NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:741.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemecatan

Berlian serius mendengarkan presentasi masing-masing bagian.

Kebetulan Ricky duduk di sebelah kanan Berlian dan sebelah kiri ada Maura.

"Nyonya, saya dengar anda seorang janda," bisik Ricky. Berlian nampak kaget, tapi sedetik kemudian sudah menguasai keadaan.

Berlian membalas senyuman sekilas, dan tak berkomentar. Maura yang berada di sebelah kiri Berlian menatap tajam pria tak tahu malu di depannya.

Berlian berdiri, menanggapi dari semua presentasi barusan.

"Kita tahu, bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang retail" ucap Berlian serius.

"Tidak hanya perusahaan ini yang mengalami kemunduran. Banyak perusahaan lain mengalami hal yang sama. Tapi kenapa perusahaan pesaing masih bisa survive?" lanjut Berlian.

Berlian menatap satu persatu yang duduk di ruang rapat tersebut.

Berlian meminta Maura menampilkan rencana strategis untuk kemajuan perusahaan.

"Tau apa dia?" suara bernada sindiran itu terdengar dari arah paling pojok.

"Kalau soal merayu pasti jago nya. Buktinya tuan Dominic saja kena," balas Ricky sengaja agak mengeraskan volume suara.

Berlian menggebrak meja, "Bisa serius nggak? Kalau mau ngobrol silahkan keluar!" tegas Berlian.

"Di sini saya berdiri sebagai direktur baru. Dan perlu anda pahami semua, saya tidak melakukan apa yang kalian tuduhkan," lanjut Berlian tegas.

"Tuan Arya saja anda tinggalkan. Kalau bukan karena ada mangsa yang lebih tajir, apalagi alasannya," balas Ricky.

Berlian tertawa sarkas. Kini dia harus bisa mengendalikan emosinya.

Dengan lugas dan elegan, Berlian mendekati Ricky.

"Tuan Ricky, gimana kalau laporan keuangan yang anda buat saya proses lebih lanjut," kata Berlian tepat di telinga Ricky.

"Anda yakin?" pertegas Berlian.

"Tentu saja," ucap Ricky penuh keyakinan.

"Anda siap dengan konsekuensinya," tantang Berlian.

"Anda mengancam saya," Ricky menatap tajam ke arah Berlian.

"Off course. Kebenaran akan terungkap. Banyak bukti yang sudah saya pegang," bisik Berlian.

"Anda mau di bui berapa tahun? Dua puluh tahun minimal atau seumur hidup?" ucapan Berlian membuat Ricky terdiam.

"Silahkan yang lain, kalau mau mengikuti jejak tuan Ricky. Saya akan terima surat pengunduran diri anda semua dengan lapang dada," kata Berlian.

Bagi Berlian, mendingan ngajari orang baru daripada orang lama yang belagu.

Sosok pertama yang mulai semua tadi berdiri, "Saya mengundurkan diri. Ini surat resign saya,"

"Terima kasih tuan. Saya tak perlu repot memecat anda," ujar Berlian.

"Maksudnya?" tatapan tajam didapati Berlian.

"Saya banyak menemukan pemasok fiktif di divisi anda. Itu artinya apa? Anda sendiri lebih tahu bukan?" Berlian kembali duduk dengan tenang.

Pria itu menggebrak meja

"Jangan sok tuan. Nikmati selagi Anda bebas," ucap santai Berlian.

Pria itu mendekati Berlian.

Brak.

Pintu terbuka

Beberapa anggota pihak berwajib masuk

"Tuan Ricky, Tuan Andre anda berdua kami tangkap. Dan jika ada hal lain, bisa anda sampaikan di kantor kami," kata petugas itu.

Ricky dan Andre berontak.

"Berlian, sialan kamu. Awas saja kalau kita bebas nanti," teriak keduanya saat digelandang keluar.

"Ada yang ingin bernasib sama dengan kedua orang tadi?" arah mata Berlian kembali memandangi satu persatu yang tersisa di ruang rapat.

"Intinya, saya akan menindak tegas segala bentuk kecurangan," tegas Berlian.

"Bagi yang setuju, silahkan ikuti ritme kerja saya,"

Berlian berdiri kembali, meneruskan presentasi program ke depan perusahaan Wijaya. Semua yang di sana mendengar dan mengamati dengan serius.

Seolah tak terjadi apapun barusan.

.

Esok hari

Berlian beranjak dari duduknya setelah menutup panggilan dari asisten Brian.

"Maura, tunda semua kegiatan aku hari ini," kata Berlian menghampiri meja Maura.

"Kemana?" tanya Maura.

Semua jadwal Berlian, Maura yang pegang. Tapi hari ini, Maura beneran lupa.

Berlian menyentil kening sahabatnya itu

"Awh, sakit tahu," gerutu Maura.

"Tuan Brian barusan telpon. Mereka berdua menunggu ku di lobi," beritahu Berlian.

"Tumben nggak naik?" Maura memang lupa sepertinya.

"Ingat ajakan tuan Dom dua hari yang lalu?" ujar Berlian.

"Apaan sih?"

"Dasar pikun dini," olok Berlian terbahak dan langsung pergi tanpa penjelasan.

"Iissshh untung aja dia bos. Kalau tidak sudah kujitak dia," gerutu Maura.

"Oh, kenapa baru inget sekarang? Mereka pasti mau ke perusahaan W," gumam Maura yang menyadari kalau ucapan Berlian benar. Pikun dini dialami oleh Maura.

.

Berlian berjalan di samping Dominic saat masuk ke perusahaan W.

"Tuan Dom, saya belum mengerti kenapa diajak ke sini?" tanya Berlian karena penasaran dari dua hari yang lalu.

Perusahaan W, sama besar dengan perusahaan milik Dominic.

"Nanti juga tahu," jawab singkat Dominic.

Dominic ingin tahu reaksi pria tua itu kala melihat Berlian.

Sudah lama Dominic banyak belajar pada tuan Wiranata, meski dia sendiri sudah setara dengan pengusaha setengah baya itu sekarang.

Saat mengenal Berlian pertama kali, dan Dominic menyadari tak ada kebetulan di dunia ini.

Nama belakang Wiranata yang disandang Berlian, sangat jauh beda dengan nama ayah kandung dan nama ibunya.

Sedari awal Dominic telah menyelidiki latar belakang Berlian, karena ada rasa suka pada wanita cantik itu.

Rasa kecewa musti ditelan Dominic karena status menikah yang disandang Berlian. Sebagai seorang pria, Dominic tak ingin disebut sebagai perebut bini orang alias pebinor. Tapi untuk saat ini, beda lagi kasusnya. Berlian sudah sendiri.

Pria setengah baya itu menunggu kedatangan tuan Dominic di ruang kerja. Meski sudah termakan usia, aura kewibawaan di wajah tuan Wiranata masih terpancar kuat.

"Selamat pagi Dominic," sapanya seraya tersenyum lebar. Merangkul pria muda yang terobsesi menjadi seperti dirinya itu.

"Dengan siapa?" telisik tuan Wiranata melihat ke arah Berlian.

Cukup lama tuan Wiranata memandangi Berlian.

Pria tua itu pun menyodorkan tangan untuk menyalami gadis muda di depannya.

"Wiranata," dia menyebut nama.

"Berlian," Berlian ikutan menyalami.

"Nama yang indah," puji tuan Wiranata.

"Mana asisten kamu? Biasanya kalian pasangan tak terpisahkan," olok tuan Wiranata pada Dominic tapi arah matanya tak berpindah dari Berlian.

"Brian jaga parkiran," jawab Dominic sekenanya.

"Oh ya, Nona Berlian. Siapa nama ibumu?" tanya tuan Wiranata.

Deg.

'Ngapain tuan Wiranata nanyain nama almarhum ibuku?' batin Berlian bermonolog.

"Sorry... Sorry... Nggak papa kalau tak dijawab. Itu ranah pribadi anda Nona Berlian," tuan Wiranata terkekeh.

Berlian tertegun, 'Bijaksana sekali,'

"Nama ibu saya Indah Wijaya tuan," jawab Berlian karena merasa segan.

"Indah Wijaya?" telisik tuan Wiranata dan Berlian mengangguk mengiyakan.

.

.

Stop!!!!

Penasaran????

Cusss, up berikutnya 💖

1
Mamah Dini11
moga saja iya ,
Mamah Dini11
jgn mudah terprovokasi ber berpikir jernih dulu jn terburu kayak domonic tau tentangmu coba ceritakan pd nya moga aja bisa mengurangi beban pikiranmu
Mamah Dini11
dasar manusia2 lacnat
Mamah Dini11
kmu kalah licik tuh sm si jalang ayo balas berlian
Mamah Dini11
jgn mudah mengalah berlian ayo semangat tenang di belakangmu ada tuan es pasti dia bantu kmu dan tdk akan membiarkan kmu ke walahan makanya semangat .
Mamah Dini11
ya karna bosnya ada udang di balik ba,wan 😄😄😄😄
Mamah Dini11
👍👍👍👍👍👍👍👍 good tania , kmu suka intan dgn pengacara yg hebat , mungkin ini juga ada campur tangan tuan dominic, semoga berhasil intan lancar prosesnya ketuk palu lgsung 👍
Mamah Dini11
ke manapun berlian pergi selalu di ikuti kunti2 lanak itu sempit sekali dunia nya , dan ini untuk author maaf , kok nama asisten tuan dominic hampir sm dgn berlian agfak ribet bacanya ni gk ada nama lain ya thor 🙏🙏
Mamah Dini11
ku suka pemeran berlian gk lemah gk mudah di tindas , pergilah perempuan hebat kmu kuat pasti bisa menjalani nya dn bisa melewati semuanya. dan setelah. ini hidupmu. akan jauh berbeda dari seblum nya dn kmu berlian berhak bahagia tpi bkn dgn si brengsk arya.
Mamah Dini11
ke putusan yg akurat berli ayo tinggalkan suami brengsekmu untuk apa di pertahankan ,punya bp gk waras tenang saja berli nanti juga manusiA2 bejat itu bakal dapat karma satu persatu , dan semoga si jalang intan gak sampai melahirkan dgn lancar , jgn sampai si intan punya bayi itu hukuman pelakor
Mamah Dini11
nanti ada saatnya untuk menyumpal bibir si jalang intan kslau karma nya sudah datang
Mamah Dini11
kurang suka sm berlian ada masalah malah datang ke tempat laknat itu , mampir thor
tri septi
oh....ada cerita masa lalu yang masih tersimpan rapi kiranya 🤗🤗🤗🤗
tri septi
mungkin papa kandung berlian anak keluarga Wiranata karena nama belakangnya berlian ya 🤭
tri septi
semangat 💪💪💪💪💪💪
tri septi
ceritanya menghibur 🤗😍 makasih Thor🙏
tri septi
untung pengacaranya pinter 👏👏👏👍👍👍
tri septi
uh....banyak banget hamanya ya 😅😅
tri septi
harus kuat ngadepin pelakor sama peselingkuh ya....hempaskan saja mereka karena itu penyakit menular 🤭💪
tri septi
hmm menyimak dulu 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!