NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 - Kekacauan yang Terelakkan

Sementara itu, di sisi lain Kota Timur, suasana yang dialami Ling Yue dan Tuan Xin jauh lebih tenang. Keduanya berjalan menyusuri jalan utama yang mengarah ke kawasan pelabuhan sambil mengamati aktivitas kota yang ramai di sekitar mereka.

Para pedagang sibuk menawarkan barang dagangan mereka, para pekerja berlalu-lalang membawa muatan, dan sesekali terlihat kelompok kultivator berjalan menuju berbagai bagian kota. Dibandingkan dengan daerah dekat istana, kawasan ini terasa lebih santai dan dipenuhi aktivitas perdagangan.

Di sepanjang perjalanan, mereka juga melewati beberapa papan pengumuman yang ditempel di berbagai sudut jalan.

Dan seperti yang diduga, wajah Xu Kong terpampang cukup jelas di sana.

Ling Yue melirik salah satu poster tersebut sebelum menghela napas pelan.

"Apa mereka baik-baik saja?"

Tatapannya masih tertuju pada gambar Xu Kong yang terpampang besar di papan pengumuman.

Tuan Xin yang berjalan di sampingnya hanya meneguk araknya terlebih dahulu sebelum menjawab dengan santai.

"Tentu saja."

Nada suaranya penuh keyakinan.

"Mereka tidak mungkin sebodoh itu."

Kemudian ia melirik poster tersebut dan tertawa kecil.

"Aku yakin Xu Kong pasti tahu poster buruannya masih ada."

Menurutnya, seseorang yang berhasil bertahan hidup selama bertahun-tahun sebagai buronan tentu tidak akan melakukan kesalahan sederhana seperti berjalan santai di depan poster pencariannya sendiri.

"Mereka pasti bergerak diam-diam."

Mendengar penjelasan itu, Ling Yue mengangguk setuju.

"Itu benar juga."

Ia mulai merasa lebih tenang.

Bagaimanapun juga, Xu Kong bukan orang yang ceroboh, dan Cang Xuan juga sudah diberi berbagai peringatan sebelum mereka berpisah.

Melihat ekspresinya, Tuan Xin tiba-tiba tertawa kecil.

"Kalau mereka sampai dikejar-kejar prajurit, itu akan sangat lucu."

Bayangan Xu Kong berlari sambil diteriaki seluruh pasukan Kota Timur membuatnya merasa cukup terhibur.

Ling Yue pun ikut tertawa.

"Benar."

Ia menggelengkan kepala kecil.

"Mereka tidak mungkin sebodoh itu."

Keduanya lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan tanpa sedikit pun menyadari bahwa pada saat yang sama, di bagian lain Kota Timur, Xu Kong dan Cang Xuan memang benar-benar sedang dikejar oleh sekelompok besar prajurit yang jumlahnya terus bertambah. Jika mereka mengetahui apa yang sedang terjadi, kemungkinan besar Tuan Xin akan tertawa jauh lebih keras daripada sekarang, sementara Ling Yue mungkin akan langsung memegang dahinya karena tidak percaya bahwa kedua rekannya benar-benar berhasil melakukan hal yang paling tidak boleh mereka lakukan hanya beberapa saat setelah memasuki kota.

Di sisi lain Kota Timur, situasinya benar-benar berbeda dari ketenangan yang sedang dinikmati Tuan Xin dan Ling Yue.

Cang Xuan dan Xu Kong masih berlari secepat mungkin melewati jalan-jalan kota yang rumit. Mereka sudah melewati beberapa gang sempit, melompati pagar rumah, bahkan menerobos kerumunan warga yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Di belakang mereka, suara langkah kaki para prajurit masih terdengar jelas.

Jumlah pengejar bahkan tampak semakin banyak.

Sambil terus berlari, Cang Xuan tidak bisa lagi menahan kekesalannya.

"Kau lihat?!"

Ia melompati sebuah tumpukan peti kayu sebelum kembali berlari di samping Xu Kong.

"Ini semua gara-gara poster sialanmu itu!"

Xu Kong yang juga mulai kesal langsung membalas tanpa memperlambat langkahnya.

"Mana aku tahu masih dipasang sampai sekarang?!"

Ia menoleh sekilas ke belakang dan melihat beberapa prajurit mulai mendekat.

"Yang jelas fokus lari saja dulu!"

Mendengar jawaban itu, Cang Xuan semakin tidak tahu harus tertawa atau marah.

Mereka datang ke Kota Timur dengan misi mencari informasi secara diam-diam.

Namun belum ada satu jam sejak memasuki kota, mereka sudah menjadi pusat perhatian setengah kota.

Di belakang mereka, para prajurit masih terus berteriak.

"Jangan biarkan mereka kabur!"

"Tangkap Siluman Kera itu!"

"Beri tahu pasukan lain!"

Suara peluit peringatan mulai terdengar dari berbagai arah.

Keadaan menjadi semakin kacau.

Xu Kong langsung mengumpat dalam hati.

Ia benar-benar tidak menyangka poster buruannya masih tersebar sebanyak ini.

Yang lebih buruk, sebagian besar warga tampaknya mengenali wajahnya karena hadiah penangkapannya yang cukup besar.

Mereka baru saja berbelok ke sebuah jalan lain ketika tiba-tiba beberapa prajurit muncul dari arah depan.

"Itu mereka!"

"Blokir jalannya!"

Mata Cang Xuan langsung membesar.

"Xu Kong!"

"Aku lihat!"

Tanpa berpikir panjang, Xu Kong langsung mengubah arah dan melompat ke atas sebuah kios di pinggir jalan.

Brukk!

Atap kios itu hampir runtuh akibat berat tubuhnya.

Cang Xuan segera mengikuti dari belakang.

Dalam beberapa detik, keduanya sudah kembali berlari di atas atap bangunan sambil menghindari kepungan para prajurit.

Angin menerpa wajah mereka saat mereka terus melompat dari satu bangunan ke bangunan lain.

Sementara itu, jauh di bagian lain kota, Tuan Xin dan Ling Yue masih berjalan santai menuju pelabuhan sambil yakin bahwa Cang Xuan dan Xu Kong sedang bergerak diam-diam sesuai rencana.

Padahal kenyataannya, dua orang yang mereka percayai untuk menjalankan misi rahasia itu sedang menciptakan keributan yang cukup besar hingga hampir seluruh pasukan patroli Kota Timur mulai bergerak mencari mereka. Bahkan beberapa penduduk yang tidak mengetahui apa pun sudah mulai ikut menunjuk-nunjuk ke arah atap-atap bangunan sambil berteriak ketika melihat dua sosok yang terus berlari melintasi kota. Situasi yang seharusnya menjadi operasi penyusupan diam-diam kini perlahan berubah menjadi salah satu pengejaran terbesar yang terjadi di Kota Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa waktu kemudian, para prajurit yang sejak tadi melakukan pengejaran akhirnya kehilangan jejak Cang Xuan dan Xu Kong. Mereka mencari ke berbagai gang, jalan utama, hingga atap-atap bangunan, tetapi tidak menemukan apa pun.

"Sial!"

Salah seorang prajurit menghentakkan kakinya dengan kesal.

"Kemana mereka pergi?!"

Prajurit lain juga tampak frustrasi.

"Padahal tadi hampir tertangkap!"

Saat para prajurit kebingungan mencari petunjuk baru, salah satu dari mereka tiba-tiba memperhatikan sebuah warung makan sederhana di pinggir jalan. Di sana terlihat dua orang berjubah putih sedang duduk santai sambil menikmati makanan mereka.

Prajurit itu segera menghampiri.

"Hei."

Kedua orang berjubah tersebut menoleh bersamaan.

"Maaf mengganggu."

Prajurit itu melanjutkan dengan nada terburu-buru.

"Apakah kalian melihat dua orang yang berlari ke arah sini?"

Ia mencoba mengingat ciri-ciri target mereka.

"Salah satunya memiliki wajah seperti kera."

Salah seorang pria berjubah putih langsung mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah kiri.

"Aku melihat mereka lari ke sana."

Mendengar jawaban itu, prajurit tersebut langsung percaya tanpa banyak berpikir.

"Terima kasih!"

Ia segera berbalik.

"Ikuti aku!"

Tidak lama kemudian seluruh pasukan berlari menuju arah yang ditunjuk dan menghilang dari pandangan.

Begitu suasana kembali sepi, kedua orang berjubah putih itu saling berpandangan.

Kemudian mereka perlahan melepas penutup kepala mereka.

Ternyata keduanya adalah Cang Xuan dan Xu Kong.

Cang Xuan menghela napas panjang.

"Hampir saja."

Xu Kong juga mengangguk setuju.

"Untung mereka tidak curiga."

Setelah memastikan tidak ada lagi prajurit di sekitar, ia menoleh kepada pemilik warung yang duduk di balik meja kasir.

"Terima kasih, Paman, atas bantuannya."

Pria tua bertubuh gemuk itu langsung tersenyum lebar.

"Sama-sama."

Namun senyum tersebut segera berubah menjadi senyum seorang pedagang yang sedang menghitung keuntungan.

"Sesuai perjanjian kita."

Ia menggosok kedua tangannya.

"Kalian akan membayarku dengan jumlah yang banyak."

Xu Kong menghela napas lalu mengeluarkan beberapa koin emas dari kantongnya.

"Nih."

Pria tua itu segera menghitung jumlahnya.

Namun beberapa detik kemudian ia menggeleng.

"Ini masih kurang."

Xu Kong langsung terdiam.

"Hah?"

Di sampingnya, Cang Xuan mendekat lalu berbisik pelan.

"Orang ini mata duitan sekali."

Xu Kong mengangguk kecil.

"Aku juga mulai sadar."

Sayangnya, pendengaran pria tua itu ternyata cukup tajam.

Ia tersenyum semakin lebar.

"Kalau begitu aku panggil prajurit tadi lagi."

Sambil berkata demikian, ia mulai menarik napas panjang.

"Satu..."

Cang Xuan dan Xu Kong langsung menegang.

"Dua..."

Wajah keduanya mulai berubah.

"Tig—"

"Nah nah nah!"

Cang Xuan langsung panik dan mengeluarkan beberapa koin tambahan.

Tangannya bahkan bergerak lebih cepat daripada saat bertarung.

"Apakah ini cukup?"

Pria tua itu segera mengambil koin tersebut lalu menghitungnya kembali dengan teliti.

Beberapa saat kemudian senyum puas muncul di wajahnya.

"Bagus."

Ia menganggukkan kepala.

"Ini baru cukup."

Setelah itu, ia membuka laci di bawah meja dan mengeluarkan dua jubah bertudung serta sebuah topeng.

"Ambil saja."

Ia menyerahkan barang-barang tersebut kepada mereka.

"Sebagai bonus."

Xu Kong segera mengenakan topeng itu.

Dalam sekejap, wajah Siluman Keranya tertutupi sepenuhnya.

Sementara itu, Cang Xuan memakai jubah bertudung putih yang menutupi sebagian besar penampilannya.

Meski wajahnya masih sedikit terlihat, setidaknya ia tidak akan langsung dikenali sebagai orang yang ikut kabur bersama Xu Kong.

Setelah semuanya selesai, mereka berdiri dan bersiap pergi.

Pria tua itu melambaikan tangannya dengan ramah.

"Dadah!"

Kemudian ia berkata dengan penuh semangat yang justru membuat keduanya merinding.

"Kalau nanti dikejar lagi, datang saja ke sini!"

Ia menunjuk ke arah warungnya dengan bangga.

"Aku punya banyak paket bantuan untuk buronan!"

Mendengar itu, Cang Xuan dan Xu Kong langsung berkeringat dingin.

"Aku tidak akan kembali ke sini."

gumam Cang Xuan tanpa ragu.

Xu Kong yang biasanya sering berdebat dengannya kali ini langsung mengangguk.

"Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku sepakat denganmu."

Tanpa membuang waktu lagi, keduanya segera meninggalkan warung tersebut.

Dengan penyamaran baru yang jauh lebih aman, mereka akhirnya bisa bergerak lebih leluasa di Kota Timur tanpa takut dikenali dalam waktu dekat.

Kini tidak ada lagi prajurit yang mengejar mereka.

Tidak ada lagi teriakan di belakang mereka.

Dan untuk pertama kalinya sejak menginjakkan kaki di Kota Timur, mereka benar-benar bisa mulai menjalankan tujuan utama mereka.

Mencari informasi mengenai Istana Timur.

Mencari cara masuk ke pusat kekuasaan Murong Ye.

Dan mencari petunjuk menuju gulungan pertama yang akan membuka jalan mereka menuju dunia yang lebih tinggi.

End Chapter 30

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!