ratu," jawab Bisma.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Bisma, Kanjeng Ratu nampak masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Bisma dituntun untuk masuk ke dalam ruang makan.

Di atas meja sudah terhidang nasi dan juga daging sapi yang sudah dimasak, ada beberapa lauk lainnya juga. Semua makanan yang terhidang terlihat enak-enak semua.

"Makanlah, Tuan. Karena Kanjeng Ratu sudah menunggu anda," ucap dayang.

Bisma menurut, pria itu yang memang sudah merasakan lapar luar biasa langsung melahap makanan yang ada di sana. Bisma bahkan sampai nambah dua kali.

"Enak, ini sangat enak." Bisma memakan makanan tersebut layaknya orang kelaparan.

Setelah kenyang, Bisma langsung diantarkan oleh para dayang menuju kamar Kanjeng Ratu. Saat dia masuk ke dalam kamar itu, dia melihat Kanjeng Ratu sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Tempat tidur itu terlihat berhiaskan kelopak bunga mawar, bahkan dekorasi dari kamar tersebut juga terlihat persis seperti kamar pengantin.

"Kemarilah, Bisma!" ujar Kanjeng Ratu seraya mengayunkan tangannya.

Bisma menurut, dia langsung menghampiri Kanjeng Ratu dan duduk di tepian tempat tidur. Sedangkan para dayang itu langsung keluar dari dalam kamar Kanjeng Ratu.

"Puaskan aku malam ini, Bisma. Untuk upahnya, aku akan memberikan harta yang melimpah untuk kamu." Kanjeng Ratu nampak mengusap dada Bisma.

1
Yuliati Soemarlina
surti lebih cepat cerai dg suami pengabdi setan...
Yuliati Soemarlina
klo orang bohong..banyak berkelit seperti si bisma
Yuliati Soemarlina
thor lebih teliti dlm menulis..menganggukan kok ditulis pengangguran..jadi bingung bacanya
Yuliati Soemarlina
hasil dari yg haram tdk akan ternikmati dg tenang ..
Yuliati Soemarlina
bisma semakin tersesat...
Yuliati Soemarlina
tetap saja tumbal anaknya meskipun dari wanita lain..sudah bisma hentikan jangan rakus ..
Yuliati Soemarlina
anak perempuannya jadi tumbal..miris banget jln hidupmu bisma...
Yuliati Soemarlina
demi istri n anaknya..bisma rela menempuh jln yg sesat..asal dia banyak uang..
Pandra Tour
Surti itu sebenarnya panggilannya ibu, emak atau mamak sih?
Ass Yfa
mati sebelum tobat,pastinya Bima jadi budak siluman buaya
Ass Yfa
kepergok juga kan...ihhh nggk bisa bayangin.nunggangi buaya
Yudi Christian
sempet balas dendam Bagas...tapi sayang gak mati siuluman nya
Yudi Christian
Luar biasa
Fetri Jayanti
Biasa
Fetri Jayanti
Buruk
Mey Ana
Luar biasa
anih anih
seru jg udh baca sampe bab ini
anih anih: iya mampir
total 2 replies
bagas muhammad
karna uda ga ada jln kluar mka bnyk manusia ambil jln pintas.bukan di novel sja.di dunia nyata org miskin di angap remeh.
Ree Prasetya
cerita yang wajib dibaca
Ryan Jacob
semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!