"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "
Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau
Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.
Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Dapat kabar
''Apa?''
Purnama kaget sekali ketika Maharani datang melaporkan kepada dia bahwa sekarang sudah ada korban yang jatuh kembali, Sebab mereka tidak menyangka kalau korban akan secepat ini berjatuhan karena sebelumnya terjadi pada malam bulan purnama dan sekarang adalah malam biasa namun sudah ada korban yang berjatuhan lagi sehingga membuat Purnama merasa sangat bingung.
Ini dia sedang menyelidiki pohon Kapuk tersebut karena ingin tahu apakah genderuwo itu masih ada di sana dan Apa mungkin genderuwo tersebut tahu banyak tentang iblis yang mencuri kepala, tapi sekarang malah mendengar kabar bahwa ada seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan kepala hilang secara mendadak di desa ini juga.
Tentu Purnama jadi bingung sendiri karena sebelumnya dia telah menyiapkan segala sesuatu untuk mencegah di malam bulan purnama itu, bahkan sengaja dia akan membuat pancingan agar iblis yang berkeliaran di malam bulan purnama untuk mencari kepala akan terjebak dan masuk dalam perangkat yang telah dibuat oleh ratu ular tersebut.
Namun ternyata sekarang malah tidak berhasil seperti ini karena korban terlebih dahulu jatuh di tangan pencuri kepala, tampaknya iblis itu telah menyadari segala pergerakan dari Purnama sehingga sudah menyiapkan diri terlebih dahulu dan sekarang mereka mengambil kepala milik warga, ada rasa takut di dalam hati Maharani karena sepertinya iblis yang menjadi lawan mereka sungguh tangguh.
Jadi tanpa pikir panjang Purnama segera bergegas untuk mendatangi lokasi tersebut karena dia ingin melihat Bagaimana kondisi korban, tentu para warga juga sedang panik karena melihat korban yang jatuh kembali dan kemungkinan besar mereka akan banyak memberikan pertanyaan kepada Purnama tentang korban yang sedang berjatuhan ini.
''Kok bisa dia berjalan terlebih dahulu untuk mengambil kepala orang lain.'' Purnama mengeluh kesal.
''Aku terlambat mendatangi dia sehingga tidak bisa mencari tahu siapa pencuri kepala itu.'' jujur Maharani.
''Memang nya kau ke mana saja sehingga bisa datang terlambat seperti itu?'' Purnama menoleh kepada Maharani.
''Tadi Aksara sempat bilang kalau ada seseorang yang menyamar sebagai membermu dan menghajar arwah korban.'' ucap Maharani.
''Astaga, Kalau sudah seperti ini maka pasti banyak iblis lain yang akan ikut campur.'' keluh Purnama.
''Oleh sebab itu tadi aku datang dulu ke sana untuk melihat apa yang terjadi dan ternyata memang benar adalah seorang iblis yang menyamar menjadi member.'' angguk Maharani.
''Sudah di tangkap atau masih dalam masa penyelidikan?'' tanya Purnama pula.
''Aksara yang menangani masalah itu karena iblis tersebut mengaku sebagai Aksara dan Jeno.'' jawab Maharani.
''Besar juga nyali nya, tidak tau apa dia dengan Aksara dan Jalak.'' sinis Purnama mendengar kabar itu.
Aksara dari luar saja terlihat kalem dan seolah tidak pernah emosi kepada lawan dengan sangat besar seperti ular Ungu, Padahal dia adalah pendekar yang berbahaya karena pernah membantai manusia hanya karena dia sangat tidak menyukai penyimpangan dan berakhir dalam penjara bawah tanah karena mendapat hukuman dari ratu ular.
Jadi iblis yang sengaja menyamar menjadi mereka berdua sedang dalam masalah besar karena bila sudah bergerak kedua pendekar itu maka iblis tersebut bisa saja akan segera musnah, Purnama juga akan membiarkan kedua member dia bergerak sendiri Karena itu adalah membersihkan nama baik mereka tanpa harus melibatkan agensi, toh mereka berdua juga pasti mampu untuk menyelesaikan tanpa bantuan dari Purnama.
''Apa ini tempat yang menjadi lokasi nya ya?'' Maharani saja sampai bingung sendiri.
''Bukan situ, goblok!'' bentak Purnama karena lokasi mereka berbeda.
''Oh bagian yang sana ternyata.'' Maharani tertawa kecil dan segera berlari menghampiri Purnama.
''Eh susah makan apalah dia itu sehingga menjadi kuntilanak gila seperti itu.'' keluh Purnama sembari menggelengkan kepala berulang kali.
''Tidak baik menghujat saudara tua seperti itu karena nanti kau bisa kualat.'' Maharani menatap Purnama.
''Mana ada aku menghujat dirimu itu.'' Purnama berkata cuek dan segera menghampiri Pak RT.
''Jadi apa namanya bila tidak menghujat seperti itu, menghina?'' Maharani masih tetap tidak terima.
''Kau tanpa dihina pun memang sudah hilang!'' sahut Purnama.
''Adik kurang ajar!'' bentak Maharani kesal sendiri.
''Mbak Pur, Ini gimana Kok sebelum malam bulan purnama sudah ada korban yang berjatuhan seperti ini?'' Pak Lurah langsung bertanya kepada Purnama.
''Lah ya Mana aku tahu orang aku juga baru datang.'' Purnama menjawab cuek saja.
Tentu jawaban itu membuat Pak Lurah dan juga para warga terdiam karena mereka tidak berani protes lagi dan juga tidak berani banyak bertanya, padahal sebenarnya mereka ingin mengatakan bahwa mereka ingin tahu masalah itu dari purnama dan wajar bila mereka bertanya kepada Purnama yang paham tentang hal gaib itu.
''Iblis ini tahu bahwa aku sudah memasang jebakan di malam bulan purnama sehingga dia bergerak sekarang.'' Purnama menjelaskan kepada Pak RT.
''Jadi dia bergerak sekarang agar tidak tertangkap dengan dirimu ya.'' Pak RT memahami tentang hal itu.
''Benar, dia sengaja bergerak sekarang sehingga aku tidak menyadari dan dia berhasil mendapatkan kepala lagi.'' ujar Purnama.
''Tapi Apa kau tidak merasakan ketika dia bergerak untuk mencari mangsa?'' tanya Pak Lurah pula.
Purnama tidak menjawab karena dia sedang sibuk meneliti bagaimana luka yang telah dialami oleh korban tersebut, memang luka itu terlihat sama dan tidak ada beda walau hanya sedikit saja sehingga membuat Purnama yakin bahwa ini adalah pelaku yang sama dan tentu saja dengan motif yang sama juga.
''Aku akan langsung bergerak mencari arwah dia kalau begitu.'' pamit Maharani.
''Kau harus segera mencari tahu siapa yang telah membunuh Akbar!'' Iis berdiri dan menatap Purnama dengan sangat angkuh.
''Ya bicaralah langsung kau dengan Purnama agar nanti bisa kena Hajar.'' Salsa senang sekali karena Iis berani mendekati Purnama.
Purnama menatap gadis yang ada di sebelah dia saat ini dan sekali lihat saja dia sudah bisa mengetahui bahwa Gadis itu dipenuhi oleh aura yang begitu kelam karena terlalu sering bergonta-ganti pasangan, tidak ada iblis yang ada di dalam diri dia namun karena dirinya sendiri yang telah membuat aura itu gelap dan tidak membawa energi positif.
''Bahkan iblis itu saja tidak mau mengambil kepalamu karena merasa jijik.'' Purnama menatap Iis.
''Apa maksud mu?!'' Iis mendelik kesal ketika mendengar ucapan Purnama.
''Kau kotor! Apa masih belum jelas yang kukatakan sekarang?'' Purnama bangkit berdiri.
Iis yang Mendengar hal itu tentu saja dia menjadi semakin emosi dan merasa sangat marah karena tidak terima dikatakan kotor oleh Purnama, meski dia memang telah mengalami begitu banyak hal buruk namun tetap saja dia masih mempunyai rasa malu ketika mendapat hinaan secara langsung di depan semua orang.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.
aku menanti si Iis kena banting sm mba pur😏