NovelToon NovelToon
Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Pelakor / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.

Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.

Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati Yang Terbelah

Bag. 7

Oleh Sept

Rate 18 +

Guntur tidak mau menjadi pusat perhatian, kalau Bella dibiarkan, ia takut wanita itu akan membuat onar dan tambah melukai hati Padma karena mulutnya yang penuh caci maki itu.

"Sebaiknya kamu pulang!" titah Guntur kepada Bella dengan wajah dingin.

Jelas saja Bella tambah marah dan merasa kesal, dengan kasar ia pun menyerang Padma kembali.

"Lacurrr! Wanita tidak tahu diri, beraninya kamu menggoda suami orang!" maki Bella sambil terus mencoba mengoyak baju Padma.

Mata Guntur langsung terbelalak, berani sekali Bella menghina istrinya. Jelek-jelek begitu, Padma adalah istrinya. Tersulut emosi, akhirnya Guntur tidak bisa lagi mengendalikan tubuhnya.

Plakkk

Pria itu langsung menampar pipi Bella, hanya karena Bella merupakan istri sahnya, bukan berarti wanita itu bebas menghina Padma.

"Masss!" pekik Bella. Ia memegangi pipinya. Tega sekali pria itu menampar dirinya di depan Padma. Sama-sama tersulut emosi, Bella nekad mencekik leher Padma.

"Wanita sialann! Enyah kau dari bumi. Dasar wanita tidak tahu diri!" Bella terus menyerang Padma. Mencakar wajah Padma tanpa ampun.

Wanita itu baru berhenti menyerang ketika Guntur menariknya dengan paksa. Guntur langsung menyeret tangan Bella, masuk ke mobil dan menguncinya.

"Lepaskan Mas! Aku mau menghajar wanita sialan itu."

"Bella!" sentak Guntur dengan sorot mata yang sangat tajam.

"Kenapa? Kenapa Mas menamparku di depannya tadi? Aku nggak akan biarin ini. Tunggu saja, sampai aku buat hancur perempuan itu!"

"Hentikan Bella, jangan gila kamu!"

"Ya! Aku memang sudah gila! Gara-gara Mas Guntur meninggalkan aku di malam pertama Kita! Dan lebih gilanya lagi, aku percaya begitu saja kalian sudah bercerai," cecar Bella yang marah. Ia sangat geram mengetahui Guntur belum mentalak Padma. Istri pertama yang dinikahi secara siri itu.

"Bukannya kamu dari awal juga sudah tahu, kalau aku tidak pernah mencintai kamu? Ini hanya pernikahan bisnis Bella. Jangan ganggu Padma, begitu juga aku. Aku juga tidak akan mengganggu kehidupan pribadimu!"

Bella meremas ujung dress yang ia kenakan, ia tidak suka mendengar kata-kata Guntur barusan. Lihat saja, ia akan membuat Guntur bertekuk lutut di kakinya. Batin Bella.

WUSHHH

Guntur langsung menyalakan mesin mobil dan melaju kencang meninggalkan kediaman Padma yang sederhana itu. Ia mau membawa Bella jauh, agar tidak menyakiti Padma.

Saat Guntur berusaha menjauhkan Bella dari istrinya. Di dalam rumah yang sederhana itu, terlihat Padma masih di atas lantai. Dengan sang ibu memeluk tubuhnya.

"Kalau begini jadinya, lebih baik kalian berpisah, Pad. Tuan Guntur dan keluarganya tidak pantas untuk kita. Ibu tidak bisa melihatmu terus terluka," ucap Ibu dengan lirih. Hatinya hancur melihat Padma tersakiti seperti ini.

"Kenny, Bu ... bagaimana dengan Kenny!" isak Padma. Ia bertahan selama ini juga demi bisa melihat putrinya itu. Padma ingin memeluk, walau sebentar. Sayang sekali, keluarga besar Gumilang menutup access dirinya. Padma hanya bisa melihat putri kecilnya lewat pagar.

Sedangkan Guntur, hanya janji-janji saja membawa Kenny kepadanya. Kini Padma terlihat putus asa, apalagi Guntur sudah menikah. Padma takut, ia benar-benar tidak bisa melihat putri kecilnya, meski dari jauh sekalipun.

***

Kediaman Gumilang. Rumah besar milik keluarga konglomerat itu nampak ramai. Bella kembali berulah.

"Maaa!"

Bella terisak, mengeluarkan air mata buaya di depan mertua nya.

"Guntur!"

Mama langsung ambil tindakan. Wanita paruh baya itu lantas memanggil Guntur untuk bicara empat mata.

"Kamu belum menalaknya? Ceraikan Padma secepatnya!" titah Nyonya Gumilang tanpa perasaan.

Mana mau Guntur menceraikan istrinya itu, Padma adalah tempat ia mencurahkan hasratnya selama ini. Ia bahkan tidak suka jajan. Meskipun Padma anak pembantu, wanita itu cukup memikat hati Guntur. Tidak peduli, Bella lebih mulus, lebih berbody aduhai dan sangat berpendidikan. Itu tidak penting.

Rupanya hati Guntur terlanjur terpaut pada perempuan sederhana itu. Mamanya sampai heran, pelet apa yang dibuat Padma, hingga sang putra begitu menyukai Padma.

"Guntur! Mama sedang bicara denganmu. Jangan diam saja. Cepat ceraikan Padma. Kamu sekarang sudah menikah lagi, dan lihat Bella. Ia dari keluarga terpandang. Jelas asal usulnya, kamu itu jangan dibutakan cinta yang penuh omong kosong itu!"

"Maaf, Ma. Mama menyuruh Guntur menikah untuk menyelamatkan perusahaan. Oke, Guntur terima. Tapi, menceraikan Padma. Tidak! Guntur tidak akan menceraikan Padam."

"Guntur!" teriak mama dengan amarah yang memuncak.

"Terserah apa kata Mama, aku tetap tidak akan menalaknya!" Pria itu langsung berbalik, meninggalkan mama yang sudah naik darah.

Saat Guntur berjalan, tidak sengaja ia mendengar Kenny menangis. Pria itu pun langsung masuk ke dalam ruangan yang bernuansa pink tersebut.

"Kenny kenapa, Mbak?" tanya Guntur pada pengasuh putrinya.

"Tidak tahu, Tuan. Dari tadi rewel, padahal tidak demam atau sakit."

"Sini!"

Guntur pun menggendong putri kecilnya, "Kenapa sayang?" bisik Guntur sembari menepuk halus punggung balita tersebut.

Kenny terus saja menangis, membuat Mama terganggu dan datang ke kamar itu.

"Kenapa dia menangis?" tanya Mama pada Lia, babysitter nya Kenny.

"Tidak tahu, Nya. Seharian ini, Kenny rewel, tapi tidak demam."

"Hubungi dokter Fany!" titah Mama kemudian. "Berikan pada Mama!" tambah Mama sambil mengulurkan tangan. Ia memang benci Padma, tapi tidak pada cucunya itu. Apalagi Kenny sudah terlihat sangat mengemaskan. Mama sampai tidak membiarkan Kenny keluar dari rumah. Anak kecil itu benar-benar dikurung dalam sangkar emas sang nenek.

***

Malam harinya, padahal sudah diperiksa dokter ahlinya. Katanya tidak apa-apa. Tapi, sampai malam Kenny terus saja menangis. Guntur yang melihat akan hal itu, dengan sembunyi -sembunyi dan tanpa ijin dari sang Mama. Pria itu membawa putrinya.

Mulanya Lia tidak mengijinkan Guntur akan membawa Kenny, takut bila Nyonya besar marah. Tapi, karena Guntur memaksa. Akhirnya Lia ikut bersama Guntur. Ia memangku Kenny dalam mobil, meninggalkan rumah kediaman keluarga Gumilang.

Bella sendiri sudah tidur, Guntur sengaja memberikan obat tidur pada wanita itu. Ia risih, karena Bella terus saja meraba-raba tubuhnya. Dengan licik, Guntur memberi pil obat tidur dalam minuman Bella, pil yang sering diminum bila kesulitan tidur, nyatanya kini ada gunanya.

"Tuan, kalau Nyonya tahu, Lia bisa dipecat."

Lia terlihat cemas, saat turun dari mobil.

"Jangan kuatir, saya jamin keselamatan kamu!" ucap Guntur dengan asal.

Saat sudah sampai di depan rumah Padma, Kenny masih saja rewel. Ia merengek dan menendang-nendang. Hingga Lia kesusahan menggendong anak kecil itu.

"Sabar sayang, bentar lagi ketemu sama mama," ucap Guntur sambil mengetuk pintu.

Tok tok tok

"Pad ... Padma!" panggil Guntur berkali-kali.

Di dalam rumah, ibu Padma gelisah mendengar pintu rumahnya diketuk. Malam-malam ada tamu, ia takut kalau ada orang lagi yang mau melabrak putrinya. Padma baru saja tidur setelah ia mengoles salep di wajah putrinya itu.

Meski tidak mengatakan mana yang sakit, ibu tahu, betapa sakitnya hati Padma saat ini. Karena pintu terus saja diketuk, akhirnya ibu mengintip lewat jendela. Begitu melihat siapa yang datang, ditambah seorang wanita menggendong anak kecil. Naluri ibu berkata itu adalah cucunya.

Saking senangnya, sebelum membuka pintu ibu langsung membangunkan Padma.

"Pad ... Padma, lihat siapa yang datang?"

Ibu menggoyang-goyangkan tubuh Padma. Membuat Padma yang baru saja tidur langsung terbangun.

"Ada apa, Bu?" tanya Padma yang masih diliputi rasa kantuk.

"Itu ... itu ... di luar. Ada Tuan muda Guntur."

Mendengar nama suaminya disebut, Padma tidak bersemangat, hatinya masih terluka. Untuk apa pria itu datang lagi? Belum cukup membuatnya tersiksa?

"Cepat temui, Pad ... itu ... ada anak kecil, itu pasti bawa anak kamu."

Seketika Padma langsung berlari membuka pintu depan.

KLEK

Padma langsung melangkah ke arah Lia, dilihatnya anak yang digendong Lia. Anak itu terus saja menangis, Padma pun tak bisa menahan sesak di dadanya.

"Boleh aku menggendongnya?"

Lia menatap Guntur, dan pria itu mengangguk pelan.

Dengan hati yang bergetar, Padma mengulurkan tangan. Perlahan ia mengangkat tubuh kecil Kenny, akhirnya ia bisa menggendong putrinya.

"Kenny, ini Mama sayang."

Padma mencium wajah Kenny berkali-kali, mengusap dengan lembut dan sayang. Kerinduan selama ini ia curahkan, anak yang ia rindukan, kini benar-benar bisa ia peluk dan cium. Seperti mimpi, Padma tidak menyangka akhirnya bisa bertemu.

Sedangkan anak itu, padahal tadi rewel sekali. Tapi, sekarang malah terlihat tenang dalam gendongan sang mama. Kenny memainkan anak rambut mamanya. Memegang pipi Padma yang basah.

Dengan sayang, Padma menangkap tangan mungil itu. Mencium lembut dan gemas. Dalam senyumnya, Padma tidak henti-hentinya menitihkan air mata. Ia terharu, makhluk mungil itu kini ada dalam pelukannya.

Sementara itu, Guntur menatap dengan rasa bersalah, riak sendu yang ada di depannya, itu semua karena dirinya yang kurang tegas selama ini.

Apalagi dilihatnya wajah Padma yang dihiasi bekas cakaran Bella. Sungguh Guntur merasa pria paling buruk.

"Ayo, semua masuk ... di luar anginnya kencang." Ibu akhirnya mempersilahkan semua masuk.

Sejak tadi semua tertegun melihat pertemuan ibu dan anak yang dipisahkan sejak lahir itu. Dan ketika semua orang akan masuk, tiba-tiba seseorang turun dari mobil. Orang itu lalu berteriak.

"Guntur!"

BERSAMBUNG

Fb Sept September

IG Sept_September2020 

1
ANNA
bagus
Fa Yun
ceritanya bagus
Winny Anpooh
Luar biasa
Ratna Ningsih
guntur ko oon banget padahal punya istri sah cantik kaya ko mau sama janda gatal
Ratna Ningsih
Guntur anak orang kaya udah tau orang yua ga setuju nikah Fatmah ko jdi CEO oon ga bisa nyimpan tabungan tanpa tau orang tua
Mei Prw
luar biasa
Siti Mujimah
burung kutilang thor
Surati
bagus
riri
kenapa di salahin cinderella padma... si cinderella itu asal muasal tu gadis kaya raya di jadiin pembantu, kebalik si eneng kan.
Heryta Herman
kenapa secpt itu padma luluh...biasanya,klo wanita sdh tersakiti,sikapnya akan lbh tegas dan tdk mudah percaya lagi dgn orang tersebut...
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/
Janah Husna Ugy
gk belit2 suka cerita nya,,
Janah Husna Ugy
gitu dong
RahaYulia
dr awal udh tau jd ya ngapain ditangisin, nikmatin aja tiap rasa sakitnya toh itu pilihanmu sndiri kn Pad....
RahaYulia
ah masalah itu muncul jg akarnya gara2 kmu, lb milih cinta drpd ibumu. makanya ibumu dibikin susah, g sadar diri
RahaYulia
salahkan diri sendiri atuh neng, ngapain kmu mau sama anak mami yg takut miskin g sanggup brdiri sndiri, ngapain mnjerat diri sndiri dikeluarga penyihir kya gtu, kmu yg milih kmu jg hrs menelan pahitnya buah yg kmu tanam sndiri, g usah nyalahin org lain.... walaupun cinta tp hrs ttp waras kmu punya otak ya jgn asal cinta, pikirkan jg sebab akibatnya
komalia komalia
nyinya gumilang harta mu mau di bawa mati ya
komalia komalia
dasar guntur
komalia komalia
panggil nya ibu bukan nya mama ya
komalia komalia
harus gitu di tinggal kan guntur nya biar dia untropeksi diri
komalia komalia
hadeh istri tak di akui niih udah gatel dia engga ada yang ngasih jatah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!