NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Matahari perlahan mulai menggelincir ke balik barisan perbukitan pinus, meninggalkan semburat warna lembayung dan abu-abu yang dingin di langit perkemahan.

Suhu udara di area pegunungan Los Angeles Pusat kembali merosot tajam seiring dengan angin sore yang berembus kencang, menggoyang tenda-tenda parasut dan memaksa para mahasiswa untuk mengenakan jaket tebal mereka kembali.

Di dekat area pembatas hutan, tidak jauh dari jalur logistik darurat, Scarlett Langford sedang duduk menyendiri di atas sebuah batang pohon yang tumbang.

Di kedua tangannya, ia memeluk sebuah cup mi kemasan instan yang baru saja diseduh dengan air panas.

Uap putih mengepul dari permukaan kuah kaldu yang gurih, memberikan sedikit kehangatan darurat yang sangat ia butuhkan untuk menghalau dingin yang kian menggigit kulit wajahnya.

Scarlett sedang menikmati mi kemasannya dengan tenang, membiarkan pikirannya beristirahat sejenak setelah seharian penuh menghadapi drama fiktif dan tugas orientasi medan yang melelahkan.

Namun, ketenangan sore itu mendadak terusik oleh suara langkah kaki yang disengaja berbunyi nyaring di atas permukaan tanah beranting kering.

Ketika Scarlett mendongakkan kepalanya, sosok Anna sudah berdiri tepat di depannya.

Gadis elite dari Bel Air itu masih mengenakan jaket bomber mewahnya, namun kali ini kacamata hitam berbingkai emasnya sudah disangkutkan di kerah pakaian, mengekspos sepasang mata yang menatap Scarlett dengan binar permusuhan dan kebencian yang teramat pekat.

Scarlett tidak bangkit berdiri. Ia tetap mempertahankan posisinya, mengunyah mie instannya perlahan dengan ketenangan yang luar biasa, seolah-olah kehadiran sosok gadis paling berkuasa di lingkaran masa kecil Millian itu hanyalah angin lalu.

Anna menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menatap cup mi kemasan di tangan Scarlett dengan pandangan merendahkan yang sangat kentara.

Sebuah senyuman sinis, angkuh, dan penuh superioritas kasta terukir di bibirnya yang dilapisi pemerah mahal.

"Jadi... ini dia sosok gadis penerima beasiswa penuh yang sedang menjadi buah bibir di seluruh penjuru kamp," buka Anna dengan nada suara yang sengaja ditinggikan, sarat akan cemoohan yang tajam.

"Melihat bagaimana caramu memakan mi instan murah itu di pojokan... aku benar-benar heran, taktik murahan apa yang sebenarnya sudah kau gunakan untuk menjebak seorang Millian Vale-Knight?"

Scarlett menelan mi di dalam mulutnya dengan santai, lalu meletakkan cup mi kemasannya ke atas permukaan batang pohon di samping tempat duduknya. Ia menatap Anna lurus-lurus, melipat kedua tangannya di depan dada tanpa menunjukkan rasa gentar sedikit pun.

Taring harga diri-nya langsung bangkit, siap menyambut tantangan.

"Jika kau datang kemari hanya untuk mengomentari menu makan soreku, Kak Senior... kusarankan kau kembali saja ke dalam jip mewahmu sebelum udara membuat otak berhargamu itu membeku," sahut Scarlett dengan nada suara yang sangat tenang namun menusuk.

Mendengar sebutan "Kak Senior" yang diucapkan Scarlett dengan intonasi yang begitu datar, sudut mata Anna tampak berkedut tajam.

Ia memajukan langkahnya, memperkecil jarak berdiri mereka untuk memberikan tekanan psikologis yang lebih intimidatif.

"Jangan berlagak sombong di depanku, Anak Baru," desis Anna dengan nada meremehkan yang semakin gencar.

"Kau mungkin bisa membual dan menipu seluruh mahasiswa baru di kampus ini dengan status kekasih rahasia yang kau pegang. Tapi asal kau tahu saja, kau sama sekali tidak ada apa-apanya di dalam kehidupan nyata Millian."

Anna mendongakkan dagunya dengan gaya menyombongkan diri yang sangat ekstrem, seolah-olah ia sedang memegang kartu as terbesar dalam sejarah kehidupan sang pangeran Bel Air.

"Kau tahu siapa orang yang pertama kali dicium oleh Millian Vale-Knight saat kami masih berada di masa high school dulu?" tanya Anna dengan binar mata penuh kemenangan fiktif yang meluap-luap.

"Orang itu adalah diriku! Aku adalah first kiss miliknya! Bukan hanya itu, seluruh catatan waktu berkaitan dengan pertumbuhan Millian, pencapaiannya di arena balap, hingga rahasia terdalamnya... aku adalah orang yang menyaksikannya secara langsung sejak kami tumbuh bersama di Bel Air! Jadi, kau hanyalah seorang pengganggu miskin yang kebetulan lewat di hidupnya!"

Mendengar rangkaian kalimat kesombongan sejarah yang diluncurkan Anna dengan begitu berapi-api, Scarlett tidak menunjukkan keterkejutan atau rasa syok sedikit pun.

Sebaliknya, seulas senyuman tipis yang teramat sinis, sarkastis, dan penuh cemoohan perlahan terukir di bibir mungil Scarlett.

Teori konspirasi romantis masa lalu yang dibawa Anna justru terdengar sangat menggelikan bagi Scarlett yang tahu persis bahwa seluruh status kekasih ini hanyalah rekayasa murni demi sandiwara kampus.

Scarlett perlahan bangkit berdiri dari posisi duduknya. Meski tinggi tubuhnya sedikit berada di bawah Anna, aura intimidasi dan keangkuhan yang terpancar dari figur Scarlett sanggup membuat atmosfer di sekitar mereka terasa jauh lebih menekan.

"Kak Senior..." sahut Scarlett dengan kelancaran verbal yang luar biasa tenang namun sangat mematikan.

"Aku benar-benar tidak yakin dengan apa alasan utamamu bersusah payah datang ke lokasi perkemahan yang dingin ini, hanya untuk menghancurkan mental belajarku dengan segala kesombongan masa lalu yang kau miliki itu."

Scarlett melangkah satu tapak maju, mengunci pandangan mata Anna tanpa ampun. "Namun, sayang sekali... taktikmu itu gagal total. Aku sama sekali tidak akan pernah merasa iri pada segala bentuk cerita first kiss masa sekolah yang kau agung-agungkan itu."

"Apa kau bilang?!" Anna mendesis geram.

"Tolong katakan padaku dengan jujur, Kak Senior," lanjut Scarlett dengan intonasi yang diatur sangat rapi.

"Kira-kira bagian mana dari dirimu yang harus membuat seorang Scarlett Langford merasa iri? Aku memiliki otak yang sangat cerdas, dan aku mempunyai bentuk fisik yang sempurna untuk usiaku saat ini. Sementara kau? Millian memilihku untuk berdiri di sampingnya saat ini, bukan dirimu."

Scarlett menjeda kalimatnya sejenak, menatap Anna dengan pandangan menilai yang sarat akan belas kasihan buatan yang sangat menyengat harga diri lawan bicaranya.

"Dan aku... rasa-rasanya memiliki cukup rasa bela sungkawa sosial untukmu," sambung Scarlett dengan nada suara yang sengaja diperlembut namun berujung pada hantaman kalimat yang sangat brutal.

"Aku mendengar sebuah gosip yang cukup valid di kalangan mahasiswa atas siang tadi... bahwa kau ternyata pernah menyatakan perasaanmu dan berakhir ditolak mentah-mentah oleh Millian, bukan? Jadi, apa yang tadi kau bilang dengan penuh rasa bangga? Ciuman pertama di masa high school?"

Scarlett mencondongkan tubuhnya ke depan, berbisik tepat di hadapan wajah Anna yang kini sudah mulai memucat karena rahasia terburuknya dibongkar tanpa sensor.

"Jika ciuman pertama itu terjadi bertahun-tahun yang lalu dan setelah itu kau justru berakhir ditolak olehnya..." bisik Scarlett dengan senyuman kemenangan yang sangat mematikan.

"Itu artinya... sampai detik ini pun, kau belum pernah berhasil ia bawa ke atas ranjang, bukan?"

Deg!

Kata-kata terakhir Scarlett meluncur layaknya sebuah tebasan pedang tak kasatmata yang seketika menghancurkan seluruh dinding harga diri dan arogansi kebangsawanan yang selama belasan tahun ini Anna bangun dengan megah di Bel Air.

Kalimat "belum pernah ia bawa ke atas ranjang" diucapkan Scarlett dengan begitu enteng, namun sarat akan kebenaran yang telanjang dan menyakitkan bagi ego Anna.

Wajah cantik Anna dalam satu detik langsung berubah dari memucat menjadi merah padam sempurna karena kombinasi rasa malu, syok, dan amarah yang meledak-ledak di dalam dadanya.

Seluruh pasokan kata-kata elegan yang biasa ia gunakan di lingkaran sosial kelas atas lenyap tanpa sisa, digantikan oleh dorongan insting yang sangat liar.

Anna mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga bergetar hebat di sisi tubuhnya.

Matanya melotot lebar dengan binar kebencian yang begitu pekat, menatap lurus ke arah bibir cerewet Scarlett Langford.

Pada detik itu juga, Anna benar-benar merasakan sebuah dorongan yang sangat kuat di dalam jiwanya untuk maju dan mencabik-cabik mulut tajam milik gadis beasiswa di depannya itu sampai hancur lebur, demi membayar lunas penghinaan terbesar yang pernah ia terima sepanjang hidupnya.

Udara sore di antara kedua gadis itu mendadak berubah menjadi sebuah medan pertempuran tak berdarah yang siap meledak kapan saja.

1
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
Ayusha
tak kasih tau ya, bajing an itu hewan sejenis dg tupai 🤣🤣
Rosdianah 🌷: ya Ngakak 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Scarlett - millian gak bosen main peran sandiwara cinta gini🤣🤣🤣 mending pacaran beneran aja sih
Rosdianah 🌷: Besok ya kak🫶
total 3 replies
Mita Paramita
maksud sih millian mau bikin scarlet mupeng liat bibir ny mau dicium 🤣🤣🤣 blom tau kalo scarlet otak ny lurus 🤨
Rosdianah 🌷: ngakak loh aku kak🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣udah berprasangka buruk aja nih scarlet
Rosdianah 🌷: maklumlah kak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
jilat apa hayoo😄😄
Rosdianah 🌷: Scarlett Ndak bagi mimpi kak🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!