NovelToon NovelToon
Girl Who Are You?

Girl Who Are You?

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Teen School/College / Romansa / Chicklit
Popularitas:293.7k
Nilai: 5
Nama Author: AuraAurora

Delia Safitri, seorang gadis remaja yang harus merasakan kerasnya kehidupan di saat gadis seumurannya menikmati indahnya masa sekolah.

Ia harus bekerja untuk memenuhi kehidupannya, bahkan ia menjadi tulang punggung keluarga. Pahitnya kehidupan, membuatnya menjadi gadis yang tegar.

Di sisi lain, seorang pria dengan predikat Casanova. Mengalami peristiwa naas, yang mengakibatkan hampir saja merenggut nyawanya. Jika saja ia tidak di selamatkan oleh seseorang. Dia adalah Ariel manuela.

Bagaimana kisah mereka berdua???
cuzzzzz langsung mampir baca yukkkkk ☺☺☺☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AuraAurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Seseorang

"Mi, bagaimana kalau anak kita marah?" Pria baru baya yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan istrinya.

"Sudah pasti marah, Pih." Perempuan baya itu nampak tersenyum. Ia sendiri tau anaknya pasti marah dengan apa yang di lakukannya, tapi ia tetap melakukannya.

Mereka adalah Rima dan Bastian, orang tua Ariel. Mereka tiba di Jakarta tiga hari yang lalu tanpa sepengetahuan putranya.

Rima dan Bastian langsung saja pulang setelah mendengar kekacauan yang di buat putranya. Meskipun sedikit terlambat, tapi mereka akan memberi pelajaran pada putranya yang masih tidak mau berubah. Terutama Rima yang begitu geram, hingga rasanya ia ingin sekali menikahkan putranya itu dengan perempuan yang bisa mengendalikan Ariel.

Dan rencana pertamanya sudah ia laksanakan, yaitu dengan menjual apartemen putranya. Apartemen, yang ia hadiahkan pada ulang tahun Ariel ke tujuh belas.

*

*

Malam harinya, seorang security begitu saja menghampiri Ariel yang baru saja datang. "Malam Pak!"

Yang membuat Ariel membuka kaca mobilnya. "Iya!"

"Maaf Pak, mau memberitahukan kalau apartemen Bapak sudah terjual."

"Ha!" Ariel tidak mengerti. "Apartemen siapa? Dan siapa yang akan menjual apartemen?"

Security pun kemudian ikut bingung. "Tadi saya hanya di suruh memberi tahu kalau Bapak pulang bekerja, bahwa apartemen Bapak sudah terjual. Katanya Bapak sendiri yang ingin menjualnya, dan barang-barang Bapak juga sudah di pindahkan."

"Apa!"

Bagaimana Ariel tidak merasa bingung, tidak ada rencana tentang menjual apartemen. Dan sekarang tiba-tiba apartemennya sudah terjual.

Ariel terdiam.

Hingga ada nama seseorang yang paling memungkinkan yang bisa melakukan semua ini. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Arga.

"Iya, Pak!" Begitu sambungan telepon terhubung.

"Apa Mami sama Papi pulang?"

Terdengar Arga yang menghela nafasnya pelan. "Iya, Pak." jawabnya kemudian.

"Dan kamu tidak memberitahuku?" Ariel meninggikan suaranya.

Bahkan security tadi yang menghampirinya ikut terkejut, hingga ia memutuskan untuk pergi dari sana.

"Maaf, Pak." Hanya itu yang bisa Arga berikan sebagai jawaban.

Ia sendiri merasa seperti menjadi simalakama, tapi akhirnya ia terpaksa menyanggupi permintaan Rima dan Sebastian agar tidak mengabarkan kepulangannya kepada Ariel.

Ia sendiri juga berharap kepulangan orang tua dari bosnya itu bisa merubah bosnya agar lebih baik.

Ariel mendengus.

Ariel kemudian mematikan sambungan teleponnya, dan langsung mengemudikan mobilnya ke arah rumah orang tuanya.

*

*

Gerbang tinggi terbuka begitu mobil mewah milik Ariel datang. Halaman yang cukup luas menjadi penyambut kepulangannya.

Hingga kemudian terlihat bangunan megah yang berdiri kokoh menjadi pemberhentiannya.

"Ah... anak kesayangan Mami pulang!" Di saat acara makan malam akan di mulai, Rima melihat kedatangan putranya.

Ia langsung memeluk putra kesayangannya. "Kamu tau jika kami pulang?" Begitu pelukan mereka terlepas. "Padahal kami ingin memberi kejutan tentang kepulangan ini."

"Ya, dan aku benar-benar terkejut." sahut Ariel.

Membuat Rima tertawa. "Benarkah!" Sedangkan suaminya hanya tersenyum, membiarkan istrinya memainkan dramanya.

"Ya sudah, nanti mengobrol nya di lanjut lagi. Ayo kita makan, tadi Mami sudah masak banyak sekali."

Ariel mencebik mendengar itu, tapi ia akhirnya juga ikut makan malam bersama mereka.

"Mi, kenapa Mami melakukan itu?" Ariel mulai menanyakan tentang apartemennya setelah makan malam selesai.

"Apa maksud kamu?" Rima pura-pura tidak mengerti.

Ariel menoleh ke arah Bastian. "Pih!"

"Papi tidak tau apa yang kamu bicarakan." Bastian membiarkan istrinya yang akan memberikan jawaban.

Ariel berdecak, ia menoleh kepada Rima. "Ariel tau, Mami sama Papi kan yang menjual apartemen Ariel."

"Loh, emangnya apartemen nya kamu jual?" Rima terkejut.

"Mi... " Rasanya ingin sekali Ariel berteriak saat ini juga. Ia lalu menghembuskan nafasnya pelan, ia tau ini tidak akan mudah. "Mih, kalau Mami butuh uang Mami tinggal bilang sama Ariel. Nggak perlu sampai jual apartemen."

Mata Rima membulat.

Plak.

Rima seketika memukul lengan putranya. "Kamu pikir Mami tidak punya uang!" ia bersungut-sungut. "Bahkan uang Mami lebih banyak dari pada kamu."

"Lalu kenapa Mami jual?" Ariel mulai merasa frustasi.

"Ya tidak kenapa-napa!" Rima mulai santai kembali dan menikmati teh hijau miliknya.

"Sudah jangan cemberut, kamu istirahat saja. Bau tau... pulang kerja belum mandi." Rima menutup hidungnya.

Ariel melotot. "Tidak ada di kamusnya Ariel ada bau badan ya Mi." Ia lalu pergi ke kamarnya di lantai dua.

Setelah kepergian putranya Rima dapat tertawa puas.

Di dalam kamar, Ariel mendengus. Rupanya barang-barang yang ada di apartemen memang sudah berpindah ke dalam kamarnya.

*

*

"Kenapa itu muka?" Adi yang baru datang melihat wajah sahabatnya tidak seperti biasanya. Matanya kemudian tidak sengaja menatap pipi kiri Delia sedikit membiru, bahkan terlihat samar seperti cap telapak tangan. "Siapa yang ngelakuin?"

Adi tiba-tiba merasa geram.

"Bukan siapa-siapa." jawab Delia tanpa melihat ke arah Adi. Matanya menatap ke arah jendela yang memperlihatkan langit begitu cerah pagi itu.

"De, aku tau kamu bisa menghadapi semua masalah sendirian. Tapi tidak ada salahnya jika kamu berbagi, kita udah sahabatan dari kecil."

"Aku nggak apa-apa Di... " Delia menatap ke arah Adi sekilas.

Bagaimana Adi tidak khawatir melihat sahabatnya seperti itu, sudah di tinggal kedua orang tuanya sekarang harus berjuang menghidupi Ibu dan saudara tirinya.

Dan Ia tau, jika Eva dan Dandi tidak begitu menyukai Delia. Mereka hanya memanfaatkan sahabatnya hanya untuk mau menghidupi mereka.

"De... kenapa kamu nggak keluar aja dari rumah? Aku bisa bantu cari tempat tinggal." Tawaran yang sudah beberapa kalinya Adi tawarkan. "Aku tau pasti ini perbuatan Ibu kamu kan!"

Delia masih terdiam.

Tapi dengan diamnya Delia, berarti apa yang di ucapkannya memang benar.

"Kamu pasti sudah tau Di, jawaban aku." Delia tidak bisa pergi dari rumah itu, karena itu adalah rumah di mana ia tumbuh besar bersama Ayah dan Ibunya. Banyak kenangan tersimpan di rumah itu.

Tapi, rumah itu sekarang sudah menjadi atas nama Eva sebagai pemiliknya. Eva membalik nama ke pemilikan ketika ayahnya sedang sakit.

Ia sendiri pernah akan keluar dari rumah, namun Eva mengancam akan menjual rumah itu. Yang akhirnya membuat Delia terpaksa tinggal di sana.

"Ha... " Adi membuang nafasnya kasar.

Sebenarnya ia kasihan melihat Delia, tapi ia tidak tahu apa yang harus di lakukannya agar keluar dari masalah yang sedang di hadapi sahabatnya.

"Udah Di... aku nggak apa-apa." Delia meyakinkan, dan kali ini ia tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.

"Jangan senyum, jelek." ketus Adi.

"Lah emang siapa yang--"

"Iya, nggak ada yang bilang kamu cantik."

Membuat Delia tertawa, namun itu semakin membuat Adi merasa Iba. Di balik senyum cantiknya terdapat luka yang dalam.

...----------------...

...Maaf guys up nya kesiangan, tugas negara padat merayap 🤭. Yang penting nggak bolong ya... 😁...

...Jangan lupa dukungannya 🥰...

1
Yunita Dwi Lestari
kak di tunggu karya2 selanjutnya
Elizabeth Zulfa
iya Thor gpp... msih setia menunggu update mu kok meski sekian lama menanti... semoga stlh ini bisa rajin2 up nya... gak vacuum2 lagi 😁😁😁✌✌
Talnis Marsy
kirain ini cerita berhenti gitu aja..ternyata lanjut toh setelah sekian lamaaa....
semangat thor
irma hidayat
lanjut up nya thor ditunggu
irma hidayat
sehat ,semangat selalu thor yg baik, hingga bertanya tanya knapa ga perna up? up nya selalu ditunggu
cha_cha96
Ariel plis deh.. Delia masih sakit 😑
cha_cha96
ga mana sih ank buah nya papi kok gk ad
cha_cha96
ciihhh... parasit
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Rara surati: , z😌😌🤣🥲
total 1 replies
Endang Suprihatin
lanjut Thor, seru ceritanya
Rosnita Pku
lanjut thorr
Rosnita Pku
ada apa ya
Rosnita Pku
hmmm....Wang jajannya sebulan setahun gaji ku sebagai guru ondeeee Mak jang
Rosnita Pku
resiko ambil anak ABG yang masih sekolah
Rosnita Pku
Maasyaa Allah ....Allah maha mengetahui keinginan hamba Nya yang baik
Rosnita Pku
lanjut thorr
Rosnita Pku
Luar biasa
Bulan Bintang
kasihan Joana , hasrat ny tertunda 🤭
Bunda Anieta
wah lg ngidam nih..tp tar gimana sekolah nya...
nining
ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!