Namaku Yuta Mayasaki, aku mempunyai seorang pacar bernama Giza, gadis cantik yang merupakan madona sekolah SMA Jayakarta.
Suatu hari saat aku pulang sekolah, Ayahku yang seorang duda membawa pacarnya dan juga seorang gadis yang merupakan anak dari pacarnya.
Namun saat aku melihat penampilannya... ya, benar sekali, anak dari pacar ayahku itu adalah Giza.
Bagaimana hubunganku dengan Giza seterusnya? Apakah masih boleh kita berpacaran walaupun kita kakak adik? Bukankah ini cinta terlarang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noya Clarissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 6 Permasalahan Klub
***
"Berdiri, beri hormat"
"""Terima kasih, guru"""
Akhirnya selesai juga, jam pelajaran terakhir tadi ngebosenin banget.
Aku bergegas merapihkan buku tulis dan pelajaranku ke dalam tas. Beberapa siswi juga mulai berkerumun untuk membahas rencana pulang sekolah mereka.
Aku berencana untuk langsung pergi ke kelas Giza. Namun, sesaat setelah aku mengambil tasku, aku melihat ada seorang gadis dari pintu kelas sedang memanggil namaku.
"Yuta!"
Kak Ayane? Ada urusan apa dia sampai pergi menuju ke kelasku?
"Ah, iya sebentar"
Aku mulai berjalan ke arahnya sambil melewati kerumunan siswa yang sedang membereskan tas mereka.
Sesampai di hadapannya, aku langsung bertanya kepadanya.
"Ada apa, kak Ayane?"
Dari ekspresi wajahnya, gadis itu terlihat kebingungan. Dia yang menggigit ujung jempolnya seperti mengatakan kalau ada suatu masalah.
Firasatku, pasti ada hubungannya dengan osis.
"Bisa tolong ikut aku ke ruangan osis sebentar?"
"Boleh, tapi aku pengen pergi ke kelas Giza dulu untuk mencarinya"
"Tenang saja, Giza sudah berada di ruang osis"
"Eh ... Giza sudah ada di ruang osis juga–?"
"Sudah, ayo cepat Yuta"
"O-o-oke"
Tanganku di tarik oleh kak Ayane sebelum ia sempat menjawab pertanyaan dariku.
Kami berjalan cepat di koridor sekolah menuju ruangan osis yang berada di pojok kanan lantai 3 sekolah.
"K-kak? Sebenarnya ada apa sih?
"..."
dia tidak menjawabku.
Aku pasrah dan membiarkan kak Ayane terus memegang tanganku sampai ke depan ruangan osis.
"Sudah sampai"
Kak Ayane langsung membuka pintu ruang osis itu. Benar kata kak Ayane, Giza juga sudah ada di ruangan osis bersama dengan gadis yang tidak ku kenal.
Gadis itu ... anggota osis juga?
"Yuta ..."
"Ya Giza, aku dipaksa ke sini sama kak Ayane"
"Kalian berdua saling kenal?"
"Baru saja kenal kemarin"
Aku melepas sepatuku kemudian berjalan masuk ke ruangan itu, lalu aku duduk di samping Giza. Kak Ayane tanpa berbicara sepatah katapun juga langsung menuju kursi yang sepertinya merupakan kursi ketua osis.
Saat aku duduk di samping Giza, gadis yang tidak aku kenal itu menatap aku dengan tatapan yang tajam. Aku mencoba untuk menyapanya.
"Umm ... hai?"
"Hai"
Gila, ini cewek dingin banget.
Giza tiba-tiba mengenalkan gadis itu kepadaku.
"Yuta, dia adalah satu-satunya anggota osis yang tidak mundur saat pendaftaran kemarin, namanya adalah Zea Nakiri"
"Ah, halo Zea"
"Ya, halo"
"Semoga kalian berdua bisa akrab"
Saat kami bertiga sedang berbicara, tiba-tiba kak Ayane mengatakan sesuatu.
"Jadi, alasan kenapa aku memanggil kalian bertiga ke sini adalah, ada sebuah permasalahan yang tidak bisa aku selesaikan sendiri"
"Apa itu ada kaitannya denganku?"
Tentu saja aku harus tahu maksud dari kak Ayane mengajakku ke sini.
"Ya, kalau aku tidak salah, kamu itu anggota dari klub basket 'kan?"
"Itu benar"
"Oke, jadi permasalahannya adalah, terjadi pertengkaran antara anggota klub basket dengan anggota klub sepak bola"
"Hah ...?"
Apa-apaan ini, aku baru dengar kabar ini.
"Apa kak Ayane tahu inti permasalahan ini?"
Aku menoleh ke arah Zea yang mengangkat tangannya untuk bertanya kepada kak Ayane. Ekspresi muka dia sangat serius.
"Huft ... aku tahu ini adalah hal yang konyol, tapi, kemungkinan penyebab kenapa mereka berdua bertengkar adalah seorang gadis"
"Seorang gadis?"
Aku melihat gadis di sebelahku–Giza–kebingungan mendengar perkataan kak Ayane.
"Ya, salah seorang anggota klub sepak bola memberitahuku masalah ini dan memintanua untuk diselesaikan. Menurut pengakuannya, ada seorang gadis yang diperebutkan oleh mereka yang bertengkar"
"Ini serius?"
Kak Ayane menganggukan kepalanya. Aku kebingungan, baru kali ini aku mendengar ada orang yang bertengkar karena memperebutkan seorang gadis.
Bukannya itu hal yang aneh?
"Jadi, apakah ada yang punya pendapat dan solusi untuk menyelesaikan masalah ini?"
"Kapan kejadian itu terjadi?"
"Kemarin sore, saat klub sepak bola sedang berlatih"
"Berarti, secara tidak langsung, klub basket-lah yang memulai permasalahan ini"
"Hum ... dari mana kamu menyimpulkan hal itu?"
Tatapan serius dari ketiga gadis yang ada di ruangan osis ini mengarah kepadaku. Mereka seperti merasa bahwa aku hanya berbicara asal, namun aku tetap melanjutkan perkataanku.
"Jika kejadiannya terjadi saat klub sepak bola sedang berlatih, berarti ada seseorang dari klub basket yang mendatangi klub sepak bola itu"
Tatapan serius ketiga gadis itu mulai berubah jadi tatapan kagum.
"Itu ... gak salah sih"
"Tak kusangka kamu bisa diandalkan, Yuta"
"Memangnya kamu kira aku gak bisa diandalkan?"
Dasar kak Ayane.
"Pacarku memang pintar"
"Ehehe ... makasih Giza"
Aku bertatapan dengan mata Giza. Seketika, aku melupakan masalah yang terjadi karena melihat kecantikan Giza. Namun, kak Ayane segera menyadarkanku.
"Hei, kalian berdua! Kalau mau pacaran jangan terang-terangan di sini dong!"
"Hee ... kamu galak banget kak"
Muka kak Ayane yang imut itu kelihatan cemberut melihat kami berdua.
"Atau jangan-jangan ... kak Ayane gak punya pacar?"
"Yuta!"
"Ehehe ... bercanda kak"
"Ehem, balik ke topik, jadi bagaimana kita menyelesaikan permasalahan klub ini?"
Zea yang tetap serius dari tadi mengisyaratkan kami untuk tetap fokus ke permasalahan yang ingin di selesaikan. Aku segera mengusulkan usulanku.
"Aku akan mencoba untuk mencari informasi dari anggota klub basket, aku akan mencari tahu siapa orang yang datang ke klub sepak bola itu, dan juga mencari tahu gadis yang diperebutkan olehnya"
"Itu rencana yang bagus" jawab kak Ayane.
"Aku juga merasa begitu" celetuk Zea.
"Baiklah kalau begitu, aku rasa cukup sampai sini dulu, kita akan bertemu lagi 2 hari dari sekarang, biarkan Yuta mencari tahu terlebih dahulu besok" lanjut kak Ayane.
"Iya, aku juga merasa masalah ini harus segera diselesaikan, karena minggu depan klub basket ada pertandingan antar sekolah" kataku.
"Kalau begitu, sampai jumpa kak Ayane, Zea, aku sama Yuta pulang duluan ya"
"Oke ... hati-hati di jalan ya Giza, dan kau Yuta, kamu harus mengantar Giza sampai ke rumahnya"
"Iya, iya, tenang saja"
Lagian rumah kita berdua sama kok.
Aku dan Giza berjalan keluar ruangan osis sambil melambaikan tangan ke dua orang gadis yang masih berada di dalam ruangan.
"Giza"
"Iya?"
"Besok kamu sibuk nggak?"
"Sepertinya enggak sih, memangnya kenapa?"
"Mau bantu aku cari informasi bareng nggak?"
"Boleh saja, lagipula aku juga seorang anggota osis"
"Yey, baiklah kalau begitu"
Kami berdua pun terus berbicara sampai lantai bawah. Namun, sesaat sebelum kami keluar gerbang, aku melihat ada seorang cowok mencurigakan pulang bersama seorang gadis.
Aku tidak mengenal namanya, tapi aku tahu muka itu. Dia adalah anggota klub basket. Bisa ku asumsikan sepertinya dialah orangnya.
"Yuta? Kok kamu diam saja?"
"Oh, engga kok, aku lagi mikirin sesuatu aja"
Besok aku akan mencari tahu tentangnya.
diriku adalah masa depanku
setetes air diujung ranting
terjebak dalam masa lalu
happy Reading ❤️
kn kasian pacarin adik sendiri🥹