NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 10. Dari mana suara itu?

Kara terkejut karena tanpa suara atau tanda - tanda kedatangan seseorang, tiba - tiba saja Nurma yang aneh itu sudah berada di belakang Kara dengan senyum aneh nya.

"Teteh.." Gumam Kara sambil mengusap dada nya.

"Hhihihi." Nurma terkekeh melihat Kara yang kaget sampai pias.

"Teh Nurma kapan datang nya? Putri baru aja pulang, papasan di jalan nggak tadi?" Tanya Kara, tapi Nurma tidak menjawab dan malah mengelus kepala Kara.

"Nggak.. teteh nggak ketemu siapapun." Jawab Nurma, tidak tahu kenapa Kara merasa merinding saat Nurma mengusap kepala nya, karena usapan nya sangat pelan.

"Kara sudah mandi?" Tanya nya, Kara pun menggeleng dengan senyum kikuk nya.

"Belum, teh." Jawab Kara.

"Kara mandi dulu, pamali kalo mandi malam - malam.. nanti Kara lihat hantu." Ucap Nurma, Kara pun hanya bisa terkekeh ambigu.

"Kalo gitu aku mandi dulu teh." Ucap Kara, dia bangun dari duduk nya dan membawa hp nya lalu dia berbalik menatap Nurma yang masih saja menatap nya sambil menyunggingkan senyum nya. Nurma tersenyum, tapi tidak tahu kenapa Kara merinding melihat senyum nya.

Tanpa bicara lagi, Kara langsung naik ke atas.. dan saat sudah di tangga pun Nurma masih menatap Kara sampai Kara semakin merasa ketakutan. Dan setelah Kara sudah masuk kedalam kamar, Kara mengusap dada nya..

'Aku rasa teh Nurma lebih serem dari hantu.' Batin Kara, jantung nya sampai bergemuruh. Lalu Kara mengambil pakaian gantinya dan pergi ke kemar mandi yang ada di depan kamar nya.

Setelah Kara mandi, dia kemudian sholat di kamar nya, dan dia tidak berani keluar dari kamar nya meski ada Nurma di bawah sana.  Akhir nya Kara pun berdiam di kamar nya sambil bertukar pesan dengan teman - teman nya yang mau bersuka rela datang ke rumah itu untuk menemaninya.

"Tok! Tok! Tok!" Suara pintu kamar Kara di ketuk dengan ritme yang pelan.

"Ya, teh?" Teriak Kara dari ranjang nya.

"Kara, susunya." Terdengar Suara Nurma yang memang berdiri di luar kamar.

Kara pun turun dari ranjang nya dan berjalan menghampiri pintu masuk kamar nya, Kara membuka pintu dan ya.. Nurma ada di sana sambil memegang segelas susu di tangan nya. Tapi lagi - lagi.. Nurma tersenyum pada Kara, Kara pun balik senyum lalu mengambil susu yang ada di tangan Nurma.

"Makasih, teh." Ucap Kara, Nurma mengangguk dengan pelan.

"Kara, kalau nanti malam Kara mendengar suara - suara.. jangan keluar kamar, ya." Ucap Nurma, kali ini Nurma tidak tersenyum tapi tetap saja Kara masih takut.

Apalagi.. di malam sebelum nya Kara memang mendengar suara teriakan perempuan yang begitu keras yang seperti kesakitan dan putus asa. Akhir nya Kara pun hanya mengangguk saja, dia tidak bertanya kenapa atau mengapa.

"Kunci pintu nya." Ucap Nurma, lalu dia berjalan pergi menuruni tangga.

Kara yang masih berdiri di ambang pintu bahkan menyaksikan Nurma yang turun ke bawah, dan sebelum benar - benar hilang dari pandangan, Nurma tampak menoleh ke arah Kara dan tersenyum sambil sekali lagi mengatakan..

"Kunci pintu nya." Ucap Nurma, Kara lagi - lagi mengangguk dan kemudian Nurma pun hilang dari pandangan.

Kara masuk kembali ke kamar nya dan dia sungguhan mengunci pintu kamar nya, Kara bahkan sudah menyiapkan pisau dapur yang dia siapkan di sebelah ranjang nya. Kara mendengar ada suara dari luar, dia pun berjalan menuju ke arah jendela dan mengintip.. tapi tidak ada siapapun.

"Kok aku merasa teh Nurma ini aneh.." Gumam Kara.

Kara juga makin penasaran dengan siapa sebenar nya orang - orang yang beberapa kali dirinya lihat. Tapi karena tidak tahu harus berbuat apa, akhir nya Kara memutuskan tidur..

"Semoga nggak ada apa - apa." Batin Kara, dia kemudian merebahkan dirinya sambil memejamkan matanya.

Dan pada saat Kara sudah terlelap.. tidak tahu kenapa Kara malah kembali berada di rumah utama nya. Lagi - lagi Kara berdiri di depan kamar orang tua nya, tapi kali ini Kara tidak mendengar suara rintihan perempuan, melainkan suara kedua orang tuanya yang sedang bertengkar.

"Ya terserah aku mau bagaimana hidup, aku sudah sangat sabar berpura - pura menjalani pernikahan ini dengan bahagia, kamu pikir aku bodoh dan ndak tau kalo kamu sengaja mengulur perceraian kita?! Hey, aku sudah membawa ini semua ke pengadilan, kita sudah resmi cerai!"

Kara mendengar itu dari balik pintu kamar orang tua nya, itu juga hal yang pernah Kara dengar dengan secara pada saat kedua orang tua nya bertengkar di malam hujan badai itu, malam sebelum ibunya Kara memutuskan untuk mengakhiri keluarga yang hangat yang Kara tau.

"Kamu ndak boleh pergi!" Ucap ayah Kara, ayah Kara terdengar tidak mau di tinggalkan oleh ibunya Kara.

"Aku juga mau menjalani kehidupan aku sendiri! Toh Kara sudah besar, dia sudah bisa mengurus dirinya sendiri, dan juga sudah saat nya Kara tahu, orang tua nya akan bercerai." Ucap ibunya Kara..

"Aku bawa Kayra, kamu besarin Kara, kita adil!" Ucap ibunya Kara.

Kara yang berdiri di ambang pintu itu menangis, dia jadi kembali sedih jika mengingat ucapan ibunya tentang kata "adil" Bahkan setelah pertengkaran itu ibu dan kakak nya langsung pergi dari rumah meninggalkan nya tanpa sedikitpun bertanya Kara mau ikut atau tidak.

Tapi, kemudian Kara sudah tidak mendengar pertengkaran di dalam lagi.. yang ada hanya suara seperti orang yang sedang memotong sesuatu. Mendengar itu, Kara pun penasaran.. Kara kemudian mencoba mengintip dengan membuka sedikit pintu kamar orang tua nya, tapi - tiba - tiba..

"Aaaa!!!"

"Hhh!!" Kara bangun dengan nafas yang terengah - engah, dan saat itu juga dia kembali mendengar suara jam besar di lantai satu kembai berbunyi yang menandakan itu sudah pukul 12 malam.

Dan saat suara ding dong nya sudah pas di angka 12 tiba - tiba kembali terdengar suara perempuan yang berteriak dengan sangat kerasa dan purus asa seperti sedang kesakitan dari luar.

"AAAAAAAA!!!!"

Kara langsung bangun dan dia kemudian langsung menghampiri jendela untuk kembali melihat kira- kira siapa yang sebenar nya berteriak, tapi lagi - lagi.. Kara tidak melihat ada siapapun. Tapi lagi - lagi.. Kara melihat ada seorang laki - laki yang menggunakan pakaian hitam yang kembali masuk ke bangunan sebelah.

"Dia lagi.." Gumam Kara, jika kemarin Kara sangat takut dan mengira itu maling, kali ini Kara memberanikan dirinya untuk turun.

Kara membawa hp nya, saat dia keluar dari kamar nya suasana di rumah itu terasa begitu sepi dan mencekam, tapi karena Kara sedang sangat penasaran dengan apa yang dia lihat tadi, dia memutuskan untuk turun ke bawah.. Kara tidak melihat ada Nurma di sana, akhir nya dia berjalan keluar dari rumah dan berjalan menuju ke bangunan sebelah.

"Kuk! kuk!"

"Kuk! Kuk!"

Kara hanya mendengar suara burung hantu yang entah dimana, Kara menoleh kesana kemari karena dia takut.. Saat Kara sedang berjalan mengendap - endap ke bangunan samping, suara teriakan perempuan itu juga masih ada, teriakan nya seperti orang yang meminta ampun sambil menangis kesakitan dan putus asa.

'Suaranya dari dalem sini?' Batin Kara, dia mengikuti sumber suara yang di dengar nya dan membawa nya ke depan pintu di bangunan samping itu.

Tapi.. Saat Kara sampai di sana, kara tidak melihat ada tanda - tanda pintu nya sudah di buka. Gembok nya masih ada, jadi bagaimana cara orang yang dia lihat itu masuk kedalam pikir nya.

"Gimana cara nya orang tadi masuk ke dalem?"

BERSAMBUNG!

1
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hadir kk aq ketingalan
di aku g ada notif lho kk
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sudah log out kayaknya mereka Ra 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ayahnya bawa mayat meren 😱😱🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ottan bisa bahasa sunda juga?
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!