Terjebak dalam hubungan pernikahan yang tidak diinginkan, adalah sebuah malapetaka bagi Liana. Ia yang sudah sangat membenci Andra, harus menghadapi pria itu lagi. Nyatanya, Andra sendiri yang menjebak Liana.
Apa yang akan Liana lakukan, saat mengetahui, jika pernikahan antara dirinya dan Andra adalah rencana suaminya? Akankah Liana dan Andra kembali saling mencintai seperti dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruth89, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(POV Andra) Sisi lain Liana
Aku segera turun dan berlari menuju ruang rawat mama. Tadi, saat aku tengah menikmati rasa sakit yang Liana berikan, ponselku berbunyi. Saat melihat nama yang tertera, membuatku bergegas mengangkat panggilan itu.
"Ya, Pa," jawabku.
"Kamu segera ke rumah sakit sekarang. Nanti, papa kirimkan nama rumah sakitnya!"
Mendengar perintah papa, membuat jantungku berdegup cepat. Tanpa menunggu lama, aku berpamitan pada Bianca dan Steven. Sekarang, di sinilah aku berada. Di depan ruang rawat mama.
Perlahan, aku mendorong pintu dan masuk. Papa menoleh dan tersenyum lembut padaku. Sementara mama, dalam kondisi tidur.
"Dokter bilang apa, Pa?" tanyaku.
"Tidak ada apa-apa. Sepupumu juga sudah memeriksa mama. Mama hanya terlalu stress."
Jawaban papa justru tidak membuatku lega sedikit pun. Beberapa bulan terakhir, mama menyuruhku mencari pacar. Namun, aku selalu menolak. Saat itu, aku terlalu sibuk merintis usaha. Para gadis pasti tidak akan tahan karena tidak diperhatikan olehku.
Semua ini karena ucapan sepupu sialanku itu. Dia sengaja mengatakan pada mama, bila aku tidak normal. Entah berapa kali aku mengatakan pada mama, bila yang Nino ucapkan adalah kebohongan. Dia saja yang tidak tahu, jika aku sedang berusaha mendekati seorang gadis. Sayang, gadis itu selalu menolak.
Kuakui, aku jatuh cinta padanya. Karena itu, aku berusaha mati-matian mengejarnya. Namun, dia selalu menolakku. Ini benar-benar membuatku frustasi. Dia tahu pekerjaan bahkan penghasilan yang kudapat. Dia juga sudah melihat wajah rupawanku, tapi kenapa dia tidak juga tertarik?
"Pa, Andra keluar dulu, ya. Mau cari kopi," pamitku.
Papa hanya menganggukkan kepala. Aku tidak benar-benar mencari kopi. Yang benar adalah, aku akan memberi pelajaran pada mulut sialan Nino. Lihat saja! Karena setelah belokan ini, adalah ruangan Nino.
Belum sempat aku berbelok, seseorang menabrakku. Kenapa gerak-geriknya terasa familiar? Aku pun memutuskan untuk mendekati gadis itu. Sekedar bertanya, mungkin saja ia mengalami luka. Badanku yang jauh lebih besar darinya, memungkinkan untuk melukai gadis itu.
Namun, saat gadis itu menoleh, aku terkejut. Liana, untuk apa dia ke sini? Apa dia kekasihnya Nino? Ah, itu tidak mungkin. Mana mau Nino dengan gadis bar-bar macam dia?
Liana," ucapku terkejut.
Ia mendorongku menjauh, kemudian berlalu begitu saja. Melihat wajahnya yang lesu, aku memilih untuk mengikutinya. Selain itu, aku pun merasa khawatir padanya. Ia masuk ke sebuah ruang rawat. Aku terus mengikutinya.
"Apa ini ibumu?" tanyaku saat menatap seorang wanita paruh baya yang terbaring lemah di ranjang pasien.
Dia menoleh, lalu menatapku dengan tatapan terkejut. Mungkin, dia tidak tahu kalau aku mengikutinya.
"Untuk apa kau mengikutiku?" Suaranya terdengar lemah.
"Aku pikir kau sakit. Beberapa jam lalu, kau bahkan baru menendangku, 'kan?"
"Maaf. Pergilah! Aku sedang tidak ingin bertemu denganmu atau siapa pun."
Apa dia sedang mengusirku? Oh, Tuhan. Baru kali ini aku diusir seseorang. Tapi, dia sepertinya sedang butuh sandaran. Salahkah bila aku menawarkan diri?
"Kau kelihatannya sedang butuh bahu untuk bersandar. Aku bersedia memberikan bahuku."
"Aku tidak membutuhkan semua itu! Pergi dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi!"
Ternyata aku salah. Dari caranya yang tak ingin menatapku, bisa kusimpulkan bila ia tak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain.
"Bola menangis bisa mengurangi sedikit bebanmu, tidak ada salahnya kau menangis. Air mata, bukan tanda bahwa kau lemah."
Tanpa terduga, bahunya mulai berguncang hebat, meski tak ada suara yang keluar dari bibirnya. Ia seakan menahan tangisnya. Mungkin, tak ingin membangunkan sang ibu.
"Ayo, ikut aku." Aku menarik pergelangan tangannya.
Kami duduk di luar rumah sakit. Tidak terlalu jauh, tetapi cukup tersembunyi dari orang lain. Saat itu, Liana mulai menangis dan mengeluarkan suaranya. Kubiarkan dia melepas sesak di dada dengan tangisan.
Perlahan, tangis itu mulai mereda. Kusodorkan botol air mineral padanya. "Minumlah, kau pasti lelah," ucapku.
Liana mengambil botol itu dan mulai menenggaknya.
"Terima kasih."
Ucapannya membuatku menoleh. "Terima kasih?" ulangku.
Dia menganggukkan kepalanya. Berterima kasih untuk apa?
"Kenapa? Apa ada yang aneh?"
Belum sampai satu hari berlalu, dia sudah kembali pada sifat juteknya. Aku benar-benar tidak mengerti dirinya.
"Tidak, tidak. Aku hanya tidak tahu, kau berterima kasih untuk apa. Itu saja."
"Karena kau tidak bertanya apa pun."
"Jika kau tidak ingin mengatakannya, untuk apa aku bertanya? Bukankah akan terasa sia-sia?"
"Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan di sini?"
Aku menatap langit yang menaungi kami. "Mamaku sakit," jawabku.
"Kenapa bisa samaan seperti ini?"
Aku mengendikkan bahuku. Mungkin takdir, kata-kata itu hanya kuucapkan dalam hati.
"Sepertinya, aku harus kembali ke dalam. Kasihan mama sendiri," pamitnya
"Silakan," jawabku. Aku tak ingin menahannya di sini lebih lama.
Tak lama setelah kepergiannya, aku kembali pada tujuanku. Nino, bersiaplah!
***
Apakah Liana sudah mulai melunak? Daging kali.. hehehehe...
sambil nunggu up, yuk, mampir ke cerita ini
Blurb :
Selamat @BramHero, kode akun xxxBRSuperHero! Ayo lanjutkan, permainan kode slot timun emas. Selangkah lagi menuju level tertinggi, ini adalah tahap awal kamu memenangkan hadiah sebesar 1.000.000.000 cek secara berkala dalam 24 jam, tarik dan proses uang akan dikirim ke akun bank dalam waktu 7hari.
Bram, seorang kurir sayuran box fresh! Mendapat sebuah pesan, misi dari sebuah system delivery.
Akankah Bram tekuni setelah mendapat pesan misterius atau ia abaikan?! Di tambah, kisah cintanya ia ditolak mentah, hanya karena dia pria susah.
*suami ketemu pria lain adalah kesalahan fatal tapi istri ketemu pria lain dianggap hal wajar
*suami berbicara dengan wanita lain dianggap kesalahan fatal tapi istri sampai curhat bahkan mengumbar Ian suaminya pada pria lain kalian anggap hal wajar
*istri membela dan bahkan lebih memilih pergi dengan pria Lian didepan suaminya kalian anggap hal wajar
*istri menjatuhkan harga diri suaminya didepan pria lain sampai pria lain itu meremehkan suaminya kalian anggap hal wajar
*suami kontak fisik dengan wanita lain kalian anggap keslaahan fatal tapi istri bahkan sampai pelukan dengan lelaki lain kalian anggap wajar
*Andra banyak melakukan kebodohan
tapi liana banyak melakukan kesalahan fatal
*munafik dia marah suami dekat dengan wanita lain tapi dia malah curhat bahkan pelukan dengan pria lain
*mengumbar aib rumah tangga dan suami pada pria lain
*menjatuhkan harga diri dan kehormatan suami didepan pria lain
*membiarkan pria lain meremehkan dan merendahkan suaminya
dan yang membuat novel ini miris dan munafik adalah novel ini membela dan membenarkan semua kelakuan laknat liana
klw q smpai pnya ibu tiri dia yg bekal kuhabisi
bicara dgn nada keras aja udh kusikat😠😠
hemm jd ank tiri yg jahat wkwkkkk
makasih crazy up nya 🙏🙏
Utk Andra, apapun alsnmu bertemu sm Fia, tetep salah. Karena dia dah janji ga akan ktemu Fia lg, tp terbukti bahwa smp skrg dia msh bertemu. Tinggalin aja dulu Andra ya Liana. Ga usah cere, temuin Andra lg setelah 50thn kmudian sambil kau bawa anak cucu mu🤣🤣. Slamat thn baru 2023 thor🥳🥳