NovelToon NovelToon
Mak Comblang Cilik

Mak Comblang Cilik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Anak Genius
Popularitas:48.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Keisya Mahardika hanya punya satu keinginan sederhana, yaitu memiliki seorang mama.

Sayangnya, ayahnya, Arya Mahardika, adalah CEO dingin yang lebih mencintai pekerjaannya daripada urusan hati. Sampai suatu hari Keisya bertemu Alya di kantor ayahnya, wanita baik hati yang langsung ia pilih menjadi calon mamanya.

Sejak saat itu, dimulailah berbagai misi rahasia sang mak comblang cilik untuk mendekatkan mereka berdua.

Di balik rencana-rencana kecil yang lucu dan menggemaskan, perlahan dua hati yang sama-sama terluka mulai saling menemukan.

Tapi apakah cinta bisa benar-benar tumbuh dari ulah seorang anak kecil?Atau justru sang mak comblang cilik harus menerima bahwa tidak semua keinginan bisa menjadi kenyataan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Ceklek……

Pintu ruang kerja Alya terbuka pelan. Ia masuk dengan langkah yang masih sedikit kaku setelah perjalanan pagi yang penuh perasaan canggung. Ruangan yang biasanya rapi kini terasa lebih sunyi dari biasanya. Cahaya matahari pagi menyusup melalui kaca jendela, menerangi meja kerjanya yang masih kosong dari tumpukan dokumen.

Alya menghentikan langkahnya sejenak. Matanya langsung tertuju pada sebuah paper bag berwarna hitam elegan yang tertaruh rapi di tengah meja. Tidak ada nama pengirim, tidak ada kartu ucapan. Hanya paper bag polos dengan pita tipis di pegangannya.

Dengan langkah pelan, Alya mendekati meja. Jantungnya mulai berdetak sedikit lebih cepat. Ia mengulurkan tangan, menyentuh permukaan paper bag itu, lalu membukanya hati-hati.

Di dalam, terlipat rapi seperangkat baju setelan kerja lengkap, blazer, kemeja, dan rok pensil berwarna netral yang elegan. Tepat di bawahnya, masih dalam kemasan transparan yang rapi, terdapat dalaman lengkap dengan bra dan celana dalam berwarna soft beige yang terlihat mahal dan berkualitas tinggi.

Alya mengeluarkan isinya satu per satu. Matanya membelalak lebar saat jari-jarinya menyentuh label ukuran pada dalaman tersebut. Ia membeku di tempat.

“Kenapa dia bisa tahu ukuran dalamanku…?” gumam Alya pelan, suaranya nyaris tak terdengar.

Wajahnya langsung memerah padam hingga ke telinga. Rasa malu yang hebat menyebar ke seluruh tubuhnya. Ia menatap dalaman itu dengan campuran kaget, malu, dan bingung. Bagaimana mungkin Arya tahu ukurannya? Apakah ia pernah melihat? Atau… ada seseorang yang memberitahu?

Alya buru-buru memasukkan kembali dalaman itu ke dalam paper bag, seolah takut ada orang lain yang melihat. Ia menutup paper bag dengan cepat, lalu duduk di kursinya sambil menutup wajah dengan kedua tangan. Pipinya masih terasa panas. Degup jantungnya belum juga tenang.

Di luar ruangannya, suasana kantor sudah mulai ramai. Tapi di dalam, Alya masih terdiam, menatap paper bag hitam itu dengan wajah yang memerah. Pikiran-pikirannya kacau. Antara rasa malu yang luar biasa dan sesuatu yang lebih hangat yang perlahan menyusup di dadanya.

Ia menggigit bibir bawahnya, masih tidak percaya. Arya benar-benar membelikannya baju kerja lengkap sampai ke dalamannya. Dan yang lebih membuatnya gelisah, ukuran dalamannya pas sekali.

Alya mengunci pintu ruangannya dari dalam. Jantungnya masih berdegup kencang setelah menemukan isi paper bag tadi. Ia berdiri di depan cermin kecil di sudut ruangan, menatap baju setelan kerja yang baru. Dengan gerakan sedikit gemetar, ia melepas blazer dan kemeja kotor yang sudah dikenakannya sejak semalam. Bau obat rumah sakit masih samar menempel di kainnya.

Satu per satu, ia mengenakan pakaian baru yang dibelikan Arya. Kemeja putihnya terasa lembut di kulit, blazer abu-abu softnya pas di bahu, dan rok pensilnya jatuh sempurna di pinggang. Yang paling membuatnya semakin malu adalah dalamannya, ukuran bra dan celana dalamnya pas sekali, seolah memang dibuat khusus untuknya. 

Alya menatap bayangannya di cermin, pipinya masih merah. "Pas sekali bajunya…” gumamnya pelan sambil tersenyum kecil, meski rasa malu masih memenuhi dada. Ia merapikan rambutnya, menarik napas dalam, mencoba menenangkan diri.

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan dari luar.

Tok.

Tok.

Tok.

Alya buru-buru merapikan penampilannya sekali lagi, memastikan tidak ada yang mencurigakan, lalu membuka kunci dan menarik pintu.

Ceklek……

Di depan pintu berdiri manajer keuangan, membawa setumpuk berkas. Ia mengangguk singkat. “Alya, tolong antar laporan ini ke ruangan Tuan Tony. Segera, ya. Ada beberapa angka yang harus dikonfirmasi hari ini.”

“Baik, Pak,” jawab Alya sambil menerima berkas tersebut dengan kedua tangan. Ia tersenyum sopan, berusaha terlihat biasa saja meski di dalam hatinya masih kacau.

Setelah manajer itu pergi, Alya keluar dari ruangannya sambil membawa berkas. Langkahnya terasa sedikit lebih ringan dengan baju baru yang nyaman. 

Ia menaiki lift menuju lantai atas, tempat ruang kerja para eksekutif berada. Di dalam lift yang sepi, ia sempat menatap bayangannya di dinding cermin. Baju ini benar-benar pas. Terlalu pas.

Begitu tiba di depan ruangan Tony, Alya mengetuk pelan. Tidak ada jawaban. Ia membuka pintu sedikit ruangan kosong. Meja Tony rapi, komputer menyala, tapi pemiliknya tidak ada.

“Mungkin di ruang CEO…” gumam Alya pelan.

Ia menghela napas, lalu memutuskan untuk langsung menuju ruangan Arya. 

Langkahnya sedikit ragu di sepanjang koridor. Semakin dekat dengan pintu ruang CEO, semakin kencang degup jantungnya. Ia masih belum siap bertemu Arya setelah kejadian paper bag tadi pagi. Tapi laporan ini harus segera diantar.

Alya berdiri di depan pintu ruangan Arya, menatap gagang pintu beberapa detik. Ia menelan ludah, merapikan blazer barunya sekali lagi, lalu mengangkat tangan untuk mengetuk.

Tok

Tok

Tok

“Masuk,” teriak Arya dari dalam ruangan dengan suara tegas.

Alya perlahan membuka pintu. Ia hanya menyembulkan kepalanya dulu, masih merasa canggung. “Permisi, Tuan. Saya mencari pak Tony,” ucapnya pelan.

Di dalam, Tony sedang berdiskusi dengan Arya. Begitu melihat Alya, ia segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri.

“Saya mau memberikan laporan dari manajer keuangan,” jelas Alya sambil mengulurkan berkas.

Tony mengangguk cepat. “Langsung kasih ke Tuan Arya saja. Saya harus kembali ke ruangan.” Tanpa menunggu jawaban, ia keluar dan menutup pintu di belakangnya, meninggalkan Alya sendirian bersama Arya.

Alya mendengus kesal pelan. Ia terpaksa melangkah masuk lebih dalam dan berdiri di depan meja Arya. “Ini laporannya, Tuan,” ucapnya sambil menyerahkan berkas tersebut.

Arya menerima berkas itu, membaca sekilas isinya, lalu meletakkannya di atas meja. Matanya kemudian naik menatap Alya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

“Bajunya pas di badan kamu,” ucap Arya dengan nada tenang, tapi ada sesuatu yang menggoda di suaranya.

Alya terdiam sejenak. Pertanyaan yang sejak tadi mengganjal langsung keluar. “Bagaimana Anda tahu ukuran baju saya?” tanyanya, suaranya sedikit bergetar antara penasaran dan malu.

Arya terkekeh pelan. Ia bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Alya dengan langkah santai. Jarak di antara mereka menyempit. Matanya menatap tubuh Alya dari atas ke bawah dengan jelas, seolah sedang memastikan sendiri hasil tebakannya.

“Hanya mengira-ngira saja,” jawabnya rendah.

Refleks, Alya langsung menutupi dadanya dengan kedua tangan, wajahnya memerah padam. Degup jantungnya kencang. Ia ingin mundur, tapi kakinya seolah terkunci di tempat. Tatapan Arya yang dalam membuatnya semakin tidak tenang.

"Anda sangat mesum tuan" ucap Alya sambil melototkan matanya menatap Arya.

"Oh...ya" ucap Arya sambil melangkah mendekati Alya. Tangannya menarik pinggang Alya hingga dada keduanya saling bertubrukan. Jaraknya ke duanya sangat dekat.

Arya mencondongkan wajahnya di dekat telinga Alya. "Tapi ukurannya pas kan?" bisiknya di telinga Alya.

1
reza indrayana
😷😷😷😷
reza indrayana
Malas malas malas Malaaassss.... mMmOOochh baca lagii... 😡😡😡
reza indrayana
males banget bacanya.. tidak suka dengan tokoh zelia nichh... 😡😡😡
reza indrayana
setelah Arya dan Alya tidak jadi menikah males banget bacanya walau ada celotehan Keysa & Zara tapi di scilfol- sctola aja nich.. males banget baca tentang Arya & zelia yang gampang bermain panas tanpa ada ikatan... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
jangan zelia sudah biasa dengan banyak lelaki... 🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡😡
reza indrayana
kenapa kisahnya jadi begini.., jadi males baca lanjutannya... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️
reza indrayana
Bestiè datang malah di silahkan hanya tidak bawa makanan kesukaanmu Key... 😍😍
reza indrayana
Ko' tidak ada yg menjaga Keysa., 🤔🤔
Ariany Sudjana
kamu menyesal yah Alya ? dulu dikasih kesempatan untuk jadi nyonya bos, di sia-siakan, malah balik ke mantan suami. dulu naik mobil mewah, sekarang naik mobil tua 😂😂🤣🤣 tapi Arya untung besar tuh, dapat perawan, bukan janda seperti kamu
Lisa: oo ternyt Alya balik ke mantan suaminya..ngapain juga aplg dia udh tau klo mantan suaminya g prnh ngasi nafkah eh skrg diulangi lg..
total 2 replies
Ariany Sudjana
bocil aja paham, kalau mereka harus menikah dulu, baru bisa buat adik 😂😂🤣🤣
reza indrayana
air mata vebar- benar mengalir tanpa sadar nichh ... 😭😭😭
reza indrayana
keponakan itu sama setara dengan anggapan anak karena masih ada hubungan darah sekandung dengan orang tua yang melahirkan..begitupun Keysa ke Arya..walau bukan darah daging tapi darah mama Keysa sumbernya sama dari aliràn darah yang sama dari kedua orang tua mereka yaitu Oma Margaretha dn Suaminya (Opa alias papanya Arya ) .
reza indrayana
Makin seru aja nich cerita... 😥😥💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
sedih nichh.. air mata meleleh tak terasa...
semoga Keysa baik- baik saja... 😥😥😥
reza indrayana
Semoga kuka Key tidak parah... dan tidak fatal dn segera sembuh.. ( visi misi keduamu bersama Zara belum di agendakan Key.., jangan-jangan ountynya Zara di jodohkan dengan Om Tony nichh . )🥰🥰🥰
merry yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
reza indrayana
Sedih dengan keadaan Key nichh.., sebenarnya mama kenapa... apakah meninggal waktu melahirkan Key... 🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
tentang Mamanya Keysa belum muncul nich...
reza indrayana
semoga di segerakan keinginan Keeyy... 🥰🥰🥰💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
langsung di tembak di TKP nich Keeyy... 😍😍😍
reza indrayana
Ini yang bikin menghibur para readers... 😍😍😍
Semangat melebihi Pejuang 45 Keeyy... 🥰🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!