NovelToon NovelToon
Semestaku Semestamu

Semestaku Semestamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:752k
Nilai: 5
Nama Author: ingrid nadya

Kehidupan Nayla dan Azel sudah benar-benar berubah sejak terakhir kali bertemu. Nayla bertemu seseorang, kemudian putus dan tidak bisa move on. Azel menikah dengan seseorang, dikhianati kemudian bercerai.

Satu hari, mereka dipertemukan lagi di sebuah acara keluarga. Pertemuan itu membuat dunia mereka saling jungkir balik. Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Cover obtain from pexels, free to use.
IG author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nayla : A Guy Without Wedding Ring

Aku berjalan ke parkiran basement dengan perasaan canggung. Aku memperhatikan satu per satu plat mobil dan mencocokkannya dengan plat mobil yang disebutkan Azel di whatsapp.

Di sudut parkiran, aku pun menemukan sebuah Maserati berwarna hitam dengan plat yang sama persis.

Well, of course, a CFO could afford this expensive car!

(Yah, tentu saja, seorang CFO bisa membeli mobil mahal ini!)

Azel sudah berada di dalam mobil karena kuperhatikan mesin sudah menyala. Aku pun masuk.

“You keep surprising me,” kataku sambil memasang sabuk pengaman.

(Kamu terus-terus-an bikin aku kaget.)

“Maksudnya?"

“Hahaha, maaf ya norak, baru kali ini naik mobil mahal.”

“Apaan sih Nay, hahaha. Mau makan dimana nih?”

“Sambil jalan kali ya. Perasaan aku gak enak kalau masih disini.”

“Santai, Nay. Uda lewat jam kantor ini.”

“Auditor works for 24 hours. Remember?”

(Auditor keja 24 jam, inget gak?)

Dia tertawa lagi. Bahagia ya sama aku? Aku langsung ingin menenggelamkan kepalaku sendiri ke dasar Samudera Hindia.

Mobil pun melaju keluar dari gedung perkantoran Azel.

“Buset! Macet banget!” gumam Azel sambil mengamati jalanan di waze yang berwarna merah dimana-mana.

“Uda laper banget gak, Nay? Biar kita makan yang deket-deket aja.”

“Belum sih.”

“Ada ide mau makan dimana?”

“Hmm. Do you eat meat?”

(Hmm. Kamu makan daging gak?)

“Of course.”

(Iyalah.)

“I thought you were a vegan.”

(Aku pikir kamu vegetarian.)

“How could I?”

(Gimana mungkin aku jadi vegan?)

“How about butter? Eat butter?”

(Kalau mentega? Kamu makan mentega juga?)

“I eat everything, Nay.”

(Aku makan semuanya, Nay.)

“Gue pikir cowok atletis tuh cuma demen makan dada ayam.”

“I will never give up on pork.”

(Kayaknya aku gak bakal berhenti makan pork deh.)

“Nah! Ada satu tempat di blok M, butter rice sama sate-satean babinya enak banget. Tapi tempatnya berasap banget. Pulang-pulang pasti baju sama rambut bau. Tapi gue jamin worthed. Is it okay for you?”

“Gak masalah, Nay. Gultik aja aku makan.”

“Wah, aku gak nyangka.”

Tiba-tiba handphone Azel berbunyi. Gambar anak kecil yang tadi menghiasi ruang kantornya terpampang di layar handphone. Dia terlihat menimbang sesuatu, lalu merilikku.

“Kamu keberatan gak?” tanyanya, meminta izin, yang seharusnya itu tidak perlu.

Aku tersenyum sambil menggeleng, “Silahkan, Zel.”

Dia pun menjawab teleponnya.

“Halo, Sayang?” Suara Azel benar-benar berubah menjadi sangat lembut.

Suara sopran anak kecil terdengar sayup-sayup dari ujung sana. Tapi aku tidak bisa mendengar apapun yang dikatakannya. Aku hanya bisa menyimak obrolan satu arah dari Azel.

“Gimana kuis nya hari ini?”

“Bisa jawab semuanya? Good job! Papa bangga sama kamu!”

“Kamu pulang gak hari ini? Papa jemput deh kalau kamu mau.”

“Kenapa enggak? Kamu gak kangen Papa?”

Azel terdengar sangat kekanak-kanakan sekarang.

Sungguh menggemaskan.

Aku sampai mencubit diriku sendiri karena memikirkan hal itu.

“Tapi janji sama Papa ya, kamu harus pulang hari Sabtu.”

“Senin? Kenapa gak Minggu?”

“Mau ke salon sama Mama? Oke.”

“Bye. See you soon.”

“I miss you too. Bye.”

Azel meletakkan kembali handphonenya.

“Sorry ya, Nay.” Azel tersenyum.

“Santai aja, Zel. Hubungan kamu baik banget sama anak kamu.”

Azel mengangguk. Setelah itu ada jeda, aku jadi merasa sangat canggung. Aku tidak ingin Azel tersinggung karena keheninganku yang tiba-tiba, maka aku inisiatif bertanya.

“Anak kamu namanya siapa, Zel?”

“Rara. Nama lengkapnya Grace Aurora.”

“Namanya bagus banget. Uda kelas berapa?”

“Enam SD, Nay.”

Aku mengangguk. Dalam hati menyadari ada nada protektif dalam suara Azel. Aku menyadari bahwa Rara adalah dunianya, tidak bisa diusik sedikit pun.

Aku diam lagi.

“Kamu bisa nanya apa aja, Nay.”

Aku bisa melihat Azel tersenyum.

“Gak ada kok.”

Bahkan aku sendiri bisa menyadari bahwa saat ini aku berbohong.

“C’mon, Nay. Be honest. A guy with no wedding ring?”

(Ayolah, Nay. Jujur aja. Laki-laki tanpa cincin pernikahan?)

Azel mengangkat tangan kanannya.

Wajahku langsung memerah.

“I got you again?”

(Kena lagi?)

Aku tertawa untuk menghilangkan rasa canggungku, “Segitu mudahnya aku kebaca ya?”

“You’re like an open book.”

(Kamu kayak buku yang terbuka.)

Diam, lama. Akhirnya aku memutuskan bertanya.

“Then, what happened?”

(Terus, apa yang terjadi?)

“Aku cerai, Nay, tiga tahun yang lalu.”

Dan ternyata benar. Diam-diam hatiku sedih. Pantas di ruangan kantor Azel, tidak kutemukan satupun foto istrinya. Sebenarnya aku sudah punya firasat ketika melihat Azel tanpa cincin pernikahan. Makanya, aku mengiyakan ajakan makannya malam ini, aku terlalu penasaran bagaimana orang sebaik Azel, sesempurna ini, bisa bercerai.

“Kenapa?” Hanya itu yang dapat kukatakan.

“Kamu bener-bener gak tahu? Aku sempat masuk infotainment loh. Mantan istriku public figure soalnya.” Dia tersenyum, ada nada mengejek.

“Yah, kan aku kerja 24 jam, Zel.”

Dia tertawa kecil.

“Dia selingkuh dari aku, Nay. Tapi gak adil sih kalau ngelihat dari sisi akunya doang. Mungkin dari sisi dia, ada sesuatu yang bikin dia selingkuh dari aku. Yang bisa aku bilang... waktu itu rasanya berat banget, sakit banget. Dan aku bener-bener struggling waktu itu."

Azel masih terlalu baik. Dia bahkan tidak ingin menunjukkan sisi jelek mantan istrinya. Tapi bagaimana mungkin seorang Azel diselingkuhin? Orang seganteng dan seseksi ini? Kalau aku jadi istrinya, mungkin disiksa seperti film fifty shade of grey pun aku mau.

Ya, oke, Nay, terus saja aku bermimpi.

Fokus sajalah kepada Azel, daripada mengkhayal yang tidak-tidak.

“I hope you are okay now.”

(Aku harap kamu baik-baik aja sekarang.)

“I am. Thanks.”

(Pastinya. Makasih.)

Hening lagi.

“Kamu mau tahu apa lagi?” Dia melirikku.

Aku ragu sejenak, tapi ntah setan apa yang membuatku berani bertanya, “Boleh ngomongin Rara lagi?”

“Boleh dong. Mau tanya apa?”

“Lebih enak kamu yang jelasin.”

“Hmm, bentar ya mikir dulu, kira-kira apa yang bisa aku bilang tentang anak ajaibku ini?”

Aku menunggu Azel.

Matanya berbinar saat mengingat Rara. Aku tau begitu saja apa yang akan dikatakannya.

“She is my world, Nay. The best thing that ever happened to my life.”

(Dia duniaku, Nay. Yang terbaik yang pernah diberikan di dalam hidupku.)

Lagi-lagi mulutku lancang untuk bertanya, “Rara kelas berapa?”

“Enam SD. Bentar lagi udah mau UN dia, jadi kerjanya belajar mulu. Kemarin aja dia gak ikut ke acaranya Nathan karena mau belajar.”

“Oh, Nathan kenal Rara?”

“Kenal banget. Tiap Nathan sama Felis mampir ke Indo selalu jengukin Rara. Tuh anak emang anak ajaib, bikin jatuh sayang semua orang.”

“Kamu tipe bapak yang memuja banget ya sama anaknya."

“Hahaha, iya dong. Tapi sekelihatan itu ya?”

“Iya. Hahaha. Hak asuhnya di kamu, Zel?”

“Iya.”

"Kamu ayah yang hebat. Jarang banget seorang ayah yang dapat hak asuh.”

“Enggak, Nay, aku bukan ayah yang hebat. Tapi setidaknya, aku berusaha setiap harinya."

“Emang itu yang dibutuhin. Terus berusaha."

Azel tersenyum. Di keheningan mobil Azel, aku bisa melihat sosok yang benar-benar berbeda. Kini Azel menjadi seseorang yang sangat bertanggung jawab di mataku. Terlepas dari perceraiannya.

Tiba-tiba ada keinginan sangat besar timbul di dalam hatiku.

Bagaimana jika aku ingin bertemu Rara?

***

1
Studesyy
akhirnya kumenemukanmu Thor, BAGUS BANGETTTTT... makasih ya buat karya yg sebagus ini, kamu luar biasa Thor... GBU
Studesyy
kok aku naksir Dave ya.. wakakakkakak
yhoenietha_njus🌴
koq aq juga ngerasain dangdutan ya koplo lagi..kaya aq yang lagi nelpon si Nayla
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
Amalia Khaer
bye bye Rara. sukses ya kamu.
Amalia Khaer
karya pertama TPI sudah sekeren ini 👏👏👏
Amalia Khaer
yok di ramein yokk. pas bngett moment nya si Om Azel dtng.
Amalia Khaer
Luar biasa
Amalia Khaer
selain krna hobi mereka sma, krna Rara mengerti apa yg diinginkan Papanya.
Amalia Khaer
ngantuk dong KLO minum antimo
Amalia Khaer
lgi isi kamu tuh, Regina.
Amalia Khaer
SDH bertahun2, aq balik lgi untk membaca, trnyata likenya msih ratusan. pdhal ceritanya Nayla keren bnget loh.
Amalia Khaer
si Cantik Rara sibuk chatan sama Calon Mamanya hihihi
Amalia Khaer
anak pintarr. dukung papa dan Tante Nay ya, Rara.
Amalia Khaer
boleh bnget Om Azel. asalnya dirimu mau berjuang.
Amalia Khaer
semangat ya Om Azellll
Amalia Khaer
aq juga mau Om Azel menguras rekeningmu. TPI gratis yaa
Amalia Khaer
GK pa2, Zel. KLO jodoh y mau gimana lgi. TPI ya itu, dirimu harus berjuang. hehhehe
Amalia Khaer
uhuyyy Om Azel 😍😍😍😍😍😍
Amalia Khaer
Hay, Nay. aku rindu kamu sama Om Azel, hihihi. aq dtng lgi mengulang ceritamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!