NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Mafia Kejam

Terpikat Pesona Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Malam di Hutan Hitam tidak pernah ramah, tetapi bagi Dante, kegelapan malam ini adalah panggung pembantaian. Bau mesiu yang menyengat bercampur dengan aroma tanah basah dan darah yang menetes dari luka-lukanya. Dante, pria berusia tiga puluh dua tahun yang dipuja sekaligus ditakuti sebagai bos mafia paling kejam di wilayah utara, kini terdesak. Senjata otomatisnya telah habis meriamnya, tersisa hanya satu pisau komando yang terselip di pinggangnya.

​Suara langkah kaki yang berat dan makian dalam bahasa asing mendekat dari segala penjuru. Kelompok rivalnya, klan Arcanum, telah merencanakan penyergapan ini dengan sangat rapi. Puluhan tentara bayaran bergerak mengepungnya, menyisir semak-semak tebal dengan senter berdaya tinggi. Cahaya putih memotong kegelapan, mendekati titik semak tempat Dante bersembunyi.

​"Dante! Keluar kau, Anjing! Tidak ada tempat bersembunyi lagi di hutan ini!" teriak suara serak yang sangat dikenalnya—Marco, mantan tangan kanannya yang berkhianat.

​Dante menga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Diantara Batu Karang

​Suara gemercik air di hulu sungai mendadak tertutup oleh gesekan halus dari semak belukar yang terinjak. Langkah kaki itu tidak sembarangan; ringan, terukur, dan penuh kewaspadaan khas prajurit terlatih. Dante dengan refleks kilat langsung merapatkan tubuh besarnya di balik sebuah batu karang raksasa yang tertutup lumut basah. Matanya memicing, napasnya diatur serendah mungkin hingga menyatu dengan desir angin pagi.

​Dari balik celah bebatuan, Dante mengintip. Cahaya matahari yang berusaha menembus kabut tipis memperlihatkan dua sosok pria berpakaian taktis serba hitam bergerak perlahan. Pria di barisan depan memegang senapan serbu berperedam suara, menyisir setiap sudut lembah dengan cermat.

​Ketika pria itu memutar badannya untuk memberi isyarat pada rekannya, wajahnya terlihat jelas di bawah bayangan topi taktis. Pria berahang tegas dengan bekas luka gores di pipi kirinya itu tak lain adalah Valerio—tangan kanan kepercayaan Dante yang paling setia.

​Dante menghela napas lega, namun ia tidak langsung melompat keluar. Pengalaman hidup di dunia bawah mengajarkannya bahwa pengkhianatan Marco bisa saja menular. Dante harus memastikan Valerio datang sebagai kawan, bukan sebagai eksekutor susulan.

​Valerio menghentikan langkahnya tepat di tepi aliran air sungai yang deras, berjarak hanya beberapa meter dari tempat bersembunyi Dante. Pria itu berlutut, mengamati jejak kaki yang tercetak rapuh di atas tanah lumpur basah.

​"Tuan Valerio, tidak ada tanda-tanda jasad di sepanjang aliran hulu ini. Arcanum sudah menyatakan dia tewas," bisik anak buah di belakang Valerio.

​Valerio berdiri tegak, membalikkan badan dan menatap bawahannya dengan mata dingin penuh kilatan amarah. "Marco itu bodoh, dan orang-orang Arcanum lebih bodoh lagi. Dante bukan pria yang bisa dibunuh hanya dengan jatuh ke sungai. Sebelum aku melihat kepalanya sendiri terpisah dari tubuhnya, aku tidak akan pernah berhenti menyisir hutan ini!"

​Suara tegas Valerio yang dipenuhi loyalitas tanpa batas menggema pelan di antara dinding tebing. Itu sudah lebih dari cukup bagi Dante.

​"Loyalitasmu masih belum tumpul, Valerio," suara berat dan parau terdengar dari balik batu besar.

​Secara refleks, Valerio dan anak buahnya mengarahkan moncong senjata mereka ke sumber suara dengan kecepatan luar biasa. Namun, ketika sosok bertubuh tinggi besar melangkah keluar dari balik bayangan batu—berpakaian kain sederhana dengan perban terikat rapi di pergelangan kakinya—senjata di tangan Valerio mendadak bergetar.

​"Bos...?" bisik Valerio dengan mata membelalak tak percaya.

​Senapan serbu mahal itu jatuh begitu saja ke atas tanah basah. Valerio melangkah maju dengan cepat, berlutut di atas satu kakinya di hadapan Dante, diikuti oleh anak buahnya. Wajah dingin sang tangan kanan tampak dipenuhi rasa emosional yang amat sangat.

​"Anda masih hidup, Tuan Dante," kata Valerio dengan suara bergetar. "Kami... kami sudah menyisir hutan ini selama berminggu-minggu."

​Dante menatap bawahannya yang setia dengan raut wajah datar namun memancarkan wibawa yang tak tertandingi. "Berdirilah, Valerio. Seorang pimpinan tidak membungkuk di tengah lumpur."

​Valerio segera berdiri tegak, memandangi kondisi fisiknya Dante dari ujung kepala hingga kaki. Ia menyadari bekas luka tembak yang tertutup rapi di kaki Dante. "Kaki Anda... siapa yang merawat Anda di tengah hutan belantara ini, Bos? Dan bagaimana dengan Marco?"

​Mata hitam Dante berubah menjadi sangat dingin bagaikan es di puncak gunung. "Marco akan membayar setiap tetes darah yang keluar dari tubuhku. Tapi tidak sekarang."

​"Mobil armor dan tim medis kami bersiap di luar batas hutan utara, Bos. Kita bisa kembali ke markas pusat hari ini juga dan menghancurkan Arcanum," usul Valerio bersemangat.

​Dante mengangkat satu tangannya, menghentikan ucapan Valerio secara mutlak. "Tidak. Untuk saat ini, biarkan dunia dan Marco tetap percaya bahwa aku sudah membusuk di dasar sungai."

​Valerio mengerutkan dahi, bingung dengan keputusan bosnya yang biasanya selalu bertindak cepat dan kejam dalam membalas dendam. "Tapi kenapa, Bos?"

​Dante menatap ke arah hilir sungai—tempat di mana seorang gadis bernama Aura saat ini sedang berburu kelinci tanpa tahu siapa pria yang tinggal di rumah bambunya. Ada sebuah rencana baru yang sedang tersusun rapi di dalam kepala dingin sang mafia kejam.

​"Ada seseorang di hutan ini yang harus kulindungi," jawab Dante datar namun tak terbantahkan. "Dan aku punya urusan yang harus diselesaikan terlebih dahulu."

1
PengGeng EN SifHa
sandiwara yang membawa keberkahan ❤️
Naila Saputri
kayak y seru cerita y
Nia Nara
Chapter 1, baru mulai baca sudah seru...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!