" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 pacar kecil Sean yang polos
Ketika acara selesai Sean berjalan merangkul pinggang Ara untuk segera pulang tidak ingin sampai larut malam baru mengantar Ara pulang .
" Ayang kita mampir pasar malam dulu yuk " ajak Ara yang berjalan beriringan dengan Sean dan diikuti Bimo serta bodyguard.
" Tidak, Baby ini sudah malam nanti kita pulang terlalu larut " ucap Sean yang tidak ingin citranya semakin buruk dimata orang tua Ara .
..." Mmmmh, tapi Ara pengen beli gulali " cemberut Ara ....
" Bim minta bodyguard membelikan gulali untuk Ara dulu " perintah Sean yang dengan cepat dua bodyguard pergi .
" Wahhhh, terimakasih Ayang " senang Ara kembali berjalan memeluk lengan Sean .
" Ehhhhh" Ara langsung melepaskan pelukannya dilengan Sean begitu teringat mereka masih dijalan keluar ruang acara .
" Tidak apa-apa Baby peluk saja" ucap Sean yang paham sepertinya memeluk lengan Sean sudah menjadi kebiasaan bagi Ara .
" Sean " ucap Shania berdiri dihadapan mereka hingga menghentikan langkah mereka.
" Ayang, mau pulang, ngantuk " rengek Ara bukannya menatap wanita itu malah fokus menatap Sean .
" Iya kita pulang " kata Sean mengelus kepala Ara dengan lembut dan kembali melanjutkan langkah tanpa menjawab sapaan Shania .
" Sean tunggu " ucap Shania memegang sebelah tangan Sean yang berjalan melewati nya .
" Nona lepaskan" ucap bodyguard pada Shania yang memegang sebelah tangan Sean .
" Lepasin " kata Ara langsung tantrum dan melepaskan tangan Shania dari tangan Sean .
" Begitu etika calon Nyonya Brisbane, aku hanya ingin menyampaikan hal penting yang harus Sean tau" ucap Shania menatap Ara yang tantrum seperti anak kecil posesif saja .
" Memegang seseorang tanpa izinnya sangat tidak sopan bahkan melanggar norma" ucap Sean dengan tatapan dinginnya pada Shania yang berani mengomentari sikap pacar kecilnya.
" Sean aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal penting " ucap Shania .
" Katakan " ucap Sean dengan wajah datarnya meraih Ara agar kembali kedalam dekapan nya .
" Sebentar ya Baby " kata Sean dengan lembut memeluk Ara yang berdiri dihadapan nya .
" Sean kamu tidak seharusnya terlalu memanjakan dia, hanya wanita tangguh yang layak berdiri di samping tuan besar" ucap Shania merasa sikap Sean terlalu berlebihan sampai melanggar aturan keluarga.
" Kau berdiri saja di sampingnya nenek sihir, aku mau dipangku " kata Ara dengan begitu polos menggapai pada Sean .
Bimo dan beberapa bodyguard menahan tawa mendengar jawaban polos Ara yang sepertinya tidak paham arah pembicaraan Shania .
" Hanya bayi yang dipangku, jika sudah dewasa harus paham situasi dan kondisi serta mengerti cara dalam bersikap " ucap Shania yang merasa jengkel melihat gadis manja itu .
" Ayang maukan gendong Ara?" tanya Ara menatap Sean .
" Ara capek Sayang, lihatlah kaki Ara udah bengkak karena terlalu lama pakai hight heels " kata Ara mengangkat sedikit gaunnya.
" Astaga Baby sampai merah begini" melihat ujung tumit Ara yang memerah Sean langsung berjongkok dan melepaskan hight heels Ara .
" Apa sakit?" pertanyaan Sean yang memijit kaki Ara .
" Iya yang sebelah kiri sakit " kata Ara melirik Shania yang masih shock lalu meletakkan kaki kirinya diatas paha Sean agar dipijit .
Shania masih tidak percaya tuan muda Brisbane yang merupakan konglomerat yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan tatakrama akan berlutut memijat kaki seorang wanita.
" Sean, jika Ayah melihatmu seperti ini dia akan marah besar. Laki-laki tidak seharusnya berlutut dihadapan seorang wanita " ucap Shania mengingatkan aturan yang sudah menjadi adat dalam keluarga besar mereka.
" Tante, kau hidup dari zaman apa sampai mengatakan laki-laki tidak boleh berlutut dihadapan wanita, apa kau tidak pernah melihat seseorang menyatakan cinta?" tanya Ara dengan heran, sungguh tidak mengerti maksud Shania .
" Sean, seperti ini wanita yang akan kau jadikan Nyonya besar keluarga Brisbane bahkan tatakrama yang paling dasar saja dia tidak paham " ucap Shania .
Sean berdiri lalu menatap Shania dengan tatapan menyorot " Dengar Shania, perihal pantas atau tidak itu bukan urusan mu dan jika Ara tidak mengerti aku yang akan mengajarinya " ucap Sean menggendong Ara dengan sebelah tangan saja .
" Daaaa, nenek sihir kolot " cibir Ara yang digendong Sean layaknya anak kecil karena hanya sebelah tangan saja.
...........
" Tuan ini gulali nya " ucap bodyguard begitu Sean dan Ara sudah duduk didalam mobil .
" Kamu ingin gulali kan, makan lah " ucap Sean dengan seulas senyum memberikan gulali itu pada Ara .
" Terimakasih Ayang " kata Ara dengan begitu senang tak lupa satu kecupan di pipi Sean .
" Sama-sama" kata Sean jadi salah tingkah tiba-tiba dikecup Ara .
" Ayang mau?" tawar Ara yang sudah langsung memakan gulali itu bahkan tidak sabar Sean selesai membukakan nya .
" Tidak " ucap Sean duduk lebih mendekat agar Ara bisa makan gulali sambil bersandar padanya .
" Ayang bisa jelasin sama Ara apa maksud Tante tadi?" tanya Ara .
" Yang mana?" tanya Sean seolah lupa .
" Soal tatakrama laki-laki tidak boleh berlutut dihadapan wanita, itu maksudnya apa?" tanya Ara yang selain tidak mengerti juga heran .
" Tanya Bimo " ucap Sean yang malah mengalihkan pada Bimo .
" Asisten Bimo, maksudnya apa?" tanya Ara yang penasaran.
" Dalam keluarga Brisbane ada beberapa aturan mutlak salah satunya kedudukan laki-laki yang lebih tinggi" jelas Bimo secara ringkas dan jelas .
" Lalu?" ucap Ara mendengarkan.
" Jika seseorang berlutut itu sering diisyaratkan sebagai tunduk, atas dasar itulah dalam keluarga besar Brisbane laki-laki tidak boleh berlutut dihadapan wanita selain itu juga menyangkut soal harga diri" jelas Bimo secara logis .
" Mmmmh, gitu " kata Ara manggut-manggut.
" Kalau wanita boleh berlutut dihadapan laki-laki berarti?" tanya Ara setelah beberapa saat berpikir .
" Tergantung keinginan laki-laki?" jawab Bimo mencoba mengendalikan pikiran negatifnya.
" Lah terus laki-laki ingin wanita berlutut dihadapan nya untuk apa?" tanya Ara yang jadi kepikiran.
Mobil langsung masuk lubang di pinggir jalan karena sopirnya hilang fokus mendengar pertanyaan Ara .
Sean menutup mulutnya menahan tawa melihat Bimo yang kehabisan kata-kata menanggapi pertanyaan polos Ara .
" Asisten Bimo jawab, untuk apa?" tanya Ara masih penasaran.
" Saya tidak tau Nona, tanya tuan muda" kata Bimo menyelamatkan diri .
" Ayang untuk apa laki-laki ingin wanita berlutut dihadapan nya?" tanya Ara kini menatap Sean .
" Mmmmh, untuk bersenang-senang " kata Sean dengan blak-blakan sampai Bimo batuk karena tidak menyangka Sean akan menjawab begitu .
" Emang letak senang nya dimaa kalau cuma berlutut doang?" ucap Ara merasa jawaban Sean tidak ada ujungnya.
" Ya tergantung kondisi Baby, misalnya wanita berlutut membantu memasang tali sepatu " kata Sean dengan geleng kepala dan isi pikiran hanya dia dan tuhan yang tau .
" Aaaa iya juga kayak Ayang pijit kaki Ara tadi kalau terkilir" kata Ara yang merasa jawaban Sean logis .
" Atau berlutut untuk membantu menarikkan resleting celana" ucap Sean dengan santainya .
" Emang resleting celana laki-laki susah di naikkan ya Sayang?" bingung Ara padahalkan itu bisa dikerjakan sendiri .
" sering tersendat, kalau macet bisa turun sendiri " jawab Sean dengan wajah serius sementara Bimo dan Bodyguard sampai melotot dengan wajah masamnya .
Sean benar-benar keterlaluan mengatakan hal seperti itu pada pacar kecilnya yang masih polos.
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua