NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 035: Rasa Cemas dan Keputusan yang Diambil

Setelah sadar sepenuhnya, Aldara hanya diam menatap kakaknya yang duduk setia di sisi ranjang. Wajah Sarif tampak lelah, namun ia tak sedikit pun beranjak pergi. Tangannya menggenggam lemah tangan adiknya, matanya memancarkan kasih sayang bercampur kekhawatiran yang belum sepenuhnya hilang.

“Kenapa kamu selalu menyembunyikan rasa sakitmu ini dari kami, Dede?” tanya Sarif pelan dengan suara bergetar. “Abang tahu kamu tidak ingin menyusahkan siapa pun, tapi justru Abang semakin takut membayangkan kamu menanggUngnya sendirian di rumah yang sepi itu.”

Aldara tersenyum lemah sambil mengusap punggung tangan kakaknya dengan lemah. “Maafkan aku ya, Bang. Aku hanya berpikir rasa sakit ini akan perlahan hilang jika aku cukup istirahat. Aku tak ingin membuat kalian cemas dan membuang waktu hanya untuk memikirkan aku,” jawabnya lirih.

Sarif menghela napas panjang, lalu mengusap kepala adiknya penuh kelembutan. “Mulai sekarang jangan begitu lagi ya. Kamu punya keluarga yang siap menjagamu kapan saja, jadi jangan pernah merasa bahwa kamu harus menghadapi semuanya sendirian.”

“Nah ini, ponselmu dari tadi berdering terus, sepertinya banyak sekali yang mencarimu,” ucap Sarif sambil meletakkan benda itu di atas meja kecil samping ranjang.

Aldara melirik layar yang menampilkan nama Dede Ara berulang kali. Ia hanya bisa menghela napas pelan, memutuskan untuk belum membalas panggilan itu. Ia belum siap menceritakan kondisinya, takut kekhawatiran teman-temannya justru semakin bertambah besar.

Di tempat pekerjaan yang cukup jauh, Aries baru saja mendapatkan sinyal yang cukup stabil. Hal pertama yang ia lakukan adalah mencoba menghubungi kekasihnya, namun nomor Aldara tetap tidak dapat dihubungi.

“Ke mana dia pergi? Kenapa tidak ada kabar sama sekali? Apakah ada hal buruk yang terjadi?” batin Aries mulai gelisah. Karena tak mendapatkan jawaban, ia pun segera menghubungi Abang Chepot.

Suara Abang Chepot terdengar dari seberang setelah sambungan telpon terhubung. “Waalaikumsalam, Aries.”

“Abang, apa Abang tahu keberadaan Aldara? Sejak tadi teleponnya tidak bisa saya hubungi,” tanya Aries segera.

Abang Chepot terdiam sejenak, melirik Dede Ara dan Hafizah yang menatapnya penuh harap.

“Abang masih di sana?” panggil Aries lagi karena lama tak mendapat jawaban.

“Ya, aku masih di sini,” jawab Abang Chepot. “Sebenarnya kami juga tidak tahu di mana dia berada. Sejak tadi kami juga terus mencoba menghubunginya namun tidak pernah tersambung.”

Aries terdiam sejenak merasakan kekhawatiran yang semakin memdalam. “Baiklah kalau begitu. Jika nanti Aldara menghubungi Abang, tolong sampaikan bahwa saya sedang mencarinya dan beritahu dia agar segera menghubungiku,” pesannya.

“Tentu saja, aku akan menyampaikannya nanti,” jawab Abang Chepot sebelum sambungan terputus.

Dede Ara mendekat dengan wajah cemas. “Bagaimana Bang? Apakah Aries juga tidak tahu keberadaan Kak Aldara?”

“Benar, dia juga sama bingungnya seperti kita,” jawab Abang Chepot lemah.

“Terus ke mana dia bang?” tambah Hafizah dengan mata berkaca-kaca.

“Tenangkan diri kalian dulu. Aku yakin dia pasti dalam keadaan baik-baik saja dan mungkin ada hal mendesak yang membuatnya tidak bisa mengangkat telepon,” hibur Abang Chepot berusaha menenangkan.

Sementara di tempat lain, Siska yang sedang duduk santai di teras rumah terkejut melihat kedatangan Randy. Pria itu berdiri di depannya sambil memegang seikat bunga dengan wajah penuh penyesalan.

“Siska, tolong maafkan kesalahanku. Sebenarnya aku masih sangat menyayangimu,” ucap Randy memohon.

Siska menatapnya tenang. “Aku sebenarnya sudah lama memaafkanmu, bahkan sebelum kamu datang meminta maaf seperti ini.”

“Kalau begitu, maukah kamu memberiku kesempatan untuk kembali memperbaiki hubungan kita? Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu lagi,” pinta Randy penuh harap.

Siska terdiam ragu, namun hatinya mengakui bahwa perasaannya pada pria itu belum sepenuhnya hilang.

“Aku mohon padamu, berikan aku satu kesempatan terakhir ini,” bujuk Randy lagi.

“Baiklah, aku bersedia kembali bersamamu. Namun ingatlah, ini adalah kesempatan yang paling terakhir. Jika kamu kembali mengkhianati kepercayaanku, aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi selamanya,” ucap Siska tegas dengan mata menatap tajam.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!