NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ritual Dan Pertemuan Roh Gaib

Tak terasa hari pun mulai gelap dan mereka pun mulai melakukan upacara pemakaman yang diawali dengan pembacaan mantra atau doa dari seseorang yang terlihat sudah tua di situ.

Setelah pembaca mantra atau doa selesai, mereka mulai mengikat seorang gadis pada sebuah tiang di ritual tersebut. Lalu terlihat rombongan para penari yang mengelilingi tiang tersebut menari dan bernyanyi di iringi suara gendang.

Lalu disaat itu juga di mulainya upacara pembakaran jenazah itu. Dengan membakar tumpukan kayu yang di atasnya telah di simpan jenazah yang akan mereka makamkan.

Begitu api sudah menyentuh mayat, mereka melanjutkan ritual selanjutnya. Terlihat gadis yang terikat disebuah tiang kayu tadi mulai di cambuk dan di siksa terlebih dahulu. Lalu gadis tersebut kemungkinan akan di jadikan korban setelah selesai pembakaran mayat.

Melihat langsung ritual penyiksaan itu, Ipul tidak tega dan tidak sanggup melihatnya. Ia pun mengalihkan pandangannya ke tempat mayat yang sudah terbakar api.

Begitu seluruh tubuh mayat itu terbakar oleh api, seketika keluar cahaya terang dari mayat tersebut. Cahaya itu hanya bisa dilihat olehnya dan orang tua yang tadi membacakan mantra disitu.

Orang tua itu pun terus mengamati kemana cahaya itu akan pergi, cahaya tadi bukannya terbang ke langit melainkan melesat menuju ke arah dimana Ipul sedang bersembunyi. Secepat kilat cahaya itu langsung masuk kedalam tubuhnya melalui kepalanya.

Cahaya itu masih terus bersinar sampai Ipul ilang kesadarannya dan seketika jatuh dari tempat ia berdiri. Ditengah kesadarannya yang mulai hilang ia sempat mengucapkan sesuatu lalu kemudian tersungkur ke tanah.

Tidak lama kemudian beberapa penduduk mendatangi tempat dimana Ipul bersembunyi, bersama orang tua yang dapat melihat cahaya tadi. Dan ditempat itu lah mereka melihat tubuh seorang pemuda yang terbaring tidak sadarkan diri di tanah.

Lalu mereka pun membawa tubuh pemuda tersebut menuju perkampungan mereka yang saat itu masih melangsungkan upacara. Mereka pun berniat untuk menjadikan tubuh pemuda itu sebagai pengganti tumbal yang ada disana.

Kini tubuh ipul sudah berada di tiang tempat tumbal tadi diletakan, dan upacara itu pun di lanjutkan kembali dengan tarian dan suara gendang serta ritual penyiksaan seperti yang dilakukan pada gadis tadi.

Lalu tubuh Ipul pun mulai di tusuk menggunakan tombak dan pedang pusaka yang sangat tajam khusus untuk ritual tersebut.

Begitu kedua senjata itu di tusukkan hal aneh pun terjadi, kedua senjata tersebut tidak dapat menembus kulit nya. Meskipun dengan sekuat tenaga mereka mencoba, namun semua senjata tersebut tetap tidak dapat melukai tubuh yang mereka jadikan tumbal dalam ritual itu.

Jangankan untuk menembus tubuhnya, menggores kulitnya pun senjata-senjata itu tidak sanggup. Lalu semua senjata yang mereka pakai untuk membunuh tumbal itu pun patah. Padahal sebelumnya semua senjata tersebut sudah diberi mantra dimana bisa menembus kulit manusia yang memiliki ilmu kebal.

Melihat semua senjata yang mereka gunakan itu patah, mereka semua yang ada disitu pun terkejut dan tercengang. Seketika itu juga upacara tersebut mendadak berhenti karna melihat keanehan tersebut.

Setelah mereka sejenak terdiam, terdengar suara yang keluar dari tumbal itu seolah-olah Ipul yang sedang berbicara. Namun saat itu dirinya masih belum sadarkan diri.

Suara itu pun berkata

“Dengarlah wahai kalian yang ada disini, aku adalah pemimpin kalian.”

“Aku adalah roh yang kalian kuburkan dalam upacara ini.”

“Aku tidak akan pergi ke langit melain kan aku akan tetap tinggal di jasad lelaki ini sebagai pemimpin kalian.”

“Jadi jika masih ingin dipimpin oleh ku maka lepaskan dia dan biarkan dia ada disini bersama kalian.!”

“Tapi jika kalian tidak mau maka aku akan menghancurkan tempat ini dan menghabisi kalian semua yang ada di sini tanpa sisa.!”

“Jadi silahkan kalian pilih itu.!” Tegas roh kepala suku mereka berbicara melalui tubuh Ipul yang tidak sadarkan diri.

Setelah mendengar perkataan dari roh kepala suku tadi, tetua adat segera memerintahkan beberapa warga desa untuk melepaskan tubuh Ipul yang di ikat sebagai tumbal ritual.

Tubuh tumbal itu pun segera di bawa masuk ke rumah kepala suku untuk di baringkan di tempat tidurnya dan dijaga semua anggota keluarganya.

Setelah tumbal sudah di amankan mereka pun berkumpul untuk menunggu sang tumbal itu bangun dan berhenti berpesta.

Tidak ada satu orang pun yang boleh makan dan minum serta bergerak dari tempat duduk mereka sampai tumbal itu bangun dan berbicara kepada mereka.

Setelah menunggu lama akhirnya Ipul pun sadar dari pingsannya tepat di tengah malam bulan purnama. Lalu ia pun melihat sesosok lelaki bertubuh besar sedang duduk di sebelahnya dan berkata

“Perkenalkan nama ku Bangkui, aku adalah roh pemimpin di suku ini.”

“Jika di perbolehkan, izin kan aku memakai tubuh tuan sebentar untuk berbicara kepada semua rakyat ku yang ada disini.”

“Agar mereka mengikuti semua yang aku perintahkan.”

“Dan setelah itu aku akan keluar lagi dari tubuh tuan dan menjadi pendamping tuan di sini serta akan menjaga tuan saat berada di desa ini.!”

Jelasnya sembari memohon agar di izinkan.

Ipul pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Dengan sekejap mata sosok gaib itu pun hilang dari pandangan Ipul. Lalu terasa tubuhnya yang tadi masih terbaring lemas kini berdiri dan berjalan sendiri menuju kerumunan orang-orang yang sudah menunggunya diluar.

Seperti sedang di gerakan sesuatu, ia terus berjalan menuruni tangga dan perlahan menuju altar tempat tetua berdoa.

Melihat tubuh tumbal yang sudah berdiri di atas altar, mereka dengan cepat segera berkumpul duduk mengeliling altar tersebut untuk melihat apa yang akan terjadi setelah ini.

Dan setelah semuanya berkumpul, roh pemimpin suku itu pun mulai berbicara menggunakan tubuh yang mereka jadikan tumbal tadi.

“Dengarlah para rakyat ku semua, aku adalah Bangkui yang dulu pernah meninggalkan kampung ini lama sekali dan kembali lagi kesini menjadi warga di desa ini.”

“Lalu kemudian kalian angkat menjadi pemimpin kalian karna dianggap paling mampu untuk menjaga kalian dan kampung ini.”

“Karna sakit yang tidak dapat di obati maka aku harus rela meninggalkan kalian semua di sini, namun malam ini aku kembali lagi bersama jasad baru ini.”

“Jadi dengarkanlah baik-baik apa yang akan aku sampaikan ini.!" Begitulah kata-kata pembuka dari pemimpin mereka.

Mendengar nama dan kisah yang di sampaikan oleh tumbal itu benar, mereka pun mempercayai bahwa itu adalah pemimpin mereka yang telah kembali dari kematian. Mereka pun mulai lanjut mendengarkan lagi apa yang di sampaikan pemimpin mereka sampai selesai.

Setelah selesai memberikan perintah kepada rakyatnya, tiba-tiba sesuatu melesat ke arah altar dan berhenti melayang di samping tubuh yang sedang berdiri di altar.

Mereka semua yang ada di sana pun terkejut dan heboh melihat penampakan seperti peti mati melayang di samping pimpinan mereka. Peti mati itu pun langsung turun dan berdiri tegak di samping tubuh yang ada di altar tersebut.

Lalu Bangkui pun mulai memperkenalkan peti yang di atasnya tercapai sebuah kapak besi yang biasa disebut beliung.

"Tenanglah kalian semua. Ini adalah peti mati yang didalamnya terdapat jasad istriku yang sudah lama meninggal.”

“Peti inilah yang telah melindungi dari serangan pasukan peti mati yang ingin mencoba membunuhku sewaktu aku keluar dari desa mereka.”

“Karna jika ada seorang manusia yang sudah masuk dan tinggal di desa gaib tersebut, mereka tidak di perbolehkan keluar hidup-hidup dari situ.”

“Akulah yang membuat peti ini dan memasangkan beliung di peti ini karna permintaan terakhir istriku sebelum ia mati.”

“Dengan beliung inilah para pasukan peti mati yang mengejar ku itu dapat di hancurkan olehnya, hingga aku bisa keluar dengan selamat dari desa gaib tersebut.”

“Karna peti ini ingin tetap bersamaku maka ia datang kesini untuk menjaga aku dan kalian semua yang ada disini.!" Begitulah Bangkui menutup cerita singkat mengenai peti mati istrinya itu.

Setelah cerita singkat itu selesai, Bangkui pun mempersilahkan rakyatnya untuk kembali berpesta merayakan kembalinya ia dari kematian.

Setelah mereka semua mulai berpesta, Bangkui pun berjalan kembali menuju rumahnya dan kembali membaringkan jasad Ipul yang di pakainya tadi. Karena Bangkui tahu tubuhnya masih belum sanggup untuk berdiri dan berjalan.

Setelah membaringkan tubuh itu, Bangkui pun keluar dari jasad itu dan mengucapkan terima kasih kepada tuannya karna telah mengizinkannya untuk memakai sebentar tubuhnya.

Dan setelah itu Bangkui pun keluar menghampiri istrinya yang sudah menunggunya di luar rumah. Meninggalkan tubuh tuannya agar bisa beristirahat untuk memulihkan tenaganya, lalu mereka berdua pun berjalan menuju tempat semua warga berpesta.

Walau pun mereka berdua tidak dapat di lihat oleh siapa pun yang ada di situ, namun mereka berdua tetap ikut bersenang-senang bersama orang-orang yang sedang berpesta sampai pesta itu pun selesai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!