NovelToon NovelToon
Presdir Kejam Dan Istrinya

Presdir Kejam Dan Istrinya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: OppaSuga26

BEBAS PROMO

Ibuku pernah merusak rumah tangga seseorang dan pergi meninggalkan ayahku, dia lebih memilih melanjutkan hidup bersama selingkuhan nya itu.

Ternyata wanita yang bunuh diri karena ulah ibuku adalah ibu angkat suamiku. Sebelum bunuh diri wanita itu sempat menjadi gila, itulah kenapa presdir ini selalu menyiksaku di dalam istana mewahnya.

Akankah Andin harus menerima siksaan dari suaminya terus menerus? Ataukah takdir berbaik hati menciptakan kebahagiaan setelah ini?

Hanya kisah ciptaan, tak berniat menyinggung atau mencela pihak manapun. Authorinstagram : @sofiatus.gans

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OppaSuga26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rotan

Andin segera mengusapkan air matanya, perutnya lapar dan terus berbunyi, dia turun ke lantai bawah, disana ia tak mendapati Hans, dia pergi ke dapur dan menemui Bi Darmi

Dia berbisik kepada Bi Darmi dengan pelan agar tak terdengar oleh siapapun.

"Bii... saya laper.. mau makan, apa aja juga boleh kok bi.." Ujar Andin dengan suara pelan nya.

"Iya non, sebentar yah, saya tata dulu di piring, nona cantik tunggu dulu yaa"

Bi Darmi menjawab dengan tenang, Andin harus menunggu sekali lagi, setelah sudah siap Andin menerima piring itu dari tangan Bi darmi, dengan penuh semangat karena terlalu lapar Andin memakannya terburu buru.

Dia tersedak, dengan cepat ia menaruh piring itu dan berlari mengambil air, sangat di sayangkan, Andin baru makan separuh dan piring itu jatuh tepat saat tegukan pertama yang melewati tengorokan nya.

Villa yang begitu besar namun sangat sunyi, suara kecil pun dapat terdengar besar kan?..

Suara itu sampai terdengar di ruang kerja pribadi Hans, Hans yang saat itu tengah menatap laptop nya sedang melakukan meeting online dengan cabang cabang dari perusahaan nya, terkejut.

Dia segera mengakhiri pertemuan online nya, menutup laptop itu dengan kesal. Dia turun dan menjumpai Andin yang tengah membersihkan pecahan piring itu.

Amarah nya semakin memuncak, dia berlari kecil menuruni anak tangga, sesegera dia menarik tangan Andin. Langkah kaki yang lebar dan kaki kecil Andin yang mengikutinya seirama, dengan beberapa goresan akibat pecahan piring di tangan Andin, menahan lara dan air mata agar tak jatuh, Hans melempar Andin di atas ranjang nya.

Menindih tubuh mungil itu, Dia membentak Andin dari jarak yang sangat dekat.

"Tidak bisakah kamu diam?!! Kalau makan saja kenapa harus buat bising?!! Aku sangat terganggu!! Aku sedang bekerja!! Seharusnya kamu bisa menjaga sikap ketika di rumah tuan kamu!!"

Siapa yang tidak terkejut jika berada di posisi Andin? Apalagi Andin juga baru tahu namanya, kesalahan ibunya kini Andin yang harus mendapatkan balasannya. Sedangkan niat ingin menolongnya malah di anggap mencelakakan.

Sekarang tak ada lagi yang dapat Andin lakukan. Dia memejamkan matanya kuat kuat, memalingkan wajahnya karena tak berani menatap mata mengerikan Hans.

Hans merasa muak dengan sikap Andin, dia bertingkah seolah membuang ludah, dengan niatan memperolok Andin.

"Ddih, tidak sudi kah kamu melihat wajah ku?! huh!!?"

Masih tak ada jawaban yang keluar dari mulut Andin.

Hans bangun dan membuang pandangannya sebentar. Dia berdecak;

"Cckk memang anak yang durhaka! Kamu mau bebas kan? kalau begitu tunggu sebentar, aku akan menelepon seseorang!"

Andin langsung bangun dia memohon agar Hans tak membunuh Ayahnya.

"Tidak, tidak tuan.. jangan.. saya minta maaf tuan, piring.. piring itu, saya akan ganti tuan! saya minta maaf.."

Andin khawatir, dia meremas lengan kemeja putih Hans dang menggoyang goyangkan nya, memohon. Sehingga meninggalkan noda darah di sana.

Hans menepis itu, kini dia membawa Andin ke jendela lebar di kamarnya. Dia meninggalkan Andin sebentar, Andin merasa bingung apakah permintaan maaf nya tak di hiraukan?.. Air mata kini mengaliri pipinya.

Hans datang dengan rotan di tangan nya.

"Ulur kan tangan mu!" Perintah Hans kepada Andin dengan nada tingginya.

Andin masih terdiam bingung, Hans mengulangi perintahnya. Dan dengan rasa ketakutan nya Andin pelan pelan mengulurkan tangannya. Dia membuka telapak tangannya.

Pukulan dari rotan itu tidak sekali, tapi berkali-kali hal itu memang sakit, tapi apalah daya Andin?.. dia hanya tak kuasa melihat tangannya di pukul dengan rotan dia memejamkan matanya, air mata gadis itu masih mengalir deras membasahi pipinya karena menahan sakit. Di pukulan yang kesekian Andin merasa tak kuat, dia mengelakkan telapak tangannya dari rotan yang hendak mendarat.

Dia berlutut, dan menangis. Memohon kemurahan hati tuannya.

"Maaf tuan.. saya minta maaf.. tuan maafkan saya.. saya mohon.."

Andin terus mengulangi kata kata yang sama, sampai Hans merasa frustasi dan melempar rotan itu ke sembarang tempat.

Hans berjongkok di depan Andin yang berlutut tertunduk. Dia menyelinap kan tangan nya ke leher belakang Andin dan memegang nya kuat kuat.

"Aku, tidak bisa berjumpa dengan para direktur besar cabang cabang perusahaan ku secara langsung karena kamu!!.. Aku mengadakan pertemuan online, dan kamu juga masih ganggu!!"

Dia melepaskan tangan nya. Andin sedikit terpental.

"Orang kelas bawah dan rendahan seperti kamu mana mengerti!! ya kan?!!"

Andin diam, dia duduk menekuk lutut nya, dia menangis dengan kening yang bersandar di lutut. Tangannya memerah tak karuan. Rasa sakit yang ia terima, bahkan Ayahnya tak pernah menghukum nya dengan rotan.

☆Kurang lebih begini yah guys Ilustrasi nya, hehe^^ ☆

Hans pergi meninggalkan Andin, dia pergi keluar tak lagi menetap di villa.

Andin masih menangis, dia tak tahu apa yang seharusnya dia perbuat agar lukanya menjadi lebih baik.

Dan terdengar suara pintu di buka, Andin semakin takut,

*Apa lagi yang dia bawa kali ini? setelah rotan dia mau pakai apa lagi?

Umpat Andin.

"Nona? Nona ngga apa kan?"

Andin tersadar, orang itu adalah bi darmi. Dia langsung memeluk erat bi darmi. Dan menangis dengan suara kencang. Dia luapkan semua sesak yang mengganjal hatinya.

"Nona? Tadi saya denger seperti pukulan rotan, emang tuan pukul nona di bagian mana?"

Andin menunjukkan telapak tangannya.

"Ini non, bibi bawakan obat luka, mungkin bisa membantu, maafin bibi yah non, bibi nggak bisa lama lama disini, takut tuan dateng, kamar ini nggak di pasang cctv kok non! jadi nona cantik bisa pakai obat ini diem diem. Bibi keluar dulu yah non.."

Dengan isakan tangis, Andin mengloeskan obat yang bi darmi bawakan. Dia keluar dari kamar itu, sebelumnya dia berencana ingin kabur, sehingga dia memutuskan bertanya ke bi darmi. Andin menemui Bi Darmi yang sedang mencuci piring.

"Bi.. Lagi repot yah?.. Boleh saya bantu?.."

"Ah?.. mau bantu?.. bukannya baru di obati lukanya? emangnya nona cantik mau cuci pakai apa?"

Bi darmi memang orang yang baik, ketika bicara pun dia masih menjaga etika nya. Dia sangat lemah lembut dan penuh perhatian. Perlahan lahan Andin mulai menyukai sikap Bi Darmi.

"Nona ada perlu apa? Ada yang bisa saya bantu?"

"Um.. enggak kok bi, Andin kesini mau ngembaliin obat ini. Masih ya bi,,"

"Eh kok cepet banget non?, Bibi nggak apa-apa kok, jangan buru buru, obat itu nona cantik simpen aja, lagian mana mungkin luka bisa sembuh sekali oles?.."

Andin diam, dia mengangguk pelan dengan senyum kecil di wajahnya.

"Bi,, Andin bisa bantuin Andin nggak?"

"Bantu apa non?"

Andin membisikkan sesuatu di telinga Bi darmi;

"Bi.. Andin mau keluar dari sini, bibi bisa bantu jaga rahasia kan?.."

Bi darmi tersenyum lebar;

"Nona, villa ini hanya ada satu kunci, dan kuncinya pun tuan besar yang pegang, kalau dia keluar artinya villa ini di kunci"

"Di kunci? Terus kalau bibi mau beli sesuatu untuk bahan dapur harus gimana bi?.."

"Bibi nggak pernah beli, biasanya kalau untuk bahan dapur, sebelum habis tuan sudah kembali ke villa dan minta bibi buat belanja,.."

"Jadi...?" Tanya Andin.

"Jadiii..... nona jangan buat yang enggak enggak di villa tuan yah! kali ini bibi bisa tolong, tapi kalau bibi kehilangan pekerjaan gara gara nona, awas!!" Ujar bi darmi yang kembali fokus dengan cucian piring.

------------------

BERSAMBUNG...

1
Siti Aminah
seru thor....smga makin seru ke part berikut ny
Siti Aminah
masih nyimàk...
Nova Fitriyanti
jijik gw
DumaWati Panjaitan
semangat ya sukses selalu
DumaWati Panjaitan
lanjut
Sri Wahyuni
lululila🤭😂😂😂
Yansri Harwita
masak iya istri menerima saja anak suami dari i kekasih ny tanpa ada perlawanan, gk masuk akal sih menurut ku, andin terlalu sabar dan hans gk pantas utk di jadikan panutan, masak iya kalah sama seorang vivian, percuma dong orang kaya tapi begitu aj nurut, kalau aku jadi andin, aku gk akan terima
Syafa Marwah
sedih baca kisahnya andin..
senja
kkta ktanya kya gmna gtu.. ..
Sibollo
mulai cemburu tu andin🤭
Sibollo
ko 2x
Sibollo
andin blum bsa menjelaskan semua Alvin bersabarlah
Sibollo
lanjut
Sibollo
sbar andi
Sibollo
Ya Allah bukan salah andin eehh di kenah karmax😣🥺
Sibollo
sabar yaa andin
Ryegar sormin channel
ya
Nelli Susilawati
next
Rinaa
😍
Rohayati Aye
hhhm mulai ngartiiii😂😂😂 jngn kejam" nti ky novel"yg lain.ujung"nya buciiin😉😉😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!